Every journey always begins with one step, Semua perjalanan bermula dari satu langkah kaki ....
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 April 2014

Recovery (2): Lebih Baik

Jumat (18 April 2014) bisa saya katakan adalah salah satu hari spesial di bulan April ini. Selain di hari itu adalah libur kerja, di hari itu pula saya bertemu kembali dengan teman-teman seorganisasi pas kuliah dulu; BEM KM UNDIP 2011. Acara meet up ini bermula dari obrolan ringan di group whatsup PSDM. Akhirnya kami menyepakati untuk bertemu. Kami bertemu di Kebun Binatang Ragunan. Tidak semua anggota PSDM bisa datang memang, namun acara meet up Jumat kemarin berasa sangat manfaatnya. 

Frienship is more than just a word
Itulah untuk kali pertama saya bertemu mereka setelah saya lulus. Hampir dua tahun kami tidak bertemu. Hanya sesekali paling beradu sapa di media social.  Kita tidak pernah tahu apa yang dialami seseorang selain orang itu sendiri dan Tuhan tentunya. Semua peristiwa hidup seseorang dapat membuatnya berubah. Ya, semua orang berubah, everybody change. Termasuk teman-teman saya ini. Ada yang berubah penampilannya, ada pula yang berubah pemikirannya. Untuk yang terakhir ini, mungkin saya salah satunya. Namun ada juga yang kelihatannya masih sama seperti dulu.

Sabtu, 21 Juli 2012

Sambutan Wakil Wisudawan/Wisudawati Universitas Diponegoro pada Wisuda ke-127

Mimpi atau bolehlah disebut angan-angan jika selalu dibayangkan dan ditulis, insyaALLAH suatu saat terwujud. Begitu kata para trainer saat mengisi forum-forum motivasi. Dan Anda tahu?itu memang benar adanya, karena aku perlahan-lahan membuktikannya. Dulu aku sempat bermimpi saat wisuda, aku akan mewakili teman-teman memberi sambutan dan membuat orangtuaku bangga. Mimpi itu terwujud pada hari Selasa, 17 Juli 2012. Aku merasa sangat bahagia, bangga, sekaligus terhormat diberikan kepercayaan untuk mewakili teman-teman wisudawan/ti memberikan sambutan pada acara wisuda Universitas Diponegoro yang ke 127. Meskipun awalnya aku sempat menolak dengan halus, tapi bagaimanapun itu adalah kepercayaan dan kehormatan jadinya aku tidak akan mengecewakan siapapun. Karenanya pula, orangtuaku sesampainya dirumah tidak hentinya membicarakan tentang wisudaku. Kebahagiaan tiada tara dapat membuat orangtua menangis bangga melihat putranya bukan?. Wisuda sarjana Hari Selasa 17 Juli 2012 adalah salah satu momen hidup paling membahagiakan dan membanggakan yang pernah aku punya  sepanjang hidup. Hadirnya adek-adek kelas yang memberi ucapan selamat menjadi salah satu penyebab utama mengapa hari itu menjadi hari penuh canda tawa. 

Dulu aku selalu berpikir dan selalu aku tulis pula, bahwa suatu saat jika aku wisuda aku akan merasa sangat puas terhadap apapun yang telah aku lakukan dikampus. Dan Anda tahu?aku betul-betul merasa sangat puas pada hari dimana aku diwisuda. Subhanallah. Apa yang kita pikirkan suatu saat akan menjadi kenyataan. Semoga apa yang aku impikan selama ini akan terwujud nyata perlahan-lahan, karena aku semakin yakin bahwa mimpi yang benar-benar diinginkan dan diupayakan akan terwujud suatu saat, entah kapan. Karena Tuhan pasti mendengar dan mengabulkannya. 

