Every journey always begins with one step, Semua perjalanan bermula dari satu langkah kaki ....
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Maret 2014

Buku & Kurus

Terimakasih untuk teman-teman alumni IELSP (Indonesia English Language Study Program) yang tergabung dalam organisasi alumni IAA (IELSP Alumni Association) karena telah memfasilitasi terbitnya buku kumpulan cerita perjalanan penerima beasiswa IESLP. Buku dengan judul "Melipat Batas" itu akhirnya terbit bulan September tahun lalu. Saya kebetulan mengirimkan cerita dan akhirnya turut dicetak bersama cerita-cerita lain dari teman-teman di buku tersebut. Salut dan bangga dengan kerja keras tim IAA hingga akhirnya buku tersebut terbit. Saya tidak bisa membantu banyak dalam penyusunan dan teknis penerbitan buku itu karena masih bertugas di Halmahera Selatan. Saya hanya kadang dihubungi untuk sesekali membetulkan dan mengirim data yang dibutuhkan oleh tim penyusun. 

Meski bukan buku saya sendiri, tapi sudah cukup membuat saya bersuka cita karena ada tulisan saya disitu. Saya bercerita tentang bagaimana ramah dan teraturnya Kota Blacksburg, sebuah kota kecil tempat Virginia Tech University berada. Dan cerita itu akhirnya terkumpul bersama cerita yang lain menjadi sebuah buku "Melipat Batas". Itu adalah tulisan pertama saya di sebuah buku. Bisa saya katakan, itu adalah buku pertama saya di usia 25 tahun. 

Saya (kedua dari kanan) ditengah-tengah penulis buku Melipat Batas, @America Pacific Place, Jakarta

Foto bersama pengurus IAA (IELSP Alumni Association)

Selasa, 31 Mei 2011

IESLP, Beasiswa Kuliah Gratis di Amerika Serikat

Belajar di Amerika dan tinggal disana???mungkin hal ini adalah impian mayoritas mahasiswa di seluruh Indonesia. Gratis pula, siapa si yang gak mau?Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan mengejar beasiswa IELSP. Beasiswa IELSP atau kependekan dari Indonesian English Language Study Program adalah beasiswa yang sepertinya sangat populer dan terkenal di kalangan mahasiswa S1 di Indonesia. Bagaimana tidak, beasiswa ini benar-benar memberikan segala fasilitas yang sangat mencukupi bahkan berlebih kepada mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa ini. Semuanya fasilitas dan akomodasi gratis. Sehingga, tidak mengherankan ribuan mahasiswa setiap tahunnya saling"berebut" untuk mendapatkan beasiswa ini. Saya akan mencoba menceritakan tentang seluk beluk beasiswa ini. So, chek it out guys.

Apa si beasiswa IELSP?
Beasiswa (Indonesia English Language Study Program) adalah beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa undergraduate di seluruh Indonesia untuk belajar bahasa Inggris secara intensif di universitas-universitas ternama di Amerika Serikat selama kurang lebih 8 minggu. Beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris pesertanya, karena nantinya peserta akan mengikuti kelas bahasa Inggris selama berada di Amerika. Selain belajar bahasa Inggris peserta juga akan semakin mengenal kebudayaan masyarakat Amerika, karena peserta akan hidup dan tinggal di lingkungan orang Amerika dalam waktu cukup lama. Beasiswa ini disponsori oleh US Department of State dan dikelola oleh IIE (Institute of International Education) yang berpusat di New York City, sedangkan di Indonesia di kelola atau di-organize oleh IIEF (The Indonesian International Education Foundation) di Jakarta, sebuah lembaga yang membantu penyaluran beasiswa internasional kepada masyarakat Indonesia.

Siapa saja yang bisa mendaftar beasiswa ini?
Beasiswa IELSP hanya diberikan kepada mahasiswa S1 (undergraduate) Indonesia yang masih menempuh studinya di perguruan tinggi minimal di tahun ketiganya (atau minimal semester 5). Beasiswa ini tidak mensyratakan background jurusan, jadi semua jurusan bisa mendaftar dan bisa diterima dalam program ini. Selain itu, pelamar wajib memiliki score TOEFL ITP minimal 450. Adapun persyaratan pelamar program ini yang saya ambil dari website IIEF, secara rinci adalah sebagai berikut:

>>Peserta harus berumur 19 – 24 tahun
>>Aktif sebagai mahasiswa S1 minimal tahun ketiga (semester 5 ke atas) di perguruan tinggi mana pun di seluruh Indonesia dan belum dinyatakan lulus atau sedang menempuh sidang kelulusan.
>>Peserta harus berkemampuan Bahasa Inggris yang baik dengan nilai TOEFL® International atau TOEFL® ITP minimal 450 (bukan Prediction Test)
>>Yang bersangkutan juga harus memiliki prestasi akademik yang baik
>>Aktif dalam berbagai kegiatan atau organisasi
>>Memiliki komitmen penuh untuk segera kembali ke tanah air segera setelah program ini selesai
>>Tidak memiliki pengalaman belajar di Amerika Serikat atau negara lain selain Indonesia
>>Memiliki sifat-sifat: aktif, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri dan berpikiran luas serta menguasai komputer

Beberapa point diatas adalah syarat diterimanya seorang mahasiswa di program tersebut. Semakin lengkap kompetensi seorang mahasiswa yang mendaftar program ini, maka semakin besar peluang mahasiswa tersebut untuk diterima. Semuan syarat dokumen yang harus diminta dapat dilihat di wesite IIEF.

Proses seleksi
Seperti program beasiswa lain pada umumnya, proses seleksi calon peserta program secara garis besar dapat saya sederhanakan menjadi 2 tahap, adalah 1)tahap seleksi berkas (formulir) dan 2) interview. Semua persyaratan yang diminta di formulir pendaftaran harus dilengkapi, jangan sampai ada yang tercecerah atau bahkan terlupa. Semuan bentuk dokument yang diminta harus disertakan bersamaan dengan formulir pendaftaran yang sudah diiisi dengan lengkap. Kelengkapan berkas pendaftaran adalah kunci pertama bagai pelamar agar lolos tahap interview. Jangan lupa sertakan semua sertifikat kegiatan atau penghargaan, yang pernah kamu ikuti. Jika berkas lamaran kamu diterima, menurut pengalaman saya, setelah 2 minggu deadline pengiriman berkas, kamu akan diteflon oleh IIEF Jakarta yang menginformasikan bahwa kamu masuk tahap interview. Biasanya interview akan dilaksanakan satu minggu setelah kamu ditelfon. Nah, ditahap interview ini, pelamar di bagi berdasarkan regional dimana universitas mereka berada. Pengalaman saya, interview untuk pelamar dari daerah Semarang dan sekitarnya dilaksanakan di Universitas Katolik Sugijapranata, dengan peserta interview dari universitas di Semarang dan sekitarnya, seperti UNDIP, UNNES, UNISSULA, IAIN Walisongo Semarang, STAIN Salatiga, UKSW, dan Universitas Pancasila Tegal. Jumlah mahasiswa di regional Semarang yang lolos interview cohort 8 akhir tahun 2010 yang lalu, kurang lebih ada 63 orang. Yang diterima di cohort 8 dari regional Semarang kalau tidak salah ada7 orang, UNDIP 1 orang, STAIN Salatiga 3 orang, dan IAIN Walisongo 1 orang, UP Tegal 2 orang. Tentu saja interview menggunakan bahasa Inggris. Beberapa hal yang sering ditanyakan saat interview:

>> Latar belakang keluarga
>> Aktifitas dikampus (organisasi, wirausaha, dll)
>> Prestasi
>> Pendapat mengenai permasalahan Indonesia dan kontribusi apa yang telah dilakukan
>> dan beberapa pertanyaan lain seputar dirimu yang tercantum di application form

Interview umunya paling hanya 10-15 menit dan sebenarnya interview ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat karakteristik pelamar serta untuk mengkonfirmasi data/informasi yang ada diberkas pendaftaran. Jangan khawatir dengan interview, karena pertanyaan yang ditanyakan tidak akan melebar kemana-mana jika kamu jujur mengisi application form kamu.

Jumlah peserta yang diterima dari seluruh Indonesia setiap tahunnya (sepertinya) berbeda-beda. Di cohort 8, ada 72 orang yang diterima dari seluruh Indonesia, dan ditempatkan di 4 universitas berbeda di Amerika. Jadi masing-masing universitas ada kurang lebih 18 orang peserta. Peserta yang diterima dalam program ini, menurut pengamaan saya, adalah mahasiswa yang mempunyai keunikan dan keunggulan sendiri-sendiri. Ada yang aktifis kampus, wirausahawan, akadamisi, dan beprestasi di bidang tulis menulis.

