<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725</id><updated>2012-03-20T10:42:28.711-07:00</updated><category term='Uneg-uneg'/><category term='Artikel'/><category term='Personaly'/><category term='Travelling'/><category term='Romansa-Puisi'/><category term='Kuliah'/><category term='Cerpen'/><category term='Renungan'/><category term='Beasiswa'/><category term='Inspirasi'/><category term='USA'/><category term='Kampus'/><title type='text'>Perjalanan hidup . . . . .</title><subtitle type='html'>"Blessed are those that can give without remembering and receive without forgetting"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>141</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-8270026658186005084</id><published>2012-03-20T10:03:00.000-07:00</published><updated>2012-03-20T10:08:30.290-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><title type='text'>Terus Berlomba dengan Waktu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Waktu terus berlalu tanpa pernah aku sadari, aku sudah berjalan sejauh ini. Berada pada sebuah titik pijakan yang tiada pernah aku bayangkan sebelumnya. Semuanya berjalan begitu cepat. Semua disekitarnya berubah begitu cepat. Terkadang, aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat sendiri. Waktu tidak pernah terasa, hingga tiba-tiba aku sadar bahwa aku sudah berbeda. Sekelilingku berganti. Waktu begitu cepat berjalan dan hanya meninggalkan kenangan-kenangan bak memori album foto didalam kepala.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tersadar ketika terbangun, aku perhatikan cermin yang sama dihadapanku. Tiada rasa yang aneh ketika tatapan mataku membentur mata dibalik cermin itu. Namun sesekali, aku cermati betul apa yang aku lihat di ujung sana. Seksama dan teliti aku perhatikan, seketika itu, mulailah aku sadar bahwa bumi terus berputar, waktu terus berlalu, dan semuanya telah berubah. Sekelilingku terus saja berubah tanpa sedikitpun mampu aku bendung perubahan itu. Aku kemudian semakin sadar bahwa tiada yang abadi di dunia ini selain keabadian itu sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Waktu terus berlalu menggerus semua aktivitas yang pernah kita lakukan. Semuanya tinggal masa lalu. Semua hanya akan menjadi kenangan. Orang-orang tercinta yang pernah kita benar-benar cintai lama-kelamaan, satu demi satu, menghilang dari hadapan kita. Perbuatan-perbuatan yang sering kita banggakan hanya akan menjadi kenangan yang tersimpan dalam memori otak kita. Lingkungan yang kita tinggali pun tidak luput dari perubahan. Lingkungan dimana kita hidup dan bersosialisasi berganti dan tiada kita sadari itu. Semuanya berubah seiring waktu berlalu. Tiada yang bisa kita perbuat untuk mencegah itu semua. Semuanya hanya akan menjadi kenangan, memori, dan pengalaman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sepertinya baru kemarin saja aku terbangun dan mengepak buku pelajaran kedalam tas, serta tidak lupa mencium kedua tangan orang tua sebelum berangkat ke sekolah. Dan tidak lupa aku pastikan perutku terisi dengan masakan Ibu setiap paginya. Aku ada ditengah-tengah keluargaku. Berkumpul, bermain, belajar, berdiskusi, dan berpergian dengan mereka, keluargaku. Kemudian, waktu menghempasku, melemparku untuk hidup sendiri, jauh dari keluargaku. Aku tidak lagi ditemani dengan nasehat kedua orang tua seperti dulu. Aku tidak lagi bisa makan bersama dengan keluarga seperti dulu. Waktu berlalu dengan pasti, penuh kepastian, ia terus membawaku kepada dunia dan kondisi sekeliling yang terus berbeda. Sekarang ini, aku sendiri. Aku harus berjuang sendiri. Semuanya menjadi kenangan. Peristiwa demi peristiwa hidup terekam dalam otak seiring pergantian menit menjadi jam, jam menjadi hari, hari menjadi minggu, dan minggu menjadi bulan serta bulan menjadi tahun. Semua peristiwa hidup itu menjadi kenangan sekarang ini. Waktu berlalu begitu cepat dan tanpa kita sadari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tiba-tiba kau sadar,bahwa kau sudah menjadi seperti sekarang. Tiba-tiba kau sadar, bahwasekelilingmu berubah. Tiba-tiba kau terbangun, dan sadar jika kehidupanmu tidaklagi sama seperti dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sungguh, waktu adalah pembunuh paling hebat di dunia ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Waktu terus berjalan, bahkan berlari secara konstan, terus menerus tiada henti. Ia ibarat bola besi yang digelindingkan. Terus berputar dalam jalurnya sekaligus menggilas apapun yang dilalui. Seperti itu lah waktu kita sekarang ini. Waktu terus menggelinding menggilas peristiwa demi peristiwa yang kemudian semua itu tersimpan dalam sebuah kantong bernama "kenangan". Kenangan itu kita simpan dalam sel-sel otak kita, dan ketika kita membutuhkannya ia akan muncul dari dalam wadah penyimpanannya dan akhirnya kita akan melihat potongan-potongan gambar tidak utuh tentang peristiwa yang pernah kita lalui. Tidak peduli berapa lama peristiwa itu pernah berlalu. Peristiwa sedetik yang lalu pun telah menjadi kenangan yang tergilas oleh bola waktu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Waktu adalah penghancur paling sempurna.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Waktu pun juga membuat orang lain mudah sekali terlena. Saat kita terbangun dan tersadar tiba-tiba saja kita dikagetkan akan kenyataan bahwa ternyata waktu telah terlalu jauh menggelinding meninggalkan kita dibelakangnya. Hidup kita ibarat sedang berpacu dengan bola waktu dalam sebuah perlombaan. Jika kita berlari lebih lambat dibandingkan dengan bola waktu, maka ia akan menggilas kita dan mungkin itu tidak membuat kita terjatuh dan terluka karena kita tidak sadar jika kita telah tergilas. Kita baru sadar jika kita telah tergilas oleh perputaran bola waktu setelah kita terbangun dan melihat kedepan ternyata bola waktu masih berputar meninggalkan kita semakin jauh didepan. Kitapun akan meratapinya. Kita baru tersadar jika kita, setelah itu, harus memacu lari kita agar bola waktu kembali dapat terkejar dan kita mampu lagi berada didepannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Waktu terus berlari dan tidak akan pernah memberikan kesempatan sedikitpun untuk berhenti apalagi mundur kembali. Semua yang telah bola waktu lalui dalam jalurnya hanya akan menjadi kenangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hidup adalah perlombaan dengan waktu. Siapa yang bisa berlari didepan bola waktu, maka ia menang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Waktu adalah sesuatu yang kita punya dan sekaligus harta paling berharga. Ia tidak akan pernah kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jika kita tahu seberapa banyak waktu yang kita punya didunia ini, dan Tuhan (misalnya) mengijinkan &amp;nbsp;kita untuk mengetahuinya, mungkin tiada orang satupun didunia ini yang akan bersantai ria apalagi kemudian menyepelekan keberadaan waktu. Waktu, sesuatu yang tak terlihat namun sejatinya ia adalah pembunuh dan penggilas hidup bagi mereka yang tidak mampu berlari lebih cepat daripadanya. Ia yang berhasil adalah ia yang memanfaatkan waktunya sebaik-baiknya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Hidupku seperti berlalu begitu sangat cepat. Tak terasa, ternyata semua terjadi dan menjadi seperti sekarang. Aku tidak pernah membayangkannya sebelumnya. Waktu benar-benar tiada pernah beristirahat. Ia terus bergerak. Jika kita diam, maka ia akan membunuh dan menggilas kita. Dan pada akhirnya, aku dan semuanya hanya akan menjadi kenangan. Jangan buat diriku terduduk lesu karena kalah beradu dengan bola waktu. Kita harus berlari lebih cepat darinya karena waktu tiada akan pernah kembali apalagi menunggui kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b style="background-color: white;"&gt;&lt;span style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. Kecuali Orang-orang yang beramal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran&lt;/i&gt;. (QS : Al-Ashr 1-3)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-8270026658186005084?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/8270026658186005084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/terus-berlomba-dengan-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/8270026658186005084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/8270026658186005084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/terus-berlomba-dengan-waktu.html' title='Terus Berlomba dengan Waktu'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-5404684398574226736</id><published>2012-03-16T18:47:00.000-07:00</published><updated>2012-03-16T19:13:17.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><title type='text'>Tata Krama dan Sopan Santun di Jejaring Sosial</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Samahalnya di dunia nyata, pergaulan di dunia maya pun harus mengedepankan sopansantun dan tata krama. Khususnya jika kita bersosialisasi dengan orang lain dijejaring sosial, misalnya seperti Facebook dan Twitter. Sopan santun dan tatakrama dalam hal apapun harus tetap diutamakan, seperti memasang status atautweet; chating; posting foto, link, note; taging; &lt;i&gt;follow&lt;/i&gt;/&lt;i&gt;add&lt;/i&gt;; dan memilihprofil picture. Tata krama dan sopan santun seperti halnya di kehidupan sosialnyata, saya rasa, akan membuat aktivitas sosial di dunia maya akan menjadisemakin nyaman karena adanya rasa saling hormat menghormati diantara penggunalayanan jejaring sosial.&amp;nbsp;Setiap pengguna layanan social media, mempunyaihak dan privasinya dan layak untuk dihargai serta dihormati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DKsZZhHUQO0/T2PyOjkteKI/AAAAAAAAAOo/ccUXJW3_EZc/s1600/images+(4).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/-DKsZZhHUQO0/T2PyOjkteKI/AAAAAAAAAOo/ccUXJW3_EZc/s200/images+(4).jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sumber [&lt;a href="http://www.google.co.id/imgres?q=tata+krama+dan+sopan+santun+di+jejaring+sosial&amp;amp;um=1&amp;amp;hl=id&amp;amp;sa=N&amp;amp;biw=1121&amp;amp;bih=668&amp;amp;tbm=isch&amp;amp;tbnid=aBbxLDcWiHwnUM:&amp;amp;imgrefurl=http://recha-seprina.blogspot.com/2011_12_01_archive.html&amp;amp;docid=nmko9_8gzzeHiM&amp;amp;imgurl=http://1.bp.blogspot.com/-kSwhZJRSPBY/TubdxWPNImI/AAAAAAAAAfs/ZWatAp7ECec/s1600/images.jpg&amp;amp;w=275&amp;amp;h=183&amp;amp;ei=buxjT-DoNInsrAfny-S8Bw&amp;amp;zoom=1" target="_blank"&gt;4&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BCcYPasya0o/T2PyLFM1b9I/AAAAAAAAAOg/ETm2_FWOrA8/s1600/images+%25285%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-BCcYPasya0o/T2PyLFM1b9I/AAAAAAAAAOg/ETm2_FWOrA8/s200/images+%25285%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sumber [&lt;a href="http://www.google.co.id/imgres?q=tata+krama+dan+sopan+santun+di+jejaring+sosial&amp;amp;um=1&amp;amp;hl=id&amp;amp;sa=N&amp;amp;biw=1121&amp;amp;bih=668&amp;amp;tbm=isch&amp;amp;tbnid=lvjyqe9Q9RN_EM:&amp;amp;imgrefurl=http://dzumanjipunya.wordpress.com/2012/01/02/sopan-santun/&amp;amp;docid=BPeiTepvcQk83M&amp;amp;imgurl=http://dzumanjipunya.files.wordpress.com/2012/01/bertemu-clipart.jpg%253Fw%253D630&amp;amp;w=480&amp;amp;h=480&amp;amp;ei=buxjT-DoNInsrAfny-S8Bw&amp;amp;zoom=1&amp;amp;iact=rc&amp;amp;dur=325&amp;amp;sig=112952444595718904818&amp;amp;page=2&amp;amp;tbnh=156&amp;amp;tbnw=157&amp;amp;start=15&amp;amp;ndsp=22&amp;amp;ved=1t:429,r:8,s:15&amp;amp;tx=104&amp;amp;ty=101" target="_blank"&gt;5&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Data yang sangat menarik saya peroleh dari beberapa situs berita online tentang berapa banyak pengguna kedua situs jejaring sosial itu di Indonesia. Indonesia adalah negara dengan jumlah pengguna Facebook dan Twitter terbesar di Asia, yakni dengan jumlah 47 juta jiwa atau lebih dari 1/4 dari 245 juta jiwa penduduk Indonesia [&lt;a href="http://tekno.kompas.com/read/2011/11/09/13390564/47.Juta.Warga.Indonesia.Pengguna.Twitter.dan.FB" target="_blank"&gt;1&lt;/a&gt;]. Indonesia adalah pengguna Facebook terbesar ke-2 di dunia dan pengguna terbesar ke-4 untuk Twitter [&lt;a href="http://id.berita.yahoo.com/indonesia-urutan-ke-2-terbesar-pengguna-facebook-025416888.html" target="_blank"&gt;2&lt;/a&gt;]. Tahun 2010 saja, pengguna Facebook di Indonesia mencapai 26 juta, sedangkan pengguna Twitter lebih dari 6 juta. Masih pada tahun yang sama, pengguna Internet di Indonesia adalah sebesar 30 juta atau 12.3% dari total jumlah penduduk [&lt;a href="http://fokus.vivanews.com/news/read/170975-indonesia-penguasa-situs-jejaring-sosial" target="_blank"&gt;3&lt;/a&gt;]. Tahun 2011 dan awal tahun 2012 ini, saya yakin, angka tersebut akan terus tumbuh secara agresif karena tren penggunaan kedua layanan&amp;nbsp;&lt;i&gt;social media&lt;/i&gt; itu di kalangan siswa dan pekerja di Indonesia semakin terasa menjadi gaya hidup.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tidak mengherankan jika sekarang ini, siswa SD sudah mempunyai &lt;i&gt;account &lt;/i&gt;Facebook dan Twitter. Adek teman saya, kelas 4 SD, sudah aktif di jejaring sosial Facebook. Layaknya para &amp;nbsp;orang dewasa lainnya, dia pun sering '&lt;i&gt;curhat&lt;/i&gt;' kepada wall Facebook-nya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dengan semakin banyaknya jumlah &lt;i&gt;penduduk &lt;/i&gt;di Facebook dan Twitter, terutama di Indonesia, saya kira hal ini dapat menimbulkan beberapa intrik-intrik bagi penggunanya jika tata krama dan sopan santun dalam kehidupan nyata tidak atau belum sepenuhnya diterapkan dalam &lt;i&gt;kehidupan sehari-hari&lt;/i&gt;&amp;nbsp;para&amp;nbsp;&lt;i&gt;penduduknya&lt;/i&gt;. Intrik-intrik ini misalnya akan meyangkut masalah privasi, kenyamanan, penyalah gunaan &lt;i&gt;account&lt;/i&gt;, dan hacker.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibarat kehidupan sosial yang sesungguhnya, setiap pengguna Facebook dan Twitter juga harus menjunjung tinggi hal-hak pengguna lainnya. Apalagi dengan kenyataan bahwa, kita sangat mudah untuk menambahkan (&lt;i&gt;add &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;follow&lt;/i&gt;) orang lain yang belum tentu sudah kita kenal atau bahkan kita temui. Tentu saja hal ini dapat membuat pengguna tertentu merasa privasi dan kenyamanannya terganggu dalam beraktivitas di kedua jejaring sosial tersebut. Meskipun setiap pengguna juga punya wewenang sendiri untuk meng-&lt;i&gt;confirm &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;fall back &lt;/i&gt;pengguna lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Memang tidak semua orang akan merasa demikian, karena banyak justru saya temui, pengguna yang sangat senang dan bangga jika mempunyai jumlah teman atau follower yang sangat banyak meskipun barangkali hanya sedikit yang benar-benar kenal dan tahu. Misalnya saya, saya mengidentifikasi berapa banyak teman di Facebook yang benar-benar saya tahu sebagai '&lt;i&gt;Close friend&lt;/i&gt;' adalah sebanyak 156 dari 2.817 total teman saya. Berarti teman yang benar-benar saya kenal baik adalah sebesar 5.54%. Sisanya (94. 46%) adalah teman yang saya pernah tahu, kenal, dan bertemu. B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;ahkan di beberapa kasus, pengguna Facebook atau Twitter malah belum pernah bertemu sama sekali, karena hanya mengandalkan saran dari Facebook sebagai '&lt;i&gt;mutual friend&lt;/i&gt;'. Meskipun kita mempunyai beberapa mutual friend dengan seseorang, belum bisa menjamin kita juga mengenal orang tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Menurut saya, mempunyai banyak teman di Facebook atau Twitter bahkan sampai ribuan bukanlah sesuatu yang layak dibanggakan, apalagi dijadikan target atau perlombaan sehingga kita jadi terkesan 'seenaknya' saja saat menambahkan orang lain atau mem-follow orang lain sebagai teman kita. Apalah artinya banyak teman, jika ternyata yang benar-benar kita tahu sangatlah sedikit. Apalah arti banyak teman di Facebook dan Twitter jika ternyata mereka itu adalah orang yang bahkan belum pernah kita temui.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Benar sekali jika dengan beraktivitas di situs &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt;, kita bisa menambah teman dan networking kita namun (sekali lagi) kita tetap perlu menjunjung tinggi sopan santun dan tata krama dalam kehidupan sosial kita di dunia maya. Dan, jangan pernah lupa apalagi diabaikan jika setiap orang mempunyai haknya untuk dihormati dan dihargai, termasuk di kehidupan sosial via Facebook dan Twitter. Dalam menjalin networking dan perluasan pertemanan kita di jejaring sosial, kita juga perlu menggunakan noma-norma yang berlaku di dunia nyata, meskipun sepertinya norma itu tidak tertulis di &lt;i&gt;right and policy&lt;/i&gt; jejaring sosial bersangkutan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saat ingin berteman dan berkenalan dengan orang asing di dunia nyata, ada tata krama atau sopan santunnya. Meskipun tidak tertulis, namun tata krama itu telah menjadi budaya yang diterima oleh setiap orang dan dianggap sesuai dengan nilai dasar manusia. Dimulai dengan menjabat tangan, memperkenalkan diri dengan ramah, mengutarakan tujuan, bertukar indentitas, dan akhirnya berbincang-bincang. Tata krama dan sopan santun seperti itu juga seharusnya kita gunakan dalam kehidupan sosial kita di dunia maya. Kita perlu memperkenalkan diri terlebih dahulu dengan baik-baik kepada orang lain sebelum kita mememinta mereka sebagai teman kita di Facebook atau Twitter. Bagaimana jika ada orang yang tiba-tiba datang dan meminta kita menjadi teman padahal kita belum tahu siapa dia, &amp;nbsp;tujuannya apa, apalagi bahkan kita dan dia belum pernah bertemu sama sekali? Sangat kasar model permohonan pertemanan yang seperti itu, bukan?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibarat seperti saat kita ingin bertamu kedalam rumah orang lain. Tata kramanya dan sopan santunnya, kita perlu terlebih dahulu mengetuk pintu, mengucapkan salam, kemudian setelah dibukakan pintu kita perlu mengutarakan maksud kita kepada empunya rumah, dan setelah dipersilakan masuk baru kita bisa masuk. Seperti itu juga seharusnya model permohonan pertemanan yang baik di jejaring sosial. Facebook misalnya, ia sudah menyediakan sarana &lt;i&gt;message &lt;/i&gt;jika kita ingin meng-add orang lain.&amp;nbsp;&lt;i&gt;If you know *someone's name, you can send him/her a message&lt;/i&gt;. Kita bisa menggunakan sarana itu untuk memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud tujuan kita. Namun, seringnya, tata krama dan sopan santun ini tidak diindahkan sama sekali orang kebanyakan penduduk Facebook.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dengan melakukan hal seperti itu, bisa saja membuat orang lain tidak nyaman, karena tiba-tiba ada yang ingin menjadi teman tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu. Tiba-tiba ada yang masuk halaman rumahnya tanpa ijin terlebih dahulu. Tentu saja, hal seperti itu, bagi kebanyakan orang (mungkin tidak semuanya) akan sangat mengganggu. Kita harus menyadari bahwa a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;da hak dan privasi orang lain yang perlu kita hormati. Kita tidak bisa seenaknya saja masuk kerumah orang tanpa permisi terlebih dahulu, kecuali memang orang tersebut memperbolehkan siapa saja masuk kerumahnya tanpa harus permisi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jika kita memang sudah mengenal orang yang ingin kita tambahkan sebagai teman di Facebook atau Twitter, tentu saja tata krama dan sopan santun perkenalan seperti di dunia nyata tidak terlalu perlu dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Bagi saya, kehidupan sosial via Facebook dan Twitter akan jauh lebih nyaman jika kita tetap menggunakan norma, tata krama, dan sopan santun kehidupan sosial layaknya di kehidupan nyata apapun aktivitas yang dapat kita lakukan via kedua jejaring sosial itu. Dengan demikian, akan terjalin hubungan yang saling menghargai dan hormat-menghormati antara sesama pengguna jejaring sosial.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-5404684398574226736?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/5404684398574226736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/tata-krama-dan-sopan-santun-di-jejaring.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/5404684398574226736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/5404684398574226736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/tata-krama-dan-sopan-santun-di-jejaring.html' title='Tata Krama dan Sopan Santun di Jejaring Sosial'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DKsZZhHUQO0/T2PyOjkteKI/AAAAAAAAAOo/ccUXJW3_EZc/s72-c/images+(4).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-7918639825551618592</id><published>2012-03-14T07:55:00.000-07:00</published><updated>2012-03-14T08:01:53.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romansa-Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><title type='text'>Wahai Bidadari, Ijinkanlah Aku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku masih saja belum bisa melupakan wajah dan senyummu meskipun waktu telah lama meninggalkan masa itu, meski beribu jejak langkah telah aku tempuh, dan meski wajahmu tidak lagi aku jumpa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Wahai bidadari surga, apalah ini artinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku memang sadar diri, dunia kita bagaikan langit dan bumi, namun aku masih tidak mampu memahami mengapa suara hatiku tidak mampu luput dari membisikan namamu, dan kenanganku dulu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Wahai, Bukalah hatimu untuk ku meski sedikit. Beriku secuil ruang didalam hatimu bagiku. Aku ingin kau bisa memberikanku waktu dan kesempatan agar aku bisa membuktikan bahwa, kali ini, cintaku tidaklah main-main. Aku serius.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku sudah bosan dengan semua permainan cinta yang pernah aku lalui. Aku ingin menggenggam satu hati, satu cinta, yang akan aku bawa kemanapun aku pergi. Aku ingin memegangnya dan tidak akan pernah aku lepas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Memang kau pernah mengatakan jangan pernah terburu-buru mengatakan cinta apalagi menjanjikan sesuatu yang itu diluar batas kemampuan sebelum sebuah hubungan dikatakan halal. Aku ingat betul kau pernah mengatakan itu kepadaku, tapi hingga detik ini, aku semakin merasakan bahwa aku tidak bisa lagi membohongi kata hatiku sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku ingin mengerjar dan mengupayakannya meski jalan didepanku terlihat sempit dan gelap. Aku harus tetap berusaha.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Di dasar hatiku, ada perasaan rindu. Rindu akan kemungkinan dapat bertemu lagi denganmu setiap malam, meski hanya obrolan yang sangat singkat. Bagiku sudah cukup mengobati perasaan dari dasar hatiku itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku masih tidak percaya sampai hari ini jika aku terjatuh pada perasaan yang sama. Hanya kali ini, lubang tempat jatuhku mempunyai ukuran dan kedalaman yang berbeda dari yang sebelum. Sampai kapan aku harus terus terjatuh pada lubang seperti itu. Masih haruskah aku terjatuh kemudian tersadar bahwa itu sangatlah menyakitkan?Aku sudah lelah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ijinkanlah aku untuk melihatmu kembali, meski hanya sekejap..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ijinkalah aku memohon kepadamu untuk sedikit saja memberikan ruang dalam hatimu, yang aku tahu mungkin sudah kau tutup rapat hingga waktu yang kau dambakan itu datang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tapi, aku ingin mengikuti kata hatiku yang terus saja membisikan namamu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ijinkanlah aku untuk mengatakan yang sejujurnya kepadamu, dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Percayalah, jika kau mengijinkanku mengisi ruang dalam hatimu, akan aku pegang itu sampai akhir hayatku dan tak akan aku lepaskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Wahai, ijinkanlah aku bertemu denganmu setiap malam meski hanya sesaat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Meskipun hanya salam pembuka saja yang aku terima, tidak jadi apa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Itu sudah cukup buatku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku ingin membuktikan bahwa kata hatiku dan bisikannya benar adanya. Aku ingin mengejar cinta sejatiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Maka, wahai bidadari, ijinkanlah aku masuk kedalam ruangan dihatimu. Berikanlah ruangmu untukmu, hingga kau akan percaya bahwa kata hati tidak pernah berbohong.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Semoga kau tahu,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-7918639825551618592?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/7918639825551618592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/wahai-bidadari-ijinkanlah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7918639825551618592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7918639825551618592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/wahai-bidadari-ijinkanlah-aku.html' title='Wahai Bidadari, Ijinkanlah Aku'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-6329853609812365733</id><published>2012-03-13T01:45:00.001-07:00</published><updated>2012-03-13T01:52:05.916-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='USA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><title type='text'>Dimanakah Jawabannya?</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Saya tiba padakesimpuan ini setelah beberapa kali mengobrol santai dengan saudara – saudarasebangsa dan setanah air di tanah rantau yang jauh. Saya terkesima ketika adasalah seorang diantara keluarga senegara mengucap “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;pulang? ah, piki-pikir dulu deh&lt;/i&gt;”. Memang begitu banyak cerita tentang warga Indonesia yangmerantau jauh ke negeri orang, entah sekedar ingin sekolah atau bekerja, yangenggan untuk kembali lagi setelah mengecap manisnya kesejahteraan dan kedamaianhidup di negeri orang. Beragam sebab memang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Terbukalah mata saya setelah melihat realita yangtersedia di depan mata, bukan oleh informasi palsu para konspirator dunia.Banyak sekali orang pintar yang berada di luar negeri, mereka adalah potensibesar yang dimiliki oleh bangsa ini. Mungkin Negara kita belum menyadariatau mungkin belum mampu untuk memanusiakan mereka yang punya potensi besar untuk membangun negara di tanah kelahiran sendiri. Apakah salah ketika mereka agak ‘enggan’ untukpulang kampung dan ikut serta membangun negerinya sendiri? Entahlah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya inginmembuat perumpamaan yang lebih baik dan mudah dilogikagan, tapi susah ternyata. Ijinkanlah saya mencobanya, ibaratnya seperti ini, dalam menilai sesuatu, pada umumnya kita membutuhkanperan pembanding. Kita membandingkan untuk bisa menilai sejauh mana nilaisesuatu terhadap sesuatu. Tentu dasar penilaian dengan cara membandingkan akanberbeda-beda, tergantung parameter dan norma apa yang dipakai. Pada kasustertentu membandingkan itu penting. Contoh cerita dari teman saya yangkebetulan tinggal bersama seorang nenek. Rumah nenek ini kebetulan pernahditinggali juga oleh mahasiswa China. Setelah teman saya bercakap-cakap dengannenek tersebut, si nenek berkata “ &lt;i&gt;yourEnglish is very good, very different with the Chinese girl who have stayedhere. Even, she needs to write the word for me to understand what she means&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jelas ya disini, bahwa terkadang membandingkan itu perlu untuk melihat kualitasdiri. Bagaimana mungkin bahasa inggris teman saya itu akan dinilai baik jika mahasiswadari China yang pernah tinggal bersama nenek itu bahasa inggrisnya jauh lebihbaik? Membandingkan, kadang jangan sekali kali dilakukan namun terkadang perlujuga dilakukan untuk membuat hati semakin bersyukur dan bersemangat menyambuthari yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mata saya semakin terbuka lebarsetelah melihat realita di belahan bumi lain tentang arti kemajuan dankesejahteraan. Kedua kaki saya masih merasa bergetar bahkan sebelum benar –benar menginjakan kaki di bumi Negara adi kuasa ini. Waktu terus berputar, hariberganti dan terus berganti, pelangi yang selama ini hanya sekedar ada dalam mimpi, mimpi yang saya temui hanya dalam tidur dan terkadang tangis, perlahan menunjukanwarnanya. Memang bukan warna yang sempurna yang langsung ia tunjukan, namunperlahan namun pasti cahaya keindahan warna pelangi itu mulai muncul dansempurna. Saya percaya warna pelangi selalu indah, muncul setelah mataharimemancarkan sinarnya bersama dengan tetesan air hujan. Begitu indah warna dancahayanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya semakin menyadari dan mendalami dengan sangat betapa sangat“jauh”nya mimpi pendiri bangsa ini dari kenyataan akan kata “sejahtera”.Terenyuh hati ini semakin dalam ketika berusaha memahami. Betapa luar biasanyabapak bangsa merumuskan dengan jelas tujuan dan cita luhur bangsa yangdibangun dari tetes darah para pejuangnya. Hati semakin perih jika beradadiantara kenyataan Negara ini. Saya mungkin sangat tidak pantas untukmengatakan hal itu, bahkan mempunyai keprihatikan yang mendalam seperti itu pun tidak.Siapa saya dan sudah melakukan apa saya untuk bumi pertiwi ini? malu saya dantak kuasa rasanya saya mampu menjawab pertanyaan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ibarat menggenggam emas ditangan kiri dan menggenggam batu ditangan kanan padasaat yang bersamaan. Saya mengangkatnya disaat yang sama di ujung matasaya. Mudah sekali melihat perbedaannya, dan dengan mudah pula saya bisamembandingkannya. Saya bisa mengetahui benda ditangan kiri saya adalah emas, karena sebelumnya sayasudah mengetahui terlebih dahulu benda mana yang disebut batu. Allah melaluiRosulnya pun telah menunjukan yang mana kebaikan, yang mana yang harus dilakukan dengansebelumnya menunjukan yang mana yang buruk dan yang tidak boleh dilakukan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;, keduanya bukan untuk dinilai yang mana yang lebih utama, yang manayang layak untuk dipuji atau bahkan yang mana yang layak di banggakan, bukanuntuk itu. Apalah arti emas karena untuk ditumpuk menjadi rumah pun ia tidakbisa. Batu lah yang bisa melakukannya. Namun, bagaimana emas dan batu selalu berharga di tempatnya. Mempunyaikelebihannya, bukan karena mempunyai emas lalu bersombong, dan merendahkanbatu. Kenapa merendahkan batu jika justru yang kita punya adalah batu itu sendiri?Bukankah batu bisa kita buat sebagai pondasi rumah yang kokoh?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Bukan karena ingin menjadi emas,batu yang sudah ada digenggaman tangan dilemparkan. Peliharalah batu itu,jadikan ia berharga &lt;i&gt;seperti &lt;/i&gt;emas. Buatlah dia bermanfaat dengan membuatnyamenjadi rumah yang megah dan bangunan yang kokoh yang dengan itu emas tidakakan pernah lebih berharga dibandingkan dengan batu. Semakin jauh melihat danmembandingkan keduanya, semakin terbakarlah hati ini. Terbakar oleh semangat,perih, dan keheranan akan ribuan pertanyaan yang semakin lama semakin bertambahdidalam kepala.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kenapa dan bagaimana? mayoritas pertanyaan akan dimulai dari duakata tanya itu. &lt;i&gt;Kenapa dan bagaimana&lt;/i&gt;? semakin bertambah banyak pertanyaan yangentah saya tidak tahu dimana dan sampai kapan saya akan menemukan jawabannya.Dan harus bagaimana saya menyikapi banyak pertanyaan itu. Akankah saya hanyaakan berdiri dan menyalahkan setiap orang dan kondisi disekitar saya karenasulitnya saya menemukan jawaban atas pertanyaan itu? &lt;i&gt;Please, help me, show methe way&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Apalagi setelah menghabiskan waktu berdiskusi dan mengobrolsantai dengan para senior yang sudah merasakan perbedaan nyata antara duniayang berbeda. Semakin ingin berteriak dengan keras mengetahui bahwa semakinbanyak pertanyaan yang muncul dan semakin tidak paham saya atas semua kerumitandi tanah kelahiran saya ini. Mungkin saya bukan satu satunya orang yangmerasakannya, mungkin sudah ratusan atau bahkan ratusan ribu yang merasakannya.Yaa, dimana simpul utama untuk mengurai benang kusut ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Pendidikan, menurut saya sampaisaat ini yang menjadi sumber dan titik utama untuk merubah kondisi realita di negara tercinta saya dan Anda.&lt;i&gt;Education is the best way to create thegreatest civilization, and a simple way to differ which one that has goodeducation. Education represents the nation&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tidak lagi menggapai sebuah mimpijika tidak pernah tertidur untuk bermimpi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;by: panca dias purnomo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Blacksburg, VA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;April, 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-6329853609812365733?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/6329853609812365733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/dimanakah-jawabannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/6329853609812365733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/6329853609812365733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/dimanakah-jawabannya.html' title='Dimanakah Jawabannya?'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-7524666442761396836</id><published>2012-03-13T00:57:00.000-07:00</published><updated>2012-03-13T04:33:10.295-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='USA'/><title type='text'>Kenangan Sebuah Keputusan (Memori Pra Beasiswa IELSP) part.1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saat ini, bulan maret 2012, kurang lebih satu tahun lalu, aku mengalami salah satu anugerah paling hebat dalam hidupku, yakni memperoleh beasiswa belajar singkat di Amerika Serikat. Sebuah anugerah yang tidak pernah aku sangka-sangka dan rencanakan sebelumnya. Ternyata, Allah mempunyai cara sendiri untuk menjawab doa-doa hambaNya. Satu tahun lalu, aku akhirnya pernah menginjakan kaki di tanah negara-yang katanya super power-Amerika Serikat. Merasakan dinginnya salju, dan juga indahnya warna-warni di musim semi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Untuk mengenang masa itu, aku ingin mengingat kembali kenangan perjuanganku hingga akhirnya Allah menunjukku sebagai salah satu mahasiswa Indonesia yang beruntung berangkat ke Amerika tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Semoga cerita mengulas kembali masa lalu yang belum sempat terekam dalam tulisan ini dapat bermanfaat bagi siapapun orangnya. Aku percaya bahwa memori yang direkam dalam bentuk tulisan akan sangat berguna setidaknya bagi diriku sendiri di kemudian hari saat aku membacanya kembali. Karena dengan begitu, perjalanan hidupku berasa lebih bermakna.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OR_rKXR4F2k/T18RC3ixRMI/AAAAAAAAAOE/79vtyKLG-i0/s1600/IELSP'ers+Monas.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-OR_rKXR4F2k/T18RC3ixRMI/AAAAAAAAAOE/79vtyKLG-i0/s200/IELSP'ers+Monas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Foto dengan Sebagian IELSP Cohort 8 Grantees di Monas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Cerita bermula pada sekitar pertengahan bulan Agustus 2011. Waktu itu aku sedang menjabat sebagai salah seorang pengurus organisasi mahasiswa di tingkat fakultas. Posisiku menuntut untuk aktif membantu publikasi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;informasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;kegiatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;yang diselenggarakan organisasi kami. Meskipun bukan orang yang mengelola secara langsung media publikasi dan informasi organisasi kami via jejaring sosial, namun aku terkadang membuka akun Facebook organisasi kami untuk membantu penyebaran informasi dan publikasi kepada teman-teman lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Pertengahan bulan Agustus 2011, aku membuka akun Facebook organisasi kami, dan saat itu aku membaca ada message dari UNDIP-American Studies; semacam club pusat belajar kebudayaan Amerika Serikat. Message itu berisikan informasi mengenai program beasiswa belajar Bahasa Inggris ke Amerika Serikat untuk mahasiswa undergraduate Indonesia selama kurang lebih 8 minggu. Disitu juga tertera link website yang bisa aku buka untuk informasi lebih lengkapnya. Karena merasa bahwa informasi tersebut sangat berharga dan aku rasa akan banyak mahasiswa fakultasku yang tertarik mendaftarkan diri, maka aku putuskan untuk memposting informasi tersebut di wall Facebook organisasi kami.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kemudian aku membuka website yang tertera dalam message yang aku terima. Program beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat itu ternyata bernama Indonesia English Language Study Program (IESLP) yakni beasiswa belajar bahasa Inggris di universitas ternama di Amerika selama kurang lebih 8 minggu. Aku baru tahu jika ada program beasiswa semacam ini bagi mahasiswa Indonesia. Aku baca persyaratan, tata cara pendafaran, deadline pendaftaran, dan lain sebagainya. Sepertinya menarik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setelah aku membaca syarat-syarat beasiswa tersebut, aku berpikir jika aku masuk dalam kriteria &lt;i&gt;eligible participant&lt;/i&gt;. Saat itu aku sedang berada di awal semester 7, sedangkan minimal pendaftar adalah semester 5. Namun, ada satu persyaratan yang membuatku sedikit ragu yakni skore TOEFL ITP. Skor TOEFL yang dipersyaratkan sebesar 450. Aku belum mempunyai skore TOEFL ITP waktu itu dan bahkan tidak yakin aku bisa melampaui standar minimal itu. Aku kurang begitu yakin dengan kemampuan bahasa Inggrisku, karena memang selama ini aku tidak pernah ikut les khusus memperdalam bahasa Inggris.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Namun, setelah aku pikir-pikir, tidak ada salahnya aku mencoba. Akhirnya aku download &lt;i&gt;application form &lt;/i&gt;yang tersedia di website tersebut, yang kemudian setelah aku diterima di program ini, aku tahu jika website tersebut adalah kepunyaan IIEF (Indonesia International Education Foundation) yakni semacam organisasi pengelola beasiswa luar negeri bagi mahasiswa Indonesia, baik mahasiswa undergraduate maupun post graduate.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Deadline pengiriman berkas adalah tanggal 18 Oktober 2011. Aku masih mempunyai cukup lumayan banyak waktu untuk melengkapi syarat-syarat pendaftaran. Aku baca kembali persyaratannya dan mulai melengkapi berkas-berkas. Aku nothing to lose saja waktu itu, toh tidak ada salahnya mencoba. Aku juga tidak punya firasat apapun, aku berjalan seperti biasanya. Awalnya aku bahkan tidak terlalu &lt;i&gt;ngebet &lt;/i&gt;ingin segera melengkapi berkas-berkasku. Semua rencana untuk mendaftar masih ada dikepala. Aku ingat, saat akhirnya pamflet mengenai beasiswa itu tertempel di mading depan sekretariatan organisasiku, aku cuma mengatakan kepada beberapa teman yang ikut membacanya "ikutan yuk". Ya, masih sebatas niat dalam hati dan kepala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Waktupun terus berjalan, namun aku belum secara serius memikirkan tentang pendaftaran program beasiswa itu. Hingga masuklah pertengahan bulan September 2011, deadline pendaftaran semakin dekat. Aku pun berusaha segera melengkapi syarat-syarat yang tercantum dalam form aplikasi. Aku menelfon orang tuaku untuk membantuku memintakan foto kopi legalisir rapor SMK, Ijazah, STTB, KK, dan akta kelahiran. Alhamdulialh, tidak butuh waktu lama, akhirnya orang tuaku yang dibantu oleh adikku berhasil mengumpulkan pesananku itu dan mengirimkannya ke Semarang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku juga mulai bergerak melengkapi syarat-syarat yang lain. Aku segera meminta transkip nilai di bagian akademik, dan mencari informasi tempat tes TOEFL ITP di area Semarang. Sesuai informasi yang aku terima, aku bisa mengikuti tes TOEFL ITP di CLT (Center for Language Training) UNIKA Sugijapranata yang terletak di Jl. Mentri Soepeno, belakang SMA N 1 Semarang. Aku pun meluncur kesana. Sampai disana, aku bertanya kepada petugas, tata cara pendaftaran tes TOEFL dan tentu saja berapa besar biayanya. Aku menelan ludah seketika aku tahu biaya tes TOEFL yang ingin aku ikuti, yakni sebesar 275 ribu. Bagiku uang segitu, cukup lah besar. Aku mulai tidak yakin apakah aku ingin melanjutkan perjuanganku atau kah tidak. Setelah aku pikira masak-masak, tidak ada salahnya aku mengeluarkan uang 275 ribu untuk mengikuti tes TOEFL, toh juga bisa sebagai tolak ukur sejauh mana kemampuan bahasa Inggrisku. Akhirnya aku relakan, uang 275 ribu-ku untuk mendaftar tes TOEFL ITP meskipun dengan sedikit berat. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Awalnya, aku pikir, aku langsung bisa tahu kapan aku akan tes TOEFL, namun ternyata aku harus menunggu pemberitahuan selanjutnya karena CLT memberlakukan sistem booking dan antri. Selain itu, ada kuota jumlah peserta yang harus dipatuhi oleh penyelenggara tes TOEFL ITP, yakni setiap kali tes (kalau tidak salah) harus diikuti 20 orang, tidak kurang dan tidak lebih. Kita harus menunggu sampai kuota jumlah peserta terpenuhi. Waktu aku mendaftar dan menyerahkan uang pendaftaran, ternyata aku belum bisa tahu kapan aku akan tes karena menurut petugas kuota sudah penuh dan harus menunggu. Ternyata sudah banyak mahasiswa S1 di area Semarang di sekitarnya yang mencari skore TOEFL ITP, sehingga tidak mengherankan CLT dibanjiri pendaftar tes TOEFL. Namun petugas meberitahuku kemungkinan masih ada perubahan karena ada beberapa peserta yang masih belum fix.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setidaknya aku sudah booking kursi terlebih dulu, pikirku, sehingga jika ada kursi kosong aku akan diutamakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sembari menunggu panggilan kapan aku akan tes TOEFL, aku mencari orang yang tepat sebagai promotorku dalam program beasiswa ini. Beasiswa IESLP mensyaratkan kepada calon pendaftar untuk menyerahkan semacam surat rekomendasi dari dosen di perguruan tinggi bersangkutan. Alhamdulilah, aku cukup kenal dengan dekan fakultasku yang juga dosen di program studiku. Aku putuskan untuk meminta beliau mengisikan formulir rekomendasiku. Akhirnya aku berhasil menemui beliau di sela-sela kesibukannya sebagai seorang dekan. Beliau memang terkenal jarang di kantor dan susah ditemui. Setelah mengutarakan maksud dan tujuan menemui beliau, alhamdulilah, dengan sangat antusias beliau menerima permohonanku. Aku serahkan selembar kertas formulir rekomendasi kepada beliau. Beliapun mulai menulis kata demi kata di secarik kertas yang aku berikan itu. Aku tidak bisa membaca dengan jelas beliau menulis apa, tapi aku cukup senang dan bangga, karena kertas itu terisi penuh dengan coretan tulisan tangan beliau. Itu artinya, beliau menjelaskan dengan cukup detail.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Beliau sempat menanyakan bagian akhir formulir itu harus diisi apa. Aku pun menjelaskan bahwa bagian akhir formulir itu diisi dengan jabatan dan gelar beliau. Alhamdulilah, proses permohonanku meminta surat rekomendasi dari dekan fakultasku itu berjalan lancar. Aku ucapkan terimakasih dan ijin meninggalkan ruangan. Beliau juga tidak lupa menyampaikan dukungan dan doanya semoga aku diterima dalam program beasiswa ini. Sampai diluar ruangan, aku baca kata demi kata dalam secarik kertas tadi. Seketika itu, aku cuma bisa tersenyum karena didalamnya, tidak pernah aku sangka, berisikan pujian beliau kepadaku. "Lebay juga ni dekan", gumamku dalam hati. Di akhir tulisan beliau, beliau merekomendasikan aku agar dapat diterima dalam program beasiswa tersebut. Aku keluar dari gedung dekanat dengan muka yang berseri-seri, setidaknya persyaratan bisa aku lengkapi perlahan-lahan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setelah kurang lebih 4 hari menunggu, akhirnya CLT menelfonku dan memberitahukan kepadaku bahwa tes TOEFL untukku akan dilaksanakan 10 hari setelah ini. Aku sempat ingin tersedak waktu itu, karena 10 hari adalah waktu yang sangat singkat bagi persiapan &amp;nbsp; sebuah ujian seharga 275 ribu. Padahal aku belum belajar dan menguasai materi TOEFL dengan baik. Namun daripada aku harus menunggu lebih lama lagi, aku mengiyakan tawaran dari CLT. Hari - hariku selanjutnya aku isi dengan belajar materi TOEFL dari buku pedoman ujian TOEFL yang pernah aku beli. Aku baca dan pahami lembar demi lembar. Hingga akhirnya saat itu pun tiba. Meskipun datang dengan berbekal ilmu TOEFL yang masih minim, karena kurang optimalnya aku belajar TOEFL, aku tetap harus melakukannya demi (setidaknya) mengetahui skore TOEFL ITP-ku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jika tidak salah, tes TOEFL ku waktu itu adalah hari Jumat, pukul 14.00. Aku datang satu jam lebih awal dari jadwal tes. Aku melakukan registrasi ulang di meja karyawan dan mulai mempersiapkan diri. Aku tidak membawa materi tes TOEFL apapun, tidak seperti saat ujian akhir semester dimana aku pasti membawa materi yang bisa aku baca sembari menunggu waktu tes dimulai. Aku melihat peserta tes yang sudah mulai berkerumun di ruang tunggu. Tidak ada satupun yang aku kenal. Satu hal yang membuatku sedikit nervous adalah beberapa peserta berbicara satu sama lain dengan bahasa Inggris aktif. Duh, aku jadi merasa minder melihat kemampuan bahasa Inggris mereka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Itu adalah tes TOEFL pertamaku yang ternyata hampir serupa dengan ujian Bahasa Inggris sewaktu ujian akhir kelulusan kelas 3 SMK dulu. Meski banyak perbedaan, namun konsep tesnya hampir sama. Aku cuma mengandalkan insting waktu aku menjawab pertanyaan demi pertanyaan, terutama saat sesi &lt;i&gt;listening &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;structure&lt;/i&gt;. Aku tidak yakin dengan arti dari apa yang speaker katakan saat sesi listening, aku cuma menebak-nebak saja. Hal yang sama juga aku lakukan di sesi structure. Aku tidak tahu persis kata mana yang tidak sesuai dengan grammar. Aku cuma menebaknya saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Waktu itu aku pikir awalnya, tes TOEFL memakai headset di telinga masing-masing, ternyata tidak. Sesi listening menggunakan tape dan speaker seperti saat ujian kelulusan dulu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Akhirnya, tes TOEFL tersebut selesai. Aku pasrah dengan hasil yang akan aku peroleh nantinya. Sebelum pulang, aku sempatkan bertanya kepada petugas kapan aku bisa mendapatkan hasil skore TOEFL-ku. Mereka mengatakan paling lambat 2 minggu. dan paling cepat 1 minggu. Aku berhitung sesaat, dan sepertinya waktu 2 minggu masih cukup menyisakan waktu 1 minggu sampai deadline program IESLP berakhir (18 Oktober 2011).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setidaknya, sampai menunggu skore TOEFL-ku keluar, aku bisa melengkapi &lt;i&gt;application form&lt;/i&gt;-ku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tibalah waktunya aku harus segera mengisi kotak-kotak di application form IESLP. Semua jawaban yang harus aku tuliskan harus dalam bahasa Inggris dan disitu letak perjuangannya. Aku akui, aku jarang bahkan tidak pernah menuliskan sesuatu dalam bahasa Inggris. Jika membaca buku ber-Bahasa Inggris aku memang suka melakukannya, tapi jika menulis?duhh, aku harus belajar banyak lagi. Agar memudahkan dalam menjawab dan menyusun kalimat dalam Bahasa Inggris, aku membuat jawaban dari pertanyaan di application form dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu. Setelah itu, aku &lt;i&gt;translate &lt;/i&gt;kalimat demi kalimat kedalam bahasa Inggris. Hal itu juga memungkinkanku untuk dapat menyusun kalimat berbahasa Inggris dengan tenses dan grammar yang benar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setelah aku selesai membuat draft isian form-ku, aku meminta bantuan salah seorang teman yang aku tahu sangat jago berbahasa Inggris untuk membetulkan grammar dan kosakata yang aku gunakan. Aku menemuinya di kos, dan mengutarakan maksudku. Alhamdulilah, dia tidak keberatan membantuku bahkan ia meminta draft yang aku bawa ditinggal saja biar dia dapat membetulkannya lebih seksama dan memintaku mengambilnya esok hari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku sampaikan kepadanya, untuk maklum jika bahasa Inggrisku masih kacau dan bermasalah. Ia bisa memakluminya. Esok harinya, setelah aku ambil draft isian form aplikasiku, benar juga, banyak sekali coretan dan koreksi dari temanku itu. Sampai sekarang, aku masih menyimpan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada temanku yang satu itu, karena telah membantu merefisi dan mengoreksi draft isian formulir aplikasi beasiswa IELSP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Berbekal draft refisian dari temanku itu, aku mulai mengisi form applikasi beasiswa IELSP dengan tulisan tangan yang coba aku buat serapi mungkin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku juga mulai menyusun dokumen-dokumen pendukung lainnya, seperti sertifikat kegiatan dan abstrak karya tulis yang pernah aku buat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Akhirnya, skore TOEFL-ku pun keluar juga. Pihak CLT menelfonku yang memberitahukan bahwa skore TOEFL hasil tes TOEFL beberapa minggu yang lalu sudah bisa aku ambil di kantor CLT. Tanpa pikir panjang, aku meluncur ke kantor CLT. Awalnya aku pikir skore TOEFL yang akan aku peroleh adalah dalam bentuk sertifikat ukuran A4. Ternyata skore TOEFL ITP yang aku terima cuma seukuran kertas kwitansi. Tapi, ukuran kertas skore TOEFL itu masih kalah mengejutkanku dibandingkan dengan nilai skore yang aku dapat. Skore TOEFL ku, yang notabene baru pertama kali aku lakukan dan hanya dalam 10 hari masa persiapan kurang optimal, adalah sebesar 490. Aku tersenyum puas seketika membuka amplop berisikan skore TOEFL-ku. Alhamdulilah, aku berhasil melampaui angka 450. Itu artinya aku bisa mendaftar beasiswa IELSP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Formulir sudah aku isi lengkap dan rapi, dokumen-dokumen yang diminta juga sudah aku lengkapi, surat rekomendasi sudah aku punya, dan skore TOEFL ku pun mencukupi. Aku susun semua berkas-berkas itu sesuai petunjuk dalam formulir aplikasi. Aku cek dengan seksama seluruh dokumen kemudian aku masukan kedalam amplop coklat besar. Amplop itu terasa sangat sesak dan penuh dengan seluruh tumpukan kertas-kertasku. Aku tempelkan kertas yang bersikan alamat kantor IIEF pada satu sisi amplop dan alamat asalku disisi yang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Waktu menyusun berkas-berkas itu adalah salah satu waktu paling &lt;i&gt;hectic &lt;/i&gt;dan panik yang pernah aku alami (selain deadline pengumpulan laporan praktikum), karena berkas-berkas itu baru aku susun menjelang deadline tanggal 18 Oktober 2011. Tanggal 18 Oktober adalah hari senin, sedangkan waktu itu aku baru menyusun seluruh berkasku hari Jumat, 15 Oktober. Setelah selesai Jumatan, aku berangkat ke agen pengiriman barang, TIKI. Karena aku ingin amplopku bisa lebih cepat sampai di Jakarta dan karena sudah mepet deadline pula, sepertinya mengirimkannya melalui agen pengiriman barang akan lebih cepat sampai dibandingkan via PT. Pos Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Aku bertanya kepada petugas agen, kapan kira-kira berkasku sampai di Jakarta. Petugas menyampaikan, kemungkinan hari Senin, 18 Oktober. Ah, tidak masalah. Aku pikir, tiba hari Senin, 18 Oktober&amp;nbsp;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;tidak akan membuat berkas-berkasku gagalmasuk di kantor IIEF. Mungkin dengan datang belakangan, berkasku bisaditaruh ditumpukan paling atas (hehe)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Setelah itu aku benar-benar &lt;i&gt;nothing to lose&lt;/i&gt;, tidak ada harapan yang terlalu menggebu-gebu. Aku cuma berharap yang terbaik dan semua aktivitas keseharianku berjalan seperti biasa. Aku kembali dengan kehidupanku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Bersambung ke part.2 ..........&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-7524666442761396836?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/7524666442761396836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/kenangan-sebuah-keputusan-memori-pra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7524666442761396836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7524666442761396836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/kenangan-sebuah-keputusan-memori-pra.html' title='Kenangan Sebuah Keputusan (Memori Pra Beasiswa IELSP) part.1'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OR_rKXR4F2k/T18RC3ixRMI/AAAAAAAAAOE/79vtyKLG-i0/s72-c/IELSP&apos;ers+Monas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-94735752405921894</id><published>2012-03-09T19:15:00.000-08:00</published><updated>2012-03-10T01:29:28.348-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Masih (dan Selalu) Bangga Ber-Indonesia. Indonesia: The Ultimate in Diversity</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jika ada yang bertanya kepada saya, "apa yang membuatmu bangga menjadi putra bangsa Indonesia?", maka saya akan menjawab "karena Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia ini yang mempunyai keragaman (biodiversitas) paling besar sekaligus rumit, namun tetap bisa bersatu menjadi sebuah negara-bangsa". Sungguh menakjubkan, keanekaragaman yang luar biasa tinggi ini tetap mampu menopang Indonesia dalam sebuah tata kehidupan negara-bangsa yang harmonis dan damai. Indonesia lah satu-satunya negara di bumi ini yang bisa melakukan itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-p4D3zeJgkKk/T1rJNue60aI/AAAAAAAAANc/VOWdUPdgvjw/s1600/images+(1).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-p4D3zeJgkKk/T1rJNue60aI/AAAAAAAAANc/VOWdUPdgvjw/s1600/images+(1).jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Diambil dari &lt;a href="http://madeadhi.multiply.com/journal/item/51/Wonderful_Indonesia?&amp;amp;show_interstitial=1&amp;amp;u=%2Fjournal%2Fitem" target="_blank"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ya, Indonesia adalah negara dengan tingkat keragaman-dalam hal apapun-yang paling tinggi di dunia. Indonesia tersusun atas suku bangsa terbanyak di dunia, yakni lebih dari 740 suku bangsa/etnis. Indonesia mempunyai bahasa daerah/dialek (juga) paling banyak di dunia, yaitu lebih dari 583 bahasa daerah dari 67 bahasa induk yang digunakan oleh berbagai suku bangsa di negara Indonesia &lt;a href="http://www.huteri.com/99/36-rekor-hebat-yang-dimiliki-oleh-indonesia" target="_blank"&gt;[1]&lt;/a&gt;. Suku-suku bangsa itu pun selain mempunyai bahasa yang berbeda, juga mempunyai ciri khas kebudayaan sendiri-sendiri. Setiap suku mempunyai tata cara dan adatnya sendiri, misalnya dalam tata cara pernikahan, kelahiran anak, kematian, hubungan sosial, kepercayaan, upacara adat, dan tata cara berpakaian. Ibarat seperti pelangi yang diakui keindahannya karena tersusun dari berbagai macam jenis warna. &amp;nbsp;Warna-warni pelangi membuat pelangi sedap dipandang mata. Saya katakan, begitu pula dengan Indonesia. Indonesia ibarat seperti pelangi. Indah karena keanekaragaman budaya yang menyusunnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sampai detik ini, saya masih saja mengagumi dan takjub dengan betapa sangat beragamnya masyarakat di negara ini. Itu lah satu alasan kuat saya, saya sangat bangga menjadi putra negara Indonesia. Pendiri bangsa ini tentunya telah berjuang mati-matian untuk mendirikan sebuah negara yang nyata-nyata terdiri dari banyak etnis dan suku. Satu hal pula yang membuat saya masih menghormati dan menghargai pemerintah adalah peran mereka dalam menjaga keutuhan negara ini. Menurut saya, tidaklah mudah menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernenegara di negara-bangsa yang tersusun dari bermacam kebudayaan, etnis, dan suku seperti Indonesia. Salut dan 4 jempol layak saya berikan untuk pendiri negara-bangsa Indonesia dan pemerintah Republik Indonesia sampai detik ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Belum lagi dengan fakta bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia yakni 17.504 pulau. Jangan tanya tentang keanekaragaman flora dan faunanya. Indonesia adalah negara dengan tingkat biodiversitas (keragaman) flora dan fauna terbesar di dunia selain Brazil. Hutan Indonesia adalah tempat tinggal berbagai jenis tumbuhan dan hewan paling beragam di bumi. Banyak spesies hewan maupun tumbuhan yang tidak ditemukan di negara manapun selain di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Benar sebenar-benarnya, Indonesia adalah negara yang sangat indah dengan susunan keanekaragaman manusia, alam, flora dan faunanya. Indonesia adalah pelangi yang sesungguhnya-yang pernah ada di bumi ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Indonesia, negara yang selalu membuatmu rindu kampung halaman jika mengingat betapa berwarnanya negara ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saat misalnya saya berkumpul dengan teman-teman dari berbagai suku bangsa, ada yang dari Aceh, Palembang, Riau, Kalimantan, Sunda, Makassar, Gorontalo, Maluku, Papua, Bali, dan Jawa. Bahasa Indonesia yang kita gunakan untuk berkomunikasi satu sama lain mempunyai dialek atau ciri khas pengucapan yang berbeda-beda. Orang Aceh mengucapkan &amp;nbsp;kata "Kemana" dialeknya jauh berbeda dengan orang Sunda. Kata "Saya" jika diterjemahkan dalam bahasa Palembang, Bali, dan Makassar, akan menjadi satu kata yang berbeda. Memang luar biasa beraneka rupa Indonesia itu. Saya sangat senang mendengarkan mereka berbicara dalam bahasa daerah masing-masing dan saat itu pula kemudian saya akan bertanya arti ini dan itu dalam bahasa mereka. Betapa indah belajar bahasa dan kebudayaan baru di negeri sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya sangat senang belajar bahasa baru, terutama saat saya bertemu dengan teman-teman dari suku yang berbeda-beda. Saya dapat bertukar ilmu mengenai bahasa dan kebudayaan saudara-saudara saya dari suku yang berbeda. Semakin banyak saya bertemu dengan suku yang berbeda dan berkunjung langsung ke banyak tempat di kepulauan Indonesia ini, saya semakin sadar bahwa kecintaaan dan ketakjuban saya kepada negara Indonesia, tumbuh semakin besar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Indonesia; l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;uar biasa unik, indah, dan berwarna.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya jadi teringat obrolan saya dengan salah satu motivator beberapa tahun yang lalu. Dia mengatakan "&lt;b&gt;&lt;i&gt;Belum lengkap rasanya jadi orang Indonesia jika seumur hidup cuma tinggal di Pulau Jawa saja. Emangnya Indonesia cuma ada Pulau Jawa?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;". Semenjak itu, saya semakin paham bahwa negara ini sangat luas, terdiri dari banyak pulau, suku, bahasa dan etnis. Sehingga saya memohon semoga saya berkesempatan mengunjungi setiap pulau di negara ini dan menyaksisan beragam budaya yang tersebar seantero Nusantara. [Amin]. Sudah seharusnya kita mengenal, tidak hanya suku dan bahasa suku kita sendiri, melainkan bahasa dan budaya suku lainnya. Karena, kita adalah bangsa Indonesia; orang Indonesia yang ber-"Bhineka Tunggal Ika", "meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua", satu tanah air, satu bahasa, dan satu bangsa; Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Akankah kita masih saja menginjak tanah Pulau Jawa saja seumur hidup?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Seperti slogan kementrian Parwisata Republik Indonesia "Kenali negerimu, cintai negerimu.". Tak kenal maka tak sayang. Sayang dan cinta kepada negaramu akan merasuk dalam nafasmu saat kamu sudah mengenali negaramu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Indonesia, &lt;i&gt;&lt;b&gt;is&amp;nbsp;truly&amp;nbsp;amazing and&amp;nbsp;wonderful&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Indonesia, Maret 2012&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: x-small;"&gt;Footnote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: x-small;"&gt;[1]&amp;nbsp;http://www.huteri.com/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: x-small;"&gt;[2]&amp;nbsp;http://madeadhi.multiply.com/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-94735752405921894?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/94735752405921894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/masih-bangga-ber-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/94735752405921894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/94735752405921894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/masih-bangga-ber-indonesia.html' title='Masih (dan Selalu) Bangga Ber-Indonesia. Indonesia: The Ultimate in Diversity'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-p4D3zeJgkKk/T1rJNue60aI/AAAAAAAAANc/VOWdUPdgvjw/s72-c/images+(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-126260424505029102</id><published>2012-03-03T06:47:00.003-08:00</published><updated>2012-03-03T06:47:58.218-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romansa-Puisi'/><title type='text'>Berlayar</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Berlayar kini aku sekarang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Ditemani gelombang yang menggetarkan raga&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Sayup angin berhembus masuk kedalam rongga-rongga hati&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Mendayung terus aku mendayung&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Mencari dermaga yang mahu di singgahi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Dengan kerapuhan kapal&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Dengan layar yang lusuh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Aku terus mencari dermaga hati yang sudi untukku bersandar&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Dermaga yang mahu menerima&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Semua keadaan yang ada di kapal ini&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Dermaga yang bisa membangun keadaan ini&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Dermaga yang bisa menghiasi dengan butiran-butiran kasih sayang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Tulus dari dalam relung-relung inti hati&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;by: tanpa nama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-126260424505029102?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/126260424505029102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/berlayar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/126260424505029102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/126260424505029102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/berlayar.html' title='Berlayar'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-44740213422924612</id><published>2012-03-03T01:46:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T19:32:56.223-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Optimalisasi Peran Komisi Ahli dalam Mendukung Improvitas BEM KM UNDIP</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="clear: right; float: right; line-height: 150%; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Panca Dias Purnomo&lt;a href="file:///D:/Optimalisasi%20Peran%20Komisi%20Ahli%20dalam%20Mendukung%20Improvitas%20BEM%20KM%20UNDIP.doc#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya bertugas menjadi Komisi Ahli BEM KM UNDIP 2011, efektif kurang lebihantara 6-8 bulan saja. Karena ada beberapa hal yang membuat saya tidak bisabekerja secara penuh seperti kawan-kawan yang lain, yakni normalnya 12 bulan.Bahkan, saat pelantikan dan LPJ akhir tahun saya juga tidak dapat ikut serta.Terhitung sejak Januari 2011 saya resmi menjabat menjadi KA bidang Internal BEMKM UNDIP 2011. Semenjak itu, saya berusaha untuk belajar, merenungi, danmenghayati peran baru saya. Saya harus menyesuaikan diri dengan cepat denganposisi baru saya itu, mengingat posisi saya di lembaga mahasiswa sebelumnyasangat berbeda. Saya akui, meskipun sangat singkat, namun peran sebagai bagiandari Komisi Ahli sekaligus sebagai pengurus BEM KM UNDIP memberikan banyakpembelajaran dan pemaknaan hidup kepada saya. Sungguh, sangat membekas sampaisekarang. Karena itu, semoga tulisan berupa unek-unek saya ini dapat memberisedikit pembelajaran kepada adek-adek tingkat penerus Komisi Ahli BEM KM UNDIPkhususnya dan juga kepada seluruh pengurus BEM KM UNDIP umumnya.Sebenarnya&amp;nbsp; sketsa artikel ini sudahtergeletak di laptop saya dua bulan lamanya, namun baru dapat saya selesaikan baru-baruini. Semoga pepatah “&lt;i&gt;lebih baik terlambatdari pada tidak sama sekali&lt;/i&gt;” masih berguna untuk tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%;"&gt;Tulisan ini adalah hasil pikiran saya pribadi, sehingga sangatmemungkinkan adanya masukan dan perbaikan dari kawan-kawan. Saya yakin banyakide lain terkait dengan optimalisasi Komisi Ahli BEM KM UNDIP yang mampumelengkapi sekaligus mengkritik tulisan ini. Saya menyadari goresan ini masihsangat jauh dari kata &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%;"&gt;memuaskan&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%;"&gt;, karena itu saya akan sangat senang, jika idedan masukan kawan-kawan dapat disatukan agar menghasilkan pemikiran yang membangun bagi Komisi Ahli, BEM KM, dan Keluarga Mahasiswa UNDIP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%;"&gt;Komisi Ahli (KA) merupakan salah satu bagian kecil dari rangkaiankomponen yang dimiliki oleh BEM KM UNDIP. BEM KM adalah organisasi besar yangtersusun dari banyak komponen. Komponen-komponen tersebut saling melengkapi danmenyempurnakan yang pada akhirnya membentuk organisasi BEM KM secara utuh. KAcuma bagian kecil dari keseluruhan komponen-komponen itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Komisi Ahli pada dasarnya adalah organ didalam tubuh organisasi BEM KM yangberguna untuk &lt;b&gt;mempermudah kerja presidendan wakil presiden terpilih dalam mengoordinasi, mengontrol, dan mengevaluasikerja organisasi serta sebagai pemberi masukan dan saran demi perbaikan kerjainternal organisasi maupun kemajuan intelektualitas mahasiswa secara luas&lt;/b&gt;.Tepat saja, jika dikatakan Komisi Ahli adalah kepanjangan dan tangan kananwakil dan presiden terpilih. Namun demikian, didalam struktur organisasi BEM KMUNDIP, Komisi Ahli dikomandoi secara langsung oleh wakil presiden, sehinggadalam kerjanya KA harus berkoordinasi dan bertanggungjawab terhadap wakilpresiden.&amp;nbsp; Komisi Ahli (KA) juga bisasaya sebut seperti dewan pertimbangan presiden yang tugasnya memberikan arahandan masukan kepada presiden dan wakilnya dalam kaitannya dengan pengelolaanorganisasi BEM KM, pemerintahan mahasiswa, dan almamater. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Komisi Ahli, bisa juga saya sebut, serupa dengan mentri koordinatorbidang (MENKO) di kabinet pemerintah Republik Indonesia. Misalnya, MENKOPerekonomian Republik Indonesia mengkoordinasi Kementrian Keuangan, KementrianPerindustrian, Kementrian Perdagangan, dst. KA (bisa disebut MENKO) membidangiatau mengoordinasi beberapa kementrian yang sesuai dengan bidangnya. KAinternal misalnya, mengkoordinasi kementrian Dalam Negeri, KesejahteraanMahasiswa dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Komisi Ahli (KA) bersama dengan wakil presiden dan presiden disebutPimpinan. Di tingkat pimpinan inilah “seharusnya” kebijakan-kebijakan yang akandibuat, sedang dibuat, dan yang telah ditelurkan, didiskusikan atau dibahasbersama-sama. Presiden dan wakil memegang kekuasaan tertinggi dalam memutuskankebijakan dan pengambilan keputusan. Komisi Ahli berposisi sebagai tim yangmenjadi partner diskusi presiden dan wakilnya agar keputusan atau kebijakanyang ditetapkan dikaji dan ditelaah lebih mendalam terlebih dahulu. Komisi Ahliselanjutnya bertugas mentransfer kebijakan yang telah dibuat tadi kepadamentri-mentri dibawahnya dan kemudian memastikan sekaligus mengevaluasi apakahkebijakan tersebut dikerjakan dengan baik oleh kementrian yang bersangkutan.Forum pimpinan menjadi sarana pengambilan dan diskusi bersama yang vital dalampengelolaan fungsi organisasi BEM KM.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Komisi Ahli adalah tim yang terdiri dari 4 orang dimana masing-masingorang megoordinasi bidang dan kementriannya masing-masing. Keempat orang iniharus selalu terus berkoordinasi satu sama lain. Komisi Ahli juga bertanggungjawab terhadap alur koordinasi diantara sesamanya (horizontal) maupun kepada,secara hierarkis organisasi, diatas dan bawahnya (vertical) yakni wakil danpresiden, serta mentri-mentri. Komisi Ahli adalah perwujudan personal dan tim.Tim Komisi Ahli seharusnya adalah tempat lahirnya berbagai saran dan masukan kepadapresiden dan wakil terkait dengan pengelolaan kampus dan kemahasiswaan sertapengelolaan internal organisasi BEM KM sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Pengertian, Tugas, Wewenang danFungsi Komisi Ahli&lt;a href="file:///D:/Optimalisasi%20Peran%20Komisi%20Ahli%20dalam%20Mendukung%20Improvitas%20BEM%20KM%20UNDIP.doc#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dalam Buku Putih BEM KM UNDIP 2011, dijelaskan bahwa Komis ahli adalah elemenBEM KM yang berfungsi sebagai konseptor BEM KM dengan mengacu kepada Visi danMisi Presiden/Wakil Presiden dan pengontrol internal personal dan kegiatankementrian dengan tetap mengacu pada arahan Presiden/Wakil Presiden. Ataudengan bahasa lain Komisi Ahli adalah supervisor tiap kementrian dankepanjangan tangan Wakil Presiden/Presiden. Selain itu, Komisi Ahli berfungsisebagai Badan Penelitian dan Pengembangan yang mengkaji secara detailkeseluruhan kelengkapan dan arahan BEM KM UNDIP agar gerak BEM KM UNDIP selalusesuai dengan arahan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden. Komisi Ahlidibagi menjadi 4 bidang yang kemudian mensupervisii kementrian masing – masingsesuai dengan tanggungjawabnya, yaitu bidang Internal (Kementrian PSDM, DAGRI,dan KESMA), KA Eksternal (Kemenlu, dan Kemensospol), KA Riset dan Dimas(Kemenriset dan Kemendimas), dan KA Ekobis dan Mikat (Kementrian Ekobis danMikat). Adapaun secara rinci tugas, wewenang, dan fungsi Komisi Ahli adalahsebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Begitu terpilih, mengusulkan     nama-nama menteri yang belum terpilih (atau membantu Presiden/Wakil     Presiden untuk uji kelayakan calon Menteri&lt;span lang="IN"&gt;)&lt;/span&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mentransfer Visi dan     Misi bersama Presiden dan Wakil Presiden kepada entri dan anggota BEM KM     lainnya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Membuat rencana     strategis bersama Presiden dan Wakil Presiden;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Membuat kebijakan di     Internal BEM KM dan PKM Joglo sesuai arahan Wakil Presiden;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mengeluarkan pernyataan     sikap ke dalam UNDIP bila Presiden dan Wakil Presiden berhalangan; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Briefing dan     mengkoordinasi kementrian yang dibawahi dengan mengacu pada arahan Rencana     Strategis;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Memberikan arahan     terkait program kerja kementrian;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Menjembatani komunikasi     dan koordinasi menteri/kementrian kepada wakil presiden;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ol start="10" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Menyusun konsep perangkat organisasi     kelembagaan BEM KM UNDIP ( SOP, Juklak, Juknis, Tatib, dll );&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Melakukan pendampingan dan pengarahan     terhadap kegiatan yang dilaksanakan BEM KM UNDIP&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; atas dasar intruksional dari Presiden dan     Wapres maupun non intruksional dalam keadaan darurat&lt;/span&gt;;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Merekomendasikan kebijakan dalam kondisi     darurat yang bukan mengatasnamakan lembaga kepada kement&lt;/span&gt;e&lt;span lang="IN"&gt;rian dengan jalur kordinasi dengan     Presiden dan Wapres beserta Menteri yang dibawahnya&lt;/span&gt;;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Melakukan dinamisasi dan peningkatan     kemampuan organisasi serta penjagaan semangat pengurus;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mengaudit, mengevaluasi serta mengakreditasi     di akhir kepengurusan&lt;/span&gt;;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Evaluasi kinerja berkala kepada Kementerian &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dan personal&lt;/span&gt; dan kemudian     merekomendasikan treatmen atau perlakuan khusus kepada personal atau     kementrian berdasarkan persetujuan wakil presiden;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari     Presiden dan Wapres dalam segi pengawasan&lt;/span&gt;, evaluasi, dan     rekomendasi lembaga.&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Point-point diatas rasanya sudah cukup jelas memaparkan tentang deskripsikerja Komisi Ahli BEM KM UNDIP. Selanjutnya, saya akan mencoba memaparkanbeberapa kendala sekaligus bagaimana solusinya pada sub pembahasan berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="line-height: 150%;"&gt;Struktur Organisasi BEM KM UNDIP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="file:///F:/DOCUME~1/PANCAD~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="303" src="file:///F:/DOCUME~1/PANCAD~1/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" v:shapes="_x0000_s1026 _x0000_s1027 _x0000_s1028 _x0000_s1029 _x0000_s1030 _x0000_s1031 _x0000_s1032" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Gambar: StrukturOrganisasi BEM KM UNDIP 2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kendala yang Dihadapi SelamaMenjadi Komisi Ahli &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kendala atau hambatan yang saya tulis ini adalah semata-mata apa yangsaya hadapi secara personal, karena itu barangkali akan banyak perbedaanperspektif atau sudut pandang dalam melihat kendala-kendala yang saya sebutkanini. Berikut adalah beberapa hambatan yang saya hadapi selama menjadi KomisiAhli:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Miss komunikasi dengan pimpinan, sesama komisiahli, dan mentri karena tidak adanya standar alur komando atau standar alurperintah dari atasan kepada bawahan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Tidak adanya standar operasional presedur dalampengambilan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengen kementrian sehinggaterkadang memunculkan overlapping wewenang. Hal ini akhirnya memunculkan kesan bagiKomisi Ahli itu sendiri maupun kepada kementrian yang berada dibawahkoordinasinya bahwa komisi ahli kurang berperan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Internalisasi visi misi dan rensta belumsepenuhnya dikuasai oleh komisi ahli, sehingga transfer ilmu, kontrol, danevaluasi kepada kementrian terhambat atau kurang berjalan dengan optimal;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Lemahnya pelaksanaan tugas sebagai pengontroldan pendamping kementrian karena Komisi Ahli kurang berkomunikasi danberkoordinasi dengan mentri, begitu juga sebaliknya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Dalam menterjemahkan kerjanya kedalam hasil yangkonkret, seorang Komisi Ahli bekerja sendiri, karena Komisi Ahli tidakmempunyai wakil, kepada devisi, dan sekretaris sehingga seringnya harusmemanfaatkan sumber daya manusia dari kementrian yang ada dibawahkoordinasinya. Hal ini menimbulkan susahnya kontrol terhadap SDM tersebut;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Peran komisi ahli yang seharusnya (juga)bertanggungawab terhadap penelitian dan pengembangan organisasi masih sangatkurang dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Optimalisasi Peran Komisi Ahli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Berikut akan saya coba sebutkan beberapa saran dalam rangka optimalisasiperan Komisi Ahli demi perbaikan kinerja BEM KM UNDIP. Lagi-lagi saran iniadalah perspektif saya semata, sehingga saran yang berhubungan dengan kinerjaKomisi Ahli dan BEM KM saya harap dapat muncul dari kawan-kawan sehingganantinya dapat diperoleh gagasan yang holistic. Beberapa saran saya antara lainadalah: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Pembuatan standar operasional prosedur alur distribusiperintah, komando, dan pengambilan kebijakan terutama di level pimpinan daninternal kementrian. Hal tersebut juga harus menyertakan saat kondisi-kondisipenting dan mendesak, sehingga misskomunikasi dan overlapping wewenang dapatdihindari;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Komisi Ahli harus secara aktif terlibat dalamsetiap agenda kegiatan kementrian dibawah koordinasinya. Karena itu seorangKomisi Ahli dituntut harus aktif melibatkan diri dalam kegiatan kementriannyamasing-masing. Selain itu, Komisi Ahli juga harus berperan aktif membantumencarikan solusi terhadap permasalan yang dialami kementrian maupunpermasalahan personal didalamnya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Intensifikasi komunikasi Komisi Ahli baik secarahorizontal (sesama Komisi Ahli) maupun vertical (Komisi Ahli-mentri atau KomisiAhli-Wakil dan Presiden);&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Rapat antara sesama Komisi Ahli, Wakil Presidendan Presiden (rapat pimpinan) harus ditingkatkan efektifitas dan efisiensinya.Efektifitas dan efisiensi rapat seharusnya lebih diutamakan ketimbangkontinyuitas dan frekuensi rapat;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Komisi Ahli harus secara cepat dan efektifmenerjemahkan perintah dan komando yang diberikan kepadanya menjadi hasil kerjayang nyata (konkret). Komisi Ahli harus berpedoman “kerja, kerja dan kerja”,tidak sekedar mengutamakan fungsi rapat dan pemanfaatan hierarkis organisasisemata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Maksimalisasi peran dan fungsi Komisi Ahli sepertiyang tercantum di buku putih BEM KM UNDIP;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Perlu adanya staff khusus Komisi Ahli yangberfungsi dalam membantu kinerja Komisi Ahli terutama dalam penerjemahanperintah dilapangan dan hal-hal teknis lainnya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Komisi Ahli membuat instrument dan alat-alatkelengkapan dalam pelaksanaan fungsi pengendalian internal SDM kementrian agarkinerja anggota tetap terjaga;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Komisi Ahli harus pandai mengambil tindakandengan cepat sesuai SOP alur pengambilan keputusan dan perintah ketika melihatadanya anomaly (perubahan) terhadap stabilitas organisasi baik internal maupunisu dibidangnya masing-masing;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Berkoordinasi dengan wakil presiden dan presidenserta mentri terkait dengan topickatau isu apa yang ingin ditelaah lebih dalam.(ex. efektifitas kinerja BEM KM dimata fakultas dan jurusan, efektifitassekolah politik, efektivitas buku kaderisasi dan alur kaderisasi, data biaya kuliah,infentarisasi isu, dll.) Kemudian topik-topik yang ingin digali tersebut dapat didistribusikankepada devisi khusus kementrian yang membidangi tentang data dan penelitian.Devisi khusus tersebut nantinya dapat mengirim data hasil penelitian merekakepada Komisi Ahli agar dapat dibahasa di tingkat pimpinan. Data yang diperolehbisa menjadi bahan diskusi dalam forum-forum kajian yang diadakan olehtiap-tiap kementrian bersangkutan di level universitas maupun fakultas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Komisi ahli seharusnya sebagai &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;knowledge, experience, &lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt; skill&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;resource&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;. Komisi ahli harus menjadi sumber (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;resource&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;) bagi segala komponen di organisasi BEM KM UNDIP maupunlembaga mahasiswa lain secara umum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 150%; text-indent: -0.25in;"&gt;Pemisahan tugas penelitian dan pengembangan dariKA, mengingat tugas KA kurang efektif jika terlalu banyak. Selain tugasmengoordinasi dan mendampingi kementria yang cukup memakan energi dan waktu,posisi KA hanya dipegang oleh satu orang, karena itu, menurut saya, akan lebihefektif fungsi penelitian dan pengembangan organisasi di buat disetiapkementrian menjadi devisi khusus (seperti penjelasan nomor 9). Devisi ininantinya berkoordinasi dengan KA-nya masing-masing. Penelitian dan pengembangandapat di jadikan devisi tersendiri dalam kementrian, sehingga efektifitastujuan adanya penelitian dan pengembangan kementrian dan lembaga dapat tercapaidengan baik. Data-data dari hasil penelitian yang dikerjakan oleh devisi khusus&amp;nbsp;di internal kementrian nantinya dapatmenjadi bahan pengambilan kebijakan selanjutnya yang dibicarakan ditingkatpimpinan (Presiden, wakil, dan KA).