Terimakasih untuk doa dan dukungannya dari teman-teman dan adek-adek kelas
Berikut aku posting naskah sambutan yang aku buat sebagai wakil wisudawan/ti Universitas Diponegoro pada wisuda ke-127. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

Jumat, 01 Juni 2012

4,9 Tahun Bukanlah Waktu Yang Sebentar

Setelah namaku dipanggil, aku masuk kedalam ruangan. Dinginnya udara ber-AC semakin terasa menusuk kulit, keringatkupun semakin mengering. Aku duduk dan mendengarkan dosen pembimbingku sekaligus panitia sidang menyampaikan kalimat penutupannya. Aku menunduk dan cuma bisa memegang tanganku sembari terus berdoa dalam hati agar semuanya seperti yang diharapkan. Ruangan terasa hening sesaat. Suara dosenku mulai terdengar "Ya, setelah tim penguji bermusyawarah, kemudian sepakat bahwa selamat kepada saudara Panca, Anda sudah dinyatakan lulus". Alhamdulilah, aku bersyukur sekali dalam hati, tak henti-hentinya aku mengucap syukur. Akhirnya, aku sarjana juga, sarjana pertama yang dihasilkan dari hasil jerih payah orangtuaku sendiri. Aku naikan kepalaku dan memandang wajah dosen pembimbingku dengan senyuman teramah dan penuh kebahagiaan. Beliaupun melanjutkan "Anda baru lulus 51%, yang sisanya 49% adalah ketika Anda sudah melengkapi refisi dari para penguji. Setelah semuanya lengkap, baru Anda lulus 100%". Gelar sarjana sudah ada digenggaman tangan, refisi dari dosen penguji cuma masalah kecil saja. Tinggal tunggu waktu sampai semua tanda tangan dosen penguji aku dapatkan. InsyaALLAH.

"Silakan, kepada Professor Budi untuk memberikan wejangan kepada saudara Panca", demikian kata dosen pembimbing sekaligus panitia sidang sembari membersilakan Prof. Budi berbicara. Prof. Slamet Budi Prayitno adalah dosen pembimbing keduaku, dosen senior di fakultasku dengan pengalaman dan kapasitas keilmuaan yang tidak diragukan lagi. Beliau pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor III, Pembantu Dekan III, dan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Tengah. Dengan tata bahasa yang sangat halus dan baik, beliau memberikan wejangan atau pesan kepadaku. Kalimat pastinya aku tidak terlalu hafal, yang pasti aku masih ingat sekali intinya. Ini akan selalu aku ingat selamanya karena kalimat ini telah berhasil membuatku merinding dan berkaca-kaca. "Selamat kepada Panca, prestasi akademik Anda sangat memuaskan, dan hasil sidang ini juga sangat memuaskan. Anda telah berjuang dengan keras untuk meraih gelar sarjana dan sidang ini adalah tahapan paling akhir Anda selama berkuliah di kampus ini. Tentunya, orang pertama yang Anda hubungi setelah keluar dari ruangan ini adalah Ibu Anda. Karena beliaulah yang selalu mendoakan Anda setiap waktu demi kesuksesan Anda. Orangtua Anda bekerja keras agar Anda lulus menjadi sarjana. Kami, para dosen, juga berdoa agar Anda menemukan kesuksesan Anda setelah keluar dari kampus ini. Kami juga selalu siap membantu Anda setelah ini. Selama kuliah pasti Anda telah bertemu dengan banyak dosen dan pengalaman. Ada dosen yang baik dan ada mungkin yang kurang baik. Ada pengalaman yang baik dan ada juga yang kurang baik. Tapi, apapun itu, anggaplah semuanya baik dan jangan pernah lupakan almamater Anda. Selamat". 