Waktu pendaftaran

Setahu saya, beasiswa IELSP dibuka dua kali selama satu tahun. Deadline pengumpulan berkas biasanya di bulan Januari dan Oktober. Pelamar di bulan Januari akan berangkat ke Amerika sekitar bulan Mei-Juni, sedangkan pelamar yang diterima di bulan Oktober akan berangkat ke US bulan April-Maret.

Aktifitas apa saja yang dilakukan selama di USA
Kegiatan utama peserta beasiswa ini setelah tiba di universitas masing-masing di US adalah mengikuti kuliah bahasa inggris di lembaga bahasa dan kebudayaan yang dimiliki univeritas setempat. Dari hari senin s.d. jumat peserta diwajibkan untuk mengikuti kelas bahasa Inggris yang meliputi grammar, speaking, listening, reading, writing, dan elective class. Seperti kursus bahasa inggris di Indonesia, materi-materi yang disampaikan pun hampir sama. Didalam kelas, peserta akan bergabung dengan mahasiswa dari seluruh dunia yang sedang dan akan melanjutkan pendidikan ke universitas di US. Lembaga bahasa tersebut bertugas untuk membantu mahasiswa internasional untuk mendalami bahasa inggris hingga calon mahasiswa mencapai syarat TOEFL minimu (550). Selesai kuliah, umumnya jam 01 pm, penerima beasiswa IELSP bisa jalan-jalan kemanapun mereka mau asalkan masih di kota yang mereka tinggali. Setibanya di US, di hari pertama, peserta akan diberi tahu hak dan kewajibannya, peraturan-peraturan tinggal di US, membuat account bank, asuransi kesehatan, dan semuanya. Tidak usah khawatir dengan uang dan akomodasi, karena semuanya sudah di-cover oleh penyandang dana. Kita hanya cukup membawa keperluan pribadi saja, dan jangan worry tentang uang. Hehe.

Selain kuliah, diakhir pekan, biasanya pihak universitas akan telah membuat jadwal kegiatan buat penerima beasiswa. Banyak kegiatan yang dilakukan setiap akhir pekan, jalan-jalan, mengunjungi tempat wisata, museum, bermain olahraga, menonton pertandingan oralahraga, dan masih banyak lagi. Kamu bisa mengeksplor banyak hal yang ingin kamu tahu. Ada program budaya selama program ini berlangsung, seperti tampil diacara pentas budaya internasional, atau kamu bisa membuat sendiri festival khusus kebudayaan Indonesia. Kamu bisa membawa barang atau pakaian daerah khas Indonesia untuk dipamerkan dan dipertontonkan disana. Pokoknya, seru abis. Kamu juga bisa pergi dan bermain dengan teman amerika yang kamu kenal, atau pergi ke suatu tempat dengan keluarga amerika kamu. Atau kamu juga bisa berkunjung ke rumah orang Indonesia yang tinggal disana. Banyak pengalaman yang akan kamu dapatkan dengan mengikuti beasisawa ini. Kamu juga bisa berkunjung dan bahkan mengikuti seminar atau kelas yang sesuai dengan jurusan dan minat kamu di univeritas tempat kamu belajar. Contohnya saya, saya mengikuti kegiatan di laboratorium Aquaculture di Virginia Tech Uniersity, mengikuti kuliah dan seminar tentang Perikanan di jurusan Fisheries and Wild Nature. Jangan biarkan sedetik berlalu tanpa pengalaman berharga selama kamu di US. Kamu juga bisa menghabiskan waktu kamu di Perpustakaan super lengkap dan nyaman di kampus kamu, atau sekdar jalan-jalan menggunakan bus gratis mengelilingi kota. Atau bermain basket, berenang, voli, gym, di arena olahraga kampus kamu dengan gratis, cukup menunjukan kartu mahasiswa kamu.

Sekali lagi, kamu tidak usah khawatir tentang biaya hidup dan akomodasi selama di sana, semua sudah ditanggung, IELSP adalah beasiswa penuh. Kamu hanya cukup membuat passport dengan biaya sendiri, dan membeli dengan uang sendiri keperluan pribadi kamu.