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Bagaimana Sosok KA ‘Ideal’?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Barangkali dalam menerjemahkan kata ‘ideal’ akan mengundang banyakperdebatan (&lt;i&gt;debatable&lt;/i&gt;), karena setiaporang semestinya mempunyai definisi ‘ideal’ menurut versinya masing-masing.Saya akan sangat senang jika kawan-kawan juga bisa memberikan tanggapanbagaimana sosok KA ideal itu, sehingga kita bisa mengetahui bagaimanasebenarnya sosok KA yang diinginkan itu. Meskipun, saya sangat sadar, menjadi‘ideal’ itu sangat sulit bahkan sepertinya mustahil, namun setidaknya, setiapKomisi Ahli BEM KM UNDIP bisa belajar mengejar sosok KA ‘ideal’. Berikutpendapat saya, KA ‘ideal’ adalah yang mempunyai sifat:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;1.&lt;span style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Thinker&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;2.&lt;span style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Komunikatif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;3.&lt;span style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Fleksibel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;4.&lt;span style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Developer&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;5.&lt;span style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ideation&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;6.&lt;span style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Adaptif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;7.&lt;span style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Konsultatif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;8.&lt;span style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Motivatordan Inspirator&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0.5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Manfaat menjadi KA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ini adalah pengalaman saya pribadi ketika menjadi seorang Komisi Ahli. Sayayakin kawan-kawan mempunyai pengalaman dan faedah sendiri saat menjadi seorangKA. Saya bersyukur mendapatkan kesempatan menjadi salah satu Komisi Ahli BEM KMUNDIP 2011. Posisi dan amanah tersebut membawa manfaat yang sangat besarterhadap pemaknaan hidup saya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sebelum saya menjadi Komisi Ahli,saya adalah salah seorang ketua lembaga mahasiswa di fakultas saya. Amanah dantanggung jawab saya di fakultas membuat saya mempersepsikan diri saya sendirisebagai seorang korelis sejati; ego tinggi; dan &lt;i&gt;autocratic&lt;/i&gt; &lt;i&gt;leader&lt;/i&gt;. Ketikasaya menjabat sebagai KA internal yang membidangi PSDM, KESMA, dan DAGRI dimanamentri-mentri nya juga adalah seorang ketua lembaga di fakultas masing-masing, sayatahu, jika saya harus mengubah persepsi saya terhadap gaya kepemimpinan sayasendiri. Jika saya masih saja menggunakan gaya kepemimpinan, komunikasi danpergaulan seperti saat memimpin lembaga di fakultas saya, saya kira, saya tidakakan pernah mampu mengontrol kementrian-kementrian saya dengan baik. Karenamentri-mentri saya juga tipikal orang yang sama. Saya harus menyesuaikan diridengan mereka. Akhirnya, saya sekarang sangat berterimakasih, karena KAinternal membuat saya semakin mengerti bagaimana seharusnya menjadi pemimpinsejati itu. Pemimpin sejati bukan mereka yang perkataannya dikerjakan oleh bawahannya,melainkan keberadaan mereka lah yang dirindukan oleh bawahannya. &amp;nbsp;KA membuat saya semakin mengerti diri sayasendiri. Saya semakin mengerti jika saya adalah saya, bukan dia atau mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sebelum saya menjadi KA, saya dulunya adalah kakak tingkat yang ‘sedikit’menjaga komunikasi dengan adek tingkat saya. Entahlah, mungkin karena merasasenior. Setelah menjadi KA, saya sadar, KA tidak cuma mengoordinasi dan mendampingikementrian saja, tapi KA dilihat juga sebagai kakak bagi anggota kementrianyang kebanyakan diisi oleh mahasiswa tingkat I dan II. Jika saya tidak bisamemposisikan diri sebagai kakak sekaligus teman kepada mereka semua, niscayamereka hanya akan menganggap saya seseorang “&lt;b&gt;&lt;i&gt;antara ada dan tiada&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”. &amp;nbsp;KA juga adalah seorang sesepuh, kakak, danteman bagi kementriannya dan juga bagi seluruh anggota BEM KM. Karena itu, seorang KA harusbisa bergaul dan berkomunikasi dengan bahasa anggota kementriannya. KA harus mampu mengayomi, menopang, dan sebagai sandaran anggota kementriannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya semakin menyadari pula bahwa kekuatan sebuah organisasi sangatditentukan oleh seberapa kuat hubungan personal antara anggotanya. Rasa salingmemiliki, menghargai, kekeluargaan, dan pertemanan menjadi bahan bakar utamapergerakan roda organisasi. Karena dengan itu, semua hal dapat dilalui dengan bahagia. Itulah harta karun yang paling berharga dari sebuah organisasi mahasiswa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Demikian lah sedikit saran yang dapat saya berikan selepas berakhirnyamasa jabatan saya menjadi seorang Komisi Ahli BEM KM UNDIP. Komisi Ahli adalahkomponen kecil dalam sebuah organisasi besar seperti BEM KM UNDIP. Namunkeberadaannya sungguh sangat vital dan penting bagi keberjalanan rodaorganisasi BEM KM sendiri, Keluarga Mahasiswa (KM), dan seluruh aktivitaskemahasiswaan di UNDIP. Demikian pula dengan komponen BEM KM UNDIP seluruhnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Semoga bermanfaat dan semoga terlahir kritik dan saran demi‘kesempurnaan’ gagasan ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;TerimakasihKA BEM KM UNDIP, terimakasih BEM KM UNDIP.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Indonesia, Maret 2012&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div id="ftn1"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="file:///D:/Optimalisasi%20Peran%20Komisi%20Ahli%20dalam%20Mendukung%20Improvitas%20BEM%20KM%20UNDIP.doc#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Komisi Ahli Internal BEM KM Universitas Diponegoro 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;a href="file:///D:/Optimalisasi%20Peran%20Komisi%20Ahli%20dalam%20Mendukung%20Improvitas%20BEM%20KM%20UNDIP.doc#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Buku Putih BEM KM Universitas Diponegoro 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Download file pdf.-nya &lt;a href="http://www.docstoc.com/docs/115190601/Optimalisasi-Peran-Komisi-Ahli-dalam-Mendukung-Improvitas-BEM-KM-UNDIP" target="_blank"&gt;disini&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-44740213422924612?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/44740213422924612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/optimalisasi-peran-komisi-ahli-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/44740213422924612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/44740213422924612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/optimalisasi-peran-komisi-ahli-dalam.html' title='Optimalisasi Peran Komisi Ahli dalam Mendukung Improvitas BEM KM UNDIP'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-1065843123392165207</id><published>2012-03-02T06:37:00.001-08:00</published><updated>2012-03-02T08:30:06.596-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Masihkah Mau Memilih di Tahun 2014?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sembari istirahat siang kemarin, saya menyempatkan diri berkunjung ke perpustakaan instansi tempat saya sedang belajar. &lt;i&gt;Alhamdulilah &lt;/i&gt;saya bisa menghela nafas sejenak didalam perpustakaan sembari membaca. Sejatinya, berkunjung ke perpustakaan menjadi agenda rutin saya setiap hari, setidaknya dulu saat pekerjaan analisa saya belum begitu padat. Perlahan-lahan, saya harus mengurangi kunjungan saya ke perpustakaan karena kesibukan saya di laboratorium dalam sebulan ini. Tujuan utama saya datang ke perpustakaan, tentu saja, untuk membaca; membaca surat kabar favorit saya. Kapan lagi saya dapat membaca surat kabar setiap hari jika bukan di tempat ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Selama kos di Semarang sebenarnya sudah beberapa kali saya berkeinginan untuk berlangganan koran, namun sepertinya uang jatah makan bulanan saya lebih berharga dibandingkan dengan memberikannya kepada tukang loper koran. Terkadang saya heran, saya merasa mudah saja menggadaikan uang bulanan saya demi sebuah buku. Tapi, kok masih sulit rasanya melakukan hal yang sama untuk sebuah koran harian. Padahal, saya tahu persis, jika rela melakukannya, bermilyar informasi berharga setiap hari dapat saya peroleh dari membaca koran. Suatu saat saya pasti akan menyisihkan uang untuk berlangganan koran. Pasti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Satu koran favorit saya selama masa kunjungan saya ke perpustakaan ini adalah &lt;i&gt;The Jakarta Post.&lt;/i&gt; Koran berbahasa Inggris terbitan Ibukota itu tak pernah saya lewatkan saat saya berada didalam perpustakaan. Segmen yang paling saya suka adalah pada segmen 'Opini', dimana tulisan berupa analisa dan pendapat banyak ahli nasional, bahkan internasional dapat saya serap. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya tertarik untuk turut memberikan unek-unek saya setelah membaca opini dari Burhanudin Muhtadi yang berjudul "&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia;"&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;More absentees in 2014 legislative, presidential elections?" &lt;/b&gt;[1]&lt;b style="font-style: italic;"&gt;,&lt;/b&gt; yang terbit hari Selasa, 28/02/2012. &lt;b style="font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Beliau adalah peneliti di Lembaga Survey Indonesia (LSI) dan juga dosen di Universitas Islam Negeri, Jakarta. Memang, belakangan ini, beberapa media elektronik nasional sibuk memberitakan hasil survey LSI tersebut yang terkait dengan pemilu 2014. (Dan) Seperti biasa, hasil rilis LSI itu menjadi salah satu topik hangat untuk didiskusikan dan diperdebatkan, setidaknya dalam minggu ini. Ada yang pro dan kontra. Ada yang percaya, ada pula yang menganggap survey itu cuma pesanan elit tertentu. &lt;i&gt;Ah&lt;/i&gt;, sudah biasa hal seperti itu di negara ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia;"&gt;Data survey LSI menunjukan bahwa kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap partai politik cenderung menurun. Partai pemenang pemilu 2009, Partai Demokrat, mengalami penurunan perolehan suara yang cukup drastis. Hal ini kuat diduga dikarenakan skandal korupsi yang menjerat beberapa kader elit partai tersebut. Namun demikian, penurunan dukungan (sekaligus kepercayaan) kepada partai berlambang &lt;i&gt;mercy &lt;/i&gt;itu ternyata tidak berimbas pada kenaikan dukungan terhadap partai lain. Masyarakat yang dulunya memilih Demokrat tidak serta merta memberikan suara kepada partai lain. Data LSI menunjukan partai lainnya (selain Demokrat) ternyata mengalami stagnasi suara, bahkan ada yang menurun. "&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Support levels for other parties tended to stagnate"&lt;/i&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia;"&gt;&amp;nbsp;Fenomena ini menunjukan bahwa pemilih mengambang, atau orang yang belum menentukan pilihan, jumlahnya masih dominan.&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-style: italic;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;i&gt;The number of undecided voters in the LSI’s survey increased from 22 percent in December 2011 to 28.9 percent in February 2012" &lt;/i&gt;[1].&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia;"&gt;Disisi lain, fenomena tersebut menunjukan juga jika partai di Indonesia belum mempunyai basis masa yang jelas dan pendukung yang benar-benar loyal. Suara masyarakat Indonesia dalam pemilu masih mudah dipengaruhi dengan kemasan wibawa tokoh/figur dan manisnya janji kampanye. Serta, bukan rahasia lagi, dengan imbalan uang dan materi. Diluar valid tidaknya, diluar pro kontra rilis survey LSI itu (saya belum mempunyai kapasitas menilai keabsahan dan kevalidan data tersebut), saya menilai data LSI ini setidaknya memberikan gambaran dan perspektif kepada saya bahwa: 1. Kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap partai masih rendah; 2. Partai belum mempunyai basis masa, kader, dan pendukung yang jelas dan loyal; 3. Pemilih di Indonesia masih dominan pemilih mengambang atau didominasi oleh mereka yang belum menentukan pilihan; 4. Suara dan dukungan masyarakat Indonesia mudah terpengaruh oleh figur/tokoh dan janji manis kampanye.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia;"&gt;Jumlah pemilih pada Pemilihan Umum tahun 2014, berdasarkan kecenderungan diatas dan data dari pemilu sebelumnya (1999, 2004 dan 2009) pun sepertinya akan mengalami penurunan alias peningkatan jumlah &lt;i&gt;golput &lt;/i&gt;(golongan putih). "&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;The trend was based upon official results in the 1999 legislative elections as the number of absentees was recorded at only 6.3 percent, but increased to around 16 percent in 2004.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Worse, the number of absentees in the 2009 parliamentary elections increased to 29 percent"&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;[1]. Tahun 1999, jumlah golput 6.3%, 2004 meningkat menjadi 16%, sedangkan tahun 2009 semakin meningkat menjadi 29%. Angka itu rasanya akan terus naik di tahun 2014, jika melihat kondisi, fakta, dan perpektif masyarakat umum terhadap kinerja partai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;Apa arti dari angka golput yang terus naik tersebut?Bagi saya, angka itu berarti negara ini dalam level siaga 1. Berbahaya. Bagai bom yang siap meledak. Jika suara atau dukungan yang diperoleh partai maupun presiden terpilih tidak didapat dari keikutsertaan seluruh rakyat dalam pemilihan, jika rakyat masih banyak yang enggan memilih, itu berarti kedudukan mereka (sekalipun dinyatakan terpilih) dimata rakyat sangatlah rendah. Bagaimana Anda akan memimpin dengan baik dan benar jika yang Anda pimpin tidak mendukung Anda bahkan acuh terhadap keberadaan Anda?Bagaimana jika negara beserta alat kelengkapannya tidak lagi dipercaya dan dipedulikan oleh rakyatnya?Bubarlah negara itu. Hancur. Angka semakin tingginya golput tersebut jelas dapat menjadi sinyal tanda bahaya kepada penyelenggara negara bahwa rakyat semakin tidak percaya kepada negara dan penyelenggaranya. Rakyat akan memberikan kepercayaan dan dukungan jika memang pengelola negara layak mendapatkannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;Bagaimana dengan pemilihan presiden?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;Rasanya sama saja dengan pemilihan legislatif, banyak masyarakat yang belum menentukan pilihan. Data LSI menunjukan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia belum menemukan sosok presiden seperti harapan mereka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;The latest survey by the LSI found that the majority of voters were still undecided about their presidential hopefuls.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Undecided voters accounted for 61.6 percent of the respondents&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;" &lt;/i&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px;"&gt;[1].&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kandidat presiden 2014 yang santer diberitakan oleh media massa belakangan ini tidak jauh-jauh dari para pemain lama, seperti&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie and Wiranto. Namun demikian, ada beberapa nama baru yang terdengar, seperti Hatta Rajasa, Mahfud MD, dan Dahlan Iskan. Hanya dua nama terakhir ini yang rasa-rasanya masih baru dalam dunia percaturan politik nasional.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;Tingginya masyarakat Indonesia yang masih belum dapat menentukan sosok presiden yang tepat (61.6%), menurut saya, tidak terlepas dari terbatasnya sosok kandidat presiden yang ditawarkan. Bagi saya, dan mungkin masyarakat Indonesia pada umumnya, sosok kandidat presiden yang itu-itu saja rasanya sulit akan mampu membawa perubahan bagi negara dan bangsa ini. Masih jauh dari harapan. Presiden seharusnya adalah &lt;/span&gt;&lt;i style="line-height: 16px;"&gt;agent of change&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt; sejati, &lt;/span&gt;&lt;i style="line-height: 16px;"&gt;change maker&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt; handal, dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;vision-er&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang bijak, apalagi pada saat kondisi Indonesia seperti sekarang. Berat rasanya harus menaruh percaya dan dukungan kepada mereka yang, dari track recordnya, begitu-begitu saja. &lt;i&gt;Nothing special&lt;/i&gt;. Saya hanya mendengar suara mereka saja, tidak merasakan dampak dari suara itu. Pertanyaan dikepala saya yang masih sama sejak pemilu 2009 sampai sekarang,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;"Bagaimana saya bisa memilih pemimpin saya jika calon pemimpin sayatidak sesuai harapan saya?". “Bukankah lebih baik saya tidak memilih?”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;Adakah kandidat presiden Indonesia 2014 selain mereka yang itu-itu saja?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 16px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Dalam akhir tulisan Burhandin Muhtadi [1], beliau mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;If there are only Prabowo, Aburizal and Megawati on the table, more people will stay away from the ballot box in the 2014 election. If the voters’ choice in the upcoming presidential election is limited, there will be no future for Indonesia".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f1f1f1; line-height: 16px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;Artikel Bapak Burhanudin memberikan semacam dukungan dan pembenaran kepada keresahan saya tentang harus tidaknya saya memberikan suara dalam pemilu presiden 2014. Apakah saya akan seperti saat pemilu 2009, dimana saya memutuskan untuk tidak memilih presiden?. Membaca akhir paragraf artikel beliau, muncul pertanyaan lagi dalam kepala saya "Akankah saya memberikan suara di pemilihan presiden 2014?". Rasanya sulit bagi saya untuk mengatakan "saya akan menggunakan hak pilih saya di pemilu 2014", jika kandidat presiden yang ditawarkan kepada saya masih orang-orang lama, bukan sosok seperti yang saya harapkan. Entahlah, kita lihat saja nanti siapa saja calon presidennya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Indonesia membutuhkan sosok pemimpin transformasional dan sosok perubahan. Jika tokoh itu akhirnya ada sebagai calon presiden Indonesia 2014, saya tidak akan ragu memberikan suara dan dukungan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Indonesia, Maret 2012&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;by: panca dias purnomo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Footnote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;[1] Burhandin Muhtadi. 2012.&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #f1f1f1;"&gt;&lt;i&gt;More absentees in 2014 legislative, presidential elections?&lt;/i&gt;, The Jakarta Post (28/02/2012),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.thejakartapost.com/news/2012/02/28/more-absentees-2014-legislative-presidential-elections.html"&gt;http://www.thejakartapost.com/news/2012/02/28/more-absentees-2014-legislative-presidential-elections.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-1065843123392165207?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/1065843123392165207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/masihkah-mau-memilih-di-tahun-2014.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/1065843123392165207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/1065843123392165207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/03/masihkah-mau-memilih-di-tahun-2014.html' title='Masihkah Mau Memilih di Tahun 2014?'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-7163129085132492393</id><published>2012-02-26T00:34:00.001-08:00</published><updated>2012-03-09T19:34:25.004-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romansa-Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><title type='text'>Maafkan Aku, Cintaku untukmu Selamanya</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt; line-height: 12pt; text-align: justify;"&gt;Jika hati tidak lagi cukup menyampaikan isi nurani, jika muluttidak mampu lagi menyampaikan kata hati. Semoga, tulisan ini menjadi saksiketulusan dan kedalaman rasa didalam hatiku. Rangkain kata yang kucoba susunserapi mungkin sebagai cara untuk mengekspresikan betapa sulitnya akumenggambarkan besar, tinggi, dan luasnya rasa cintaku ini. Meskipun aku tahu,mungkin kau tidak akan pernah tahu, namun aku akan selalu mencoba. Aku inginperasaanku ini terabadikan untuk selamanya, hanya untukmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Ini adalah perasaankusedalamnya untuk seorang wanita juara satu seluruh dunia: Ibuku.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Sejak aku kecil, kaumemang tidak pernah duduk disebelah kasur tempat tidurku, mengusap kepalaku,dan mengatakan "selamat tidur". Kecupan di kening pun tidak pernahkau berikan untukku. Bahkan, mungkin, itu semua tidak pernah terpikirkan olehdirimu. Aku juga tidak pernah mendengarkan cerita dongeng beraneka rupa sebagaipengantar tidurku. Kau juga tidak pernah duduk disebelah kursi belajarku danmenjelaskan bagaimana menyelesaikan PR-PR ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Tahukah kau Ibu, dulu,saat hari pengambilan raport tiba, aku sangat berharap kau datang ke sekolahdengan pakain terbaik dan mengambilkan raport itu untukku. Namun tak sekalipunengkau datang kesekolah untuk mengambilkan raport itu untukku. Aku cuma inginseperti teman-temanku yang raportnya diambilkan oleh ibu mereka. Cumaitu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Kau juga bukanlah tipe Ibuyang sering mengucapkan selamat kepada anaknya jika berhasil menyelesaikansesuatu. Apalagi sebuah hadiah dan perayaan khusus. Kau juga jarang sekalimemberikan nasehat agar aku sukses di sekolah. Apalagi kata-kata motivasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Namun diluar itu semua,kau membanting tulang setiap hari untuk kesuksesan anak-anakmu. Kau&amp;nbsp;bekerja tiada henti. Semangat dan kerja kerasmu menjadi pesan kepadaku untukselalu melakukan yang terbaik dengan sekolahku. Aku tahu, kau ingin anakmu jugabekerja keras sepertimu. Kau ingin memberikan contoh kepada anak-anakmu untuksenantiasa belajar sungguh-sungguh tanpa harus banyak memberi nasehat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Semakin hari aku semakinsadar, kau punya cara sendiri untuk mengunggapkan perhatian, cinta, kasih dansayangmu kepada anak-anakmu, juga kepadaku.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Maafkan aku Ibu, akuterlambat menyadarinya.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Maafkan aku Ibu, akupernah berpikir lebih nyaman rasanya jika aku mempunyai Ibu seperti mereka,yang menelfon dan bertanya kabar setiap hari. Tapi aku tahu, kau punya caratersendiri menunjukan kasih sayangmu. Aku semakin tahu itu dari isak tangisyang aku dengar dari ujung telefon waktu itu. Seminggu setelah aku sampai disebuah negeri yang jauh, aku baru bisa menelfon rumah. Aku membutuhkan waktuuntuk mencari cara paling hemat menelfon. Saat aku ucapkan kata"Assalamaualaikum, hallo?", bukan balasan salamku yang aku dengardarimu, namun justru suara tangismu yang aku dengar. Aku sempat bingung dantakut mengapa justru kau menangis. Setelah itu aku tahu, kau menangis bukankarena sedih, namun kau menangis karena bahagia, sekaligus khawatir kepadaku.Suara isakmu itu semakin membuatku sadar bahwa kasih sayangmu, perhatianmu, dandoamu untukku tiada bandingan besarnya di bumi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Maafkan aku Ibu, akusalah, kau punya cara sendiri untuk menunjukan perhatianmu. Setiap aku dirumah,kau tidak pernah luput bertanya tentang kebutuhan-kebutuhanku. Kau selalumembuat makanan spesial setiap kali aku berada dirumah. Tidak lupa segelas susuhangat setiap pagi kau buat untukku. Sering aku tertidur begitu saja tanpabantal dan selimut, dan sesering itu pula kau memasang selimut dan bantaluntuku. Saat aku terbangun, badanku sudah tertutup selimut hangat dan kepalakutersandar bantal empuk. Aku tahu, tiada yang lain selain kau, Ibu, yangmelakukan itu.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Saat berada dirumah, akusering bercerita tentang mimpi-mimpi dan cita-cita kepadamu. Kau pun selaludengan senang hati mendengarkan cerita-ceritaku. Memasang wajah hangat danpenuh bahagia. Namun, setelah itu, kau pasti tidak pernah lupa mengatakantentang betapa takut dan sedihnya engkau bila seluruh anak-anakmu tiada satupunyang menemani di rumah. Engkau mengatakan "bilamana semua anak-anak pergijauh sedangkan aku dirumah sendirian?". Semakin hari aku semakin sadarperasaan mu dan alasan kenapa kau tiada henti mengatakan keresahanmu itukepadaku. Kau juga ingin perhatian dari anak-anakmu. Kau juga ingin saat harituamu, anak-anakmu menemani dan mengasuhmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Maafkan aku Ibu akankeegoisanku. Maafkan aku yang hanya selalu memikirkan masa depanku sendiritanpa memikirkan keinginanmu di hari tua. Aku berjanji, harapan dan keinginanmuakan aku jadikan dasar dalam merajut mimpi-mimpiku.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Ibu, maafkan atas semuasikap dan perilakuku yang sering membuatmu marah dan sedih. Maafkan aku yangsering membandingkan mu dengan Ibu mereka. Maafkan aku Ibu. Aku cuma belum tahudan sadar karena hatiku tertutup dengan pembandingan-pembandingan sempitku itu.Kau memberikan cinta, kasih sayang, perhatian dengan caramu sendiri. Kau Ibunomor satu di dunia. Aku bahagia dan bangga dilahirkan dari rahimmu, Ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; text-align: left;"&gt;Ibu, semua yang sudah kau lakukan untukku tidak akan pernah mampu aku balas dengan cara apapun. Yang aku bisa, dan ijinkahlah aku, untuk membalasnya dengan cinta untukmu selamanya. Selamanya. Aku akan membuatmu selalu tersenyum bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: 11pt;"&gt;Terimakasihku yangterdalam untukmu, Ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-size: 11pt;"&gt;Indonesia, 26 Februari 2012&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-7163129085132492393?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/7163129085132492393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/maafkan-aku-cintaku-untukmu-selamanya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7163129085132492393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7163129085132492393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/maafkan-aku-cintaku-untukmu-selamanya.html' title='Maafkan Aku, Cintaku untukmu Selamanya'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-6396780365019022724</id><published>2012-02-25T09:07:00.009-08:00</published><updated>2012-02-25T18:52:33.089-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><title type='text'>Mengenang Perjalanan Hidup dengan Menuliskannya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Beberapa hari yang lalu saya membuka-buka kembali tulisan-tulisan saya semasa dulu, baik yang saya simpan di folder maupun yang saya publish di blog ini. Bersyukur rasanya saya dapat membaca tulisan-tulisan itu kembali. Saya serasa sedang mengingat masa lalu dan hari-hari yang saya lalui saat membaca goresan kata-kata itu. Saya memang tidak menulis tulisan itu dalam buku diary, saya hanya menuliskannya dalam bentuk microsoft word, kemudian menyimpannya di satu folder khusus. Menulis mampu membuat kita bernostalgia dengan kehidupan kita sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Menyusun kata-kata menjadi tulisan untuk mengekspresikan apa yang sedang saya rasakan dan pikirkan rasanya dapat membuat perjalanan hidup saya ini menjadi lebih bermakna. Setidaknya bermakna bagi diri saya sendiri. Meskipun tulisan saya tulis kebanyakan cuma berisikan tentang curhatan saya pribadi namun menurut saya justru hal itu yang mampu membuat saya mampu berpikir, merasa, dan memaknai lebih dalam apapun yang saat ini sedang saya alami. Itu ibarat seperti merekam setiap momen hidup menjadi uraian kata yang suatu saat dapat kita baca dan rasai kembali persis sama sewaktu kita menuliskannya. Sama layaknya memotret gambar, mencetaknya, kemudian menyimpannya dalam album foto. Suatu saat nanti kamu bisa membuka album foto itu dan bernostalgia dengan kenangan hidupmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Itulah makna keindahan bagi sebuah kenangan. Kenangan memang berharga dan sungguh bermakna. Terlebih lagi jika kenangan itu dapat kita abadikan dalam uraian kata yang dapat kita baca lagi suatu saat. Tentu hal itu akan membuat kenangan hidup kita akan jauh lebih bermakna dan berharga. Karena itu, bagi saya, menulis cerita perjalanan hidup memerankan bagian penting dalam pemaknaan hidup saya sendiri. Mungkin ini adalah salah satu kekuatan dari kata "menulis".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ada sensasi aneh luar biasa saat saya kembali membaca tulisan-tulisan saya yang pernah saya tulis dahulu kala. Meskipun mungkin kebanyakan tulisan saya cuma seputar kehidupan saya pribadi beserta permasalahan disekitarnya, namun justru disitu letak dari sensasinya. Saya seperti sedang merasakan apa yang saya rasakan saat saya menulis tulisan itu. Ya, seperti merasakan (kembali) apa yang pernah saya rasakan. Seperti kembali ke masa lalu, persis saat hari dimana saya mencurahkan pikiran dan hati saya kedalam tulisan. Saya bisa merasakan perasaan yang sama, kenangan yang sama, dan pengalaman yang sama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya sungguh beruntung dan bersyukur dapat merekam pikiran dan perasaan saya dalam tulisan yang sewaktu waktu dapat saya baca kembali. Saya beruntung masih ada sisa-sisa potongan kenangan perjalanan hidup saya yang mampu saya ingat dan rasai kembali melalui tulisan. Saya juga tidak habis pikir bagaimana saya menuliskannya waktu itu, karena itu pula saya sungguh bersyukur. Memang tidak semuanya mampu saya tulis, namun demikian setidaknya ada beberapa perasaan dan pikiran yang mampu saya gugah kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya seperti sedang membuka kembali lembaran foto-foto memori masa lalu yang tersimpan rapi dalam buku album foto. Membaca tulisan-tulisan saya lagi, mampu membuat saya kadang-kadang tersenyum, menangis, berkaca-kaca, dan juga bersemengat. Sungguh, saya beruntung masih menyimpan kenangan hidup dalam bentuk tulisan. Harus saya sadari pula, meski kata yang saya susun masih banyak yang kacau, tapi setidaknya itu semua mampu membawa saya pada kehidupan saya masa lalu. Tulisan yang berisikan pemikiran dan perasaan kita memang mampu menggugah kembali pemaknaan kita tentang hidup kita ketika kita membaca sususan kalimat itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Itulah kekuatan dari menulis. Menulis tidak cuma hanya tentang buah karya dan pemikiran, tidak cuma tentang menyebar inspirasi dan motivasi, tidak cuma tentang prestise dan intelektualitas, tapi juga tentang penggalian kenangan perjalanan hidup.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Menulis memang penuh berisikan dengan kekuatan dan kebermanfaatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya suka menulis sesuatu yang sedang saya pikirakan dan rasakan, apa saja: tentang keluarga, cinta, pendidikan, budaya, sosial masyarakat, dan berbagai pengalaman hidup yang saya lalui. Saya merasa bebas dan ringan setelah saya menuliskan isi didalam otak dan hati saya. Tulisan-tulisan yang berisi curhatan hati bisa menjadi sarana yang paling menyenangkan untuk mengurangi beban. Pengurangan beban terkadang menyakitkan, namun dengan menulis semuanya lebih '&lt;i&gt;plong&lt;/i&gt;'. Kalimat yang ditulis memang tidak akan pernah mampu membalas, menjawab, apalagi memberikan nasehat, namun setidaknya tulisan akan mampu jadi sarana penggalian mendalam makna hidup kita. Menulis perjalanan hidup adalah kesenangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ada lagi kekuatan besar yang terkandung dalam satu kata "menulis", yakni bahwa impian dan keinginan yang kita tulis akan mampu terwujud suatu saat. Saya teringat perkataan seorang motivator yang mengatakan cita-cita dan impian kita dapat terwujud jika kita melakukan 3 hal, yaitu memikirkannya, mengucapkannya, dan menuliskannya. Dengan memikirkan impian dan cita-cita yang ingin kita capai, otak dan alam bawah sadar akan menstimulus diri kita untuk senantiasa berusaha mewujudkan impian kita itu. Itulah kekuatan pikiran. Selain memasukan impian dalam pikiran kita, kita juga harus berani untuk mengatakannya kepada diri dan orang lain agar kita tersugesti untuk berusaha keras mewujudkannya. Hal ini yang sering saya temui dalam seminar ataupun training-training motivasi dimana biasanya peserta training diminta mengatakan impian dan cita-citanya dihadapan peserta lain dengan lantang. Mengatakan apa impian dan keinginan kita dapat membuatnya melekat semakin kuat didalam otak kita. Selain itu, dengan mengatakan impian kita kepada orang lain, tidak jarang kita justru akan mendapatkan kata "Amin" sebagai doa agar perkataan kita terkabul.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ada satu hal lagi agar impian dan cita-cita kita benar-benar akan terwujud adalah, ya tepat sekali, MENULISKANNYA. Sudah banyak kisah nyata yang terjadi tentang hal ini. Beberapa diantaranya adalah kisah sukses seorang mahasiswa yang sejak pertama kali masuk kampus, dia menuliskan 100 impiannya dalam secarik kertas dan kemudian menempelkannya di dinding kamar kos. Apa yang terjadi?keseratus impiannya itu lambat laun tercapai. Setiap kali ia berhasil mewujudkan salah satu daftar impiannya itu, ia mencoret nomor mimpinya. Hari terus berganti, dan faktanya daftar impian dan cita-cita mahasiswa tersebut makin lama berisi penuh dengan coretan. Mimpinya lama-lama terlaksana seluruhnya. Menuliskan impian dan keinginan kita akan membuat semangat dan motivasi untuk mewujudkan itu menjadi berlipat ganda besarnya, selain tentunya semakin melekatkan impian kita didalam sel-sel terkecil otak kita. Itulah salah satu kekuatan menulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya pun sepertinya membuktikan salah satu kekuatan menulis, yakni i&lt;i&gt;mpian dan keinginan yang kita tulis akan terwujud kelak kemudian hari.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ada satu tulisan saya yang saya baca kembali, judulnya adalah "&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Where The Way You Choose&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'trebuchet ms', verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&amp;nbsp;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;jalan mana yang kau pilih)", tulisan yang pernah saya tulis pada pertengahan tahun 2010 ini membuat mata saya terbelakak dan sedikit merinding. Bahwa ternyata beberapa mimpi yang saya tulis dalam tulisan ini mewujud adanya. Ini adalah beberapa cuplikan dari tulisan itu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'trebuchet ms', verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;i&gt;Bukankah aku harus menentukan pilihan dan jalanku sendiri?Dari sekian banyak pendapat itu, aku ingin menarik kesimpulan yang akan aku putuskan menjadi jalan yang aku pilih sendiri. Keputusakanku itu aku jadikan landasan dalam berkarya kedepannya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'trebuchet ms', verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: -webkit-auto;"&gt;Yaa, jadi aku pikir, aku akan lulus setandar saja (max 5 tahun) namun dalam kurun waktu itu aku jauh memiliki banyak ilmu dan pengalaman dalam berbagai hal. Namun aku ingin fokus pada pengalaman tertentu agar aku mempunyai keahlian spesifik. Itulah keputusanku, lulus tidak terlalu lama (sedang) namun dengan pengalaman yang melimpah. Oleh karena itu diperlukan perjuangan, disiplin, dan perencanaan yang matang agar semuanya dapat tercapai. Sebelum lulus, aku merencanakan target apa saja yang ingin aku raih: aku harus lancar dan ahli berbahasa inggris, pengalaman organisasi diperbanyak, aktif di lembaga non kampus, mengembangkan olahraga dan seni, perbanyak ikut kegiatan, dan yang terakhir &lt;b&gt;aku ingin pergi keluar negeri.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya ternyata pernah menulis impian saya untuk pergi keluar negeri dan itu pun terwujud. Sekarang, saat saya merasa gelisah dengan ketidakmampuan saya menyelesaikan study secepat yang saya inginkan, setelah saya membaca kembali tulisan saya ini saya jadi sadar, bahwa ternyata kegelisahan saya itu tidak cukup beralasan. Karena &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt;, saya pernah menulis dan memutuskan bahwa saya akan lulus standar saja yakni maksimal 5 tahun. Semoga saya masih punya cukup waktu untuk menyelesaikan masa studi saya kurang dari itu.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Akhirnya saya merasa, bahwa sekarang ini, perjalanan hidup saya penuh dengan hal luar biasa. Allah Maha Tahu segalanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Karena itu, tulislah impian dan cita-cita kamu (kembali).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-6396780365019022724?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/6396780365019022724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/tulis-kenangan-dan-impianmu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/6396780365019022724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/6396780365019022724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/tulis-kenangan-dan-impianmu.html' title='Mengenang Perjalanan Hidup dengan Menuliskannya'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-645839578578047009</id><published>2012-02-18T21:03:00.000-08:00</published><updated>2012-02-18T21:07:02.316-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Keep Swinging the Ball above the Fence, the People Will Notice You</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Judul tulisan ini adalah pepatah atau proverb dari negara Amerika Serikat yang jika di-Indonesia-kan lebih kurangnya menjadi “Terus pukulah bola diatas pagar, maka orang-orang pun akan memperhatikanmu”. Pepatah ini di negara aslinya terilhami dari salah satu olahraga favorit di sana yakni base ball. Bagi saya, pepatah ini tidak hanya untuk orang Amerika saja, tapi bagi orang Indonesia-pun filosofinya sangat berguna. Pepatah ini memberikan nasehat kepada kita untuk selalu berusaha dan bekerja diatas rata-rata kebanyakan orang (above the fence), maka orang-orang disekeliling kita pun akan mengenali kita. Karenanya pula, kita dapat memperoleh apapun melebihi orang lain yang hanya berusaha pada batas kewajaran usaha manusia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, pepatah ini adalah nasehat penuh makna yang sangat pas dengan kehidupan setiap manusia. Saya sedang belajar berpikir dan memaknai kehidupan saya seperti nasehat yang terkandung dalam pepatah itu, namun belum bisa saya temukan ekspresi yang tepat untuk mengucapkannya sebelum saya membaca artikel didalam koran berbahasa Inggris terbitan Ibu kota yang memuat pepatah Amerika itu. Meskipun sederhana, namun kalimat itu, bagi saya, sarat akan makna hidup.