Sabtu, 12 Mei 2012

Kenapa Tidak Bunuh Saja Kepala Sukunya

Lagi aku mendapatkan kesempatan untuk berbagi cerita dan berdiskusi dengan adek-adek tingkat di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan. Ini adalah kali kedua aku mengisi acara di Teknik Lingkungan. Meskipun kali ini sangat mendadak, 3 hari sebelum acara aku baru dihubungi oleh panitia, tapi aku mengiyakan saja karena (kali ini) pemikiran tentang menambang amal lebih besar ketimbang pikiran bahwa aku sudah terlalu expired mengisi acara di jurusan. Panitia mengadakan acara pelatihan intensif buat anggota HMTL setiap satu bulan sekali. Entah aku tidak tahu nama acaranya apa. Yang pasti ini semacam acara pelatihan internal anggota. Materi yang diminta panitia adalah tentang team-work. Panitia, yang terdiri dari anggota litbang (penelitian dan pengembangan), memilih materi ini lantaran anggota HMTL belum lama dilantik, karena itu mereka ingin meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan diantara anggotanya. Masuk akal sekali memang materi ini bagi anggota organisasi yang belum lama bekerja bersama-sama. 
Terimakasih buat panitia yang ngasih tumbler botol minum bertuliskan Undip. ;-D
Aku seperti biasanya langsung mencari beberapa artikel yang terkait dengan team-work dalam organisasi di internet beserta kalau ada contoh-contoh gamesnya. Ada beberapa artikel yang sangat bagus mengulas tentang bagaimana membangun team-work dalam organisasi dan ada juga contoh-contoh permainan team-work. Setelah membaca beberapa artikel aku cuplik pikiran-pikiran pokok dalam artikel itu yang paling sesuai dengan rencana materi yang akan aku sampaikan, lalu aku masukan dalam slide presentasiku. Sedangkan aku tidak menemukan contoh games tentang team-work yang cocok dengan keinginan, sehingga akhirnya aku putuskan untuk menggunakan games team-work yang dulu pernah aku dapatkan ketika mengikuti sebuah acara pelatihan. Akhirnya jadilah 16 slide yang juga berisi dua video tentang indahnya team-work. Aku sengaja membuat sedikit slide kali ini karena aku ingin banyak mengajak diskusi peserta nantinya. Selain itu, aku juga akan langsung menuju pada pokok pikiran tentang team-work berdasar pengalaman yang sering terjadi di antara anggota organisasi mahasiswa. Waktunya juga sangat terbatas, karena itu aku pikir jangan terlalu lama, satu jam sudah cukup. 

Selasa, 10 April 2012

Yang Paling Esensi Untuk Memperbaiki Kemahasiswaan Kita

Hari Sabtu kemarin, 07 April 2012, saya diminta memberikan presentasi kepada pengurus BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di sebuah lembaga pelatihan dan pendidikan milik pemerintah, tidak jauh dari Tembalang. Panitia meminta saya memberikan presentasi tentang pembuatan program kerja dan peran kepemimpinan terhadap kinerja organisasi. Sebenarnya, 3 minggu sebelumnya, saat saya dihubungi panitia untuk memberikan presentasi mengenai topik itu, saya tidak langsung menyanggupi. Saya merasa, sebagai mahasiswa yang sudah memasuki masa pensiun, bahkan melebihi jatah waktu normalnya, saya tidak lagi pantas untuk memberikan presentasi tentang topik-topik seperti itu kepada pengelola organisasi mahasiswa. Ibarat produk, saya sudah expired, alias kadar luarsa. Namun, setelah saya pertimbangkan beberapa saat, saya mengiyakan permintaan panitia.

Saya rasa, masih banyak mahasiswa adik tingkat saya yang bisa dan mampu memberikan presentasi mengenai pengembangan organisasi mahasiswa dan kadernya di lingkup Universitas Diponegoro sekarang ini. Banyak adik tingkat saya, angkatan 2008 keatas yang juga kompeten mengisi acara organisasi mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang sudah expired, memberikan presentasi dalam acara seperti itu, menurut saya, sudah bukan lagi saatnya. Sekarang ini, saatnya penerus-penerus dan generasi muda mengembangkan kemampuannya. Saatnya yang lebih muda yang berkarya. Sampai kapan yang lebih muda berkembang jika yang lebih tua masih saja eksis?. Well, itulah pula menurut saya bagian dari sebuah roda kaderisasi, dimana ada yang pergi dan ada yang mengganti. Kaderisasi yang sehat akan menghasilkan seorang dan banyak kader yang hebat, yaitu tepat pada waktunya dan tepat pada orangnya. 