Ayo semuanya daftar beasiswa ini, mumpung masih muda (hehe). Jika kamu ingin mendaftar beasiswa ini, selalu pantengin website IIEF di:

Informasi terkait dapat dilihat di artikel berikut: Apa yang Seharusnya Anda Punya Agar Diterima dalam Program ke LN


Oleh:
Panca Dias Purnomo
Alumni IELSP Cohort 8
Virginia Tech University, Blacksburg, USA

Key words: Indonesia English Language Study Program (IELSP), beasiswa, student exchange, Kuliah gratis di USA

Minggu, 24 April 2011

Apa yang Seharusnya Anda Punya Agar Diterima dalam Program ke LN

Ahh, saya jadi teringat buku yang baru saja saya baca selama di dalam bus menuju kampus tadi. Setiap muslim, dalam perkaranya selalu dinaungi kebaikan. Setiap mendapatkan cobaan, ia selalu bersabar. Sabar adalah kebaikan. Setiap ia mendapatkan kenikmatan, ia selalu bersyukur. Bersyukur adalah kebaikan. Sabar dan syukur adalah kebaikan yang akan menjadi sumber amal dan pahala setiap muslim setiap hari. Indah nian menjadi seorang muslim ya. Sabar setiap mendapat cobaan dan bersyukur akan nikmat yang dirasakan. Subhanallah. Saya ingin tersenyum jadinya kalau menulis kata-kata yang seolah saya sedang mengisi kajian atau tausiah seperti ini (hehe, maaf). Belum pantas rasanya. Saya hanya suka membaca buku pencerahan atau mendengarkan kalimat inspiratif dari orang lain. Salah satu cara untuk melembutkan hati dan memudahkan menemukan makna dalam setiap perjalanan hidup ini (halah lebay ^^). Bersabar dan bersyukur lah.

Baiklah, serius mode on. Kalau tidak salah saya sudah pernah menulis mengenai mimpi, harapan, dan cita-cita minggu yang lalu dan saya sudah menerbitkannya di blog ini. Saya memang sedang belajar menulis, menulis apa saja sebisa saya. Ya, setidaknya suatu saat akan membantu saya untuk mengingat perjalanan hidup yang sudah saya lalui dan mengingatkan saya akan tanggungjawab sebagai seorang manusia untuk saling mengingatkan dan tolong menolong. Sekarang, saya ingin menulis tentang beberapa parameter penilaian atau faktor penyebab diterima tidaknya seorang mahasiswa dalam program nasional/internasional. Saya akan mencoba merangkumnya berdasarkan bukti yang saya lihat dari teman-teman saya (bukan dari saya tentunya, hehe) yang pernah mendapatkannya. Saya beberapa kali menemui teman-teman yang lolos seleksi program beasiswa ke luar negeri, student exchange, pertukaran pemuda, pelatihan, dan bermacam program penuh kompetisi dalam meraihnya. Saya ingin menulis dan membagikannya kepada teman-teman karena mungkin anda salah satu yang sering bertanya "gimana si mas tips dan triknya biar diterima?". Meskipun saya bukan orang yang pantas menguraikan apa penyebabnya (masih cethek, serius!), namun akan saya coba jabarkan sekedarnya. Penting diketahui agar setiap mahasiswa yang tidak ingin sekedar menjadi 'mahasiswa' dapat membekali diri sejak dini. Beberapa parameter penilaian sebuah lembaga atau yayasan dalam menerima seseorang mahasiswa di dalam program mereka adalah (tidak berdasarkan riset & interview, menurut penulis, harap maklum) : IPK, Prestasi, Organisasi, Kegiatan yang pernah diikuti, Bahasa inggris, Kemandirian, dan Keahlian khusus. Saya tidak mengurutkannya berdasarkan prioritas atau persentase penilaian tertinggi. Yang mana yang utama umumnya berbeda penilaiannya berdasarkan kebijakan dari yayasan penyelenggara program.

1. IPK (indeks prestasi komulatif) / GPA (grade point average)
Saya menempatkan IPK di nomer urut satu bukan berarti point ini adalah yang terpenting atau utama. Meskipun seringnya IPK bukanlah parameter penilaian yang utama (saya sepakat), namun mau tidak mau IPK adalah ukuran penilain terhadap tingkat 'keseriusan' pelamar selama masa study-nya. Umumnya, program-program pemberi beasiswa atau program presticious lainnya mensyarakatkan IPK lebih dari 3. Semakin tinggi IPK anda, semakin baik, meski tidak menjadi jaminan anda bisa diterima di program yang anda impikan. Saya sudah sering bertemu dengan mahasiswa ber-IPK selangit (hehe) dan menurut kaca mata saya, mereka memang 'serius' dalam belajar. Indeks prestasi umunya menjadi patokan untuk melihat sejauh mana kualitas akademik dan keseriusan anda dalam belajar. Oleh karenanya, untuk memudahkan anda diterima dalam program tertentu, amankanlah indeks prestasi akademik anda di level 3. Apalah arti IPK selangit jika anda tidak pernah berpartisipasi dalam kegiatan kompetisi maupun organisasi. So, simak nomer dua di bawah ini.