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memang, siapapun kamu, jika kamu berusaha, bekerja, dan berkontribusi lebih banyak, lebih keras, dan lebih lama daripada rata-rata kebanyakan orang, maka InsyaALLAH kamu pasti akan mendapatkan lebih dari yang didapat kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat kata-kata salah seorang guru kelas saya saat di sekolah menengah pertama dulu, kurang lebihnya seperti ini “orang-orang di sekolah ini akan mengenal kamu, jika kamu menjadi salah satu dari 2 tipe siswa ini: jadi yang paling pinter dan berprestasi atau jadi yang paling bandel dan nakal”. Sesaat setelah beliau mengatakan itu didepan kelas, saya menganggapnya sekedar angin lalu saja. Namun, lama-kelamaan kalimat dari guru saya itu benar-benar memberi  makna bagi saya. Menjadi paling pintar, menjadi paling berprestasi adalah berada di atas rata-rata kebanyakan orang. Menjadi paling bandel dan nakal adalah juga berada diatas rata-rata kebanyakan orang. Jika disekolah, kebanyakan siswa mendapat nilai 8, dan kamu mendapatkan nilai 9, at least semua warga sekolah akan mengenalmu. Jika di sekolah, rata-rata siswanya adalah anak-anak yang baik dan tidak pernah membuat onar, dan kamu menjadi anak nakal pembuat onar dan gaduh, saya rasa kamu pun bisa menjadi terkenal karenanya (the people will notice you). Berada diatas rata-rata kebanyakan orang, akan membawa  pengakuan orang lain kepadamu, entah itu pengakuan baik atau pun buruk. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya membuktikan bahwa kata-kata guru saya itu benar adanya. Saya cukup kaget ketika beberapa bulan yang lalu, salah seorang teman semasa sekolah menengah pertama mengirim saya sms yang berisi pesan salam dari beberapa guru semasa SMP dulu. Lah kok bisa, saya kan hanya siswa level pinggiran di sekolah yang berisikan siswa-siswa jenius itu!?, mosok guru-guru itu masih mengingat saya!?. Saya akhirnya percaya jika kata-kata salah seorang guru kelas saya itu memang terbukti kebenaranya. Guru-guru semasa SMP masih ingat kepada saya karena kenakalan dan kebandelan saya waktu itu, bisa dikatakan jauh diatas rata-rata kebanyakan siswa di sekolah. Jika teman-teman saya paling hanya pernah di keluarkan guru dari kelas sebanyak satu kali, mungkin saya sudah lebih dari 3 kali. Jika teman-teman saya hanya pernah di marahi guru karena gaduh, guru memarahi saya karena sebab yang nampaknya susah untuk dihitung lagi. Diakui dan diingat orang lain bisa saja karena keburukan kita, tapi ini tidak saya rekomendasikan^^.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu berusaha dan bekerja diatas rata-rata kebanyakan orang, kamu akan mendapatkan jauh lebih dari kebanyakan orang lain; banyak ilustrasinya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya tentang nilai di sekolah atau kuliah. Ketika saya masih di sekolah menengah pertama, saya pernah meyakini jika nilai bagus yang diperoleh saat ujian adalah semata-mata berkat kemampuan otak seseorang. Tingkat kepandain seseorang akan menentukan seberapa baik nilai yang ia peroleh saat ujian. Saya merasa kepandain seseorang adalah bawaan lahir, genetis, dan anugerah Tuhan. Saya meyakini hal itu karena setiap melihat teman-teman saya yang super jenius selalu mendapatkan nilai nyaris sempurna di setiap mata pelajaran yang dijarkan di sekolah. Tanpa belajar pun, mereka selalu mendapat nilai tinggi. Sedangkan saya, boro-boro mendapatkan nilai nyaris sempurna, untuk mendapatkan nilai diatas 7 saja, saya terkadang harus nyontek sana-sini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan saya tentang nilai berubah setelah melanjutkan ke sekolah atas lalu perguruan tinggi. Saya melihat teman-teman yang rajin dan tekun sering mendapatkan nilai yang lebih baik dibandingkan yang lain. Setiap mereka yang lebih mau belajar dan rajin dibandingkan teman-teman yang lain, mereka setidaknya akan mendapatkan nilai diatas rata-rata. Ditambah lagi jika mau melakukannya secara konsisten dan kontinyu, berada di atas level kebanyakan teman yang lain pasti  bisa diraih dalam masa atau waktu yang lama. Siapa yang mau lebih rajin dan lebih tekun dibandingkan yang lain pasti akan mendapatkan nilai lebih baik. Bukan karena faktor IQ atau genetis bawaan lahir seperti yang saya yakini dahulu kala. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meraih nilai lebih baik memang hanya memerlukan kemauan lebih untuk lebih banyak belajar, lebih banyak membaca, lebih banyak berlatih, lebih banyak berdoa, lebih banyak berusaha, dan lebih banyak waktu untuk itu. Sesederhana itu?jawabannya memang “iya, sesederhana itu”. Simpel sekali bukan?. Saya akan mempercayainya, selamanya, karena saya pun sempat membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kebanyakan teman-temanmu belajar, membaca, mengerjakan laporan dan tugas kuliah mengalokasikan waktunya katakanlah 5 jam sehari, dan kamu bisa memberikan waktumu lebih banyak dari kebanyakan mereka, kamu pasti bisa mendapatkan nilai lebih baik dibandingkan kebanyakan temanmu. Saat menghadapi ujian akhir, jika kebanyakan teman-teman kamu membaca materi yang diberikan dosen saja dan belajar satu minggu sebelum ujian, tapi kamu mau belajar lebih; tidak hanya dari bahan yang diberikan dosen melainkan dari buku-buku referensi lain dan mau belajar jauh-jauh hari sebelum ujian, saya rasa secara sunatullah-nya kamu akan mendapatkan nilai lebih baik dibandingkan kebanyakan teman kamu. Begitu juga dengan cepat lambatnya seseorang lulus kuliah. Siapa yang berusaha dan bekerja serta mengalokasikan waktunya lebih keras dan lebih banyak untuk hal itu dibandingkan yang lain, InsyaALLAH mereka itu akan lulus lebih cepat dibandingkan yang lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula di dunia organisasi. Menurut pengalaman saya, dalam menentukan pribadi-pribadi yang layak menggantikan posisi dalam sebuah organisasi, seorang pendahulu pasti akan melihat siapa diantara anggota yang mereka miliki yang mempunyai kontribusi, pemikiran, alokasi waktu, loyalitas, tanggung jawab, ketahanan, dan ketangguhan diatas rata-rata kebanyakan anggota lain. Terkadang, menurut saya, potensi dan skill dapat dikembangkan belakangan seiring tanggung jawab yang diemban dalam organisasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berusaha dan bekerja diatas rata-rata kebanyakan orang pun bisa mendatangkan pengakuan orang lain kepada kita. Pada akhirnya, hal itu akan membentuk citra diri kita di mata orang lain. Kamu dapat diakui atau dikenal dengan “si pandai”, “si rajin”, “si sukses”, atau bisa saja malah “si nakal”, atau “si-bandel”, maupun sebutan lainnya. Ada hubungannya dengan citra diri yang kita keluarkan kepada orang lain disekitar kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangkali satu kata dalam bahasa Inggris yang cocok untuk mengekspresikan hal ini adalah “outstanding”, atau menurut kamus berarti “yangmenonjol, yang terkenal, yang terkemuka”.  Mereka yang outstanding-lah yang akan mendapatkan apapun dalam bentuk yang jauh lebih baik. Saya juga meyakini, setiap orang pasti lebih “outstanding” dalam bidangnya sendiri-sendiri. Setiap orang pasti mempunyai jatah wilayah/bidang-nya sendiri untuk menjadi outstanding. Jika ada teman yang outstanding dalam hal nilai atau IPK, kamu tidak harus iri karenanya. Karena belum tentu teman kamu itu outstanding dalam bidang kesenian seperti kamu. Jika ada teman kamu yang outstanding dalam hal menulis, kamu tidak harus iri karenanya. Karena teman kamu itu pasti tidak se-outstanding kamu dalam hal speaking dan acting. Karena kamu pasti mempunyai wilayah dimana kamu lebih outstanding dibandingkan yang lain. Rumput di halaman rumahmu jauh lebih hijau dan rimbun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siapa mendapatkan nilai atau apapun lebih (entah lebih baik, lebih besar, lebih cepat, lebih tinggi, lebih berharga, dan lebih lainnya), pastinya karena memang ia berusaha, bekerja, dan memberikan waktu lebih untuk apapun itu dibandingkan kebanyakan yang lain. Rumusnya sederhana saja; teruslah mengayun bolamu diatas pagar atau teruslah berusaha dan bekerja diatas batas kewajaran manusia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi di luar dari itu semua, lagi-lagi jangan hanya menganggap hasil adalah sega-galanya, hasil adalah nilai absolute. Menurut saya, bukan begitu. Melainkan proses dalam menggapai target itu, apakah dilakukan dengan nilai dan pemaknaan kebaikan atau kah tidak yang seharusnya menjadi standar penilain kita. Meskipun mungkin orang lain tidak melihat prosesnya dan hanya tertuju pada hasilnya, tapi dalam diri kita sendiri, kita harus meyakini bahwa proses dalam meraih hasil itu yang menjadi takaran kita. Meski hanya untuk diri kita sendiri. Langkah-langkah hidup, tangga-tangga hidup, dan perjalanan serta jejak hidup yang telah, sedang, dan akan dilalui-lah yang seharusnya menjadi sarana pendewasaan dan kepuasan diri kita. Bukan dari takaran yang dibuat oleh orang lain yang cenderung sekedar melihat ‘hasilnya’ saja. Pun demikian, hasil yang baik harus dilakukan dengan proses dan cara yang baik pula.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, 2012&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;By: panca dias purnomo&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-645839578578047009?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/645839578578047009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/keep-swinging-ball-above-fence-people.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/645839578578047009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/645839578578047009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/keep-swinging-ball-above-fence-people.html' title='Keep Swinging the Ball above the Fence, the People Will Notice You'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-3839731897888906741</id><published>2012-02-15T09:53:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T23:08:21.642-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><title type='text'>Budaya dan Membudaya</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mudah saja untuk menilai sesuatu telah menjadi budaya atau pun belum. Jika sesuatu hal telah menjadi budaya, maka setiap orang yang melakukan, melihat, dan mengalaminya tidak akan heran dan merasa aneh maupun asing. Namun, sebaliknya, jika sesuatu hal belum menjadi budaya, maka setiap orang yang melakukan dan melihat sesuatu tersebut akan merasa aneh dan asing. Budaya, akan membuat orang yang melakukan atau pun melihatnya merasa wajar-wajar saja; normal-normal saja. Tapi, jika bukan budaya, akan membuat orang merasa risih, malu, aneh, dan heran.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Uniknya lagi, jika sesuatu hal belum dianggap suatu kewajaran atau kenormalan, orang-orang akan membuat sesuatu itu menjadi bahan 'guyonan' atau lelucon dan sepertinya layak menjadi sumber keheran-heranan orang. Terkadang pula menjadi bahan perbincangan orang. Berbeda jika suatu hal telah menjadi budaya, maka hal itu tidak akan mengundang keheran-heranan orang dan orang-orang itu, meskipun belum tentu semuanya, dapat menerima hal tersebut.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sepengetahuan saya, suatu hal yang seperti itu berbeda antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Suatu hal yang dianggap budaya dan baik di suatu masyarakat belum tentu dianggap demikian di masyarakat yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Banyak permisalannya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Misalnya adalah membuang sampah, merokok di tempat umum, dan berebut antrean. Beberapa hal tersebut dianggap biasa dan normal-normal saja di negara ini. Bisa dikatakan, meski sebenarnya sangat tidak mengenakan, hal-hal tersebut telah menjadi budaya dalam masyarakat Indonesia. Banyak orang (tidak semuanya) yang saat melakukan hal-hal seperti itu merasa wajar-wajar saja, normal-normal saja, dan tidak pula merasa risih atau pun malu. Mereka melakukannya sepertinya merasa tanpa dosa, tanpa beban. Yaa, begitulah kalau sudah menjadi budaya.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Permisalahan kebalikanya adalah saat ada orang membaca buku di tempat umum atau di kelas saat jam pelajaran kosong, sering kali hal tersebut dianggap sesuatu yang 'tidak' wajar atau normal. Seperti contoh peristiwa yang saya alami beberapa waktu lalu saat saya sedang membaca sebuah buku di tempat kerja. Ada seorang pegawai kantor yang menyapa "Nah, gitu dong, baca buku biar pinter". Lalu misalnya saat di kelas, sedang menunggu dosen datang. Ada seorang yang sedang membaca buku diantara orang yang sedang berbicara, mungkin perkataan ini yang akan seorang itu dapatkan "Cieee..rajin amat sih". Anda (kemungkinan besar) akan menjadi pusat perhatian jika melakukannya di tengah-tengah aktivitas manusia di negara ini. Jika ada seorang yang membaca buku di tempat umum, sepertinya akan menjadi sumber perhatian' orang disekelilingnya, bahkan di kelas atau kawasan kampus/sekolah sekalipun. Parahnya, terkadang hal-hal seperti itu menjadi bahan 'guyonan' atau 'lawakan' untuk ditertawakan. Yaa begitulah, membaca buku memang belum sepenuhnya menjadi budaya masyarakat di negara ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jika membaca buku telah mejadi budaya di negara ini suatu saat nanti, kita pasti dapat &amp;nbsp;menemukan dengan mudah orang membaca buku di angkot, kereta, bus, terminal, halte, kafe, dan tentunya di setiap sudut universitas atau lembaga pendidikan lainnya. Setiap orang yang melakukan dan melihatnya pun tidak merasa risih, malu, ataupun heran, apalagi dibuat bahan guyonan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Itulah beberapa contoh yang ingin saya katakan tentang 'telah membudaya' dan 'belum membudaya'.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;*******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya kemudian mencoba 'googling' tentang minat membaca dan menulis di Indonesia. Ternyata beberapa angka yang saya temukan mengenai fakta tentang budaya membaca dan menulis di negara ini cukup membuat saya miris. Meskipun sebelumnya saya sudah menebak hasilnya tidak akan terlalu membanggakan. Dan benar saja, hampir semua judul hasil pencarian saya membuktikan tebakan saya itu; "Minat Membaca, Siapa Peduli?", "Jumlah Buku di Indonesia Masih Sedikit", "Hanya 1 dari 10.000 Masyarakat Indonesia Suka Membaca", "Kenapa Minat Baca Masyarakat Indonesia Rendah?", dan masih banyak judul artikel serupa lainnya yang ditampilkan Goggle.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 220 juta ini ternyata setiap tahunnya rata-rata baru bisa menerbitkan buku sebanyak 10.000 judul. Jumlah yang sama juga diterbitkan di Vietnam, namun dengan jumlah penduduk hanya 26 juta jiwa. Malaysia, dengan jumlah penduduk 80 juta jiwa mampu menerbitkan buku 15.000 judul per tahun [1]. Prosentase minat baca masyarakat Indonesia diperkirakan sebesar 0.01%, jauh dibawah Singapura yang mencapai 55% [2]. Menurut data dari UNDP, Indonesia mempunyai posisi ke-96 dalam hal minat baca. Di kawasan Asia Tenggara, hanya ada dua negara yang posisinya di bawah Indonesia, yakni Laos dan Kamboja [3]. Rasio orang membaca surat kabar di Indonesia adalah 1:43, padahal idealnya adalah 1:10, atau satu surat kabar untuk 10 orang [4].&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tidak dapat dipungkiri, budaya membaca dan jumlah buku yang diterbitkan menjadi salah satu indikator masyarakat negara dikatakan maju atau berkembang. Di negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang, budaya membaca buku telah mendarah daging. Hampir semua orang senang membaca. Jumlah buku yang diterbitkan di negara tersebut pun sangat tinggi, di Jepang misalnya, buku yang diterbitkan setiap tahunnya mencapai 60.000 judul [5]. Pun, tidak mengherankan jika di negara tersebut, kita dapat dengan mudah menjumpai orang yang sedang membaca buku di berbagai tempat. Budaya atau level minat membaca dan menulis menunjukan tingkat kemajuan suatu masyarakat dan bangsa. Di negara maju, kecenderungan orang yang suka membaca dan menulis sangatlah tinggi.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Banyak orang mengatakan jika aktivitas membaca berkorelasi dengan aktivitas menulis. Namun ada juga yang mengatakan orang yang suka membaca belum tentu suka menulis. Tapi, orang yang suka menulis tentu suka membaca, karena dia membutuhkan sumber referensi, bahan pembanding, dan inspirasi dari tulisan lainnya. Bagi saya, kegemaran membaca suatu saat akan melahirkan keinginan untuk menulis. Saat aktivitas menulis dilakukan dan akhirnya menjadi kegemaran, maka aktivitas membaca pun akan jadi kebutuhan. Akhirnya, kedua aktivitas itu pun sama-sama akan jadi kebutuhan, tidak sekedar kegemaran. Membaca dan menulis memang mempunyai hubungan, tapi tidak selalu berkorelasi positif. Sedikitnya jumlah buku yang terbit di negara ini bisa jadi karena rendahnya minat membaca masyarakatnya. Padahal, salah satu penyebab orang berkeinginan menulis adalah karena senang membaca. Bagaimana orang akan senang menulis jika tidak suka membaca, dan bagaimana orang akan suka membaca jika tidak banyak tulisan (buku) apalagi jika harga buku terlampau mahal?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sebenarnya, saya terinspirasi untuk menulis artikel ini setelah saya membaca sebuah promosi buku dari seseorang. Saya tahu dia telah menerbitkan beberapa buah buku saat dia masih berstatus mahasiswa. Saya kurang begitu tahu, buku yang ia promosikan kali ini adalah bukunya yang keberapa. Saya sangat mendambakan akan lahir orang-orang seperti dia dikampus saya. Saya telah bertemu dengan beberapa mahasiswa di kampus saya yang juga telah menerbitkan buku seperti dia. Saya berharap, orang-orang seperti dia dan seperti mahasiswa yang menulis buku dan menerbitkannya dari kampus saya akan semakin bertambah, dan semoga menjadi budaya (membudaya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sewaktu saya tahu dan berkenalan dengan mahasiswa di kampus saya yang ternyata telah menerbitkan buku, dalam hati saya berkata "woow, keren". Saya sangat salut dan bangga kepada jenis mahasiswa seperti ini. Itu artinya, menerbitkan buku saat masih menjadi mahasiswa belum menjadi budaya dikampus saya. Buktinya, saya masih heran dan terkesima dengan hal tersebut. Beda ceritanya, jika menerbitkan &amp;nbsp;buku karya sendiri telah menjadi budaya, maka seorang mahasiswa tidak akan heran dan 'woow' jika ada temannya menerbitkan buku karena hal itu sudah biasa.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sama halnya jika ada mahasiswa yang mengikuti acara di luar negeri, entah itu konfrensi, presentasi,&amp;nbsp;&lt;i&gt;student exchang&lt;/i&gt;e, atau apapun masih dianggap sesuatu yang 'woow' dan banyak orang heran karenanya, maka mengikuti acara di luar negeri masih belum membudaya di kalangan mahasiswa. Jika mengikuti acara di luar negeri telah dianggap hal yang biasa, maka hal itu, menurut saya, telah membudaya, karena banyak orang yang sudah melakukannya.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Membaca dan menulis adalah aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang mahasiswa. Kedua aktivitas itu bagi setiap mahasiswa ibarat kedua sisi mata uang, tidak terpisahkan. Membaca buku referensi dan menulis laporan praktikum atau tugas dosen adalah contohnya. Meskipun terkadang masih banyak diantara kita yang cukup 'copy-paste' saja. Intelektualitas mahasiswa dapat diukur dari seberapa minatkah ia dalam membaca dan menulis. Karena membaca dan menulis adalah aktivitas yang mampu memperkaya wawasan dan kapasitas otak manusia. Orang cerdik cendikia di seluruh dunia dari dekade ke dekade adalah mereka yang gemar membaca dan juga menghasilkan karya berupa tulisan. Mahasiswa, tanpa membaca dan menulis adalah keniscayaan. Tidak juga harus membaca dan menulis sesuai bidang ilmunya, atau sekedar menulis karya ilmiah (PKM, laporan, skripsi), melainkan bisa tentang berbagai macam tema keilmuan.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ada tulisan menarik yang saya baca sewaktu saya mencoba mencari fakta tentang minat baca tulis di Indonesia, yakni tentang peran university press dalam mendukung tridharma perguruan tinggi [1]. University press adalah lembaga penerbit hasil-hasil karya civitas akademika kampus tersebut, bisa dalam bentuk buku, jurnal, maupun audio visual. Setelah membaca tulisan tersebut, ada pertanyaan muncul dalam kepala saya, apakah university press semata-mata digunakan sebagai media penerbit karya dosen?Apakah mahasiswa dapat menerbitkan karyanya melalui university press?. Mahasiswa juga adalah bagian dari civitas akademika, bagian terbesar malah. Mahasiswa juga adalah kaum intelektual, mereka dapat berpikir, berkarya dan berkontribusi. Mereka juga mempunyai kewajiban menaati tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat). Mereka mempunyai potensi sumber daya yang besar sebagai kontributor dalam meningkatkat karya intelektual di sebuah universitas. Karena itu, menurut saya, mahasiswa juga harus didorong untuk menghasilkan karya intelektual dalam bentuk buku dan sejenisnya yang dapat diterbitkan oleh university press. Pejabat kampus seharusnya mempunyai bagian dalam peran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;*******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Pewarisan ide atau gagasan pemikiran akan selamanya berlangsung terus menerus jika pemikiran tersebut terangkum abadi dalam sebuah buku atau tulisan. Selain itu, pengekspresian gagasan dalam bentuk tulisan apalagi dapat dijadikan buku akan meningkatkan kapasitas intelektual seorang mahasiswa. Aktivis kampus yang selama ini seringnya berkutat dengan ide atau gagasan pengembangan almamater dalam bentuk verbal semata, menurut saya, harus terus berlatih membudayakan pengekspresian gagasan itu dalam bentuk tulisan yang dapat terdokumentasikan dengan baik. Apalagi jika dapat menerbitkannya dalam bentuk buku. Buku yang tidak hanya dinikmati oleh dirinya sendiri, tapi juga dapat ia wariskan kepada generasi selanjutnya. Dan begitulah siklus pewarisan itu terjadi dari generasi ke generasi. Sehingga, suatu saat nanti, saya rasa, di kampus saya nanti, jika ada mahasiswa yang menerbitkan bukunya sendiri, maka tidak ada mahasiswa yang heran dan 'woow', karena semuanya juga telah mempunyai karya bukunya sendiri.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya senang dan bangga karena semakin hari saya menemukan semakin banyak mahasiswa di kampus saya yang mempunyai blog pribadi. Blog pribadi adalah awal dari penumbuhan minat dan budaya menulis dan membaca seseorang. Meskipun mungkin saya tidak melihatnya sendiri, saya semakin berharap akan banyak bermunculan buku-buku tentang berbagai hal hasil karya mahasiswa-mahasiswa dari kampus saya. Suatu saat nanti, semoga.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Footnote:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;[1]&amp;nbsp;Kundharu Saddhono. Peran Penting University Press sebagai Pilar Utama Tridharma Perguruan Tinggi. http://lpp.uns.ac.id/jurnal/012009/ks_v1.swf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;[2]&amp;nbsp;http://www.tempo.co/read/news/2012/01/12/079377034/Hanya-1-dari-10-Ribu-Warga-Indonesia-Suka-Membaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;[3]&amp;nbsp;http://www.pestabukujakarta.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;catid=14:opini&amp;amp;id=21:minat-baca-siapa-peduli&amp;amp;Itemid=82&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;[4]&amp;nbsp;http://www.pemustaka.com/masa-depan-budaya-membaca-indonesia.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[5]&amp;nbsp;http://fathulwahid.wordpress.com/2009/11/01/budaya-membaca-dan-menulis/&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;by: panca dias purnomo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-3839731897888906741?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/3839731897888906741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/membudaya-lah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/3839731897888906741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/3839731897888906741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/membudaya-lah.html' title='Budaya dan Membudaya'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-8011782467023995934</id><published>2012-02-07T08:25:00.000-08:00</published><updated>2012-02-10T03:55:56.756-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ekspor Kaum Intelek Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya mendapatkan berita gembira hari ini. Setelah menghabiskan waktu seharian di laboratorium, saya berkirim sms dengan beberapa orang teman. Saya harus tetap menjaga komunikasi saya kepada teman-teman meskipun lembaga riset dimana saya belajar ini menuntut pekerjaan yang lumayan banyak. Salah satu orang yang berkirim sms dengan saya adalah kakak tingkat saya. Meskipun dia dan saya berbeda fakultas, tapi saya lumayan sering berkomunikasi dengannya. Saya menjadikannya salah satu sumber informasi saya mengenai berbagai hal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Satu yang membuat saya senang hari ini adalah bahwa dia mengatakan akan berangkat ke Korea untuk melanjutkan study masternya. Subhanallah. Saya turu bersuka cita kepadanya. Akhirnya, dia mendapatkan kesempatan untuk kuliah di negara impiannya; Korea Selatan. Selain mungkin ingin bertemu dengan artis korea^^.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Yang kedua yang membuat saya bahagia hari ini adalah setelah sampai di rumah, salah satu teman sekolah menengah dulu memberitahu bahwa salah satu teman kami sedang melanjutkan pendidikan di Swedia, Eropa. Subhanallah, saya turut senang mendengar informasi itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;*******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kuliah ke luar negeri?barangkali hal itu adalah impian mayoritas mahasiswa di Indonesia. Banyak diantara mereka yang berjuang mati-matian demi meraih tiket kuliah ke luar negeri dengan mendapatkan beasiswa. Bagi mereka yang mampu membiayai kuliahnya di luar negeri, tentu hal itu bukan masalah. Tapi bagi mereka yang mengandalkan beasiswa untuk memperoleh tiket kuliah di luar negeri, perjuangan mendapatkannya jauh lebih berat dan kompetitif. Apalagi di Indonesia sendiri, tawaran beasiswa untuk berkuliah di luar negeri lebih kecil dibandingkan dengan jumlah pendaftarnya. &amp;nbsp;Sehingga, tidak mengherankan, banyak mereka yang harus menunggu lama sampai kesempatan menimba ilmu di luar negeri datan. Saya ingat seorang Indonesia kandidat PhD di sebuah universitas terkemuka di Jepang yang mengatakan dari sekian ribu mahasiswa Indonesia yang mendaftar, hanya sekitar 60 an orang yang diterima untuk program doktor. Namun demikian, tawaran beasiswa baik dari pemerintah Indonesia atau luar negeri, maupun pihak swasta dalam atau luar negeri kepada masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri diperkirakan sebanyak 50 ribu orang [1], lebih sedikit dibandingkan dengan &amp;nbsp;jumlah TKW (tenaga kerja wanita) di luar negeri yang jumlahnya mencapai 71 ribu orang [2]. Sedangkan jumlah TKI (tenaga kerja Indonesia) sendiri pada tahun 2011 mencapai 581 ribu orang [3], sangat jauh lebih besar dibandingkan jumlah mahasiswa Indonesia di luar negeri. Berbicara mengenai ekspor orang cendikia Indonesia ke luar negeri alih-alih tenaga kasar Indonesia, saya jadi teringat cerita Thomas L. Friedman dalam bukunya "&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Hot, Flad, and Crowded-Why We Need Green Revolution"&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;. Dia bercerita pengalamannya ketika akan naik pesawat ke Indonesia dari Bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dia melihat ada sekitar 200 perempuan Indonesia berbondong-bondong menaiki pesawat dengan membawa tas dan rangsel serta perkakas elektronik. Dia kemudian bertanya kepada seorang pengusaha India berbusana rapi disebelahnya "&lt;em&gt;Apa yang dikerjakan oleh semua perempuan ini&lt;/em&gt;?". "Mereka semua adalah pembantu rumah tangga", jawab pengusaha India itu. Obrolan mereka berlanjut, dan&amp;nbsp;kemudian si pengusaha&amp;nbsp;mengatakan kepada Thomas&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;"Ekspor Indonesia adalah pekerja kasar, bukan pekerja berotak&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;"&lt;/strong&gt;. Dan berikut ini adalah kutipan kalimat Thomas dalam bukunya itu "&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Indonesia harus menyediakan pendidikan yang lebih baik kepada warganya, maka mereka bisa menjalani pekerjaan yan lebih baik di negeri sendiri, sehingga tidak sebanyak ini diantara mereka yan terpaksa menjual keringat di negeri orang&lt;/em&gt;".&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Ada semacam kegetiran dalam hati saya saat saya membaca ulusan si penulis yang notabene orang Amerika itu khususnya pembahasan tentang negara saya, Indonesia. Ironis dan malu rasanya. Saya jadi teringat kembali pengalaman hidup saya sewaktu belajar di negara orang. Saya belajar dalam satu kelas bersama dengan mahasiswa dari beberapa negara. Ada sebagian dari mereka banyak mengenal kebudayaan Indonesia. Saya dan teman Indonesia saya sedang terlibat obrolan ringan dengan salah satu teman kami itu. Ternyata salah satu teman kami tahu beberapa kosa kata dalam bahasa Indonesia dan ia pun mengucapkannya dengan baik. Kemudian ia berkata&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;"&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Iya, saya sedikit tahu bahasa Indonesia karena ada pembantu rumah tangga saya orang Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;".&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;Deg!!Seketika itu, saya merasa sangat marah bercampur malu. Perasaan hati saya bercampur aduk waktu itu, ingin rasanya saya bentak teman baru saya itu, tapi kenyataannya memang banyak pembantu rumah tangga di negara teman baru saya itu berasal dari Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Terkadang saya berpikir kenapa pemerintah Indonesia tidak memberikan beasiswa besar-besaran kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mau menempuh pendidikan di luar negeri, terutama negara-negara maju seperti US, UE, Jepang dan Australia. Seperti teman Arab saya yang pernah mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi memberikan beasiswa ribuan jumlahnya kepada warganya yang ingin kuliah di Amerika tanpa seleksi yang ketat. Bahkan kata teman saya itu, pasti diterima jika mendaftar. Ditambah lagi uang beasiswa yang diberikan pun sangat lah besar, bahkan banyak teman Arab saya yang langsung membeli mobil dengan uang bulanannya. Karena itu, tidak mengherankan jika berkunjung ke universitas-universitas di Amerika, jumlah mahasiswa asing dari Arab Saudi dan sekitarnya tergolong sangat dominan, meskipun masih kalah dibandingkan China dan India. Kemudian saya betanya-tanya, kenapa ya pemerintah negara saya belum seperti itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Bukankah pendidikan adalah investasi dimasa depan?Bukankah negara yang mempunyai keunggulan kompetitif berupa kualitas sumber daya manusianya akan menjadi bangsa besar dan mampu memimpin dunia?Saya rasa, pertanyaan dan jawaban itu sepenuhnya sudah diketahui oleh para pemimpin negara ini.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sejak tahun 1950-an, Amerika dan Kanada menjadi negara tujuan utama kaum pandai dari seluruh dunia. Negara itu ibarat surga bagi orang-orang yang haus ilmu pengetahuan dan teknologi. Akibatnya, Amerika mampu tumbuh menjadi negara&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;super power &amp;nbsp;&lt;/em&gt;karena terbantu dengan kedatangan orang-orang dengan kualitas otak nomor wahid seantero bumi. India dan China adalab salah satu negara pengekspor kaum intelektual terbanyak ke Amerika dan Eropa Barat.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Meskipun pada mulanya negara semacam India dan China mengalami kerugian karena banyak warga terbaiknya justru pergi dan bekerja di negara lain, namun perlahan tapi pasti kesadaran untuk membangun negaranya sendiri makin tumbuh besar. Banyak kaum intelektual tersebut yang kemudian memilih kembali dan membangun negara asalnya dengan ilmu dan pengalaman yang mereka peroleh selama di Amerika dan Eropa. India dan China juga adalah contoh negara yang mendapatkan manfaat dari aksi eksodus kaum intelektualnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya mengutip sebuah artikel [1]:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;"Kebangkitan industri dan ekonomi di China dan India bukan sekadar karena tersedianya tenaga kerja yang murah. India dilirik investor dunia, salah satunya karena tingginya modal intelektual per satuan dolar AS. Tiga negara yang menduduki peringkat atas dalam hal jumlah publikasi ilmiah per satuan GDP adalah India (31,7%), China (23,32%), dan Amerika (7%). Meski termasuk dalam negara berkembang, India merupakan negara maju bila dilihat dari infrastruktur intelektual. Dari 2.300 karyawan Fasilitas&amp;nbsp;&lt;em&gt;R&amp;amp;D General Electric&amp;nbsp;&lt;/em&gt;terbesar di dunia yang berlokasi di India, 700 orang di antaranya adalah para profesional India yang memilih kembali dari Amerika Serikat"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;China dan India adalah contoh negara yang mengalami kemajuan pesat karena akumulasi ilmu dan pengalaman profesional warganya yang telah kembali dari negara-negara maju. Bisa jadi kemajuan India dan China tidak akan secepat seperti sekarang ini jika warga mereka yang kuliah dan bekerja di negara maju tidak kembali ke negaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kapan ya pemerintah Indonesia secara besar-besaran akan mengirim kaum intelek Indonesia untuk belajar di luar negeri, alih-alih mengirim tenaga kasarnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Saya ingat perkataan salah satu orang Indonesia yang saya temui di Amerika waktu itu, "&lt;strong&gt;Selama Indonesia dan pemimpinnya belum menghargai pendidikan dan orang-orangnya, saya belum ingin pulang&lt;/strong&gt;".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Indonesia, 2012&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Footnote:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;[1]&amp;nbsp;&amp;nbsp;Yuli Setyo Indartono. 2009.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Brain Drain&lt;/em&gt;: Musibah Atau Berkah?.&amp;nbsp;http://io.ppijepang.org/cetak.php?id=335&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;[2] kalyanamitra. 2005.&amp;nbsp;TENAGA KERJA WANITA1&amp;nbsp;INDONESIA :PAHLAWAN DEVISATANPA PERLINDUNGAN.&amp;nbsp;http://www.kalyanamitra.or.id/kalyanamedia/pdf/+ed1no4.pdf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;[3]&amp;nbsp;KEMENAKERTRANS: Jumlah TKI Ke Luar Negeri 2011 Turun.&amp;nbsp;http://wartapedia.com/nasional/nusantara/6980-kemenakertrans-jumlah-tki-ke-luar-negeri-2011-turun.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 12pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;by: panca dias purnomo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-8011782467023995934?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/8011782467023995934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/ekspor-intelek-indonesia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/8011782467023995934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/8011782467023995934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/ekspor-intelek-indonesia.html' title='Ekspor Kaum Intelek Indonesia'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-7578824477846806694</id><published>2012-02-05T00:42:00.000-08:00</published><updated>2012-02-05T02:03:48.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Find Your Passion First, Job Second</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Saya mendapatkan judul tulisan ini dari artikel didalam buku yang baru saja saya beli. Menurut penulis, kalimat itu dia baca dari tulisan seorang kolumnis koran terbitan kota New York, US. Setelah saya membaca artikel dalam buku itu yang berbicara tentang passion, saya kemudian teringat sebuah acara penuh inspirasi; Kick Andy Road Show to Campus yang pernah diadakan di kampus saya bulan November 2011 yang lalu. Acara itu mengupas tentang "lentera jiwa". Isi acara itu dan makna serta inspirasi yang saya dapatkan dari sana mempunyai kemiripan dengan isi artikel dari buku baru saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Menurut kamus, passion adalah gairah, semangat dan keinginan yang besar, namun saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh nara sumber dalam acara Kick Andy waktu itu, bahwa passion adalah lentera jiwa, bahwa lentera jiwa adalah passion.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Rene Suhardono, penulis buku "Your Job is Not Your Carrier"&amp;nbsp; dan juga salah satu nara sumber dalam acara Kick Andy waktu itu, mengatakan bahwa passion atau lentera jiwa adalah sesuatu hal yang saat kamu melakukannya kamu merasa &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;happy&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;enjoy&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, senang, dan ringan. Passion adalah hal-hal yang memang kamu suka, kuasai, dan jika kamu melakukannya tidak hanya menimbulkan kesenangan dan kedamaian namun juga dapat meliopatgandakan produktivitas kerja kamu.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Saya pernah menjadi salah satu nara sumber di acara pengenalan kampus kepada mahasiswa baru di jurusan saya, diantaranya adalah mahasiswa angkatan tahun 2010 dan 2011. Saya menanyakan kepada mereka (mahasiswa baru), siapa saja yang memilih jurusan kami sebagai pilihan pertama saat mereka mengikuti tes seleksi ujian masuk perguruan tinggi negeri. Jumlah anak yang mengangkat tangan ditahun 2010 maupun 2011, tidak jauh berbeda, yaitu minoritas alias lebih sedikit. Saya memang tidak menghitungnya, tapi jika boleh saya taksir, nilainya sekitar 30% dari total mahasiswa baru di jurusan saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Kemudian, saya katakan kepada mereka, "hei, selama kamu sudah mengetahui passion kamu, dan kamu yakin itu, tidak masalah apapun jurusan kamu". Saya teringat dengan pesan dari seorang penulis artikel di suatu koran yang mengatakan bahwa banyak sarjana teknik yang kemudian malah jadi sutradara film, banyak sarjana pertanian yang akhirnya menjadi bankir, banyak sarjana kedokteran yang menjadi trainer dan penulis buku, banyak sarjana sains&amp;nbsp; yang akhirnya menjadi politikus dan banyak pula sarjana politik yang memilih menjadi musisi. Lalu apa hubungannya?Hubungannya adalah; mereka-mereka yang mempunyai profesi tidak sesuai dengan &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;background &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;keilmuannya itu adalah mereka yang memilih mengikuti passion atau lentera jiwa mereka, meskipun profesi dengan background keilmuannya berbeda sangat jauh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Apapun bidang study kamu, asalkan kamu telah menemukan passion atau lentera jiwa kamu; kamu yakin akan itu, dan berusaha menggapainya, maka kamu tidak harus berprofesi di bidang keilmuan kamu. Kamu bisa menjadi siapa saja, kamu bisa memilih apa saja, kamu bisa berprofesi apa saja, namun dengan syarat kamu telah menemukan dan mengasah terus menerus passion kamu. Meskipun kamu belajar tentang ke-teknik-am, jika kamu suka budidaya ikan, kamu bisa jadi penguasa ikan. Jika kamu mahasiswa kesehatan, tapi suka menulis, kamu bisa jadi penulis. Jika kamu mahasiswa pertanian, tapi suka dunia broadcasting, kamu bisa jadi reporter, dan seterusnya....dan seterusnya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Berusahalah agar tidak pernah mempertanyakan dan sangsi tentang masa depan profesi saat lulus dari bidang keilmuan kita. Asalkan kita sudah mengetahui passion atau lentera jiwa kita, maka kita seharusnya tak perlu malu dan gengsi dengan gelar sarjana kita nanti. Tak peduli, S.T, S.Sos, S.Pi, S.Psi, S.Pt, S.Si, kita bisa menjadi siapapun, dimanapun, apapun, meskipun diluar bidang keilmuan yang kita pelajari. Percaya &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;deh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Namun demikian, jangan sekali-kali menggunakan alasan "jurusan ini bukan passion dan keinginan saya" sehingga membuat kamu mengabaikan kuliah kamu, yang akhirnya jadi alasan untuk IPK buruk dan berantakan. Meskipun kamu merasa itu bukan passion kamu, tapi setidaknya, minimalnya, kamu berusaha agar nilai dan prestasi kamu berada di garis 'normal' (standar nilai yang baik). Kamu memang tidak harus mengetahui secara mendalam (ahli) tentang bidang keilmuan kamu, tapi setidaknya dalam batas normalnya, kamu tahu dan paham. Tapi, jika kamu tidak kuasa menahannya, segeralah keluar dan pilih jurusan baru.