Sabtu, 03 Maret 2012

Optimalisasi Peran Komisi Ahli dalam Mendukung Improvitas BEM KM UNDIP



Oleh:
Panca Dias Purnomo[1]

Pendahuluan
Saya bertugas menjadi Komisi Ahli BEM KM UNDIP 2011, efektif kurang lebih antara 6-8 bulan saja. Karena ada beberapa hal yang membuat saya tidak bisa bekerja secara penuh seperti kawan-kawan yang lain, yakni normalnya 12 bulan. Bahkan, saat pelantikan dan LPJ akhir tahun saya juga tidak dapat ikut serta. Terhitung sejak Januari 2011 saya resmi menjabat menjadi KA bidang Internal BEM KM UNDIP 2011. Semenjak itu, saya berusaha untuk belajar, merenungi, dan menghayati peran baru saya. Saya harus menyesuaikan diri dengan cepat dengan posisi baru saya itu, mengingat posisi saya di lembaga mahasiswa sebelumnya sangat berbeda. Saya akui, meskipun sangat singkat, namun peran sebagai bagian dari Komisi Ahli sekaligus sebagai pengurus BEM KM UNDIP memberikan banyak pembelajaran dan pemaknaan hidup kepada saya. Sungguh, sangat membekas sampai sekarang. Karena itu, semoga tulisan berupa unek-unek saya ini dapat memberi sedikit pembelajaran kepada adek-adek tingkat penerus Komisi Ahli BEM KM UNDIP khususnya dan juga kepada seluruh pengurus BEM KM UNDIP umumnya. Sebenarnya  sketsa artikel ini sudah tergeletak di laptop saya dua bulan lamanya, namun baru dapat saya selesaikan baru-baru ini. Semoga pepatah “lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali” masih berguna untuk tulisan ini.

Kamis, 16 Februari 2012

Budaya: Menulis dan Membaca



Mudah saja untuk menilai sesuatu telah menjadi budaya atau pun belum. Jika sesuatu hal telah menjadi budaya, maka setiap orang yang melakukan, melihat, dan mengalaminya tidak akan heran dan merasa aneh maupun asing. Namun, sebaliknya, jika sesuatu hal belum menjadi budaya, maka setiap orang yang melakukan dan melihat sesuatu tersebut akan merasa aneh dan asing. Budaya, akan membuat orang yang melakukan atau pun melihatnya merasa wajar-wajar saja; normal-normal saja. Tapi, jika bukan budaya, akan membuat orang merasa risih, malu, aneh, dan heran. 

Uniknya lagi, jika sesuatu hal belum dianggap suatu kewajaran atau kenormalan, orang-orang akan membuat sesuatu itu menjadi bahan 'guyonan' atau lelucon dan sepertinya layak menjadi sumber keheran-heranan orang. Terkadang pula menjadi bahan perbincangan orang. Berbeda jika suatu hal telah menjadi budaya, maka hal itu tidak akan mengundang keheran-heranan orang dan orang-orang itu, meskipun belum tentu semuanya, dapat menerima hal tersebut. 

Sepengetahuan saya, suatu hal yang seperti itu berbeda antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Suatu hal yang dianggap budaya dan baik di suatu masyarakat belum tentu dianggap demikian di masyarakat yang lain.