2. Prestasi (Achievement)
Prestasi menurut saya maknanya luas. Penafsiran mengenai prestasi tidak hanya sebatas memenangi kejuaraaan tertentu. Prestasi menurut saya adalah ketika anda merasa bangga dengan sesuatu yang berhasil anda raih. Sesuatu yang anda raih dengan perjuangan keras, sesuatu yang membuat hidup anda berubah, atau bahkan sesuatu yang membuat anda merasa spesial. Semuan itu menurut saya adalah prestasi. Prestasi adalah kebanggaan dan kepuasan. Anda bisa menyebut kelahiran anda di dunia ini dari kedua orang tua anda adalah prestasi, anda juga dapat menyebut diterimanya anda di sebuah perguruan tinggi tertentu adalah prestasi, prestasi juga bisa di sematkan pada anda yang sudah berhasil mengalahkan rasa takut anda akan sesuatu. Prestasi tidak sebatas menjuarai kompetisi atau pun ber-IPK tinggi. Namun, pada konteks ini prestasi yang diinginkan oleh yayasan atau organizer program biasanya adalah prestasi yang terukur dan mendapatkan pengakuan oleh kebanyakan orang. Umumnya yayasan akan menerima claim bahwa anda berprestasi jika anda mempunyai bukti riil akan hal tersebut. Bukti riil itu umumnya dalam bentuk sertifikat. Sertifikat prestasi bukan hanya dihasilkan dalam (sekali lagi) kegiatan kompetisi, melainkan bisa dari program yang lain, misalnya kegiatan voluntery, sosial, event, atau posisi di organisasi. Perbanyaklah berkompetisi dan mengikuti banyak kegiatan prestatif agar posisi tawar anda di mata tim seleksi menjadi lebih tinggi. Biasakan diri anda sejak dini untuk mengikuti berbagai macam program prestatif, khususnya sejak anda menjadi mahasiswa baru. Ingat kembali, prestasi tidak hanya ketika anda menjadi juara dalam kompetisi menulis, olahraga, atau seni budaya saja. Jangan kuatir, jika anda masih merasa belum mempunyai prestasi yang membanggakan dan memuaskan, simak nomer 3 ini yang mungkin bisa mendongkrak daya tawar anda.

3. Organisasi
Pengalaman berorganisasi umumnya selalu disyaraktkan oleh setiap program presticious di Indonesia. Bahkan, katanya selalu ditanyakan dalam setiap interview. Nyatanya mungkin memang demikian. Saat saya lolos ke tahap interview beasiswa belajar bahasa inggris di US, interviewer menanyakan hal itu kepada saya. Di setiap formulir pendaftaran program beasiswa atau student exchange maupun yang sejenis, pelamar umumnya harus mencantumkan pengalaman organanisasi didalamnya. Mengapa pengalaman organisasi dianggap penting oleh yayasan penyelenggara program?menarik untuk dijawab, dan saya yakin anda semua tahu jawabannya. Pengalaman organsisasi seseorang secara tidak langsung mencerminkan tingkat pemahaman tentang manajemen, kepemimpinan, kemampuan bekerja dalam tim, dan tingkat sosialisasinya. Organisasi melatih seseorang terbiasa dengan 'masalah', berpikir cara memecahkannya, dan bekerja di lingkungan yang dinamis. Itulah beberapa manfaat organisasi. Pun, posisi anda dalam organisasi dapat membantu anda mendongkrak daya tawar dan nilai anda di hadapan para tim penyeleksi. Semakin tinggi posisi anda, semakin besar organisasi anda, semakin besar dampat sosial dan manfaat dari organisasi anda, semakin mudah para penyeleksi menempatkan anda sebagai prioritas pelamar yang akan diterima. Terkadang pengalaman organisasi dapat menolong anda karena mungkin prestasi anda yang pas-pasan. Idealnya adalah anda ber-IPK tinggi, mempunyai prestasi, dan mempunyai pengalaman organisasi yang baik. Faktor lain yang dapat membantu anda diterima di program presticious adalah kemampuan berbahasa asing.