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;******&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Justru setelah saya memutuskan kuliah di jurusan saya sekarang, saya menemukan passion saya. Meskipun dulu, saat memilih jurusan, hanya berdasarkan kesamaan dengan jurusan sewaktu&amp;nbsp; SMK. Setelah saya pikirkan lebih dalam, passion saya di luar bidang keilmuan saya ternyata lebih besar dibandingkan di bidang keilmuan saya sendiri. Saya tidak mengatakan saya tidak mempunyai passion di dibidang study saya, hanya saja passion itu lebih kecil dibandingkan di luar bidang study saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Semenjak saya kuliah, saya menjadi orang yang suka sekali membaca buku terutama buku yang bertemakan sejarah, sosial, politik, ekonomi, filsafat, psikologi, dan Islam. Selain suka membaca buku, saya suka mengoleksi buku. Karena itu, saya sempatkan setiap bulan membeli buku dan meyimpannya di perpustakaan pribadi saya. Saya ingin membuat perpustakaan yang besar di rumah saya sendiri kelak. Setelah membaca, keinginan saya untuk menulis pun semakin besar. Meskipun saya akui, tulisan saya hanya layak jadi konsumsi pribadi, karena hanya berisi curhatan saja, tapi setidaknya saya senang jika saya bisa menulis sesuatu, apapun itu. Pun demikian, saya dapat menerbitkannya di blog pribadi saya. Tapi, malah buku dan tulisan saya yang berhubungan langsung dengan bidang study saya sendiri jumlahnya lebih sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Sejak SMK, saya memang suka untuk berbicara di depan umum. Apalagi jika diminta oleh guru untuk menggantikan mengajar di depan kelas, saya sangat menikmatinya. Selama masa kuliah, berbicara di depan teman-teman menjadi salah satu kenikmatan saya. Bahkan banyak teman-teman saya yang jenuh jika saya banyak omong didepan mereka, terutama misalnya saat presentasi didepan kelas dan rapat. Apalagi saat sesi kuliah di kelas, banyak teman yang sedikit jengkel karena saya banyak bertanya kepad dosen. Akhirnya saya tahu, saya menyukai dunia yang berhubungan dengan &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;speaking&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, misalnya reporter dan trainer.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Selama kuliah saya juga suka dengan organisasi. Saya sangat menaruh &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;respect &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;pada mereka yang berorganisasi, apapun organisasinya, entah organisasi rohani, sosial, politik, environment, minat bakat, atau pun organisasi profesi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Ada pemaknaan baru yang saya dapatkan pada saat saya mengikuti organisasi adalah bahwa jurusan saya, bidang keilmuaan saya, harus menjadi sarana bagi saya untuk mengembangkan passion saya sebesar-besarnya. Saya berlatih berkomunikasi yang baik saat presentasi dan bertemu dengan dosen; saya melatih sosial, life dan emotional skill di organisasi kampus; saya berlatih menulis ilmiah saat menulis laporan, lomba karya tulis, PKL dan skripsi; juga saya dapat membaca buku apa saja setiap saat melalui perantara jurusan atau bidang keilmuan saya. Semua itu bisa saya dapatkan dari melalui sarana jurusan dan bidang study saya, meskipun saya akui pengetahuan baik teori dan praktek di bidang keilmuan saya sendiri masih tergolong sangat rendah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Semakin banyak buku yang saya baca (meskipun tidak sebegitunya banyak), diskusi yang saya lakukan, aktivitas demi aktivitas saya ikuti, memberikan pemahaman baru kepada saya bahwa ternyata saya menyukai bidang-bidang ilmu sosial, politik, pendidikan, dan lingkungan. Karenanya itu, saya ingin melanjutkan pendidikan saya disalah satu bidang tersebut, namun sepertinya saya lebih condong ke bidang lingkungan dan konservasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Masih dalam artikel yang sama dalam buku yang baru saya beli, si penulis mengatakan bahwa negeri ini sangat dikendalikan oleh mereka yang mempunyai pemahaman dan kapasitas lebih dalam bidang ekonomi, hukum, dan politik, baik teori dan prakteknya. Diluar benar tidaknya pendapat si penulis, saya sependapat dengannya, bahwa ketiga bidang ilmu tersebut sepertinya adalah pengendali arah negeri ini. Setelah melihat realita kehidupan negara ini, dimana pertumbuhan ekonomi dan PDB hanya ada di atas kertas semata, saat keadilan dan tata laksana hukum hanya ada didalam ruang-ruang kuliah, dan saat politik seolah-olah menjadi alat pemuas kepentingan perut dan kelompok, maka pemahaman tentang bidang-bidang ilmu itu tidak dapat tidak harus pula dikuasai, baik teori dan praktek.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Banyak tokoh besar di dunia ini yang tidak sekedar menguasai satu bidang ilmu saja, misalnya mereka yang menguasai ilmu fisika, matematika, juga filsafat. Mereka menguasai kedokteran, sains, dan teknik. Mereka juga menguasai ekonomi, hukum, juga matematika. Banyak ahli mengatakan bahwa bidang ilmu yang satu dengan yang lainnya mempunyai keterkaitan. Seorang ahli ekonomi yang hanya belajar meningkatkan pendapatan negara, mungkin saja dapat mendongkrak nilai PDB dan angka pertumbuhan ekonomi. Tapi, apakah peningkatan nilai PDB dan pertumbuhan ekonomi itu berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat?belum tentu. Bahkan sering saya dengar, demi mengejar pertumbuhan ekonomi dan PDB, ribuan hektar hutan di tebangi, ekosistem pantai dan laut dikorbankan, sungai-sungai kotor karena buangan pabrik tambang, dan itu semua membuat masyarakat di pelosok negeri ini beramai-ramai membakar kantor pemerintah. Membangun masyarakat agar sejahtera tidak hanya berdasarkan teori ilmu ekonomi, namun juga ada peran ilmu sosial, politik, lingkungan, bahkan matematika. Lebih spesifik jenis masyarakatnya, makin detail bidang ilmu rujukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Ringkasnya, bidang keilmuan kita sekarang tidak dapat menjadi standar profesi kita dimasa depan. Itu bukanlah jaminan. Asalkan pertama kali kita telah menemukan passion atau lentera jiwa kita, profesi atau pekerjaan yang kita inginkan nantinya akan mudah dilihat, mudah di gapai, dan mudah dikembangkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;by: panca dias purnomo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-7578824477846806694?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/7578824477846806694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/find-your-passion-first-job-second.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7578824477846806694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7578824477846806694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/find-your-passion-first-job-second.html' title='Find Your Passion First, Job Second'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-3131227849600244933</id><published>2012-02-03T20:47:00.000-08:00</published><updated>2012-02-04T21:02:33.919-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romansa-Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><title type='text'>When it (love) comes, you'll open to it</title><content type='html'>&lt;div style="padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-color: white; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Calibri,sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 16px;"&gt;Kata-kata didalam tulisan bisa menjadi sarana ampuh untuk mengekspresikan apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan. Terkadang, ketidakberanian dalam mengatakan membuat semua itu berlalu begitu saja. Apalagi jika hanya dengan mengandalkan kata hati atau telepati, sulit rasanya. Kamu butuh suatu cara efektif agar isi otak dan hatimu dapat tersampaikan, tanpa mengurangi sedikitpun maksud dan esensinya karena ketidakberanianmu sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Seseorang belum bisa meraih cinta bukan karena ia tidak berusaha untuk mencari dan kemudian menggenggamnya, tapi terkadang karena ia tidak atau belum bisa menginjinkan cinta yang datang masuk kedalam hatinya. Ada banyak alasan mengapa seseorang belum merespon hadirnya cinta dalam hidupnya, salah satunya &amp;nbsp;adalah karena ia belum siap dengan sebuah cinta baru. Ia terkadang menjadi sangat cuek untuk meresponnya karena takut jika pada akhirnya, cinta itu kembali hanya akan berakhir seperti sebelumnya.&amp;nbsp;Atau pun misalnya disebabkan karena keraguannya akan cinta yang tak berbalas. Keduanya, sama sakitnya.&amp;nbsp;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Seperti sebuah film komedy romantis "When in Rome", seorang wanita bernama Beth (Kristen Bell) kecewa dan sedikit frustasi karena ia sudah sekian kali gagal menemukan cinta sejati. Ia pun akhirnya memutuskan untuk tidak terlalu memusingkan cinta dan fokus pada pekerjaannya. Desakan keluarga dan melihat adiknya menikah membuat dirinya malah menolak untuk tidak jatuh cinta. Ketika ia enggan memikirkan tentang cinta, justru datang beberapa pria menawarkan cinta kepadanya, termasuk Nick (Josh Duhamel). Meskipun ia berusaha untuk tidak merespon kedatangan cinta itu, bahkan menolaknya, namun pada akhirnya ia membuka diri untuk satu cinta, yakni cinta yang ia yakin adalah cinta yang sebenarnya, dari Nick. Ada satu nasehat dari Ayah Beth yang membuatnya memberanikan diri membuka hatinya (kembali) untuk cinta adalah "&lt;i&gt;When it (love) comes, you'll open to it&lt;/i&gt;".&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Seperti Beth, banyak orang kemudian menjadi takut membuka hati untuk kehadiran cinta karena pernah menjadi korban sakitnya putus cinta, patah hati, atau cinta yang &amp;nbsp;bertepuk sebelah tangan. Ketika kamu adalah salah satu dari sekian banyak orang seperti itu, kamu mungkin akan mulai, perlahan tapi pasti, menutup kemungkinan-kemungkinan merasakan cinta (kembali). Kamu akan menjadi sangat berhati-hati. Ketika ada rasa nyaman muncul kembali, getaran itu ada lagi-seperti yang pernah kamu rasakan dulu-seringnya kamu akan menginjak pedal rem hatimu, dan berkata "aku tidak mau. Ini hanya ilusi".&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Atau bisa saja, kamu menjadi orang yang dingin, kaku, dan&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;defensif&lt;/i&gt;. Akibat pertanyaan-pertanyaan skeptis itu muncul setiap kali hal itu kamu rasakan. Takut. Enggan. Bosan. Sudahlah, kamu pun akan menyisihkan itu semua dalam sudut terpencil otakmu, menyimpannya dalam lemari besi, kemudian menutupnya dengan kain hitam gelam. Tidak untuk menguncinya rapat-rapat, apalagi membuang kuncinya, Tidak. Karena kamu tetap akan membutuhkannya suatu saat nanti. Kamu masih memerlukan kuncinya. Kamu cuma butuh waktu sampai kamu siap membuka kain hitam itu, membuka lemari besi itu, dan mengeluarkan isinya kembali dalam otak dan perasaanmu. Waktu akan ada untukmu.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Sementara saat itu datang kamu bisa melakukan apapun yang kamu suka. Bergerak, berlari sekuat yang kamu bisa. Raih mimpimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Kamu hanya butuh sekedar menunggu sampai waktu itu akan datang, sampai kamu benar-benar merasa yakin bahwa kamu telah menemukan cinta-sejati, tanpa ilusi dan kebohongan. Sampai kamu siap, dan berkata "ini lah yang aku cari".&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Kamu memang tidak akan pernah tahu, kapan dan dimana kamu akan membuka hati untuk kehadiran cinta. Banyak orang bilang jika suatu saat kamu bertemu dengan cintamu yang sebenarnya, kamu akan merasa ada getaran halus dan kesan mendalam dalam dirimu. Entahlah, aku juga tidak tahu.&amp;nbsp;Minimal, kamu tidak menghindarinya.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Jangan menjadi paranoid, dan terlalu dingin. Cuma berhati-hati agar kamu tidak terperosok dalam lubang pesakitan yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Kamu harus yakin, saat itu datang, kamu akan membuka hatimu untuknya.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 16px; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; line-height: 18pt; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Indonesia, 2012&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Calibri,sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-3131227849600244933?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/3131227849600244933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/when-it-love-comes-youll-open-to-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/3131227849600244933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/3131227849600244933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/02/when-it-love-comes-youll-open-to-it.html' title='When it (love) comes, you&apos;ll open to it'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-6477372203385814103</id><published>2012-01-27T00:41:00.000-08:00</published><updated>2012-01-27T15:56:22.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Bersyukurlah...........</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Seandainya suatu ketika kamu merasa sepi sendiri tanpa teman; tengoklah mereka yang lahir tanpa mengenal orang tua apalagi keluarga.&amp;nbsp;Maka, bukankah seharusnya kamu bersyukur masih mempunyai orang tua dan keluarga yang selalu ada disamping kamu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Seandainya suatu ketika kamu merasa hidup kamu menjadi semakin sulit karena harus menghemat uang kamu; lihatlah mereka yang bahkan makan dalam sehari saja belum tentu mampu.&amp;nbsp;Maka, bukankah seharusnya kamu bersyukur karena kamu masih bisa makan setiap hari tanpa harus banyak berpikir uang dari mana?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 15px;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Seandainya suatu ketika kamu merasa kehidupan kuliah kamu semakin sulit dengan banyaknya &amp;nbsp;tugas, praktikum, laporan, dan ujian; perhatikan mereka yang seusia dengan kamu, boro-boro sekolah, bahkan bertahan hidup sehari-hari saja mereka tertatih-tatih. Maka, bukankah seharusnya kamu bersyukur bahwa diantara sekian juta anak susia kamu, kamu mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Seandainya suatu ketika kamu merasa sangat menyesal dengan keputusan yang pernah kamu ambil, dan merasa salah menentukan pilihan; ingatlah sabda Rasulullah saw ini "&lt;i&gt;Allah telah&amp;nbsp;menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan".&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Janganlah berandai&amp;nbsp;"&lt;i&gt;Seandainya saja aku melakukan&amp;nbsp;seperti ini, niscaya akan begini dan begini jadinya". &lt;/i&gt;Maka, bukankah seharusnya kamu yakin seyakin-yakinnya bahwa wahyu Allah itu seutuhnya benar?"&lt;i&gt;Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu" &lt;/i&gt;(Q.S. 2: 216).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Seandainya suatu ketika kamu merasa jalan dalam mencapai impian-impian kamu semakin sulit, sempit, keras dan hidupmu menjadi terasa berat karena itu; tengoklah mereka yang bahkan mimpi indah dalam tidur saja mereka tidak pernah punya. Demi tidur di tempat yang hangat dan nyaman saja mereka harus berjuang mati-matian alih-alih pernah punya impian dan cita-cita besar.&amp;nbsp;Maka, bukankah seharusnya kamu bersyukur kamu masih dapat tidur dengan selimut hangat dan kasur empuk setiap malam?Juga, bukankah kamu seharusnya bersyukur kamu bahkan mempunyai mimpi dan cita-cita besar yang ingin diraih?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Dan cobalah lihat perjuangan tiada pernah menyerah mereka, orang-orang inspiratif itu, demi mewujudkan mimpi mereka. Mereka berjuang dan berdoa demi itu semua. Bukankah setelah itu, impian mereka dapat tercapai dengan perjuangan dan doa tiada henti itu?Sudah beranikah kamu mengatakan kamu sudah mati-matian berjuang demi tujuan hidupmu?Sejatinya kamu sedang mengeluh dan enggan berusaha sekeras atau bahkan lebih dari mereka. Bukankah usaha besar akan menghasilkan sesuatu yang besar pula?&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Seandainya suatu waktu terlintas dalam pikiranmu, hidup kamu selalu dipenuhi dengan ujian, kesulitan, kesusahan dan perjuangan berat, bahkan sempat mempertanyakan keadilan Allah; tengoklah mereka yang kedinginan karena tidak punya rumah, lihatlah mereka yang kelaparan setiap hari, lihatlah mereka yang kulitnya terbakar karena harus meminta-minta di pinggir jalan, perhatikan mereka yang setiap hari harus mengais sampah demi menyambung hidup, dan lihat betapa banyak bayi manusia yang bahkan harus pergi dari dunia setelah dilahirkan. Lihatlah mereka yang menganggap“kenyang” tidak pernah ada dikamus hidup mereka. Lalu, keadilan Allah macam apa yang sedang kamu pertanyakan?Sedangkan kamu masih bisa makan, kamu masih bisa tidur nyenyak, kamu masih menggenggam &lt;i&gt;blackberry&lt;/i&gt;, kamu masih bisa &lt;i&gt;curhat&lt;/i&gt; kepada teman kamu, kamu masih serba punya, dan, apalagi, &lt;b&gt;kamu masih hidup sampai detik ini. &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Maka, bukankah seharusnya kamu bersyukur atas ujian-ujian itu karena justru itu semua adalah bukti bahwa Tuhan masih menyayangi kamu?Seharusnyalah kamu percaya sedalam-dalamnya bahwa sabda Rasull itu benar "&lt;i&gt;Barangsiapa yang oleh Allah dikehendaki menjadi baik maka ia akan diuji oleh-Nya."&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Luangkan waktumu sebentar saja untuk berdiri didepan sebuah cermin. Perhatikan seksama bayangan manusia didepanmu itu. Lihat betapa sempurna sosok manusia itu. Perhatikan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lihatlah wajahnya, mata, hidung, mulut, badan, tangan, hingga kakinya. Lihat rambut itu, sempurna menutup kepalamu. Kamu menjadi nampak sangat cantik memakai mahkota itu. Mata itu begitu indah dan indahnya warna masih bisa kamu lihat karenanya. Hidung itu sempurna. Kamu bisa membau beraneka macam aroma di bumi ini. Karenanya pun udara segar masih bisa kamu hirup. Lihat mulut itu; sempurna. Kamu bisa makan, berbicara, dan mengecap bermacam rasa karenanya.&amp;nbsp;Lihat tubuh kamu, sempurna tiada cacat. Sungguh, sempurna semua yang kamu miliki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Tengok mereka yang bahkan tidak pernah bisa melihat betapa indah berbagai warna di bumi ini, karena mata mereka buta. Lihat mereka yang bahkan tidak pernah bisa mendengar merdunya suara alam raya, karena telinga mereka tuli. Bayangkan mereka yang bahkan tidak mampu sekedar berbicara, karena mulut mereka bisu. Lihat mereka yang bahkan tidak mampu berlari sebebas dirimu, karena mereka kaki mereka tidak sesempurna kamu. Lihat mereka yang tidak pernah bisa menulis karena tangan mereka tidak sesempurna punya kamu. Bukankah dari sekujur tubuhmu, dari milikmu sendiri itu, seharusnya sudah cukup memberi jawaban kepadamu atas kegelisan dan kegundahan akan hidupmu dunia ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Cobalah pejamkan mata dan rasakan denyut jantungmu. Rasakan setiap tarikan nafasmu. Rasakan aliran darah yang mengalir didalam pembuluh darah tubuhmu. Rasakan dan resapilah dalam hati nuranimu.&amp;nbsp;Bukankah itu semua adalah kenikmatan yang nyata didepan matamu?Bukankah itu nikmat dan kasih sayang Allah yang begitu nyata kepadamu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Cobalah kamu perhatikan sekali lagi sosok manusia didalam cermin itu. Perhatikan! Allah begitu sayang kepadamu. Nikmant-Nya tiada pernah bisa kamu bayangkan. Dia selalu membersamaimu.&amp;nbsp;Sempurnanya manusia didalam cermin yang sedang kamu lihat itu adalah buktinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;Bukankah seharusnya kamu selalu tetap bersyukur?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;"Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun, karena&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;i&gt;setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti&amp;nbsp; kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir,&amp;nbsp;tahun demi tahun akan selalu berganti, malam demi malam pun datang&amp;nbsp;silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap tersembunyi, dan Sang&amp;nbsp;Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-Nya. Dan Allah&amp;nbsp;mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru setelah itu semua. &lt;b&gt;Tetapi sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan&lt;/b&gt;"-(&lt;/i&gt;Aidh Al-Qarni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-6477372203385814103?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/6477372203385814103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/bersyukurlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/6477372203385814103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/6477372203385814103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/bersyukurlah.html' title='Bersyukurlah...........'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-7148597846975033719</id><published>2012-01-16T06:40:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T07:04:49.671-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><title type='text'>Pacar Anda bukan Milik Anda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, kali ini aku ingin menyinggung tentang 'pacaran'. Aku cuma terinspirasi dari peristiwa yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri hari ini. Peristiwa &amp;nbsp;aneh dan tidak masuk akal yang terjadi karena sebuah kata luar biasa :'pacaran'.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pacaran mungkin adalah topik yang penuh pro dan kontra. Alias banyak pihak yang mendukung pacaran dan ada juga yang tidak. Terlepas dari pro dan kontra pacaran, tidak bisa dipungkiri, jika pacaran telah menjadi salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat kita. Budaya?kenapa saya katakan sebagai budaya, karena pacaran sudah menjadi bagian dari aktivitas manusia di Indonesia. Mayoritas, meskipun tidak semuanya. Pacaran pun bukan sesuatu yang dianggap tabu dan aneh di kalangan masyarakat Indonesia sekarang ini. Bahkan, anak SD pun menggunakan kata 'pacaran' untuk menyandai temannnya-hal ini yang membuat saya sangat heran, anak SD saja sudah kenal pacaran. Kita pun tidak asing-jika umur kita sudah 20-an tahun-dengan pertanyaan "sudah punya pacar belum?". Sering kali, di kalangan pergaulan anak muda, jika ada yang belum punya pacar atau belum pernah pacaran,sering jadi bahan olokan dan tertawaan. Mungkin diantara kita ada yang malu jika tidak atau belum punya pacar. Pacaran, selain telah jadi budaya, dia juga telah menjadi trend sekaligus kebanggan. Ya, kadang kala, Anda akan punya kebanggaan tinggi jika berhasil punya pacar yang cantik/ganteng, terkenal, dan idola. Bahkan, parahnya, di beberapa kalangan pemuda, semakin banyak pacar, semakin prestise dan bangga-lah Anda. Semoga Anda tidak seperti itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Emm..jika aku ditanya, aku termasuk pro atau kontra dengan pacaran?masuk mana ya?wah pertanyaan yang sulit untuk diriku sendiri. Hemm, bisa dibilang, aku tidak mempermasalahkan jika ada orang yang berpacaran maupun jika ada orang yang tidak berpacaran karena alasan agama maupun alasan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Apa si artinya pacaran itu buat Anda?Banyak orang bilang kalau pacaran adalah masa dimana sepasang kekasih bisa saling mengenal lebih dalam satu sama lain sebelum masuk ke jenjang pernikahan. Jika cocok dengan pacar ya lanjutkan, jika tidak ya putus. Entahlah, benar atau tidak mayoritas pendapat seperti ini-aku kira akan banyak argumentasi tentang benar tidaknya. Karena banyak ternyata pacaran dikalangan anak muda yang kemudian tidak berakhir di pelaminan. Jika memang pacaran itu adalah untuk proses pengenalan di awal sebelum pernikahan, lalu apakah anak SMP dan SMA yang sudah berpacaran itu sudah punya orientasi untuk menikah?Menurutku belum. Jika bisa di survei, mungkin, rata-rata orang yang menikah di Indonesia pernah berganti pacar lebih dari satu kali. Pacaran memang seperti trial and eror. Pacaran memang seperti coba-coba. Jika sesuai dan cocok, lanjutkan, dan jika tidak ya ganti. Jadi apakah pacaran itu bagian dari kesenangan duniawi kita?Mungkin akan tergantung dari siapa yang menjawabnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sangat sensitif ya kalau mengutarakan isi pikiran tentang pacaran.^^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sebenarnya, yang ingin aku singgung ditulisanku ini adalah kesalahan persepsi seorang pacar cowok terhadap ceweknya.Kesalahan persepsi itu adalah jika anda sudah berpacarana dengan seorang wanita, bukan serta merta wanita itu adalah milik Anda. Anda hanya seorang pacar bagi wanita itu, bukan suami yang bisa mengatur hidup pasangan anda. Seringkali kita temui permasalahn ini di kalangan anak-anak muda yang sedang berpacaran. Jadi bagi Anda yang berpacaran, aku kasih tulisan ini untuk kesehatan proses pacaran Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jika anda sudah mempunyai pacar, terutama jika Anda adalah pria, jangan sekali-kali menganggap pacar Anda milik Anda yang bisa Anda perlakukan seenak Anda sendiri. Pasangan kita mempunyai kehidupannya sendiri, kita tidak berhak sama sekali mengatur segala tetek bengek kehidupannya dia. Misalnya dari segi penampilan. Sekedar saran si memang boleh, tapi jika sampai kita yang menentukan pacar kita harus pakai baju apa dihari apa, itu sudah sangat berlebihan. Biarkan pasangan anda memakai pakaian yang memang ia sukai. Jika memang ia meminta saran dan pendapat kita, bolehlah kita berikan pendapat dan saran kita tentang penampilannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kita juga bukan orang yang berhak untuk tahu kemana saja pasangan kita pergi dan bersama siapa. Kebanyakan dari kita, sering kali menanyakan setiap hari pacar kita pergi kemana dan dengan siapa. Sekedar bertanya memang tidak masalah, tapi jika setiap hari kita bertanya tentang hal itu, apa hak kita?kita bukan suami atau bukan orangtua pacar kita. Apalagi jika kita sampai mengatur-atur boleh tidaknya pacar kita jika ingin berpergian. Wah, itu mah sudah sangat parah. Biarkan pacar kita punya kebebasan untuk pergi kemana dan dengan siapa. Kita tidak punya hak untuk melarang dan mengatur kemana ia pergi karena pacar kita bukan milik kita yang bisa kita atur-atur seenaknya. Baru aja pacar, belum suami kok. ^^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangan pernah juga Anda menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah dengan pacar Anda. Aku sangat salut jika proses berpacaran dilandasi oleh, selain cinta tentunya, kedewasaan. Jernih dan bijaksana dalam mendiskusikan sesuatu hal, terutama suatu problem antar pasangan. Kekerasan, apalagi jika sampai memukul pasangan kita, adalah bentuk pelanggaran dan pelecehan berat. Apa hak kita untuk memukul pasangan kita?baru sekedar pacar, bukan suami, bahkan suami pun ada larangan untuk memukul istrinya. Memarahi atau membentak pacar saja, menurutku, adalah hal yang seharusnya tidak dilakukan. Karena apa hak kita untuk memarahi pacar kita?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Yang ingin aku katakan adalah, pacar Anda lah bukan milik Anda. Dia seharusnya menjadi teman anda, sahabat anda, saudara anda, adik anda, dan keluarga anda, jika memang anda serius dan yakin bahwa pernikahan adalah akhir dari proses 'pacaran' (atau entahlah, istilah apa yang ingin anda pakai) anda. Pacar kita bukan lah milik kita yang bisa kita atur sekehendak hati kita. Kita tidak punya hak sama sekali untuk mengatur hidup pacar kita. Dia punya kehidupan sendiri yang ia jalani. Anda pacar, bukan dan belum suaminya. Karena itu, sependapat dengan temanku, bahwa pacaran yang dewasa dan bijaksana adalah kuncinya. Bukan pacaran model anak-anak yang sedikit-dikit marah dan cemburu. Tapi pacaran yang memang bisa saling mengisi, mendewasakan, dan menyemangati antara satu dengan yang lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Siapapun kita yang telah berpacaran, pastinya tahu dan paham jika pacaran mempunyai resiko untuk putus ditengah jalan. Karena seperti yang aku bilang diatas, bahwa pacaran ibarat uji coba, trial and eror. Jadi, jangan berlebihan menganggap pacar kita adalah milik kita, karena dia bisa kapan pun pergi dari kehidupan kita. ^^&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mohon maaf jika banyak banyak salah dalam menulis tulisan ini :-D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-7148597846975033719?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/7148597846975033719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/pacar-anda-bukan-milik-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7148597846975033719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7148597846975033719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/pacar-anda-bukan-milik-anda.html' title='Pacar Anda bukan Milik Anda'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-974814028077224209</id><published>2012-01-13T09:05:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T21:18:55.974-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><title type='text'>Makna OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) Jurusan bagi Saya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZCn28_My7gg/TxBhUWTErJI/AAAAAAAAAL8/cGmrkxY01g4/s1600/S4021413.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZCn28_My7gg/TxBhUWTErJI/AAAAAAAAAL8/cGmrkxY01g4/s200/S4021413.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Saya secara tiba-tiba, entah mengapa, mempunyai keinginan untuk menulis mengenai kenangan dan makna OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) yang saya ikuti dan juga yang pernah saya kelola bersama teman-teman angkatan. Mungkin kata-kata OSPEK sudah tidak lagi relevan dimasa sekarang ini, karena sering kata OSPEK diasosiasikan dengan perponcloan dan penindasan senior terhadap juniornya. Maka dari itu, kata OSPEK dalam tulisan ini akan saya ganti dengan MABIM atau Masa Bimbingan, biar tidak terkesan 'ngeri' meskipun judul tulisan saya memakai kata OSPEK.^^.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;MABIM, dikampus saya, khususnya jurusan dan fakultas saya, adalah acara wajib bagi mahasiswa baru dibawah program kerja dan tanggung jawab Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan dilaksanakan oleh senior 2 tahun di atas mahasiswa baru yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ditengah-tengah berbagai macam ide menulis yang muncul didalam kepala hari ini, keinginan menulis tentang hal-hal yang berbau 'kampus' sepertinya lebih kuat dibandingkan dengan pikiran yang lain. Kenapa saya jadi teringat MABIM? Kemarin salah satu teman satu angkatan mengajak saya untuk ikut datang di acara MABIM-nya mahasiswa baru 2011 di kampus Jepara. Tapi, sayang, beribu sayang, saya tidak bisa turut serta karena aktivitas saya yang tidak bisa saya tinggalkan. Teringat ajakan teman saya itu, akhirnya saya pun ingin membuka kenangan MABIM saya, baik saat saya menjadi peserta (mahasiswa baru) maupun saat saya menjadi panitia MABIM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Sudah menjadi semacam budaya di jurusan saya jika MABIM, setiap tahunnya, mempunyai nama yang berbeda-beda. Waktu itu, nama MABIM angkatan saya adalah SOS (Save Our Sea). Panitia pelaksana adalah angkatan 2005, dua tahun diatas saya. Panitia membagi kami kedalam beberapa kelompok yang beranggotakan, jika tidak salah, sekitar 10 orang. Kebetulan saya, oleh panitia, terpilih menjadi salah satu ketua kelompok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kakak-kakak kelas pun mulai masuk kedalam kelas-kelas untuk menjelaskan berbagai hal terkait acara itu. Akhir pekan pun terkadang menjadi waktu bagi kami untuk menerima penjelasan dari kakak kelas. Acara SOS terdiri dari event di dalam ruangan dan luar ruangan. Acara di dalam ruangan dilakukan di kampus Tembalang dan selebihnya acara dilakukan di kampus jurusan kami di Jepara. Acara didalam ruangan adalah salah satu sesi yang saya suka dan ingat betul, karena di sesi itu, saya mendapatkan banyak inspirasi dan motivasi juga penjelasan tentang masa depan di jurusan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Sesi itu membuat mata saya terbuka lebar, bahwa dunia itu begitu luas, bahwa mimpi sebesar apapun bisa kita wujudkan. Sesi itu menampilkan sosok mahasiswa dan alumni inspiratif. Saya pun menjadi semakin bersemangat, sehingga barangkali saya menjadi tampak seperti peserta yang hiperaktif karena terlalu banyak berkomentar.hehe. Saya semakin tahu setelah itu, jika fase emas mahasiswa ini jangan hanya dilewatkan dengan biasa-biasa saja. Harus ada makna berharga didalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Mungkin hal yang mayoritas paling ditakuti oleh kami, mahasiswa baru, waktu itu adalah galaknya para senior. Memang, banyak para senior kami waktu itu yang memasang wajah galak, sangar dan keras. Bahkan, sebelum kami pulang, senior-senior kami sempat memarahi dan membentak-bentak kami habis-habisan. Apalagi ditambah dengan banyaknya tugas yang aneh-aneh dari para senior yang semakin membuat perasaan kami kepada senior bercampur aduk. Ada perasaan takut, segan, dan tentu saja, jengkel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Acara kemudian bergeser ke kampus kami di Jepara. Acara 2 hari 3 malam yang tidak akan pernah saya lupakan. Disana, saya dan teman-teman satu angkatan melaksanakan autbond bersama. Autbond dibagi menjadi beberapa pos berdasarkan program studi di jurusan kami dan beberapa pos tambahan. Ada banyak hal lucu, konyol, juga menyebalkan yang terjadi selama acara outbond itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Sebagai seorang ketua kelompok, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk mengawasi kondisi teman-teman saya. Ketika kelompok saya tiba di salah satu pos, saya diminta menyebutkan satu per satu nama anggota kelompok. Ada satu orang anggota yang baru masuk di kelompok saya, jadi saya belum begitu hafal namanya, apalagi kami berbeda program studi. Dengan penuh percaya diri dan suara lantang, saya sebut nama demi nama anggota saya. Ternyata ada satu nama yang salah saya panggil. Terang saja, hal itu membuat senior saya marah besar. Dia pun membentak-bentak dan memarahi saya habis-habisan. Saya ingat betul mimik muka marah diwajah senior perempuan saya itu. Hingga setelah selesai acara, baru saya tahu nama beliau..hehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kami harus berguling-guling di lapangan penuh lumpur, merayap di kubangan lumpur tambak, menyelam di kotornya air muara, mengambil substrat kotor didasar pantai, bahkan diminta mencium pasir. Kadang-kadang saya merasa senior-senior saya hanya mempermainkan kami dengan perintah-perintah yang konyol dan menyiksa. Terkadang pula, saya jengkel dan marah kepada mereka, tapi hanya bisa saya simpan didalam hati.^^&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Sepanjang perjalanan itu, kami sering bercanda dengan teman satu kelompok, sehingga membuat kami tertawa bersama. Apalagi misalnya saya dan kelompok saya sedang bertemu atau melihat kelompok lain sedang 'dikerjai' oleh senior dan melihat wajah serta pakaian mereka yang kotor, tawa dan canda kami tidak hentinya berhenti. Meskipun wajah dan badan kami pun sama seperti mereka. Hal seperti itu setidaknya bisa menghilangkan sedikit rasa capek dan jengkel yang kami rasakan. Kami pun semakin akrab satu sama lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Setelah outbond selesai, malam harinya, acara dilanjutkan kembali. Tekanan dan stress kami waktu itu tidak terbayang lagi. Belum banyak istirahat, bentakan dan marah dari senior kami terima lagi. Capek, jengkel, dan senang beraduk jadi satu. Tapi, mau tidak mau kami harus bertahan sampai acara selesai. Ada konflik besar malam itu antara panitia, dan memaksa kami, peserta, untuk turut campur. Bentakan demi bentakan saya dengar silih berganti. Benar-benar malam yang penuh dengan emosi. Banyak diantara peserta yang hanya diam. Diam tidak tahu harus berbuat apa. Beberapa dosen muda di jurusan saya pun turut serta dalam momen itu. Akhirnya..........................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Pagi hari pun tiba. Segala capek, jengkel, dan amarah berubaha menjadi canda tawa. Senior kami mengajak kami untuk tertawa dan bercanda bersama. Sungguh, lega rasanya. Waktu itu, adalah salah satu momen terindah yang pernah saya rasakan. Tidak ada lagi bentakan yang saya dengar, saya hanya melihat wajah senang penuh senyum dan tawa diantara semua orang yang ada ditempat itu. Semuanya berbaur bersama, seperti tidak ada batas antara senior dengan junior.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kami pun, para mahasiswa baru, setelah acara itu resmi dilantik sebagai bagian dari keluarga besar Jurusan Perikanan Universitas Diponegoro. Meskipun momen pelantikan itu tidak terlalu dikemas dalam suasana yang khitmad dan elegan serta berkesan, bagi saya itu adalah bagian yang tidak terlupakan. Yakni saat, nama kami disebut satu demi satu, dan secara resmi berhak mengenakan jas almamater kebanggaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ada banyak sekali manfaat luar biasa besar dari acara tersebut yang saya rasakan saat ini, yakni ketika saya sudah berada diambang batas masa mahasiswa, diantaranya adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;1). Saya semakin kenal dan tahu seluruh teman satu angkatan saya, meskipun kami berbeda program studi. Jurusan saya terdiri dari 4 program studi, masing-masing program studi terdiri lebih dari 100 mahasiswa. Bayangkan, jika tidak ada acara yang mempertemukan seluruh mahasiswa satu jurusan dalam waktu lama sehingga memungkinkan mereka saling berinteraksi dan berkomunikasi, mungkinkah mahasiswa satu jurusan, satu angkatan akan mengenal satu sama lain?paling pol mereka hanya akan mengenal teman satu program studinya saja. Apalagi setelah menjadi panitia acara serupa untuk adik tingkat, dijamin pasti akan semakin mengenal teman-teman satu angkatan dan satu jurusan serta tentu saja para kakak kelas. Kenal dan tahu kepada kakak kelas sangat penting artinya, karena mereka lah yang bisa membantu kesulitan kita saat mengerjakan laporan, tugas, dan praktikum. Dan tentu saja saat di dunia kerja nantinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;2). Persaudaraan (brotherhood) diantara teman satu angkatan dan dengan kakak-kakak kelas semakin erat. Eratnya persaudaraan ini membuat persatuan diantara kami pun semakin kuat. Persatuan ini yang dibutuhkan untuk memajukan jurusan dan almamater. Persaudaraan dan persatuan yang terus berlangsung walaupun saat kami tidak lagi berstatus sebagai mahasiswa. Pembangunan almamater memang tidak akan pernah bisa dilepaskan dari peran alumninya. Maka, persaudaraan dan persatuan yang tumbuh saat MABIM dan masa setelah itulah yang akan membantu pembangunan almamater dan jurusan. Terbukti setelah acara MABIM, saya semakin dekat dengan senior-senior. Menjadi sering bercanda, berkumpul dan meminjam laporan serta tugas-tugas dari mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;3). Tumbuh dan kuatnya rasa kebanggan dan kecintaan terhadap almamater dan jurusan. Rasa bangga dan cinta akan mengawali seseorang memberikan yang terbaik kepada sesuatu yang dicintainya. Tidak ada rasa ragu lagi bahwa nama jurusan dan almamater harus dijunjung tinggi sampai kapanpun.Tapi, rasa bangga dan cinta terhadap jurusan dan almamater tidak boleh menjadi kecintaan dan kebanggan sempit yang mengagung-agungkan jurusan dan almamaternya lebih dari apapun, sehingga membuat perpecahan dan perselisihan di sebuah team yang terdiri dari banyak background jurusan dan almamater. Fanatisme sempit tidak sama sekali saya rekomendasikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Betapa sungguh, momen MABIM adalah awal persitiwa dari perjalanan panjang penuh makna dari seorang mahasiswa baru di jurusan saya dalam mengarungi kehidupannya di kampus. Namun demikian, mungkin, bagi beberapa orang, MABIM atau OSPEK tidak menghasilkan apa-apa, selain rasa capek dan jengkel. Karena itu, kembali lagi kepada kita sendiri, apakah kita bisa mencari dan mendapatkan makna dari acara itu atau justru sebaliknya. Anda pilih yang mana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Saya semakin menyadari bahwa seorang kakak pasti akan mendidik adiknya dengan sebaik-baiknya, apapun yang terjadi. Hal itu semakin menguat setelah saya menjadi panitia MABIM untuk adik tingkat saya. Kini saya mempunyai tanggung jawab untuk mendidik adik tingkat saya, begitupun suatu saat nanti adik kelas saya untuk adik kelasnya dan seterusnya. Siklus regenerasi itu akan terus berputar. Seorang kakak selalu menginginkan hal terbaik untuk adiknya. Pasti seperti itu juga ketika semua orang menjadi kakak bagi adiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 15px; line-height: 17px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;- by: panca dias purnomo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;source: http://pancagarden.blogspot.com/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-974814028077224209?