Banyak permisalannya,

Sabtu, 14 Januari 2012

Makna OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) Jurusan bagi Saya

Saya secara tiba-tiba, entah mengapa, mempunyai keinginan untuk menulis mengenai kenangan dan makna OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) yang saya ikuti dan juga yang pernah saya kelola bersama teman-teman angkatan. Mungkin kata-kata OSPEK sudah tidak lagi relevan dimasa sekarang ini, karena sering kata OSPEK diasosiasikan dengan perponcloan dan penindasan senior terhadap juniornya. Maka dari itu, kata OSPEK dalam tulisan ini akan saya ganti dengan MABIM atau Masa Bimbingan, biar tidak terkesan 'ngeri' meskipun judul tulisan saya memakai kata OSPEK.^^.

MABIM, dikampus saya, khususnya jurusan dan fakultas saya, adalah acara wajib bagi mahasiswa baru dibawah program kerja dan tanggung jawab Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan dilaksanakan oleh senior 2 tahun di atas mahasiswa baru yang bersangkutan.

Ditengah-tengah berbagai macam ide menulis yang muncul didalam kepala hari ini, keinginan menulis tentang hal-hal yang berbau 'kampus' sepertinya lebih kuat dibandingkan dengan pikiran yang lain. Kenapa saya jadi teringat MABIM? Kemarin salah satu teman satu angkatan mengajak saya untuk ikut datang di acara MABIM-nya mahasiswa baru 2011 di kampus Jepara. Tapi, sayang, beribu sayang, saya tidak bisa turut serta karena aktivitas saya yang tidak bisa saya tinggalkan. Teringat ajakan teman saya itu, akhirnya saya pun ingin membuka kenangan MABIM saya, baik saat saya menjadi peserta (mahasiswa baru) maupun saat saya menjadi panitia MABIM.

Selasa, 03 Januari 2012

Kisah Kita Berakhir di Januari?LPJ Bukanlah Akhir

“Berat bebanku meninggalkanmu
separuh nafas jiwaku sirna…..
****
*** dengarkan dengarkan lagu… lagu ini
melodi rintihan hati ini
kisah kita berakhir di Januari
selamat tinggal kisah sejatiku ***”
(Januari-Glen Fredly)

Mungkin diantara sahabat ada yang bertanya-tanya, mengapa saya mengutip potongan lirik lagu Glen Fredly yang berjudul Januari, seperti diatas itu. Well, semoga rasa heran sahabat akan terjawab sebentar lagi, tentunya setelah selesai membaca note  ini.

Apa yang pertama kali sahabat pikirkan saat mendengar “Januari”?. Rasanya akan banyak sekali hal yang sahabat pikirkan saat mendengar nama bulan yang pertama ini. Barangkali diantara sahabat, ada yang teringat dengan tanggal jadian atau mungkin putus dengan pacar,  bulan dimana sahabat berulang tahun, bulan saat sahabat diwisuda, atau mungkin bulan saat sahabat berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Atau ada yang lain?

Untuk sahabat yang aktif mengelola organisasi mahasiswa (seperti kita) tentunya bulan Januari, mempunyai makna atau arti tersendiri untuk kita dan organisasi kita. Apakah itu?Yapz, di bulan Januari, kita akan melaksanakan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban). LPJ adalah saat dimana kita akan mempertanggungjawabkan semua aktifitas kita selama satu tahun ini didepan dewan legislatif mahasiswa yang terhormat, sebagai representator mahasiswa dalam sistem student government di kampus kita.  Sehingga, LPJ, tidak mengherankan, umumnya akan diisi dengan drama penuh heroisme dan meloisme (kalau boleh saya sebut begitu), yakni penuh semangat dan keharuan.