4. Kemampuan berbahasa Inggris
Untuk program ke luar negeri, penguasaan bahasa inggris umumnya mutlak dibutuhkan. Kebanyakan kualifikasi yang disrayatkan oleh yayasan penyelenggara program adalah mengenai point ini. Tingkat kemampuan penguasaan bahasa inggris tergantung dari jenis program yang ingin anda ikuti. Program seperti conferensi, debat, atau program yang lain yang membutuhkan penguasaan bahasa inggris tingkat tinggi umumnya mensyaraktan TOEFL dalam score yang tinggi pula. Tidak hanya kemampuan dalam berbicara saja yang harus dipenuhi, melainkan juga kemampuan dalam menulis dan membaca. Program ke luar negeri mengharuskan pelamarnya untuk melengkapi formulir pendaftaran dalam bahasa inggris. So, your english ability both speaking and writing is very required by the foundation that will be help you accepted in the program. Selain itu, program ke luar negeri seringnya menginterview calon penerima program dalam bahasa inggris. Mau tidak mau, anda harus menguasai hal yang satu ini. Point pendukung lainnya yang dapat membantu anda diterima dalam program presticious adalah keahlian khusus dalam hal tertentu, simak nomer 5 dibawah ini.

5. Keahlian/ketrampilan khusus
Umumnya point ini adalah penunjung, namun tidak menutup kemungkinan anda bisa diterima dalam program ke luar negeri karena anda mempunyai keahlian unique yang tidak dimiliki orang lain. Memang tidak semua orang dilahirkan mempunyai ketrampilan yang khas. Mungkin ini semacam talenta bawaan lahir. Namun saya yakin, setiap anda pasti mempunyai kemampuan ini meskipun tidak selalu dalam bentuk yang terlihat. Contoh ketrampilan terlihat misalnya memainkan alat musik, olahraga, menari, menulis, dan lain sebagainya. Contoh kemampuan tidak terlihat misalnya mampu membaca perasaan orang lain, memahami karakter orang lain, mampu menjadi pencair suasana, penganalisa dan pemecah masalah yang handal dan masih banyak lagi. Kemampuan ini semua perlu anda tulis dalam formulir pendaftaran. Biasanya formulir pendaftaran akan menanyakan alasan anda ingin mengikuti program tersebut dan alasan mengapa anda layak diterima. Itulah saat yang tepat bagi anda untuk mempromosikan diri anda sendiri. Namun, dengan satu syarat terlebih dahulu yaitu anda sudah mengenal dengan sangat baik kelebihan dan kekurangan diri anda. Karenanya, kenalilah diri anda lebih dalam.

6. Kemandirian
Saya hampir saja lupa menuliskan point ini. Bukti yang saya lihat, beberapa teman saya diterima dalam program ke LN karena selama kuliah mereka juga bekerja atau mempunyai usaha sendiri. Ini menjadi point penilaian lain karena anda dianggap mempunyai manajemen waktu yang baik dan tingkat kemandirian yang tinggi. Karena anda tidak sekedar menggantungkan diri pada orang tua, melainkan anda dapat membiayai hidup dan kuliah anda sendiri atau setidaknya meringankan beban kedua orang tua. Tim penyeleksi pasti akan memberikan penghargaan dan apresiasi khusus kepada anda yang mempunyai kelebihan ini.

Beberapa point diatas adalah contoh parameter penilaian saat anda ingin diterima di program yang anda inginkan. Semakin presticious, bergengsi suatu program, akan semakin banyak pelamar yang mendaftar, akan semakin ketat persaingannya, sehingga kualifikasi peserta yang akan diterima pun semakin tinggi. Persiapkanlah diri anda sejak dini untuk hal itu. Tingkatkanlah kapasitas diri agar anda dapat masuk dalam kriteria peserta program tersebut. Meskipun tidak dapat mendekati kondisi ideal atau tidak semua parameter dapat dipenuhi, setidaknya berusaha membuat diri sendiri mendekati ideal dan mempunyai beberapa parameter yang dapat diperhitungkan adalah jauh lebih baik. Point mana yang ingin anda tonjolkan?Selanjutnya terserah anda. Selain beberapa point diatas sebagai persyaratan teknis yang harus anda persiapkan, yang tidak kalah penting adalah persiapan non-teknis seperti kepercayaan diri dan keyakinan bahwa anda akan diterima di program yang anda inginkan. Tetap sehat dan semangat.

Wallohualam,

Panca DP
Newman Library, Sunday 24 April 2011, 02.35 pm

Read Also

  • Jangan Baper - Jangan baper kalau kerja. Hubungan antar manusia di tempat kerja, entah dengan rekan, bawahan atau atasan, gak selamanya baik-baik saja. Hubungan kerja, sa...
    6 tahun yang lalu