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/974814028077224209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/makna-ospek-orientasi-pengenalan-kampus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/974814028077224209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/974814028077224209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/makna-ospek-orientasi-pengenalan-kampus.html' title='Makna OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) Jurusan bagi Saya'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ZCn28_My7gg/TxBhUWTErJI/AAAAAAAAAL8/cGmrkxY01g4/s72-c/S4021413.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-3603223904082906053</id><published>2012-01-12T06:06:00.000-08:00</published><updated>2012-01-13T04:45:51.664-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travelling'/><title type='text'>Menuju Pelabuhan Ratu dari Kota Sukabumi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Well, sebenarnya saya sudah lama ingin menulis tentang perjalanan saya ke Pelabuhan Ratu sejak beberapa minggu yang lalu. Tapi niat itu harus saya tunda dan baru bisa saya wujudkan hari ini. Perjalanan saya dari Kota Sukabumi ke Pelabuhan Ratu terjadi pada pertengahan bulan November 2011.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tujuan saya ke sana awalnya bukan untuk berlibur atau rekreasi, melainkan berkaitan dengan penelitian saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tulisan ini adalah tulisan pertama mengenai tema 'Travelling' yang saya buat di blog ini. Saya memang gemar ber-travelling. Itu adalah bagian dari hobi saya. Saya senang melihat suasana dan hal-hal baru. Saya akan mencoba terus memposting cerita perjalanan saya dalam mengunjungi tempat-tempat baru, dan semoga saya akan mengunjungi semua benua di dunia ini. Amin. Ceritanya pun semoga bisa saya tulis di blog ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ya, saya berada di Kota Sukabumi dalam rangka melakukan penelitian untuk menyusun skripsi sebagai syarat memperoleh gelar sarjana. Saya melakukan penelitian di sebuah lembaga penelitian dan pengembangan milik pemerintah di Kota Sukabumi. Awalnya saya merancang penelitian saya di suatu daerah di Jawa Tengah, agar lebih dekat dengan rumah dan kampus serta dapat menghemat biaya. Tapi ternyata hal itu tidak memungkinakan karena alat laboratorium yang saya butuhkan tidak memadai. Saya kemudian menghubungi seorang perekayasa (peneliti) yang desertasi beliau saya jadikan salah satu referensi skripsi saya, untuk meminta saran dimanakah seharusnya penelitian saya lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Karena dulunya beliau adalah peneliti di lembaga penelitian di Sukabumi maka beliau pun menyarankan kepada saya untuk melakukan penelitian di Sukabumi. Namun, semenjak 3 tahun lalu, beliau dipindahtugaskan untuk mengelola sub-unit lembaga penelitian itu yang terletak di Pelabuhan Ratu. Beliau juga menyarankan saya untuk menghubungi seorang perekayasa yang masih bekerja di lembaga penelitian Sukabumi agar dapat membantu pelaksanaan penelitian saya di Sukabumi. Merasa mendapatkan jalan, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan penelitian di Sukabumi, meskipun jauh dan tentu biaya transportasi yang cukup mahal. Kebetulan, ada beberapa senior saya yang pernah melakukan penelitian di lembaga tersebut dan juga ada beberapa senior saya yang bekerja di lembaga tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya, akhirnya terdampar di Sukabumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah sekitar 2 minggu di Kota Sukabumi, peneliti yan dulu menyarankan saya melakukan penelitian di Sukabumi mengajak saya mengunjungi tempat beliau bekerja sekaligus rumah beliau di daerah Pelabuhan Ratu. Saya pun sangat tertarik dan langsung mengiyakan undangan beliau.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berbekal sms petunjuk dari peneliti tersebut, saya beranikan diri melangkah sendirian menuju Pelabuhan Ratu, untuk pertama kalinya. Saya naik angkot menuju terminal kota Sukabumi. Terminal itu berada kurang lebih 1 km di barat Lapangan Merdeka Sukabumi. Setelah turun dari angkot, saya mencari bus MGI tigaperempat warna biru. Bus menuju Pelabuhan Ratu, sesuai informasi yang saya peroleh, ada dua jenis yaitu MGI biru Ekonomi AC dan MGI biru ekonomi non AC. Katanya (saya tidak tahu pasti), kedua bus itu mempunyai rute perjalanan yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ternyata, bus MGI (saya tidak tahu singkatan dari apa) AC dengan trayek Sukabumi-Pelabuhan Ratu banyak terparkir di luar Terminal. Bus-bus itu terparkir di sebelah selatan terminal dengan moncong bus menuju kearah barat. Seperti pada umumnya, tulisan trayek tertulis jelas di kaca depan dan belakang bus.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya mencari bus dengan jumlah penumpang yang paling banyak, agar saya tidak terlalu lama menunggu. Penumpang yang sudah terlihat banyak didalam bus, biasanya sopir bus akan segera tancap gas. Saya masuk dan memilih deretan kursi sebelah kiri, nomor dua dari depan. Seperti biasa, ada banyak penjual beraneka rupa didalam bus. Suara mereka saat menawarkan barang dagangan terdengar silih berganti. Tidak ketinggalan pengamen mempertontokan suara dan petikan gitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ada seorang bapak yang mengenakan seragam khas pegawai negeri yang menyodorkan tangan kepada semua penumpang dan meminta uang 500 rupiah. Saya baru menemui budaya seperti ini di Kota Sukabumi. Ketika saya naik bus dari Semarang, Purworejo, atau daerah manapun saya belum pernah menemui ada seorang bapak-bapak pegawai pemerintah yang meminta uang retribusi kepada setiap penumpang. Saya pun tidak tahu, maksud dan tujuan bapak tadi. Saya hanya mengikuti perilaku penumpang-penumpang didepan saya seketika bapak itu menyodorkan tangannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Selang berapa saat bus melaju. Seorang kernet berdiri dan meminta uang tiket bus kepada seluruh penumpang. Anda hanya perlu membayar 20 ribu untuk tiket bus dari Sukabumi ke Pelabuhan Ratu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya keluarkan sebuah buku dari tas dan mulai membacanya. Novel yang baru saya beli itu ternyata cukup membuat mata saya terbuka dan tidak mengantuk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Saat saya melihat keluar jendela bus, saya menyadari bahwa saya benar-benar asing dengan daerah ini. Pemandangan ini baru pertama kali saya lihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Masuklah seorang pemuda dengan gitar di kedua tangannya. Pemuda itu mulai berbicara dalam bahasa sunda yang sungguh tidak saya mengerti artinya sama sekali. Setelah basa-basinya selesai, pemuda itu mulai menyanyi dan tidak saya sangka, dia menyanyikan lagu tradisional sunda dengan khas cengkok sundanya. Aku terkesan. Nada-nada lagu tradisional sunda, bagi saya, memang nyaman didengarkan. Tidak ragu saya beri pemuda itu imbalan demi menghargai upayanya untuk menghibur penumpang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tidak kuasa menahan kantuk, saya pun tertidur. Terkadang saya terbangun dan ketika melihat sekeliling, hanya pegunungan dan pohon disepanjang jalan. Jalan yang dilalaui bus saya pun menanjak. Sepertinya bus saya sedang melalui pegunungan. Pemandangan seperti ini sepertinya sering saya temui dalam perjalanan di provinsi Jawa Barat. Jawa Barat memang banyak mempunyai daerah pegunungan, tidak heran jika daerah ini terkenal dengan suhu udaranya yang dingin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Akhirnya, setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, sampai juga saya di terminal Pelabuhan Ratu. Sesuai petunjuk yang saya terima melalui sms, saya harus naik angkot warna biru jurusan Cisolok. Saya turun dari bus, dan dengan penuh kepercayaan diri (meskipun baru pertama kali), saya terus berjalan sambil mata saya mencari angkot berwarna biru.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ada sebuah angkot biru dengan sopirnya yang meneriaki "Solok, solok, solok" kepada setiap orang yang turun dari bus. Itu pasti angkot yang saya cari. Tanpa pikir panjang, saya mengampiri angkot itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sial bagi saya, saya harus menunggu hampir 30 menit sampai angkot yang saya tumpangi benar-benar beranjak dari area terminal. Ternyata si sopir angkot hanya bolak-balik di area itu. Dia menunggu sampai angotnya terisi penuh. Saya sempat menggerutu dan mengumpat dalam hati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pelabuhan Ratu adalah ibukota kabupaten Sukabumi. Kota ini cukup ramai. Ramai dengan aktivitas banyak orang. Pasar dan pelabuhan perikanan samudra membuat denyut kota ini terasa hidup. Selain itu, Pelabuhan Ratu terkenal dengan berbagai obyek wisata pantainya yang mempesona. Apalagi jaraknya yang dapat diupayakan oleh warga kota padat seperti Bogor dan Jakarta, sehingga kota dengan pantainya ini tidak pernah sepi dengan pengunjung. apalagi jika hari libur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Karena letaknya dipinggir laut, Matahari di kota Pelabuhan Ratu terasa lebih menyengat, seperti kebanyakan kota-kota di pinggir pantai seperti Semarang dan Surabaya: panas!. Berbeda halnya di Kota Sukabumi yang super dingin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Akhirnya angkot yang saya naiki melaju juga. Saya buka lagi sms petunjuk yang saya terima sehari sebelumnya, untuk memastikan dimana saya harus turun. Setelah yakin dengan petunjuk arah dan "&lt;i&gt;sign&lt;/i&gt;" dimana saya harus turun, saya mulai menikmati pemandangan sekeliling.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya bisa melihat pantai secara langsung dari dalam angkot. Garis pantai dan deburan ombaknya terlihat jelas serta nampak rumah-rumahan kecil ditengah laut. Ombak laut pelabuhan ratu berkejaran disana, buih airnya terlihat jelas. Beberapa orang terlihat sedang asik bermain di pasir pantainya yang putih. Menyenangkan rasanya bermain dipinggir pantai seperti itu. Saya pun harus mencobanya nanti.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Banyak kios-kios penjual makanan ringan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;di pinggir pantai. Kios-kios itu pada umumnya terbuat dari bambu. Saya lihat juga ada beberapa hotel mewah yang terletak persis di pinggir pantai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Angin semilir meniup wajah saat saya sadar jika saya sudah hampir sampai ditempat yang saya tuju. Saya akan mempunyai banyak kesenangan di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;-The End-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-3603223904082906053?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/3603223904082906053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/menuju-pelabuhan-ratu-dari-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/3603223904082906053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/3603223904082906053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/menuju-pelabuhan-ratu-dari-kota.html' title='Menuju Pelabuhan Ratu dari Kota Sukabumi'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-7124108687334789619</id><published>2012-01-11T08:18:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T02:43:09.423-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personaly'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><title type='text'>Almamaterisme?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sudah cukup lama rasanya saya tidak menulis baik di blog maupun note facebook. Keinginan untuk menulis sepertinya sedang tidak menghinggap didalam tangan dan kepala saya selama kurang lebih 2 minggu ini. Entahlah, apa penyebabnya. Mungkin saya rasa, saya sedang jenuh, bosan, dan tidak bergairah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ketika keinginan untuk menulis itu muncul, yang ada dikepala saya adalah peristiwa hidup yang saya alami selama penelitian saya di sebuah institusi penelitian milik pemerintah di Sukabumi, Jawa Barat. Tulisan ini pun barangkali akan banyak mengambil cerita dari sudut pandang saya dan sekaligus bentuk curhatan tertulis saya di blog ini. Saya memang suka menulis keluh kesah pun dengan pemikiran-pemikiran saya dalam bentuk tulisan, yang kemudian saya terbitkan di blog, note, atau saya simpan untuk diri sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dengan menulis-seperti ini-saya serasa sedang mengurangi beban dari dalam kepala saya sekaligus mengurai hal apa saja yang sedang saya pikirkan. Selain itu, saya bercerita kepada blog dan note karena, saya masih belum berbagi cerita mendalam kepada orang lain, bahkan kepada keluarga saya sendiri. Meskipun sering kali, saya tidak mendapatkan feed-back dalam bentuk saran atau apapun setelah saya menulis, tapi setidaknya 'curhat' kepada blog membuat saya lebih '&lt;i&gt;plong&lt;/i&gt;'. Jadi, tulisan saya ini adalah bagian dari 'curhatan' saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya membaca koran 2-3 hari yang lalu di perpustakaan tempat saya melalakukan penelitian. Salah satu cerita yang dimuat oleh semua koran yang saya baca (Republika, Kompas, dan Jakarta Post) adalah mengenai penelusuran jejak kematian Tan Malaka, seorang tokoh kemerdekaan Indonesia. Dalam salah satu artikel di koran tersebut, saya membaca petikan kalimat dari Tan Malaka yang dikutip dalam artikel tersebut. Saya lupa kalimat pastinya, yang saya ingat sepeti ini "&lt;i&gt;Mungkin jasadku sudah menjadi tanah, tapi suara tulisanku akan keras dan abadi"&lt;/i&gt;. Mungkin sudah banyak orang lupa siapa Tan Malaka, tapi bagi mereka yang bergelut dengan dunia pergerakan pemuda dan politik nasional, pasti kenal dengan Tan Malaka. Beliau memang telah wafat lebih dari 60 tahun lalu, tapi pemikiran-pemikiran beliau masih bergema sampai sekarang, terutama di kalangan aktivis politik dan kaum nasionalis. Beliau banyak menulis buku seperti Madilog dan Aksi Masa. Buku-buku beliau sampai sekarang masih sering dijadikan acuan aktivis pergerakan di Indonesia. Namanya masih awet dan abadi, meskipun jasad beliau sudah lama terkubur tanah. Itulah dasyatnya kekuatan menulis. Mungkin tulisan saya tidak sefenomenal karya Tan Malaka, tapi setidaknya tulisan-tulisan saya nantinya (saya harap) dapat diingat oleh garis keturunan saya meskipun saya sudah terkapar bersama tanah. Seperti kata Iwan Styawan "&lt;i&gt;Aku menulis untuk merapikan masa laluku". &lt;/i&gt;Maka, marilah menulis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menyoal tentang membaca koran, saya memang bisa dikatakan hampir setiap hari mengunjungi perpustakaan instansi tempat saya sedang penelitian untuk sekedar membaca koran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sebenarnya, selain motivasi utama saya adalah untuk mengetahui peristiwa yang terjadi di Nusantara dan dunia, saya setiap hari ke perpustakaan karena saya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"tidak mempunyai banyak pekerjaan disini". Terkadang saat saya berjalan menuju tempat penelitian, saya bertanya kepada diri saya sendiri "apa aktivitas saya hari ini?".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Banyangkan kawan, sudah hampir 2 bulan saya disini. Tapi penelitian saya belum jua bisa saya mulai. Tahu kenapa?karena ikan yang saya akan jadikan obyek penelitian selalu saja tidak selamat melewati fase aklimatisasi, alias mati. Banyak kendala yang saya hadapi disini, saya sepeti tidak mendapatkan sosok orang yang benar-benar bisa saya jadikan tempat sandaran. Pembimbing lapangan, yang katanya tugasnya membimbing, pun tidak. Saya seperti melakukan semuanya sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tidak ada seorang pun yang bisa saya minta bantuannya. Saya layaknya orang yang sedang berdiri sendirian di tengah lapangan sepak bola dan dilihat oleh banyak orang di luar lapangan sembari meneriaki saya dengan kata-kata yang tidak jelas saya dengar. Dari tengah lapangan, saya hanya bisa melihat gerak tubuh mereka yang seolah-olah sedang menertawakan dan menunjuk-nunjuk kearah saya. Itulah yang saya rasakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bahkan orang yang saya anggap dapat membantu saya untuk berjalan dan berlari keluar dari kesendirian ditengah lapangan, hanya bisa melihat saya. Pertolongan yang saya harapkan dari mereka, sepertinya sia-sia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ini adalah perspektif saya, apa yang saya rasakan, dan bukan yang dirasakan orang lain. Karena saya tidak pernah tahu apa yang sedang mereka pikirkan. Pernah suatu ketika, bebebarapa orang membuat penelitian saya sebagai bahan candaan. Mereka tertawa diatas penderitaan saya. Siapa si yang mau penelitian lama-lama?Tidak ada!. Setiap orang pasti ingin cepat selesai. Beberapa seolah menanyakan bagaimana penelitian saya, tapi dengan kata, mimik dan gerak tubuh yang sangat layak seperti mengorek luka. Sudah jelas ada luka, tapi malah dikorek, jelas makin sakit. Bahkan tanggapan yang sungguh tidak mengenakan dari orang yang seharusnya bisa memberikan nasehat dan pencerahan. Apa-apaan ini?Mungkin benar jika ini adalah budaya mayoritas masyarakat Indonesia. Kebanyakan dari kita sering menganggap penderitaan orang lain sebagai bahan &lt;i&gt;guyonan &lt;/i&gt;dan tertawaan yang lumrah dan wajar. Semoga saya salah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Beberapa kali saya mendengar dari orang yang berbeda-beda bahwa, sering kali di dunia kerja, eksklusivisme antar almamater benar-benar terjadi. Saya masih ingat suatu ketika ada seorang teman dari salah satu universitas besar di Indonesia yang terletak di Jogja bertanya kepada Direktur Utama SDM Pertamina, apakah benar bahwa selain almamater X, kemungkinan di terima di Pertamina sulit. Mungkin kita pun mempunyai pemikiran sama, bahwa terkadang sebuah instansi pemerintah sering didominasi oleh alumni almamater tertentu. Dia, teman saya itu, mendapatkan cerita tersebut dari seniornya. Ketika saya berada lembaga penelitian ini, cerita yang hampir sama seperti teman saya dari universitas di Jogja itu pun pernah saya dengar dari beberapa orang. Ada seorang, bahkan, yang mengatakan jika kamu bukan dari almamater X maka kamu tidak akan jadi siapa-siapa disini. Saya tidak tahu kebenarannya. Tapi memang dominasi itu ada.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jika memang almamaterisme di dunia kerja, almamaterisme disebuah instansi baik itu negeri atau swasta benar terjadi, maka saya sangat benci akan hal itu. &amp;nbsp;Bukankah setiap orang, entah dari lulusan perguruan tinggi apapun layak mendapatkan perlakuan yang sama. Picik dan sempit sekali jika ada orang yang menggunakan prinsip "&lt;b&gt;&lt;i&gt;beda almamater, beda perlakuan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;". Barangkali hal seperti itu adalah yang membuat negara kita terus saja terpuruk seperti ini, karena setiap orang di pucuk pengelola negara ini yang notabene adalah lulusan dari perguruan tinggi di Indonesia saling rebut pengaruh dan memperkerdil keberadaan alumni perguruan tinggi yang berbeda. Bukankah yang seperti itu melahirkan budaya kerja yang tidak sehat dan justru negatif?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya masih ingat betul salah satu prinsip mengapa Eropa atau dunia barat bisa maju dan sejahtera seperti sekarang ini seperti yang tertulis di buku karya Kishore Mahbubani, adalah '&lt;b&gt;&lt;i&gt;meritokrasi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;' atau kesamaan, kesetaraan, berdasarkan kualitas. Bukankah sangat tidak adil jika seseorang mendapatkan perlakuan yang berbeda dan tidak dapat menempati posisi strategis jika hanya karena berbeda almamater?bukan pada kualitas dan kompetensi orang itu?Coba renungkan, apakah budaya meritokrasi sudah kita rasakan di negara ini?Barangkali di beberapa sektor meritokrasi sudah terlaksana dengan baik, tapi &amp;nbsp;sering kita dengar saat ini budaya KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) masih mengakar di dunia kerja negara ini. Jika anda tidak punya relasi dan cukup uang terkadang anda sulit untuk masuk menjadi pegawai di instansi pemerintah terntetu. Semoga saya pun salah menilai hal ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bagaimana mungkin negara ini bisa mempunyai kinerja yang produktif dan progresif jika para pemegang kepemimpinan di lembaga-lembaga pemerintah saling menonjolkan almamaternya masing-masing?Yang terjadi jika paham almamaterisme menjadi paham yang diamini bersama, terutama oleh pucuk-pucuk pimpinan, yang ada adalah dominasi dan pengerdilan peran alumni almamater lain serta tentu saja budaya kolusi dan nepotisme.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Saya membenarkan usaha-usaha jiwa muda dalam pembinaan kesatuan bangsa ini, dengan menghilangkan sikap-sikap dan sifat-sifat menyendiri (eksklusivisme), dengan jalan penyatuan, pembauran (asimilasi) dalam tubuh bangsa Indonesia"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(Soekarno)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Diatas adalah kutipan kalimat dari presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang mengatakan bahwa ekslusivisme dikalangan kaum muda harus dihilangkan. Ekslusivisme yang dikarenakan almamater, suku, agama, maupun organisasi harus dihilangkan dalam pemikiran dan tindakan seluruh masyarakat Indonesia. Menurut saya, ekslusivisme seperti itu akan membunuh potensi seseorang. Membunuh potensi jauh lebih merugikan, karena hasilnya adalah ketidakproduktifan kerja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menurut saya, kecintaan terhadap almamater memang harus dipunyai oleh setiap orang. Bahkan, saya sendiri sangat cinta mati terhadap almamater saya. Tapi, jika sddah berada pada lingkungan yang heterogen, dan mencangkup kepentingan yang jauh lebih luas, maka ekskulisvisme alamamater harus dibuang, yang diutamakan adalah kepentingan nasional, bangsa dan negara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saya sangat terkesan dengan Bapak Waluyo, Direktur SDM Pertamina, pada saat saya bertemu dengan beliau di acara temu bareng penerima beasiswa Pertamina seluruh Indonesia di Jogja pada tahun 2009, yang mengatakan kepada seluruh peserta yang sedang memakai jas almamater kebanggaan mereka masing-masing dan duduk mengumpul dengan teman dari almamater yang sama seperti ini &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Akankah kalian akan terus menonjolkan warna jas almamater kalian masing-masing?"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, seketika itu, kami pun melepas jas almamater kami. Sehingga yang terlihat tidak ada blog warna masing-masing almamater di dalam pertemuan itu. Setelah saat itu, saya tahu bahwa ternyata &amp;nbsp; Pak Waluyo bukanlah alumni dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, bahkan beliau adalah lulusan SMK.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Masihkah kita menjadi agen paham almamaterisme yang jelas-jelas membuat perpecahan di dunia kerja negara ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Almamaterisme, atau paham sempit terhadap almamater, atau ekslusitivas &amp;nbsp;almamater, harus kita hilangkan dari seluruh dunia kerja di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Say No To Almamaterism!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-7124108687334789619?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/7124108687334789619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/almamaterisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7124108687334789619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7124108687334789619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/almamaterisme.html' title='Almamaterisme?'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-4414452821308866709</id><published>2012-01-03T08:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-03T09:02:07.153-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uneg-uneg'/><title type='text'>Kisah Kita Berakhir di Januari?LPJ Bukanlah Akhir</title><content type='html'>&lt;blockquote style="background-color: white; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 5px; color: #333333; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 15px; padding-right: 15px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“Berat&amp;nbsp;bebanku&amp;nbsp;meninggalkanmu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;separuh&amp;nbsp;nafas&amp;nbsp;jiwaku&amp;nbsp;sirna…..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;****&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*** dengarkan dengarkan lagu… lagu ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;melodi rintihan hati ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;kisah kita berakhir di Januari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;selamat tinggal kisah sejatiku ***”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;(Januari-Glen Fredly)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Mungkin diantara sahabat ada yang bertanya-tanya, mengapa saya mengutip potongan lirik lagu Glen Fredly yang berjudul Januari, seperti diatas itu.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, semoga rasa heran sahabat akan terjawab sebentar lagi, tentunya setelah selesai membaca note&amp;nbsp; ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Apa yang pertama kali sahabat pikirkan saat mendengar “Januari”?. Rasanya akan banyak sekali hal yang sahabat pikirkan saat mendengar nama bulan yang pertama ini. Barangkali diantara sahabat, ada yang teringat dengan tanggal jadian atau mungkin putus dengan pacar, &amp;nbsp;bulan dimana sahabat berulang tahun, bulan saat sahabat diwisuda, atau mungkin bulan saat sahabat berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Atau ada yang lain?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Untuk sahabat yang aktif mengelola organisasi mahasiswa (seperti kita) tentunya bulan Januari, mempunyai makna atau arti tersendiri untuk kita dan organisasi kita. Apakah itu?Yapz, di bulan Januari, kita akan melaksanakan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban). LPJ adalah saat dimana kita akan mempertanggungjawabkan semua aktifitas kita selama satu tahun ini didepan dewan legislatif mahasiswa yang terhormat, sebagai representator mahasiswa dalam sistem&amp;nbsp;&lt;em&gt;student government&lt;/em&gt;&amp;nbsp;di kampus kita. &amp;nbsp;Sehingga, LPJ, tidak mengherankan, umumnya akan diisi dengan drama penuh heroisme dan meloisme (kalau boleh saya sebut begitu), yakni penuh semangat dan keharuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Wajar memang jika kita merayakan masa setelah LPJ dengan bersuka cita, karena kita telah selesai mengemban amanah dan tanggung jawab. Rasa lega dan terbebas dari beratnya pikulan tanggung jawab itu yang membuat kita ingin merayakannya dengan ‘sesuatu’ yang berbeda. Ibarat kita yang berhasil bernafas lega dan bebas setelah menyelesaikan satu putaran lari mengelilingi lapangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Apakah LPJ sebatas penyampaian tanggungjawab atas aktifitas-aktifitas kita selama satu tahun?That’s it?Mungkin mayoritas kita akan menjawab “Tidak”. Ya benar, tidak sama sekali, karena LPJ berarti juga adalah masa kepengurusan kita di organisasi eksekutif ini akan berakhir. Itu berarti juga, kebersamaan kita selama satu tahun dalam mengelola organisasi ini akan berakhir. Posisi-posisi kita didalam lembaga mahasiswa akan segera diganti dengan orang dan energi baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tapi, bukankah itu berarti perpisahan?Lalu, apakah LPJ adalah kunci untuk membuka jendela perpisahan?Apakah LPJ adalah titik akhir kebersamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan kita?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tidak sahabat sekalian. LPJ hanya sebatas selesainya amanah kita dalam mengelola lembaga secara formal. LPJ hanya sebatas itu. LPJ bukan bertanda bahwa kebersamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan kita yang selama ini kita rasakan di lembaga mahasiswa berakhir. LPJ bukan juga alasan untuk menyebut teman satu organisasi kita sebagai&amp;nbsp;&lt;em&gt;mantan&lt;/em&gt;&amp;nbsp;teman,&amp;nbsp;&lt;em&gt;mantan&lt;/em&gt;&amp;nbsp;saudara, atau&amp;nbsp;&lt;em&gt;mantan&lt;/em&gt;keluarga. Kita adalah teman, saudara, dan keluarga selamanya. Teman, saudara, dan keluarga yang tidak dilandaskan pada sebatas takdir darah maupun daerah, atau sebatas hubungan kerja formal hierarki organisasi, melainkan karena rasa persamaan visi dan rasa senasib sepenanggungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;LPJ bukan akhir sahabat sekalian, melainkan awal dari kisah kekeluargaan kita selamanya. Kekeluargaan, pertemanan, dan persaudaraan kita pun juga tidak bisa dihitung hanya pada saat pelantikan dan penyampaian LPJ. Bahkan, bagi mereka yang benar-benar meresapi apa yang ia kerjakan selama satu tahun ini, pastilah ia merasakan suatu ‘kehilangan’. Kisah kita ini, tidak mengenal batas waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seperti yang pernah saya tulis untuk sahabat sekalian, bahwa apapun organisasi mahasiswanya, organisasi mahasiswa adalah organisasi kekeluargaan. Motivasi dan dorongan terbesar&amp;nbsp; kita ketika memutuskan terjun ke dunia keorganisasian mahasiswa adalah kekeluargaan. Keinginan untuk mempunyai keluarga dan sahabat baru. Itulah nilai yang tidak terukur harganya didalam sebuah organisasi, nilai yang oleh semua anggota ingin mereka raih, dan nilai yang menjadi tali penguat bangunan organisasi. Serta, nilai yang membuat relasi hierarkis organisasi terkadang lenyap dan tidak berarti. Itulah nilai penguat roda perpuataran organisasi kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seperti kata mereka:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="background-color: white; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 5px; color: #333333; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 15px; padding-right: 15px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“…….kerja sosial yang tidak mendapat imbalan, memperjuangkan nasib anak bangsa yang ingin menuntut ilmu di Universitas Diponegoro.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Kesan selanjutnya adalah punya banyak saudara, sahabat, kakak, dan adik di lembaga ini yang semuanya penuh warna progresif&lt;/strong&gt;” (+62-8562515XXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“Seneng dan seru mendapatkan pengalaman dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;teman-teman baru&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;J” (+62-8569714XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“…..Bagi saya memberikan pengalaman luar biasa……walaupun terkadang terasa lelah dan sedikit emosi namun akhirnya terobati dengan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;kebersamaan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;anggota&lt;/strong&gt;…..” (+62-8576079XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;“…….Tali&amp;nbsp;&lt;strong&gt;persaudaraan sangat tinggi&lt;/strong&gt;, sedih juga mau berpisah dengan mereka…bangga menjadi&amp;nbsp; salah satu anggota BEM KM 2011, karena memiliki banyak anggota yang menjadi inspirator saya J. Tidak cukup ditulis dengan kata-kata, terlalu banyak kesan di BEM KM 2011.Is the best BEM KM 2011” (+62-8564290XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;“ Menjadi&amp;nbsp;&lt;strong&gt;keluarga baru penuh suka duka&lt;/strong&gt;, pembelajaran untuk sosialisasi dengan banyak orang, and&amp;nbsp;&lt;em&gt;learn how to manage organization. This is place with great people, great organization and so unforgettable&lt;/em&gt;J&lt;em&gt;..”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(+62-8571045XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“&lt;strong&gt;Persaudaraan, karena itu hal yang tidak ternilai harganya&lt;/strong&gt;. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari BEM dan mengenal banyak orang. Mereka adalah orang-orang hebat yang telah mengajari saya.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Bukan tentang organisasi, tapi juga tentang persaudaraan&lt;/strong&gt;. Terimakasih” &amp;nbsp;(+62-8564168XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;“Senangnya punya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;keluarga yang solid&lt;/strong&gt;” (+62-69236XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“ Kesan mendalam saya adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;keakraban antar PH&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;(pengurus harian)J” (+62-8564141XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“Kesan yang aku dapet dari BEM KM adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;kekeluargaan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;baik dari PH maupun dari teman-teman kementrian, rame, heboh anak-anaknya” (+62-8564739XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“ Kesan mendalam,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;nambah-nambahin saudar&lt;/strong&gt;a…..”(+62-857409XXXX).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sekarang, kita semakin yakin bukan bahwa nilai kekeluargaan, persaudaraan, dan keakraban serta kebersamaan lebih dari apapun yang bisa kita dapatkan dan harapkan dari sebuah lembaga mahasiswa. Bukan popularitas, pencitraan, apalagi materi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kita memang dipertemukan bukan karena kebetulan, tapi ini adalah bagian dari rencana indah ALLAH SWT yang telah IA rancang untuk kita. BEM KM 2011 menjadi sarana pengenalan, pertemuan sekaligus pengakraban diantara kita. Hidup memang bukan suatu kebetulan “……...Tidak ada segala sesuatu yang kebetulan….(+62-856273XXXX). Kebersamaan kita selama ini telah dipenuhi dengan berbagai cerita penuh warna, sangat beraneka ragam, “ Layaknya kembang api” (+62-8574144XXXX). Warna yang terkadang membawa suka dan terkadang duka, tapi alhamdulilah semakin banyak konflik yang terjadi, justru kita belajar menjadi pribadi yang semakin dewasa (+62-857409XXXX).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Namun demikian, sebaik apapun pengelolaan sebuah lembaga atau organisasi, disana tetap terdapat banyak evaluasi. Evaluasi ini sangat diperlukan sebagai bahan perbaikan agar periode selanjutnya selalu mengalami improvisitas. Sudahkah rasa kekeluargaan ini dirasakan oleh semuanya? seperti kata mereka:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="background-color: white; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 5px; color: #333333; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 15px; padding-right: 15px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“Asik, seru, rame, banyak pengalaman yang bermanfaat,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;tapi belum bisa kenal semua pengurus BEM KM,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;hiks” (+62-8191176XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“&lt;strong&gt;Saya merasa kekeluargaan dikementrian saya sangat erat. Tapi saya tidak merasakan kekeluargaan di BEM KM, karena tidak ada kekeluargaan antar kementrian. Semua berjalan sendiri-sendiri, seolah ingin menunjukan bahwa kementrian merekalah yang paling baik. Anggota kementria hanya mau turut serta dalam kegiatan kememntria mereka. Mereka tidak merasa perlu turut serta dalam kegiatan kementrian lain. Kurangnya waktu/momen bersama bagi seluruh kader BEM juga menjadi penyebab buruknya ikatan kekeluargaan di BEM KM&lt;/strong&gt;” (+62-8564205XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Karena pengurus yang selanjutnya harus selalu semakin lebih baik, seperti kata saudara kita yang satu ini: “…..Saya berpikir 2011 lebih baik dari tahun sebelumnya, semoga pada 2012 bisa lebih baik lagi dan lagi” (+62-8573163XXXX). Sehingga, sedikit apa yang disampaikan oleh bagian dari keluarga kita itu menjadi salah satu dasar untuk memperbaiki lembaga ini selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kita telah melakukan yang terbaik sahabat sekalian “&lt;strong&gt;Meskipun BEM KM dan UNDIP tidak dapat memberikan apa-apa, namun kalian telah memberikan yang terbaik&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;(untuk keduanya)&lt;/strong&gt;.” (+62-8564034XXXX)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sahabat,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kita adalah keluarga, teman dan saudara sampai kapanpun. LPJ tidak akan membuat tali persaudaraan kita terputus atau pun ikatan pertemanan kita kendur. LPJ bukanlah akhir dari cerita kebersamaan kita. Justu, LPJ adalah bagian awal dari kisah panjang ikatan diantara kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Meskipun saya menyukai lagu Januari karya Glen Fredly itu,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;tapi percayalah, kisah kita tidak berakhir di Januari, melainkan akan terus berlanjut sampai ujung waktu. Kita adalah teman, saudara, dan keluarga selamanya!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Terimakasih untuk kalian semua,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tidak lupa juga untuk responden yang bersedia memberikan jawaban melalui sms, mohon maaf ada beberapa sms yang aku potong ^^,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ini adalah note yang coba aku buat untuk ‘sedikit’ menghapus rasa 'bersalahku' karena tidak dapat menghadiri acara LPJ BEM KM UNDIP 2011, tanggal 07 Januari 2011 mendatang. Semoga ada manfaatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-4414452821308866709?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/4414452821308866709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/kisah-kita-berakhir-di-januarilpj.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/4414452821308866709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/4414452821308866709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2012/01/kisah-kita-berakhir-di-januarilpj.html' title='Kisah Kita Berakhir di Januari?LPJ Bukanlah Akhir'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-3188425887180469596</id><published>2011-12-31T19:59:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T19:59:31.402-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kampusku Suatu Saat Nanti (part.7-habis)</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku berjalan mendekati pintu utama. Aku berdiri didepan sebuah kotak besar yang berisi berbagai macam informasi. Disana ada berbagai macam ikon bergambar, yang bisa memberikan informasi kepada siapa saja yang menekan ikon tersebut. Ada ikon bergambar dan bertuliskan “map”, “room”, “schedule”, “activities”, dan lain sebagainya. Ternyata layar besar ini, semacam pusat informasi semua kegiatan kemahasiswaaan di fakultasku. Semua bisa mengaksesnya informasi didalamnya hanya dekan cukup menekan tombol ikon yang diinginkan atau disana juga tertulis “click us at www.scfpik.undip.ac.id”. Tinggal klik saja sesuai dengan alamat website yang tersedia. Benar-benar sudah sangat maju sekarang, berbeda ketika jamanku aktif di organisasi mahasiswa.