Minggu, 01 Januari 2012

Kampusku Suatu Saat Nanti (part.7-habis)

*****
Aku berjalan mendekati pintu utama. Aku berdiri didepan sebuah kotak besar yang berisi berbagai macam informasi. Disana ada berbagai macam ikon bergambar, yang bisa memberikan informasi kepada siapa saja yang menekan ikon tersebut. Ada ikon bergambar dan bertuliskan “map”, “room”, “schedule”, “activities”, dan lain sebagainya. Ternyata layar besar ini, semacam pusat informasi semua kegiatan kemahasiswaaan di fakultasku. Semua bisa mengaksesnya informasi didalamnya hanya dekan cukup menekan tombol ikon yang diinginkan atau disana juga tertulis “click us at www.scfpik.undip.ac.id”. Tinggal klik saja sesuai dengan alamat website yang tersedia. Benar-benar sudah sangat maju sekarang, berbeda ketika jamanku aktif di organisasi mahasiswa.  Gambar-gambar di layar sentuh ini pun berganti-ganti dengan sendirinya, seperti yang aku temui di lantai satu dekanat tadi.

Aku coba tekan ikon “map” di layar tersebut. Gambar sebuah peta muncul di layar tersebut. Banyak sekali ruangan dan nomor ruangan dilayar monitor. Dibawah gambar peta, aku lihat terdapat informasi yang menunjukan nama setiap nomor ruangan itu. Ruang A.101: Sekretariat BEM FPIK. Ruang A. 102: HMJ Ilmu Kelautan; Ruang A. 103: HMJ KMP Perikanan; dan seterusnya. Ternyata semua organisasi mahasiswa berada didalam gedung ini. Semuanya mempunyai kantor digedung ini, berbeda sekali ketika aku masih mahasiswa di fakultas ini. Banyak nama-nama organisasi mahasiswa yang tidak aku kenal disana. Organisasi mahasiswa di fakultasku telah banyak berubah.

Kampusku Suatu Saat Nanti (part.6)

*****
Aku segera beranjak dan bergegas keluar dari gedung dekanat. Sebelum keluar aku ucapkan terimakasih kepada resepsionis sembari tersenyum. Saat aku keluar mendekati pintu utama, sepintas aku melihat foto-foto mahasiswa yang terpasang di sebuah majalah dinding elektronik, tepat sebelum pintu utama. Saat menunggu tadi, aku belum sempat memperhatikan foto-foto ini. Foto dan tulisan yang tertampil disana bergerak dan berganti secara otomatis.

Karena penasaran aku berhenti sejenak. AKu lihat foto seorang mahasiswa FPIK yang sedang menerima piala dan hadiah. Dia menjadi juara dalam sebuah kompetisi. Foto berganti setelah kurang lebih 1 menit. Sekarang aku lihat, foto beberapa kelompok mahasiswa sedang menyelam di bawah laut, sembari mengacungkan jempol tangan kanannya ke kamera. Foto selanjutnya adalah mahasiswa-mahasiswa FPIK yang sedang mengadakan acara semacam bakti sosial disebuah kawasan pesisir. Ternyata ini semacam foto-foto kegiatan dan prestasi mahasiswa FPIK. Kemahasiswaan di fakultasku ini sepertinya telah mengalami kemajuan cukup pesat, dan sudah sangat diapresiasi oleh pihak fakultas. Mading elektronik ini buktinya. Cukup menarik, gumamku dalam hati.

Kampusku Suatu Saat Nanti (part.5)

Aku sudah diberi tahu oleh beberapa temanku dari fakultas yang sama maupun yang berbeda bahwa 2 tahun sejak aku lulus, kampusku gencar-gencarnya memanggil alumni-alumni yang telah selesai study di luar negeri untuk pulang ke Indonesia dan mengabdi kepada kampus. Kebetulan ada seorang teman yang dia sudah pulang ke Indonesia dan sekarang ini mengabdikan dirinya dikampus setelah dia diminta oleh pihak kampus. Berita itu aku tanggapi dengan sangat positif. Itu artinya kampusku yang dulu terkesan mengabaikan lulusan-lulusan terbaik dan bahkan seperti kurang memfalisitasi alumni untuk melanjutkan study ke luar negeri, perlahan muali peduli dengan bibit-bibit terbaik mereka. Kesan positif pun mulai muncul.