&amp;nbsp; Gambar-gambar di layar sentuh ini pun berganti-ganti dengan sendirinya, seperti yang aku temui di lantai satu dekanat tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku coba tekan ikon “map” di layar tersebut. Gambar sebuah peta muncul di layar tersebut. Banyak sekali ruangan dan nomor ruangan dilayar monitor. Dibawah gambar peta, aku lihat terdapat informasi yang menunjukan nama setiap nomor ruangan itu. Ruang A.101: Sekretariat BEM FPIK. Ruang A. 102: HMJ Ilmu Kelautan; Ruang A. 103: HMJ KMP Perikanan; dan seterusnya. Ternyata semua organisasi mahasiswa berada didalam gedung ini. Semuanya mempunyai kantor digedung ini, berbeda sekali ketika aku masih mahasiswa di fakultas ini. Banyak nama-nama organisasi mahasiswa yang tidak aku kenal disana. Organisasi mahasiswa di fakultasku telah banyak berubah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku dorong pintu transparan yang berukir sebuah kalimat, nama gedung itu “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;fisheries and marine science student centre&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” dan juga logo UNDIP diatas kalimat itu. Disebelah kanan koridor terdapat etalase yang terbuat dari kaca. Etalase itu berisi banyak sekali piala, piagam, dan plakat penghargaan atas prestasi-prestasi mahasiswa FPIK. Etalase itu sungguh besar, dan hampir seluruhnya terisi penuh dengan piala. Aku sungguh merasa bangga dan terharu melihat pemandangan seperti itu didepanku. Disebelah kiri koridor, juga terdapat sebuah etalase yang berisi bendera dan logo organisasi mahasiswa FPIK. Disebalah setiap bendera dan logo, terdapat foto-foto pengurus organisasi dan kegiatan-kegiatan mereka. Bahkan disalah satu logo organisasi mahasiswa ada baju ‘dinas’ organisasi beserta almamater UNDIP yang lengkap dengan bendera organisasi di lengan kanannya. Ada juga kalimat-kalimat jargon setiap organisasi mahasiswa FPIK didalam etalase itu. Melihat itu semua, aku menjadi semakin bangga terhadap fakultasku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku tidak ingin kehilangan momen ini, karena itu, aku keluarkan kembali kameraku dan mulai mencari obyek yang unik dan menarik.&amp;nbsp;Langkahku terhenti kemudian, setelah lensa kameraku membentur sebuah obyek yang menarik. Sebuah etalase kaca yang tergantung didinding koridor sebelah kiri, berisi foto-foto pemimpin organisasi mahasiswa setiap tahunnya yang dimulai tahun 2013. Aku jadi teringat, foto seperti ini juga ada di student centre di kampusku, Virginia Tech. Aku bergumam didalam hati, sambil menatap foto wajah-wajah penuh senyum itu, mereka pasti sangat bangga mendapat kehormatan diabadikan seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Memang sekarang sudah berbeda, jamanku dulu, mana ada foto ketua lembaga mahasiswa yang diabadikan dan mendapatkan apresiasi seperti itu. Tapi, aku senang jika sekarang semuanya menjadi jauh lebih baik dibandingkan jamanku dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku jamin, setiap orang yang masuk gedung ini pasti akan kagum dan semakin bangga terhadap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Melihat prestasi dan semua hal yang terpampang di etalase kaca itu, alumni dan mahasiswa pasti akan semakin cinta dan bangga terhadap almamater dan fakultasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku terus berjalan terus mengikuti jalan sepanjang koridor ini, teringat dengan kata-kata gadis yang aku tanyai diluar sana tadi. Semakin banyak mahasiswa yang aku temui disepanjang jalan. Bangunan ini memang adalah pusat aktifitas kemahasiswaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hingga akhrinya, tepat diujung jalan koridor ini, aku menemui sebuah pintu besar dengan tulisan yang tidak kalah besar diatasnya bertuliskan “Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan” lengkap dengan logo yang masih sama seperti jamanku dulu. Aku foto momen itu dengan kameraku. Pintu tampak telah terbuka, dan suara manusia gaduh terdengar dari dalam. Lega rasanya karena ada orang didalam ruangan itu. Aku mungkin akan sedikit kecewa jika ternyata pintu ruangan itu ditutup dan tidak ada seorang pun didalamnya, seperti ketika jamanku dulu, jarang anggota BEM yang mau berlama-lama di sekretariat, apalagi sampai malam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku ketuk pintu itu, dan “Hai semua, benar ini ruang sekretariat BEM FPIK?”. Tanyaku dengan sedikit basa-basi, agar tidak terkesan kaku. Mahasiswa yang sedang asik berdiskusi didepan white board dan beberapa yang sedang asik melihat notebook-nya terhenti dan melihat serempak kearahku. Aku lihat mata mereka, tatapan aneh penuh tanda tanya. Aku tidak mengenal sama sekali mereka, tidak ada wajah yang familiar di mataku. Maklum jarak angkatanku dengan mereka terpaut sangat jauh. Semua serempak menjawab “iya”. Kemudian, seorang mahasiswa berpakaian rapi, dan aku tebak adalah mahasiswa awal tingkat III, berdiri dan menghampiriku. Dia mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri. “Nama saya Lucky, saya salah satu anggota BEM FPIK” kata dia membuak percakapan. Aku membalas jabat tangannya, ketika akan membalas perkenalannya, dia justru memintaku untuk masuk “Silakan mas, masuk dulu. Silakan” Dia menunjukkan sebuah kursi kosong yang berada tepat disebuah meja. Sambil berjalan menuju ke arah kursi yang ditunjukan oleh Lucky, aku mengatami kondisi didalam ruangan itu. Benar-benar seperti kantor perusahaan, pikirku. Ada almari kaca, etalase, cabinet, computer, printer, meja, kursi, sofa, dan white board. Banyak terdapat tempelan-tempelan didinding, tapi tetap terlihat bersih dan rapi. Ruangan tersebut disekat-sekat dan terlihat cukup luas. Ada sebuah karpet ditengah-tengah ruangan, tempat anggota berkumpul dan rapat. Logo yang cukup besar terpampang persis didepan mataku, didinding sebelah atas meja penerima tamu. Subhanallah, bagus sekali ruangan ini. Sangat berbeda ketika aku masih aktif di organisasi ini dengan sekretariatnya yang berada di ruangan kecil, dilantai 3, di gedung sebelah sana. Aku bersyukur semuanya membaik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“Emm, maaf mas, ada yang bisa saya bantu?”, tanya seorang mahasiswa yang sudah duduk dibelakang meja. Aku terlalu lama memeperhatikan isi ruangan ini, sampai-sampai aku tidak menyadari jika ada seorang manusia dihadapanku. “Ehh, maaf, saya sedang mengamati isi ruangan ini. Oh ya, saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Panca,…” ketika aku akan melanjutkan nama lengkapku, Lucky yang duduk didepanku itu berucap “Mas Panca Dias Purnomo?”. Aku kaget, kenapa dia bisa tahu nama lengkapku?. “Iya, kok adek bisa tahu?”. Jawabku dengan wajah sedikit penasaran. “Wah, ini tho mas Panca. Makanya dari tadi kok sepertinya saya ngrasa pernah lihat. Ayo mas…! Saya tunjukan sesuatu”, ajak dia sambil berdiri menarik tanganku. Dia mengajakku ke salah satu ruangan yang berada disebelah kiri meja tadi.“Kami memajang semua foto ketua BEM FPIK mas, sejak berdiri sampai sekarang. Karena itu, kenapa saya bisa tahu nama lengkap mas Panca”. Kami sudah berada disebuah ruangan yang berisi deretan foto-foto. Disana tampak fotoku didalam bingkai yang terpasang berderet dengan ketua organisasi yang lain, dari tahun ke tahun. Aku sempat tercengang melihatnya, karena ketika jamanku dulu, ide ini hanya menjadi sebuah wacana. “Itu mas, silakan dilihat. Itu foto mas Panca”. Kata Lucky sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah foto yang diatasnya terdapat tulisan “ Pengurus BEM FPIK 2010”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Subhanallah, ternyata hal ini tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Penerus-penerus organisasi ini benar-benar merealisasikan sebuah ide yang telah ada bahkan sebelum aku masuk organisasi ini. Bahkan, yang membuat aku semakin terharu, mereka memajang semua foto-foto seluruh pengurus organisasi, sejak pertama BEM FPIK berdiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seketika itu, aku berkata kepada diriku sendiri “ Ya ALLAH, ini lah saatnya aku pulang dan mengabdi untuk tanah air dan almamaterku”.&amp;nbsp; Kemudian sesaat setelah itu, terdengar suara adzan ashar dari luar bangunan. “Amin”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;~The End~&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-3188425887180469596?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/3188425887180469596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part7-habis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/3188425887180469596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/3188425887180469596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part7-habis.html' title='Kampusku Suatu Saat Nanti (part.7-habis)'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-5979613058340672137</id><published>2011-12-31T19:56:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T19:56:50.321-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kampusku Suatu Saat Nanti (part.6)</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku segera beranjak dan bergegas keluar dari gedung dekanat. Sebelum keluar aku ucapkan terimakasih kepada resepsionis sembari tersenyum. Saat aku keluar mendekati pintu utama, sepintas aku melihat foto-foto mahasiswa yang terpasang di sebuah majalah dinding elektronik, tepat sebelum pintu utama. Saat menunggu tadi, aku belum sempat memperhatikan foto-foto ini. Foto dan tulisan yang tertampil disana bergerak dan berganti secara otomatis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Karena penasaran aku berhenti sejenak. AKu lihat foto seorang mahasiswa FPIK yang sedang menerima piala dan hadiah. Dia menjadi juara dalam sebuah kompetisi. Foto berganti setelah kurang lebih 1 menit. Sekarang aku lihat, foto beberapa kelompok mahasiswa sedang menyelam di bawah laut, sembari mengacungkan jempol tangan kanannya ke kamera. Foto selanjutnya adalah mahasiswa-mahasiswa FPIK yang sedang mengadakan acara semacam bakti sosial disebuah kawasan pesisir. Ternyata ini semacam foto-foto kegiatan dan prestasi mahasiswa FPIK. Kemahasiswaan di fakultasku ini sepertinya telah mengalami kemajuan cukup pesat, dan sudah sangat diapresiasi oleh pihak fakultas. Mading elektronik ini buktinya. Cukup menarik, gumamku dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku berjalan menelusuri halaman kampus dengan satu tujuan sekretariat BEM FPIK dan ingin melihat mahasiswa-mahasiswa FPIK. Sekretariat BEM FPIK waktu jamanku masih kuliah disini terletak di lantai 3 gedung di belakang dekanat ini. Jika belum berganti tempat, sekretariat itu pasti ada disana. Seperti 7 tahun yang lalu. &amp;nbsp;Jalan menuju gedung dibelakang dekanat sudah tertata rapi dan indah. Rimbun ditutupi oleh pepohonan yang tumbuh dipinggir jalan. Komplek kampusku kini nampak seperti hutan, asri dan sejuk. Kendaraan pribadi tidak terlihat sama sekali di komplek kampus ini. Sama seperti gedung-gedung sebelumnya yang aku lihat sebelumnya, tidak ada kendaraan terparkir dilingkungan komplek kampus. Sepertinya benar dugaanku, seperti di kampusku di Virginia, tempat parker kendaraan terletak diluar komplek kampus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Banyak mahasiswa yang sedang berlalu lalang di sepanjang jalanan ini. Ramai sekali. Tidak ada satupun yang menggunakan sepeda motor. Semuanya berjalan kaki, dan ada beberapa yang bersepeda. Aku memperhatikan sebuah bangunan yang tidak aku kenali, karena waktu terakhir kali aku berada dikampus ini, bangunan itu tidak ada. Apa ya bangunan itu?pikirku. Bangunan itu sangat ramai dipenuhi mahasiswa, baik yang sedang berdiri maupun duduk-duduk di area&amp;nbsp;&lt;em&gt;sitting ground.&lt;/em&gt;Disamping gedung itu ada kantin yang ramai dikunjungi mahasiswa. Nampak juga dari kejauhan,bapak dan ibu yang berpakaian lebih formal dan rapi. Mereka pasti dosen atau karyawan fakultas ini. Jamanku dulu, mana ada dosen yang mau makan dikantinnya mahasiswa. Tapi lihat sekarang, sepertinya rasa kekeluargaan dan kedekatan itu terasa benar difakultasku ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kalau beruntung, mungkin aku juga bisa bertemu dengan dosen-dosenku dulu yang pernah mengajarku. Tapi, apa mereka dikampus ya jam segini?pikirku. Jamanku dulu, biasanya jam segini dosen sudah susah ditemui. Dosenku dulu terlalu sibuk mengelola proyek di luar kampus. Dikampus jika hanya mengajar saja. Jadi malah terkesan tidak terlalu peduli dengan kemajuan kampus. Tapi sekarang, setelah berbagai macam terobosan yang dilakukan oleh pimpinan kampus untuk memajukan universitas, sepertinya iklim seperti itu sudah berganti. Buktinya, aku dipanggil untuk mengabdikan diri dikampus. Itu artinya, sudah banyak dosen-dosenku yang telah sadar. Semoga aku bisa bertemu dengan salah satu dari beliau, aku berharap dosen waliku dulu. Mungkin sekarang beliau sudah jadi professor, pikirku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah aku amati bangunan yang ramai oleh mahasiswa itu, aku putuskan untuk melihat-lihat kesana. Siapa tahu aku mendapatkan&amp;nbsp; informasi berharga terkait dunia kemahasiswaan di bangunan yang disesaki oleh mahasiswa itu. Aku semakin dekat dengan bangunan itu, ketika dari dekat aku bisa membaca plang besar yang tertempel rapi di depan bangunan itu. Tulisan besar itu berbunyi “Fisheries and Marine Science Student Centre” .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku terhenyak sesaat. Ternyata bangunan yang tidak aku kenal ini adalah pusat kegiatannya mahasiswa-mahasiswa FPIK. Jika begitu, pasti sekretariat BEM FPIK sudah pindah kesini. Aku pikir begitu. Aku pandangi sekali lagi bangunan itu dan sekelilingya untuk sesaat, tidak ada yang wajah yang familiar disana. Aku sudah sangat lama tidak berkunjung kekampus ini, wajar jika tidak ada seorangpun yang masih aku kenal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku mulai berjalan lagi mendekati bangunan itu. Setelah tepat diserambi bangunan itu, ku lihat sekeling, nampak mahasiswa-mahasiswa yang sibuk dengan urusannya mereka. Terdapat pintu masuk utama didepan bangunan itu. Disepanjang dinding luar, terdapat lukisan-lukisan tentang ikan dan laut, seperti dinding di tangga dekanat yang aku lihat tadi. Terdapat semacam mading elektronik di dekat pintu utama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku sebuah kursi memanjang yang kosong disebelah kananku. Aku putuskan untuk duduk sesaat. Aku keluarkan botol minumku yang aku selipkan dikantong kanan tas pinggangku. Aku merasa haus. Aku teguk air didalamnya hingga haus ditenggorokanku hilang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ada seorang mahasiswi berkerudung yang sedang duduk sendirian di ujung kursi panjangku. Dia sedang asyik membaca buku. Sepertinya aku bisa bertanya kepadanya tentang letak sekretariat BEM FPIK. “Maaf dek, mengganggu”, aku berdiri di dekatnya dan sedikit menengok kebawah. “Iya, ada apa pak, ada yang bisa saya bantu?”. Jawab gadis itu, ramah tersenyum sambil segera menutup buku yang sedang dia baca. “Maaf dek, saya mencari sekretariat BEM FPIK, dimana ya?”. “Oh, sekretariat BEM FPIK ada didalam bangunan ini pak. Bapak bisa masuk melalui pintu utama itu” jawab gadis itu sambil mengarahkan tangannya ke arah pintu itu berada. Aku menoleh sesaat. “Setelah masuk, bapak ikuti saja lorong jalannya, diujung lorong itu Bapak nanti bisa membaca tulisan “Sekretariat BEM FPIK” terpampang besar disana. Bapak juga bisa melihat peta bangunan ini di mading elektronik didekat pintu utama itu”. Sekali lagi aku menoleh kearah mading elektronik yang berada disamping pintu utama itu. “Oke, baiklah, terimakasih atas informasinya ya dek”. Jawabku dengan ramah. “Iya pak, sama-sama”. Jawab gadis itu yang membuatku tertawa didalam hati. “Aku dipanggil bapak?. Sudah pantaskah aku dipanggil Bapak?”. Bercandaku didalam hati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bersambung......&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-5979613058340672137?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/5979613058340672137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/5979613058340672137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/5979613058340672137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part6.html' title='Kampusku Suatu Saat Nanti (part.6)'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-4906425066286847208</id><published>2011-12-31T19:55:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T19:55:31.977-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kampusku Suatu Saat Nanti (part.5)</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku sudah diberi tahu oleh beberapa temanku dari fakultas yang sama maupun yang berbeda bahwa 2 tahun sejak aku lulus, kampusku gencar-gencarnya memanggil alumni-alumni yang telah selesai study di luar negeri untuk pulang ke Indonesia dan mengabdi kepada kampus. Kebetulan ada seorang teman yang dia sudah pulang ke Indonesia dan sekarang ini mengabdikan dirinya dikampus setelah dia diminta oleh pihak kampus. Berita itu aku tanggapi dengan sangat positif. Itu artinya kampusku yang dulu terkesan mengabaikan lulusan-lulusan terbaik dan bahkan seperti kurang memfalisitasi alumni untuk melanjutkan study ke luar negeri, perlahan muali peduli dengan bibit-bibit terbaik mereka. Kesan positif pun mulai muncul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Saat ini pun, aku dengar, tidak hanya meminta alumni yang telah selesai kuliah di luar negeri untuk pulang dan mengembangkan kampus, tapi juga alumni potensial yang baru lulus dibantu oleh kampus untuk segera melanjutkan study ke luar negeri dan kemudian harus mengabdikan diri memajukan kampus setelah selesai masa studi. Kampusku ini sekarang sedang mengalami masa perkembangan yang sangat pesat, jadi banyak dibutuhkan tenaga-tenaga ahli dan&lt;em&gt;fresh&lt;/em&gt;&amp;nbsp;untuk membantu proses kemajuan itu. Aku senang mengetahui kondisi ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sore itu, saat musim semi, seperti biasa, sepulangnya aku dari memberi materi kuliah mahasiswa master, aku membuka email dan melihat email dari Bapak Dekanku. Beliau menyampaikan kepadaku bahwa beliau ingin bisa bertemu empat mata dengan beliau, karena ada urusan penting yang harus dibicarakan. Setelah aku berdiskusi dengan profesorku, akhirnya aku diperbolehkan untuk pulang sebentar sekaligus berkunjung kerumah orangtuaku. Sudah lama aku tidak pulang, dan beliaupun hanya memberi waktu hanya satu minggu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;******&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setelah kurang lebih 45 menit, perbincangan kami selesai. Aku keluar dari ruangan beliau dengan kepala yang terisi penuh. Berisi dengan bermacam pikiran tentang pengembangkan jurusan, pusat studi, dan kemahasiswaan. Ada perasaan senang, tapi juga gugup. Senang karena akhirnya aku punya alasan untuk bisa kembali ke negaraku dan mengabdikan diri di kampusku, setelah lama professorku belum mengijinkan aku pulang karena merasa tenagaku masih dibutuhkan untuk membantu beliau mengajar, meneliti, dan menulis. Aku gugup, karena dengan tanggung jawab baru yang lumayan berat itu, apakah aku bisa?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku menuruni tangga perlahan dengan beban baru dipundaku, hingga mataku menangkap sesuatu yang menarik diujung sana. Mataku tertuju pada sebuah poster yang ditempel disebuah madding di lantai dua. Poster itu berbunyi “Ikuti Lomba dan Festival AKU anak IKAN dan LAUT, oleh BEM FPIK”. Mataku berbinar seketika itu juga. Aku langsung teringat masa dimana aku pernah aktif di lembaga mahasiswa fakultas, yaitu BEM FPIK. Apaka kabar ya BEM FPIK? Bagaimana ya kondisi adik-adikku yang mengelola lembaga ini? Pikirku saat itu juga. Aku pun juga teringat dengan teman-temanku yang dulu pernah mengelola lembaga ini bersama-sama. Bagaimana kabar mereka ya? sudah sekian lama aku tidak lagi bersua dengan mereka. Ada rasa rindu ketika mengingat memori-memori masa itu. Aku lihat jam tanganku, jam 14.20. Aku masih punya cukup waktu untuk melihat-lihat kampusku kembali sebelum masuk waktu sholat ashar.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bersambung............&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-4906425066286847208?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/4906425066286847208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/4906425066286847208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/4906425066286847208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part5.html' title='Kampusku Suatu Saat Nanti (part.5)'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-8498144935497960245</id><published>2011-12-31T19:53:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T19:53:58.525-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kampusku Suatu Saat Nanti (part.4)</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sebelum menuju pintu masuk, tidak lupa aku masukan terlebih dulu kamera kedalam tas punggung, dan memastikan bajuku sudah tertata rapi. Pintu masuk gedung bergeser otomatis seketika aku menginjakan kaki didepan pintu itu. Aku masuk kedalam gedung, dan tepat diseberang pintu meja resepsionis sudah menyambutku. Disana telah siap seorang perempuan yang menyambutku dengan senyum manisnya. Aku sedikit tertegun ketika aku perhatikan, ternyata wanita ini memakai jilbab. “Selamat siang mas, ada yang bisa saya bantu?”, sapanya dengan ramah. “Iya mbak, saya Panca, saya sudah ada janji dengan Bapak Dekan jam 13.30 dikantor beliau”, jawabku dengan wajah yang tidak kalah ramahnya. “Baik, sebentar ya mas, silakan mas Panca berkenan menunggu sebentar disebelah sana sementara saya memastikan bapak dikantor beliau”, sambil tangan kanannya menunjuk deretan kursi disebelah pintu masuk. “baik, terimakasih mbak”, jawabku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku kemudian duduk. Sembari duduk, aku melihat resepsionis itu menekan tombol telfon dan mulai berbicara. Nampaknya sudah ada teknologi video call dikampus ini, batinku. Sambil menunggu dipanggil oleh resepsionis, mataku tidak henti memandangi sekeliling ruangan. Ada kalimat ucapan selamat datang “SELAMAT DATANG DI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN” tertempel didinding diatas ruangan recepsionis. Tulisan warna biru muda yang tersusun rapi itu cukup berkesan dimataku. Ada banyak foto-foto ikan, lautan, pesisir, dan aktifitas-aktifitas kemahasiswaan di lantai satu ini yang tertempel rapi di dinding. Ruangan-ruangan didalam gedung itu tertutup oleh kaca buram, dan ada papan putih bertulis nama masing-masing ruangan disetiap pintunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tampak orang-orang berpakaian layaknya pegawai perusahaan bonafit lalu lalang diantara lorong ruangaan. Semua pegawai disini pasti banyak yang baru, dan pasti tidak cukup aku kenal, pikirku. Pemandangan yang sangat berbeda dibandingkan ketika aku sering duduk didalam gedung ini menanti suratku dicap dan diberi nomor oleh pegawai kantor. Ada sebuah komputer berdiri di salah satu sudut ruangan. Beberapa mahasiswa berdiri didepan komputer itu dan nampak sibuk. Tidak lagi terlihat mahasiswa duduk sembarangan dan berdiri didepan pintu salah satu kantor untuk minta tanda tangan, slip KHS, atau stempel surat seperti jamanku dulu. Apa mungkin semuanya sudah menggunakan komputer itu?mungkin saja semuanya sudah terkomputerisasi jadi sekarang tidak susah lagi untuk mengurus surat-surat atau keperluan apapun. Seperti kampus dimana aku memperoleh gelar Ph.D-ku yang semuanya serba mudah. Cukup lewat email dan layanan internet, urusan administrasi dikampus terselesaikan dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku kembali tersadar ketika resepsionis memanggil namaku “Mas Panca, Bapak Dekan sudah siap menanti di kantor, dilantai 3. Silakan mas Panca bisa langsung ke kantor beliau”. “Siap mbak, terimakasih mbak”, jawabku sambil berdiri, kemudian bergegas menuju lantai 3. Sepanjang anak tangga yang aku naiki, aku melihat pemandangan yang menakjubkan. Dinding-dinding sepanjang tangga dilukis seperti layaknya pemandangan dibawah laut. Berwarna-warni dan beraneka ragam bentuk makhluk bawah laut terlukis disana. Aku yakin lukisan-lukisan ini adalah karya manusia, bukan komputer atau pun mesin. Indah nian. Pemandangan ini membuat setiap orang yang melewati anak tangga ini seperti sedang menyelami dasar lautan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sampai juga akhirnya aku didepan kantor Bapak Dekan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku merapikan baju dan penampilanku sekali lagi dan memastikan tasku dalam kondisi yang baik. Aku merapikan gulunga lengan hemku, merapikan kerah, dan rambutku. Setelah siap, aku ketuk pintu tiga kali, dan terdengar suara menyahut dari dalam ruangan “Silakan Masuk”. Aku buka pintu perlahan, dan dengan senyum, aku sapa sosok bapak diujung ruangan itu yang sepertinya sedang sibuk dengan lembaran kertas dihadapannya. Dia membalas senyumku dan sambil perlahan berdiri dia berucap “Eiiii,…Dek Panca, gimana kabar?, Gimana penerbangannya? Lancar kan?”. Sambil berdiri, Dia mempersilakan untuk duduk. “Alhamdulilah baik pak. Alhamdulilah penerbangannya juga lancar, meskipun di Singapura ada delay, tapi cuma sebentar” jawabku dengan keramahan sebaik mungkin. Meskipun sebenarnya, badan terasa letih dan mata berkunang karena jetlag,&amp;nbsp; karena penerbangan yang cukup jauh dari Virginia sampai ke Semarang, tapi aku tetap berusaha sesehat mungkin. “Bagaimana kabar bapak?”balasku untuk mencairkan suasana kembali. “Yaa, begini ni dek, kerjaan jadi Dekan, kerjaannya duduk dikantor, tanda tangan, dan ni….baca tumpukan kertas-kertas”, jawab beliau sambil menunjukan kertas-kertas yang beliau pegang kepadaku. Dekanku yang satu ini, memang semenjak aku kuliah disini dulu, sangat terkenal dekat dengan mahasiswa dan siapapun. Ramah dan baik kepada semua orang. Jadi, aku tidak lagi heran ketika nada dan mimik beliau seperti itu. “Eh, gimana study kamu?” Tanya beliau kembali. “Alhamdulilah sudah selesai pak, makanya saya bisa mengusahakan bertemu bapak sekarang, hari ini. Paling hanya tinggal membantu menyelesaikan satu proyek dosen saya di sana”. “Bagus, bagus, berarti sudah siap mengabdi buat Indonesia dan kampusmu ini tho?” jawabnya dengan senyuman yang sedikit aneh. Aku pun sedikit tercekat ketika beliau tiba-tiba menanyakan pertanyaan itu. Meskipun sebenarnya aku bisa sedikit menerka maksud beliau ketika aku pertama kali membaca email dari beliau satu bulan yang lalu. Dengan wajah sedikit grogi, aku menjawab “InsyaALLAH pak, saya siap”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bersambung.......&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-8498144935497960245?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/8498144935497960245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/8498144935497960245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/8498144935497960245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part4.html' title='Kampusku Suatu Saat Nanti (part.4)'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-7045582601089192483</id><published>2011-12-31T19:52:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T19:52:57.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kampusku Suatu Saat Nanti (part.3)</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ada baliho besar yang tertampang didepan bangunan Student Centre, bergambar dua orang lelaki sedang saling mengepalkan tangan. Disana tertulis Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UNDIP. Subhanallah, keren. Aku menjadi teringat aktifitasku dulu ketika sedang menuntut ilmu dikampus ini. Aku pun sempat menghabiskan waktuku disebuah bangunan pusat aktifitas kegiatan mahasiswa. Tapi dulu, gedungnya tidak sebesar dan serapi ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku lihat mahasiswa-mahasiswa berkelompok sedang berdiskusi dengan serius sambil memandangi pemimpin diskusi yang terlihat sedang menulis sesuatu di white board. Sekelompok mahasiswa lainnya sedang berlatih drama sambil membawa kertas ditangan mereka. Beberapa dari mahasiswa yang lain sedang sibuk membuat semacam alat peraga dan mewarnai sebuah papan. Tampak dari kejauhan seorang mahasiswa yang sedang memberi contoh gerakan tari kepada mahasiswa yang lain. Ada juga beberapa yang sedang sibuk mengetik sesuatu di notebook mereka. Tidak jauh dari bangunan itu, ada mushola yang nampak indah dari kejauhan. Di seberang bangunan yang lain, terdapat kantin besar yang dipenuhi dengan gambar berbacam jenis makanan diatasnya. Kantin itu dipenuhi mahasiswa yang sedang bersantap siang dengan teman-temannya. Sambil makan dan minum, mereka masih saja memegang kertas dan sepertinya sedang mendiskuskan isi kertas itu. Pemandangan yang luar biasa, nuansa dan amosfer yang sangat berbeda ketika aku terakhir kali berada dikampus ini. Tidak lupa aku abadikan pemandangan itu kedalam kameraku, berharap aku bisa memajang foto-foto itu kedalam album pribadiku. Entah tidak terhitung lagi berapa foto yang sudah aku jadikan album dan aku simpan hingga sekarang. Aku memang suka mengoleksi foto, bahkan foto seorang nenek tua yang aku ambil di Afrika dua tahun lalu masih aku simpan sampai sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku melihat jam tanganku, kurang 10 menit lagi. Aku harus segera bergegas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di belokan jalan menuju gedung yang aku tuju, aku melihat sepasang tiang tinggi yang tertancap dan dipenuhi dengan berbagai macam baliho. Banyak sekali tulisan disana. Ada tulisan besar berwarna dan bermotif indah berserta foto mahasiswa yang membawa kesan tersendiri kepadaku, aku berhenti dan mulai membacanya “SELAMAT KEPADA SAUDARA JHONY KUNCORO MUHAMMAD ATAS TERPILIHNYA SEBAGAI JUARA 1 DALAM KOMPETISI MAHASISWA BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL XXI”. Seketika aku membaca tulisan itu, yang ada didalam kepalaku hanya kata “WOW, Subhanallah”. Hanya kekaguman yang semakin besar kepada kampus yang telah lama aku tinggalkan ini. Prestasi kampusku kini semakin melonjak jauh keatas, bahkan menjadi yang terbaik sekarang. Aku memang masih selalu membaca website universitasku, meskipun aku berada jauh diperantauan. Aku tidak ingin ketinggalan berita mengenai kampusku ini. Adik-adik kelasku pun juga sering mengirim email kepadaku, memberi tahu keadaan dan perkembangan kampus. Tapi, ternyata kondisi nyata yang aku lihat sekarang jauh lebih dasyat dibandingkan berita dan informasi yang aku baca melalui website maupun email.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Di papan baliho besar itu ternyata masih banyak ucapan selamat kepada juara-juara kompetisi dari berbagai jenis lomba. Aku coba membaca ucapan-ucapan selamat itu satu demi satu dengan cepat. Ucapan selamat kepada juara kompetisi robot tingkat nasional, juara karya ilmiah tingkat nasional, selamat kepada pemenang lomba debat di London, selamat kepada pemenang lomba desain di Amsterdam, selamat menjadi duta wisata, dan masih banyak ucapan selamat kepada mahasiswa-mahasiswa bepretasi dikampus ini. Luar biasa, lebih dari yang aku bayangkan. Kampusku ini telah berkembang pesat.&amp;nbsp; Semakin banyak mahasiswa yang berhasil mengukir prestasi, mengharumkan nama almamater dan bangsa baik ditingkat nasional maupun internasional. 7 tahun kemajuan kampusku yang diluar bayanganku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku hampir lupa dengan janjiku untuk bertemu dengan seorang pimpinan di fakultas tempat aku belajar dulu. Aku segera bergegas menuju bangunan yang letaknya tidak akan aku lupa sampai kapanpun. Aku mulai memasuki jalan masuk ke gedung pusat fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, fakultasku dulu. Aku sangat kagum dengan perbedaan yang aku lihat dengan mataku ini. Jalan utama menuju gedung utama terlihat sangat rapi, bersih, dan indah. Gedung yang sekarang aku lihat nampak lebih besar, megah, dan bersih. Kemegahannya mirip seperti bangunan dikampus Virginia. Ada gapura besar dan pos keamanan disana. Setelah mengutarakan maksud kepada penjaga, aku berjalan mendekati gedung utama. Ada kolam besar didepan gedung, diatasnya, persis ditengah kolam terdapat patung ikan dan laut yang dicat mirip warna aslinya. Air mancur mengalir dengan indah diantara patung itu. Aku makin terkagum dibuatnya. Kampusku, kini semakin indah dan nyaman dipandang mata. Jika ketika aku kuliah dulu, mahasiswa jam 3 sore sudah pulang kekos masing-masing, sekarang aku jamin sampai jam 10 malam pun kampus ini masih ramai. Karena&amp;nbsp;&lt;em&gt;saking&lt;/em&gt;&amp;nbsp;nyamannya&amp;nbsp;&lt;em&gt;nongkrong&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dikampus. Ya, memang bukankah kampus harusnya seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bersambung........&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-7045582601089192483?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/7045582601089192483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7045582601089192483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/7045582601089192483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part3.html' title='Kampusku Suatu Saat Nanti (part.3)'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-1115884820343934249</id><published>2011-12-31T19:51:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T19:51:40.746-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kampusku Suatu Saat Nanti (part.2)</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sekarang banyak mahasiswa yang berjalan kaki kekampus. Berbeda sekali saat aku masih kuliah dikampus ini. Bahkan untuk jalan kaki, keluar gedung kuliah saja rasanya malas. Tapi sekarang, nuansa kampus ini benar-benar sejuk dan alami. Indah dan menenangkan untuk dinikmati dengan berjalan kaki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku berpapasan dengan mahasiswa yang nampak asyik mendengarkan sesuatu dari earphone ditelinganya. Sambil berjalan, dia sesekali membuka-buka buku catatan yang dia bawa. Unik! Jarang sekali aku lihat mahasiswa yang punya kemampuan belajar sambil berjalan. Apalagi ditambah dengan earphone itu. Pasti butuh konsentrasi tinggi. Merasa mendapatkan obyek yang menarik, aku arahkan kameraku kesosok mahasiswa itu, takut dianggap menggangu aku jepret secepat mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Beberapa mahasiswa yang berlalu lalang ini, aku dengar sedang bercakap-cakap dalam bahasa inggris. Ada juga beberapa mahasiswa asing yang aku lihat turut berjalan bersama mahasiswa lokal. Jika dilihat dari perawakannya, mereka sepertinya berasal dari Eropa, China, Jepang, dan Afrika. Kampusku sekarang semakin mendunia, pikirku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku mendengar beberapa perbincangan mahasiswa-mahasiswa yang sedang berjalan didepanku. Mereka sedang membicarakan tentang laporan dan tugas dosen sepertinya. Aku hanya sayup-sayup mendengar kata-kata dari mulut mereka. Terdengar kata “laporan, deadline, referensi, esay, dan perpustakaan”. Satu lagi yang membuatku terkesima dengan mahasiswa-mahasiswa yang ‘menemani’ perjalananku ini adalah mayoritas mereka, setelah aku perhatikan, menenteng buku. Baik itu textbook, buku catatan, novel, maupaun sekedar komik yang sampulnya bisa aku lihat. Bergumam dalam hati, berbeda sekali ya saat aku masih kuliah disini, dulu kala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku lihat segerombol mahasiswa sedang berdiri dan duduk. Mereka seperti sedang menunggu sesuatu. Aku lihat disana ada semacam rumah-rumahan kecil, mirip halte bus. Nampak beberapa mahasiswa duduk dibawah atap halte, dan ‘lagi-lagi’ sedang membaca buku. Setelah lama aku tinggal, mahasiswa dikampusku ini jadi makin gemar membaca rupanya. Sebuah papan dan tiang tertancap disebelah halte itu, ada gambar bus yang dibawahnya bertuliskan “BUS UNDIP”. Tidak lama kemudian, ketika aku sedang berjalan semakin dekat dengan halte itu, sebuah bus berwarna biru melintas disebelahku dan berhenti di samping sekumpulan mahasiswa itu. Nampak kesibukan terjadi disana, mereka menaiki bus satu demi satu dengan sangat teratur. Mereka yang sedang duduk, membaca buku, maupun yang sedang berbincang dengan temannya sekita menghentikan aktifitas dan mulai mengantri. Pintu bus terbuka otomatis, mahasiswa-mahasiswa itu masuk sambil menunjukan semacam kartu kepada sopir bus. Aku langsung menduka jika kartu itu pasti kartu&amp;nbsp;&lt;em&gt;bus pass&lt;/em&gt;, atau kartu mahasiswa serbaguna. Aku segera mengabadikan momen itu dengan kameraku. Momen yang sebenarnya sering aku alami dikampusku di Virginia, tapi baru pertama aku lihat dikampusku yang ini. Bus pun berlalu setelah tidak ada lagi mahasiswa di halte itu. Aku tersenyum ketika aku membaca tulisan disamping dan belakang bus yang mulai beranjak pergi itu: “UNDIP BUS, CINTAI ALMAMATERMU”. Obyek yang menarik, aku langsung men-&lt;em&gt;jepret&lt;/em&gt;&amp;nbsp;tulisan bus itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku meneruskan perjalan sambil tiada henti melihat sekeliling. Satu hal lagi yang menarik adalah, aku melihat banyak mahasiswa menggunakan sepeda. Berbeda ketika aku dulu sedang menuntut ilmu di kampus ini, hampir tidak ada mahasiswa yang mengendarai sepeda kekampus. Tapi, sekarang banyak sekali sepeda berkeliaran diarea kampus. Disudut-sudut jalan dan disamping bangunan, aku temui beberapa tempat parkir khusus sepeda. Banyaknya pohon disamping jalan, memang membuat sepanjang jalan dikampus ini terasa sejuk dan dingin. Tidak heran jika bersepeda merupakan salah satu aktifitas yang menyenangkan untuk dilakukan. Tidak hanya sehat, melainkan juga mengurangi polusi sekaligus pelepas penat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku melewati banyak bangunan yang sungguh berbeda dibandingkan ketika aku kuliah dikampus ini. Semua bangunan tertata rapi, elegan, dan dikerumuni oleh pohon-pohon yang rindang. Semua bangunan dicat putih. Plang besar tertancap didepan setiap bangunan, sebagai ciri khas dan pertanda nama bangunan. Aku melewati gedung “Pusat Studi Pesisir dan Lautan”, “Pusat Studi Ilmu dan teknologi Pangan”, dan banyak pusat studi yang lainnya. Juga ada banyak pusat laboratorium sepanjang perjalananku melewati jalan ini. Rupanya, kampusku ini telah membangun banyak sekali pusat study dan laboratorium penelitian beberapa tahun terakhir ini. Seperti berita dari teman, seorang dosen dikampus ini, yang mengatakan kepadaku bahwa kampus kami sekarang sedang berusaha menjadi pusat ilmu pengetahuan utama. Bangunan-bangunan tersebut diharapkan mampu menjadi pendukung tujuan itu. Motto menjadi universitas riset sepertinya tidak sekedar ucapan belaka. Aku melewati gedung-gedung fakultas yang sangat berbeda seperti yang aku lihat terakhir kali, 7 tahun lalu. Tata letak, desain, dan arsitekturnya sangat berbeda dibandingkan ketika aku masih menjadi mahasiswa dikampus ini. Sekarang semuanya tertata rapi, teratur dan bersih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku melewati sebuah gedung besar dan luas yang dipadati oleh mahasiswa, baik diluar maupun didalamnya. Tidak ada motor maupun mobil disekeliling gedung itu. Aku mengira-ira tempat parkir kendaraan pribadi pasti jauh dari tempat ini. Aku mulai mendekati gedung yang dipadati mahasiswa itu. Ada plang besar didepan gedung itu bertuliskan “STUDENT CENTRE”. “wooow, keren” teriaku didalam hati. Aku tersenyum melihat betapa besar, luas, elegan, serta ramainya bangunan yang satu ini. Ada tulisan yang dibuat semacam graffiti di dinding bangunan, tepat mengarah ke jalan utama, yang seketika aku membacanya, tubuhku terasa merinding. “AKU CINTA UNDIP, UNTUKMU ALMAMATERKU AKU BERKONTRIBUSI”. Tulisan itu berwarna merah darah. Seperti ingin menunjukan kepada setiap orang yang membacanya, bahwa semangat mahasiswa didalamnya adalah membara seperti api. Aku merinding, terharu, dan bangga membaca tulisan itu. Luar biasa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;bersambung........&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-1115884820343934249?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/1115884820343934249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/1115884820343934249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/1115884820343934249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part2.html' title='Kampusku Suatu Saat Nanti (part.2)'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-8354083741308053189</id><published>2011-12-31T19:50:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T19:50:29.601-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kampusku Suatu Saat Nanti (part.1)</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ada perasaan gugup sekaligus senang ketika taksi yang aku naiki turun didepan&amp;nbsp; sebuah gedung tinggi beratap runcing. Aku pandangi bangunan megah itu dengan penuh ketakjuban. Arsitek gedung ini pasti sangat brilliant dan jenius, gumamku dalam hati. Aku termangu didalam taksi hingga akhirnya terjaga ketika sopir taksi menegurku “Sudah sampai Mas”. Cukup kaget aku karenanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku lirik argo-meter didepanku sesaat, lalu kukeluarkan dompet dari saku belakang celana jeansku dan aku serahkan uang 50 ribu, “Ambil saja kembaliannya pak”. Tangan sopir taksi yang akan mengambil uang kembalian disaku celananya sedikit tertahan, sambil tersenyum dia ucapkan terimakasih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku buka pintu mobil dengan perlahan. Akhirnya, aku menginjakan kaki untuk kali pertama sejak 7 tahun lalu di kampusku ini. Kampus yang telah memberikan banyak arti dalam hidupku. Kampus penuh kenangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku keluarkan kamera SLR Canon 600D dari tas punggungku, dan mulai memandangi sekeliling. Keadannya sudah sangat jauh berbeda semenjak aku terakhir kali di kampus ini. Aku pandangi bangunan didepanku. Bangunan megah, tinggi, dan ramai dipadati mahasiswa itu masih sangat aku ingat. Masjid Kampus Universitas Diponegoro. Sekarang, ada kantin, pepohonan yang rindang, dan tenda-tenda kecil, serta&amp;nbsp;&lt;em&gt;sitting ground&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;******&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dari luar pagar masjid aku lihat, banyak mahasiswa maupun mahasiswi yang sedang duduk melingkar didalam, diserambi, maupun dihalaman masjid serta ada beberapa yang duduk dibawah pepohonan. Mereka terlihat sangat serius mendengarkan salah seorang berbicara dan diantara mereka terlihat ada yang sembari mencatat. Nampak wajah-wajah ceria dan penuh semangat diantara mereka. Nuansa yang benar-benar ramai dan hidup, berbeda sekali dibandingkan ketika aku masih sering melakukan hal seperti itu di masjid ini dulu. Subhanallah, aku bergumam dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku tersenyum ketika melihat salah seorang mahasiswa mengacungkan tangan, berbicara, lalu menunjuk salah satu teman disebelahnya sambil tertawa. Semua mahasiswa dilingkaran itu kemudian tertawa bersama. Ah, keakraban antar teman yang aku pun sangat merindukannya. Aku teringat potongan-potongan kenangan dulu ketika masih menjadi mahasiswa di kampus ini, termasuk canda tawa bersama teman-teman di masjid kampus ini. Oh ya lupa! Aku&amp;nbsp;&lt;em&gt;kan&lt;/em&gt;&amp;nbsp;sedang pegang kamera. Kamera butut yang aku beli dari uang tabunganku setelah bekerja paruh waktu disebuah mini market selama satu tahun ini memang selalu setia menemaniku kemanapun aku pergi. Aku pun mulai mencari sasaran tembak. Sekelompok mahasiswa yang sedang asik berdiskusi dibawah pohon rindang tidak jauh dari serambi masjid jadi target pertamaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sambil terus mengarahkan moncong kameraku, tidak jauh dari sekelompok mahasiswa itu, aku lihat sepasang mahasiswi berjilbab sedang berjalan dari kantin didekat masjid. Mereka menenteng semacam buku kecil ditangan mereka dan sebuah tas bahu. Aku coba perbesar lensa kameraku kearah sepasang mahasiswi itu.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;, buku kecil ditangan mereka itu ternyata adalah mushaf Al-Quran. Segera aku atur lensa kameraku agar tidak kehilangan momen itu. Akhirnya sepasang mahasiswi itu menghilang dibalik tembok masjid. Aku tersenyum kemudian, entah perasaan apa ini namanya. Dari arah sepasang mahasiswi itu, tampak beberapa mahasiswi berjilbab mulai banyak berlalu lalang. Ada kajian kemuslimahan mungkin, pikirku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku merasa ada yang aneh. Aku arahkan pandanganku ke semua sudut masjid, dan benar perasaanku, semua mahasiswi dimasjid ini berjilbab. Aku selidiki satu demi satu mahasiswi yang aku lihat dan memang benar. Aku tidak henti-hentinya mengucap tasbih didalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku teringat dengan janji bertemu dengan seseorang, segera aku lihat jam tanganku, pukul 13.00. Setibanya dibandara tadi siang, aku sudah menyeting jam tanganku sesuai waktu Indonesia. “30 menit lagi” gumamku. Aku masih punya cukup banyak waktu untuk berjalan dan menikmati pemandangan kampus sambil mengambil beberapa foto. Aku mulai berjalan meninggalkan keramain, keceriaan, dan keakraban yang aku temui dimasjid kampus itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku berjalan diatas pedestrian yang alasnya terbuat dari keramik berwarna coklat. Rapi, bersih, dan teratur. Di pinggir jalan, pepohonan rindang memayungi jalan. Sepanjang 100 meter, dipinggir pedestrian, terdapat tempat sampah. Ada banyak mahasiswa yang turut berjalan sepertiku. Mereka menenteng tas, buku tulis, dan buku textbook ditangan mereka. Satu kelibatan mata aku membaca buku yang dibawa salah satu mahasiswa berjudul “The Basic of Science and Engineering”. Emm, mahasiswa tingkat awal pasti, pikirku. Ada yang berjalan berpasangan, sendiri, maupun beramai-ramai. Sesekali terdengar canda dan tawa dari mahasiswa-mahasiswa itu. Perjalanan kakiku sampai gedung yang akan aku tuju nampaknya tidak akan sesepi dan membosankan seperti yang aku bayangkan. Aku punya banyak teman seperjalanan disini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;bersambung............&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-8354083741308053189?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/8354083741308053189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/8354083741308053189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/8354083741308053189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/kampusku-suatu-saat-nanti-part1.html' title='Kampusku Suatu Saat Nanti (part.1)'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-3174634191319193815</id><published>2011-12-25T08:07:00.000-08:00</published><updated>2011-12-25T08:26:18.738-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Pemuda Penjual Mie Ayam yang Bijaksana</title><content type='html'>&lt;div align="center" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Oleh: Panca Dias Purnomo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Umurnya baru 20 tahun, tapi wajah dan tubuhnya telah menampakan kematangan bagi seorang pemuda seusia dirinya. Kulitnya sawo matang, wajahnya tirus panjang, badannya tidak tinggi dan pendek, tapi nampak terlalu kurus dibandingkan tinggi badannya. Kepalanya selalu ditutup dengan topi hitam bertulis "&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Skyter&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;". &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Wajah dan badan pemuda tanggung itu sepertinya dapat membohongi setiap orang tentang berapa usianya. Perawakannya nampak sudah banyak melalui perjuangan hidup yang membuatnya terlihat lebih 'dewasa' dari pemuda seusianya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Wajahnya mengeluarkan aura kedewasaan seorang pria. Pembawaannya selalu tenang, bahkan cenderung pendiam. Tersenyum ramah kepada siapa saja. Mendengarkan pembicaraan setiap orang dengan baik tanpa menyela. Terkadang sibuk dengan pekerjaannya, dan terkadang berkumpul dengan orang lain sambil sesekali tersenyum ketika yang lainnya tertawa.Siapa yang dapat mengira umurnya baru 20 tahun? Betapa orang yang pertama melihatnya bisa dengan mudah tertipu dengan perawakan dan pembawaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Dialah lelaki penjual Mie Ayam keliling di sekitar komplek perkantoran itu. Aku pun juga tidak akan mengira jika usianya baru 20 tahun seandainya tidak aku beranikan diri untuk bertanya langsung kepadanya.Sampai pada suatu sore hari, saat sepi pembeli, aku bertanya kepadanya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;"Aa (panggilan orang Sunda untuk lelaki yang lebih tua), kamu lahiran tahun berapa?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Sambil membersihkan sisa-sisa mangkok bekas pelanggannya, sambil sedikit menoleh kepadaku, ia menjawab: "91"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Aku sedikit terperanjat, seketika aku berkata dalam hati, pemuda yang aku pikir jauh lebih tua dari aku ini, ternyata dua tahun lebih muda dariku. Sungguh, perawakan dan pembawaanya sudah pantas untuk manusia dengan usia kepala 3 atau akhir 20-an. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Aku semakin salut dan kagum dengan sosok pemuda didepanku ini. Pada usia 20 tahun, dia sudah bekerja sendiri seperti ini. Sedangkan aku?Lihat pada usiaku sekarang, aku masih minta duit sama orang tua. Betapa malunya aku ketika membandingkan diriku dengan pemuda ini, pikirku. Setelah itu aku pun tahu, bahwa dia sudah sejak kecil tidak hidup bersama kedua orangtuanya. Orang tuanya tinggal jauh di luar kota. Dia bekerja sebagai pedagang Mie Ayam gerobak sejak satu tahun yang lalu. Dia hanya dibayar 1000 rupiah untuk setiap mangkuk Mie Ayam yang terjual, dan sisanya harus ia kembalikan kepada bos-nya Mie Ayam. Aku pun semakin tahu, betapa kehidupannya tidak semudah seperti yang aku punya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Hingga kekagumanku pada pemuda ini semakin besar, yaitu pada suatu sore menjelang maghrib ketika kami sedang berbincang bersama disamping gerobak Mie Ayam-nya, dibawah rintik hujan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;"Allah itu Maha Adil, Dia menciptakan manusia ada yang baik, ada yang jahat. Ada orang kaya baik, ada orang kaya jahat. Ada orang miskin baik, ada orang miskin jahat. Makanya dunia ini seimbang. Ya kan?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;----------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;"Enggak semua orang kayak gitu tho mas?Kan ada juga yang baik. Sifat orang itu beda-beda mas. Ya, anggep aja itu emang sikapnya seperti itu. Anngap aja itu sebagai motivasi, pemicu semangat biar lebih baik"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;--------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;"Ya tergantung kita yang menerima juga si Mas menyikapi sikap orang yang seperti itu. Kita bisa milih, mau marah ato malah justru tersenyum. Kalo marah, benci dan dendam, kita bisa dapet dosa, ya tho?. Tapi kalau, tersenyum, ikhlas, kita dapet pahala."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Tanpa sadar, aku tersihir dengan kata-kata yang ia keluarkan bersamaan dengan mimik muka polos dan bersahaja itu. Bahkan aku tidak pernah tahu, ia menamatkan sekolah sampai setingkat SMA atau tidak, pernah belajar ngaji atau tidak, pernah belajar di pondok pesantren atau tidak, tapi aku yakin ia mempunyai banyak kebijaksanaan hidup dalam dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Hingga dia bisa melihat dunia ini dengan begitu bijaksana. Menyikapi segala permasalahan hidup dengan begitu indah.Dia sudah pasti tidak belajar dari bangku perguruan tinggi, mungkin saja dia belajar dari pondok pesantren atau ustad di masjid, tapi yang jelas dan pasti, dari sedikit sejarah hidupnya yang dia ceritakan, dia belajar semua itu dari perjuangan hidup yang ia lalui sendiri. Perjuangan hidup dirinyalah selama ini yang telah memberikan banyak pelajaran berharga, tidak ternilai, dalam melihat betapa indahnya dunia ini. Pelajaran tidak ternilai harganya bahwa betapa sering lupanya manusia untuk sekedar bersyukur kepada Tuhan dan tidak membanding-bandingkan. Betapa manusia itu mudah menyalahkan keadaan dan kesulitan dibandingkan berpikir tentang betapa banyaknya kenikmatan yang sudah dia peroleh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Melalui kata-kata sederhana yang disampaikan dengan nada dan mimik muka tanpa tendensi kesombongan dan 'sok' pintar itu, aku pun tersadar akan banyak hal yang selama ini aku lupa. Kesadaran yang aku peroleh dari seorang pemuda yang usianya sebenarnya lebih muda dariku, tapi perawakan dan pembawaannya jauh melebihi usia biologisnya yang sebenarnya. Meskipun usianya masih sangat muda, tapi perjalanan hidup yang ia lalui telah banyak memberikan pengalaman hidup bermakna yang juga bisa ia bagikan kepada orang lain. Perjalanan hidup yang penuh belokan dan ketidakmudahan, namun justru telah menempa dirinya dalam mempertebal pengalaman, kebijaksanaan, dan kedewasaan sehingga banyak orang akan terperanjat jika mengetahui usia pemuda itu sebenarnya.Di usianya yang maish muda, ia adalah istimewa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Kalau aku melihat orang-orang tua di depanku itu, yang terbayang padaku hanya kuburan-kuburan yang menantikan isinya. Tapi…….kalau aku melihat wajah pemuda-pemuda itu, aku lantas kembali menjadi muda, menjadi kuat, karena di wajah pemuda-pemuda itu terbentang harapan Indonesia&lt;/i&gt;”. ~Soekarno&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-3174634191319193815?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/3174634191319193815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/pemuda-penjual-mie-ayam-yang-bijaksana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/3174634191319193815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/3174634191319193815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/pemuda-penjual-mie-ayam-yang-bijaksana.html' title='Pemuda Penjual Mie Ayam yang Bijaksana'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-1663467018774231892</id><published>2011-12-18T22:43:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T05:03:42.995-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Surat Untuk Adik-Adikku</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Demi Dzat yang hatiku ada digenggaman-Nya, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Semoga keberhakan dan kesehatan selalu tercurah kepada adik-adiku tercinta. Semoga jalan kehidupan kita selalu terang, seterang mentari di siang hari yang menuntun kita menuju Syurga Illahi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku harap kalian dapat meluangkan waktu barang sedikit untuk membaca &amp;nbsp;keseluruhan isi surat ini, kata demi kata...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Adik-adikku......&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tahukah kalian, apakah hal yang paling membahagiakan seorang kakak?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Yaitu ketika melihat adik-adiknya tumbuh besar menjadi manusia dewasa yang senantiasa bermanfaat untuk lingkungannya. Bahagia tidak terkira ketika melihat adik-adiknya menjadi pribadi yang mandiri. Melihat, adik-adiknya mulai bisa mengambil keputusan sendiri tanpa harus didampingi. Pergi sendirian tanpa rasa takut akan tersesat. Belajar dengan rajin tanpa perintah. Berani mengutarakan pendapat dan mengorganisir orang lain tanpa rasa canggung dan ragu. Melihat adik-adiknya tumbuh besar, dewasa, mandiri, dan menjadi seorang yang bermanfaat adalah hal yang paling membahagiakan menjadi seorang kakak. Adik-adik yang membuat bangga, sekaligus sumber tangis dalam keharuan kakaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adik-adikku.....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setiap kakak pasti akan memberikan apapun yang terbaik untuk adik-adiknya......meskipun, tidak ada ikatan darah antara keduanya. Seperti Asy-Syaima, saudara perempuan sepersusuan Rasullullah, yang menjaga dan merawat Rasullalah ketika masih kecil di tengah padang pasir kaum Baduwi, meski tidak ada hubungan darah antar keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ikatan darah terkadang tidak harus selalu menjadi dasar hukum seseorang disebut bersaudara. Benar bukan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Semakin bahagia dan banggalah hati seorang kakak yang semenjak adik-adiknya kecil, ia bina, jaga, dan didik sebaik mungkin hingga suatu saat melihat adik-adiknya tumbuh menjadi seorang yang berilmu dan bermanfaat. &amp;nbsp;Aku sungguh bahagia dan bangga saat melihat kalian tumbuh besar seperti sekarang......Semoga kalian pun begitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adik-adiku,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku masih saja ingat ketika aku bertemu dengan seorang guru sekaligus kakakku sendiri yang berkata kepadaku "Jadikanlah, adik-adikmu seperti apa yang kamu harapkan. Atau bahkan jauh melebihi apa yang kamu harapkan". Semenjak itu, aku berusaha sekuat tenagaku untuk memberikan apa yang aku bisa dan punya untuk adik-adiku. Agar mereka menjadi seperti apa yang harapkan, bahkan melebihi apa yang aku harapkan. Semangat dan motivasi itu yang harusnya kita bangun adik-adiku. Demi untuk melihat suatu saat adik-adik kita menjadi seperti yang kita harapkan, maka bahagialah dan banggalah kita. Semoga kalian pun mewarisi semangat ini untuk adik-adik kita selanjutnya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adik-adiku,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Suatu ketika, aku bertemu dengan seorang kakak, kakak kalian juga. Dia bercerita tentang betapa beratnya dunia diluar sana. Dari ceritanya, aku pun semakin sadar bahwa salah satu ikatan yang dapat memperingan langkah kita dalam memasuki &amp;nbsp;dunia luar yang sebenarnya itu adalah "&lt;em&gt;persaudaraan&lt;/em&gt;".&amp;nbsp;&lt;em&gt;Persaudaraan&amp;nbsp;&lt;/em&gt;yang kita tumbuhkan bukan karena hubungan darah dan daerah, tapi persaudaraan yang kita tumbuhkan karena kuatnya hubungan batin dalam kesamaan nasib dan perjuangan. Persaudaraan itu lah, adik-adiku, yang akan membantu meringankan langkah-langkah kakiku, kalian, dan adik-adik kita selanjutnya dalam mengarungi dunia luar yang berat dan kompetitif itu...Semoga kalian mewarisi semangat ini, semoga kalian pun begitu....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adik-adiku...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tahukah kalian mengapa peradaban-peradaban besar yang pernah tercatat di muka bumi ini hancur berkeping-keping?Persia, Romawi, Mesir, dan bahkan Majapahit hancur ditelan sejarah karena setiap orang didalamnya saling berebut pengaruh dan kekuasaan. Setiap orang merasa berhak menjadi pemimpin bagi yang lain. Setiap orang merasa lebih pantas didengarkan dan diikuti dibandingkan yang lain. Setiap orang mempertahankan ego-nya masing-masing, menganggap paling benar dan salah, pihak lain. Mereka saling beradu, beradu apa saja yang bisa mereka adu. Yang berkuasa sewenang-wenang menggunakan kekuasaannya, enggan menerima masukan dan saran dari sebayanya, apalagi bawahannya. Akhirnya, kerajaan-kerajaan besar itu runtuh karena pertikaian dari dalam kerajaan itu sendiri, bukan karena serangan pihak luar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Presiden pertama negeri ini, pernah berkata "jangan sekali-kali melupakan sejarah", maka benarlah apa yang beliau katakan, bahwa kita dapat belajar dari sejarah, belajar dari pendahulu kita, belajar dari nenek moyang manusia...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Setiap perselisihan, perbedaan pendapat, perbedaan&amp;nbsp;pandangan, adalah bagian dari dinamika hidup untuk menemukan yang terbaik dan maslahat untuk semuanya. Ingatlah ada kepentingan yang jauh lebih besar dibandingkan egosime dan pendapat pribadi, yakni kepentingan almamater, bangsa, dan agama. Bukankah, sejarah &amp;nbsp;mulia Islam pun tidak lepas dari perbedaan pandangan dan terkadang perselisihan?jadilah bijaksana dengan perbedaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 5px; color: #333333; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 15px; padding-right: 15px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;“......Janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara” [Ali-Imran ; 103]"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adik-adiku....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Seorang biksu di Tibet, pernah mengatakan "Orang yang semakin tahu, sebenarnya ia semakin tidak tahu". Orang yang banyak belajar, menggali dan menyerap sumber-sumber ilmu, maka semakin lama orang itu akan merasa menjadi orang tidak berilmu. Semakin dipelajari ilmu, semakin ia menjadi luas. Orang berilmu, sejatinya adalah orang yang menganggap dirinya banyak tidak tahu. Maka, jika ada yang mengatakan bahwa ia yang paling tahu, maka sebenarnya ia adalah orang yang paling tidak tahu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Karena itu, janganlah keras dengan pendapat sendiri, karena terkadang kerasnya pendapat kita itu, karena rasa kesombongan bahwa kita yang paling tahu.Bermusyawarahlah, berkomuikasilah, dan berprasangka baiklah dengan orang-orang disekeliling kita; kepada kakak kita, adik-adik kita, dan teman-teman kita. Meskipun terkadang ego dengan kuatnya membungkus hati kita, tapi kepentingan yang lebih besar lah yang harus kita utamakan. Belajarlah meskipun terkadang sulit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Semoga kalian mewarisi semangat dan nilai itu..........&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Adik-adiku,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tidak ada hal lain yang diinginkan oleh seorang kakak dalam membimbing adik-adiknya &amp;nbsp;selain harapan adik-adiknya dapat meyakini satu nilai yang mendasari mereka dalam bergerak dan beraktivitas...yaitu nilai (&lt;em&gt;value&lt;/em&gt;) yang kuat, yang terpatri didalam hati dan pikiran adiknya, bahwa aktivitas mereka adalah kontribusi membangun generasi emas, demi terciptanya peradaban mulia dimuka bumi ini. Bukan, jabatan, kekuasaan, pengaruh, ketenaran, apalagi egoisme pribadi yang mendasari aktivitas-aktivitas itu. Bukan!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ini semua tentang kita, almamater kita, bangsa kita, negara kita, agama kita, bukan "aku-isme" kita!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Tiada kalimat yang paling membahagiakan seorang kakak yang dia dengar dari adiknya selain kalimat "Adik-adik kita selanjutnya juga akan mewarisinya, kak".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Akhirnya Adik-adiku yang aku cintai....&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kemampuan kakakmu untuk mendampingimu semakin terbatas termakan waktu dan usia. Kakakmu bisa pergi kapan saja. Karena itu, buatlah kalian juga bisa menjadi kakak yang baik kepada adik-adik kita selanjutnya. Jadilah kakak yang selalu membimbing, mengayomi, dan menjaga adik-adiknya dengan sepenuh rasa dan cinta, demi terciptanya generasi emas manusia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kalimat dari Rasullah ini bisa kita jadikan renungan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 5px; color: #333333; line-height: 16px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 15px; padding-right: 15px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri" ~ Nabi Muhammad SAW&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Wassalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Panca Dias Purnomo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6087498193171399725-1663467018774231892?l=pancagarden.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pancagarden.blogspot.com/feeds/1663467018774231892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/assalamualaikum-warahmatullahi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/1663467018774231892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6087498193171399725/posts/default/1663467018774231892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pancagarden.blogspot.com/2011/12/assalamualaikum-warahmatullahi.html' title='Surat Untuk Adik-Adikku'/><author><name>Panca Dias Purnomo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12123272068238840859</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-1Z7GWFCeVYQ/TofN-fTICwI/AAAAAAAAAJw/zV47Y0l4mKo/s220/Panca%2BDP.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6087498193171399725.post-7296182492930953626</id><published>2011-12-16T16:04:00.000-08:00</published><updated>2011-12-25T16:12:16.980-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus'/><title type='text'>Kepemimpinan Efektif dalam Lembaga Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt;"&gt;Oleh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt;"&gt;Panca Dias Purnomo&lt;sup&gt;*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt;"&gt;Leadership Training (LT) HMJ Teknik Lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt;"&gt;Sabtu, 09 Juli 2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt;"&gt;*)&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt;"&gt;Komisi Ahli BEM KM UNDIP 2011&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;E:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;a href="file:///F:/MATERI%20PANCA/panca.purnomo@gmail.com"&gt;panca.purnomo@gmail.com&lt;/a&gt;, &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;: &lt;a href="file:///F:/MATERI%20PANCA/www.pancagarden.blogspot.com"&gt;www.pancagarden.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Knowledge, is Power&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;–Francis Bacon (1561 – 1626) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;The educated differ from the uneducated as much as the living from the dead&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;–Aristotle (384 SM – 322 SM)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Jumlah mahasiswa pada tahun 2004 tercatat sebanyak 2.444.528 orang atau hanya 1 persen dari total populasi masyarakat Indonesia waktu itu. Jumlah PTN adalah sebanyak 91 buah dan PTS sebanyak 1.293 buah&lt;a href="file:///F:/MATERI%20PANCA/Kepemimpinan%20Efektif%20dalam%20Lembaga%20Mahasiswa.doc#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Fakta ini memberikan penjelasan kepada kita bahwa: 1) tenaga kerja Indonesia didominasi oleh tenaga kerja tidak terdidik atau berpendidikan dan berketrampilan rendah. 2) Mahasiswa sebagai kaum penggerak dan tulang punggung perubahan bangsa ini ternyata jumlahnya masih sangat sedikit.&amp;nbsp; 3)Jumlah PTS masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan PTN yang mengindikasikan bahwa biaya pendidikan di perguruan tinggi adalah mahal. Pendidikan adalah akses utama menuju bangsa yang berilmu pengetahuan, tercerahkan, dan terampil sehingga mampu membentuk kulitas sumber daya manusia yang handal. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menguasai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan hanya bisa diperoleh melalui pendidikan. Mahasiswa sebagai tulang punggung perubahan bangsa justru jumlahnya masih sangat sedikit. Kita adalah orang yang sangat beruntung hari ini karena status kita sebagai mahasiswa. Oleh karenanya, kita jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan dan anugerah ini hanya untuk kepentingan diri sendiri. Kita sekarang sedang menuntut ilmu, betapa tinggi derajat orang yang berilmu, namun ilmu yang kita peroleh harus berdaya guna bagi orang lain. Kita mempunyai tanggung jawab untuk menggunakan ilmu yang kita pelajari dan capai di perguruan tinggi untuk anak cucu kita, kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Seharusnyalah kita selalu belajar menjadi pribadi-pribadi yang unggul sehingga suatu saat nanti setelah kita selesai dari fase pendidikan ini, kita mampu menjadi &lt;i&gt;escalator&lt;/i&gt; utama kemajua bangsa. Masa depan bangsa ada ditangan kita. Belajar menjadi pemimpin yang efektif dan baik dimulai dari saat kita menjadi mahasiswa karena kita lah yang nantinya yang akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan efektif?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Banyak sekali buku maupun teori yang menjelaskan tentang arti kepemimpinan. Para pembaca silakan dapat mempelajari mengenai arti kepemimpinan lebih dalam melalui buku-buku tersebut. Secara umum, kepemimpinan (&lt;i&gt;leadership&lt;/i&gt;) adalah karakter, sifat, atau kemampuan yang mampu mempengaruhi orang lain didalam sebuah tim untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan tertentu. Kepemimpinan adalah karakter atau sifat, dimana sifat atau karakter adalah bagian dari &lt;i&gt;Emotional Quotient&lt;/i&gt; (EQ) yang bersifat akumulatif. Artinya, kemampuan ini dapat bertambah seiring berjalannya waktu asalkan orang tersebut mau untuk mempelajari dan meningkatkannya. Kepemimpinan efektif artinya adalah kemampuan memimpin yang tepat sasaran sesuai dengan tugas atau fungsi seorang pemimpin yang seharusnya. Kepemimpinan efektif adalah kemampuan memimpin yang memang sesuai dengan tujuan dari kepemimpinan itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Pemimpin itu ibarat angin, kita bisa merasakannya tapi tidak bisa melihatnya. Kita akan mati karena tidak bisa bernafas saat ia tidak ada&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;” (Benny Firman Prakoso, Mentri PSDM BEM KM UNDIP 2011).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mengapa kepemimpinan dan pemimpin itu penting?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kata kepemimpinan pasti sering sekali kita dengar. Bahkan materi kepemimpinan selalu masuk dalam kurikulum pengembangan kader lembaga mahasiswa. Mengapa kepemimpinan begitu penting artinya dalam sebuah organisasi?tidak terkecuali organisasi mahasiswa?Pepatah arab mengatakan &lt;i&gt;“Sepasukan domba yang dipimpin oleh seekor singa akan mengalahkan pasukan singa yang dipimpin seekor domba”. &lt;/i&gt;Pepatah kuno ini menjelaskan kepada kita bahwa seorang pemimpin dalam sebuah kelompok atau organisasi mempunyai peran yang sangat vital dalam menentukan kemenangan kelompok atau organisasi yang ia pimpin. Pemimpin adalah garda terdepan dalam menentukan arah gerak, strategi, dan juga realisasi dari rencana yang dibuat. Keberhasilan sebuah organisasi, kelompok, bahkan negara, pasti tidak akan terlepas dari kehebatan pepimpinnya. Sedangkan kehancuran sebuah organisasi, kelompok, atau bahkan negara pasti juga karena kebobrokan dan jeleknya pemimpinnya. Dibalik bangsa dan peradaban yang besar pasti ada seorang pemimpin yang hebat. Dalam sebuah kelompok, seorang pemimpin mutlak dibutuhkan karena tanpa satu orang pemimpin, kelompok tersebut akan bergerak tanpa arah yang jelas. &lt;i&gt;Leadership is doing the right thing&lt;/i&gt;. Pepimpin mengarahkan kelompoknya untuk melakukan sesuatu yang benar. Sedangkan &lt;i&gt;management is doing the thing right&lt;/i&gt;. Manajemen adalah jalan untuk melakukan sesuatu dengan benar. Sehingga, pengetahuan dan kemampuan manajemen organisasi dan kepemimpinan wajib dimiliki oleh setiap pengurus dalam organisasi. Dua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dan harus dikuasai oleh semua anggota organisasi, terutama organisasi mahasiswa, agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik dan kondusif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Selain itu, sabda Rasullulah SAW &lt;i&gt;“Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu dimintai pertanggung jawaban tentang apa yang dipimpinnya&lt;/i&gt;”, sabda Rasullullah ini semakin meyakinkan kita bahwa setiap kita sejatinya adalah pemimpin. Hadis ini menegaskan kembali bahwa kepemimpinan itu sangat penting. Karenanya menjadi tanggung jawab kita semua, bahwa kita harus belajar menjadi pemimpin yang baik karena kita nantinya akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pemimpin adalah visi, pemimpin adalah tujuan, pemimpin adalah teladan, pemimpin adalah motivator, pemimpin adalah inspirasi, pemimpin adalah komitmen yang membuat orang lain terus bergerak mencapai tujuan bersama sesuai yang diinginkan. Belajar menjadi pemimpin yang efektif dapat dilakukan dengan mencontoh kepemimpinan seorang tokoh pemimpin hebat yang pernah ada di dunia ini. Banyak sekali tokoh-tokoh hebat yang mampu mengubah suatu kelompok atau negara menjadi kelompok atau negara terhebat yang sepanjang sejarah bumi. Pemimpin terhebat sepanjang sejarah umat manusia adalah Muhammad SAW menurut Michael H. Hart&lt;a href="file:///F:/MATERI%20PANCA/Kepemimpinan%20Efektif%20dalam%20Lembaga%20Mahasiswa.doc#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Kita dapat meneladani dan mencontoh kepemimpinan beliau dari berbagai buku biografinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Effective Leadership&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Diatas adalah gambar beberapa karakter seorang pemimpin efektif berdasarkan berbagai sumber. Banyak sekali karakter atau sifat yang harus dikuasai oleh seorang pemimpin agar menjadi pemimpin yang efektif. Secara detail dan luasnya, silakan pembaca bisa mencari berbagai referensi mengenai karakter seorang pemimpin efektif dari banyak sumber. Berdasarkan pengalaman penulis dan dari hasil studi referensi, penulis paparkan beberapa diantaranya yang menurut penulis sangat penting khsususnya bagi pemimpin lembaga mahasiswa, antara lain adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;¨&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Competent&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pemimpin yang efektif adalah ia yang mempunyai kemampuan atau kehalian untuk menjadi pemimpin yang efektif. Seorang yang ingin menjadi pemimpin efektif harus belajar menguasai berbagai kemampuan agar bisa disebut pemimpin efektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;¨&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Vision&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pemimpin efektif harus lah mempunyai visi yang jelas dan kuat. Kekuatan visi akan membawa sebuah kekuatan sebagai sumber penggerak tim atau organisasi dalam mencapai tujuan bersama. Visi adalah tujuan akhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;¨&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Communication&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kemampuan berkomunikasi mutlak dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Bahasa komunikasi seorang pemimpin efektif tidak hanya dalam bahasa formal dan resmi melainkan juga harus menguasai bahasa pergaulan yang akrab. Komunikasi peranannya sangat besar didalam kesuksesan organisasi karena akan mempengaruhi hubungan antar individu dan bidang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;¨&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Respect and Empathy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Memimpin dengan cinta dan hati. Seorang pemimpin harus selalu menghargai kerja orang lain dan memberikan perhatian yang tulus kepad angggotanya. Pada dasarnya setiap orang ingin dihargai dan dihormati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;¨&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Commitment&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Komitmen adalah keinginan kuat terhadap tujuan dan rencana yang telah dibuat apapun kondisinya. Komitmen bersifat emosional yang mengikat antara individu dengan kelompok. Seorang pemimpin efektif harus selalu mempunyai komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab yang diembannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;¨&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Empowerment&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pemimpin dikatakan sukses jika mampu menciptakan pemimpin lain yang lebih hebat dari dirinya. Pemimpin efektif adalah ia yang suka membangun kapabilitas bawahan sehingga kualitas tim menjadi lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; mso-list: l0 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;¨&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Be the Model&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kepemimpinan adalah keteladanan. Kekuatan teladan dari pemimpin sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku individu dalam organisasi. &amp;nbsp;Seorang pemimpin harus menunjukan contoh yang sesuai dengan apa yang mereka visikan dan ucapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Leadership is possessed by a &lt;b&gt;majority&lt;/b&gt; but used by a &lt;b&gt;minority&lt;a href="file:///F:/MATERI%20PANCA/Kepemimpinan%20Efektif%20dalam%20Lembaga%20Mahasiswa.doc#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kepemimpinan adalah bakat atau kemampuan yang dimiliki oleh semua orang. Pemimpin bukan anugerah bawaan lahir, tapi ia dibentuk oleh diri sendiri dan lingkungan. Namun, yang mampu benar-benar menjadi pemimpin handal dan efektif hanya sebagian kecil saja. Itulah mengapa diagram sebuah level kepemimpinan pasti bentuknya adalah piramida, dimana gambar tersebut diatas menunjukan bahwa pemimpin yang mampu sampai diatas level tertinggi jumlahnya paling sedikit dibandingkan level kepemimpinan yang lain. Hal ini mengindikasikan bahwa, level tertinggi kepemimpinan hanya akan diperoleh oleh mereka yang mau belajar untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya hingga layak menjadi berada di level tertinggi kepemimpinan. Demikian pula di dalam sebuah organisasi mahasiswa, setiap tahun pasti banyak yang mendaftarkan diri menjadi pengurus baru organisasi mahasiswa. Tapi, bisa dihitung nantinya yang akan menjadi para pemimpin di level tertinggi organisasi tersebut (ketua, tim ahli, dan kepala departemen). Mereka yang bisa sampai di level tertinggi ini, pasti adalah orang-orang yang dianggap memiliki kemampuan atau kapabilitas untuk memegang tanggung jawab sebagai pimpinan tertinggi lembaga mahasiswa. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Semua orang berpotensi menjadi pemimpin level tertinggi karena &lt;i&gt;“Effective leadership CAN be learnt and leadership potential CAN be developed in every individual”.&lt;/i&gt; Namun kepemimpinan di level tertinggi hanya akan dipunyai oleh beberapa orang saja yang mempunyai keinginan, semangat, dan dorongan untuk terus belajar menumbuhkan skill kepemimpinan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;¨&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Knows the way&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. Pemimpin yang baik dan efektif adalah mereka yang mempunyai visi jelas dan kuat atas organisasi dan manusia yang dipimpinnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;¨&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Shows the way&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. Pemimpin yang baik dan efektif adalah mereka yang mampu merealisasikan rencana atau visi yang telah dibuat menjadi aksi nyata melalui kekuatan komunikasi ekfektif. &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;¨&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Goes the way&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. Pemimpin yang baik dan efektif adalah mereka yang memberikan teladan atau contoh kepada bawahan atas apa yang telah direncanakan dan diucapkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kesuksesan kita sebagai seorang pemimpin diawali oleh kesuksesan kita sebagai pribadi. Kepemimpinan dimulai dari kekuatan didalam individu kemudian akan menyebar keluar kepada orang lain, kelompok, dan organisasi yang lebih besar. Seperti gelombang air yang terbentuk akibat jatuhnya suatu benda kedalam badan air. Gelombang air membentuk lingkaran yang semakin besar dan besar. Begitu pula pengaruh pemimpin, dari individu, kelompok terkecil, kemudian membesar dan besar. Kepemimpinan yang sebenarnya bersumber dari &lt;i&gt;personal power&lt;/i&gt; bukan &lt;i&gt;position power&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Mengembangkan Leadership Skill&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Cambria,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kepemimpinan sering dideskripsikan sebagai perilaku dan kemampuan yang dapat dilatih dan ditingkatkan, seperti banyaknya kemampuan (skill) yang lainnya. Berikut beberapa point yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan Anda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/di