Saat ini pun, aku dengar, tidak hanya meminta alumni yang telah selesai kuliah di luar negeri untuk pulang dan mengembangkan kampus, tapi juga alumni potensial yang baru lulus dibantu oleh kampus untuk segera melanjutkan study ke luar negeri dan kemudian harus mengabdikan diri memajukan kampus setelah selesai masa studi. Kampusku ini sekarang sedang mengalami masa perkembangan yang sangat pesat, jadi banyak dibutuhkan tenaga-tenaga ahli danfresh untuk membantu proses kemajuan itu. Aku senang mengetahui kondisi ini.

Kampusku Suatu Saat Nanti (part.4)

*****
Sebelum menuju pintu masuk, tidak lupa aku masukan terlebih dulu kamera kedalam tas punggung, dan memastikan bajuku sudah tertata rapi. Pintu masuk gedung bergeser otomatis seketika aku menginjakan kaki didepan pintu itu. Aku masuk kedalam gedung, dan tepat diseberang pintu meja resepsionis sudah menyambutku. Disana telah siap seorang perempuan yang menyambutku dengan senyum manisnya. Aku sedikit tertegun ketika aku perhatikan, ternyata wanita ini memakai jilbab. “Selamat siang mas, ada yang bisa saya bantu?”, sapanya dengan ramah. “Iya mbak, saya Panca, saya sudah ada janji dengan Bapak Dekan jam 13.30 dikantor beliau”, jawabku dengan wajah yang tidak kalah ramahnya. “Baik, sebentar ya mas, silakan mas Panca berkenan menunggu sebentar disebelah sana sementara saya memastikan bapak dikantor beliau”, sambil tangan kanannya menunjuk deretan kursi disebelah pintu masuk. “baik, terimakasih mbak”, jawabku.

Aku kemudian duduk. Sembari duduk, aku melihat resepsionis itu menekan tombol telfon dan mulai berbicara. Nampaknya sudah ada teknologi video call dikampus ini, batinku. Sambil menunggu dipanggil oleh resepsionis, mataku tidak henti memandangi sekeliling ruangan. Ada kalimat ucapan selamat datang “SELAMAT DATANG DI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN” tertempel didinding diatas ruangan recepsionis. Tulisan warna biru muda yang tersusun rapi itu cukup berkesan dimataku. Ada banyak foto-foto ikan, lautan, pesisir, dan aktifitas-aktifitas kemahasiswaan di lantai satu ini yang tertempel rapi di dinding. Ruangan-ruangan didalam gedung itu tertutup oleh kaca buram, dan ada papan putih bertulis nama masing-masing ruangan disetiap pintunya.

Kampusku Suatu Saat Nanti (part.3)

Ada baliho besar yang tertampang didepan bangunan Student Centre, bergambar dua orang lelaki sedang saling mengepalkan tangan. Disana tertulis Presiden dan Wakil Presiden BEM KM UNDIP. Subhanallah, keren. Aku menjadi teringat aktifitasku dulu ketika sedang menuntut ilmu dikampus ini. Aku pun sempat menghabiskan waktuku disebuah bangunan pusat aktifitas kegiatan mahasiswa. Tapi dulu, gedungnya tidak sebesar dan serapi ini.

Aku lihat mahasiswa-mahasiswa berkelompok sedang berdiskusi dengan serius sambil memandangi pemimpin diskusi yang terlihat sedang menulis sesuatu di white board. Sekelompok mahasiswa lainnya sedang berlatih drama sambil membawa kertas ditangan mereka. Beberapa dari mahasiswa yang lain sedang sibuk membuat semacam alat peraga dan mewarnai sebuah papan. Tampak dari kejauhan seorang mahasiswa yang sedang memberi contoh gerakan tari kepada mahasiswa yang lain. Ada juga beberapa yang sedang sibuk mengetik sesuatu di notebook mereka. Tidak jauh dari bangunan itu, ada mushola yang nampak indah dari kejauhan. Di seberang bangunan yang lain, terdapat kantin besar yang dipenuhi dengan gambar berbacam jenis makanan diatasnya. Kantin itu dipenuhi mahasiswa yang sedang bersantap siang dengan teman-temannya. Sambil makan dan minum, mereka masih saja memegang kertas dan sepertinya sedang mendiskuskan isi kertas itu. Pemandangan yang luar biasa, nuansa dan amosfer yang sangat berbeda ketika aku terakhir kali berada dikampus ini. Tidak lupa aku abadikan pemandangan itu kedalam kameraku, berharap aku bisa memajang foto-foto itu kedalam album pribadiku. Entah tidak terhitung lagi berapa foto yang sudah aku jadikan album dan aku simpan hingga sekarang. Aku memang suka mengoleksi foto, bahkan foto seorang nenek tua yang aku ambil di Afrika dua tahun lalu masih aku simpan sampai sekarang.

Aku melihat jam tanganku, kurang 10 menit lagi. Aku harus segera bergegas. 

Kampusku Suatu Saat Nanti (part.2)

Sekarang banyak mahasiswa yang berjalan kaki kekampus. Berbeda sekali saat aku masih kuliah dikampus ini. Bahkan untuk jalan kaki, keluar gedung kuliah saja rasanya malas. Tapi sekarang, nuansa kampus ini benar-benar sejuk dan alami. Indah dan menenangkan untuk dinikmati dengan berjalan kaki.

Aku berpapasan dengan mahasiswa yang nampak asyik mendengarkan sesuatu dari earphone ditelinganya. Sambil berjalan, dia sesekali membuka-buka buku catatan yang dia bawa. Unik! Jarang sekali aku lihat mahasiswa yang punya kemampuan belajar sambil berjalan. Apalagi ditambah dengan earphone itu. Pasti butuh konsentrasi tinggi. Merasa mendapatkan obyek yang menarik, aku arahkan kameraku kesosok mahasiswa itu, takut dianggap menggangu aku jepret secepat mungkin.

Beberapa mahasiswa yang berlalu lalang ini, aku dengar sedang bercakap-cakap dalam bahasa inggris. Ada juga beberapa mahasiswa asing yang aku lihat turut berjalan bersama mahasiswa lokal. Jika dilihat dari perawakannya, mereka sepertinya berasal dari Eropa, China, Jepang, dan Afrika. Kampusku sekarang semakin mendunia, pikirku.

Aku mendengar beberapa perbincangan mahasiswa-mahasiswa yang sedang berjalan didepanku. Mereka sedang membicarakan tentang laporan dan tugas dosen sepertinya. Aku hanya sayup-sayup mendengar kata-kata dari mulut mereka. Terdengar kata “laporan, deadline, referensi, esay, dan perpustakaan”. Satu lagi yang membuatku terkesima dengan mahasiswa-mahasiswa yang ‘menemani’ perjalananku ini adalah mayoritas mereka, setelah aku perhatikan, menenteng buku. Baik itu textbook, buku catatan, novel, maupaun sekedar komik yang sampulnya bisa aku lihat. Bergumam dalam hati, berbeda sekali ya saat aku masih kuliah disini, dulu kala.

Kampusku Suatu Saat Nanti (part.1)

Ada perasaan gugup sekaligus senang ketika taksi yang aku naiki turun didepan  sebuah gedung tinggi beratap runcing. Aku pandangi bangunan megah itu dengan penuh ketakjuban. Arsitek gedung ini pasti sangat brilliant dan jenius, gumamku dalam hati. Aku termangu didalam taksi hingga akhirnya terjaga ketika sopir taksi menegurku “Sudah sampai Mas”. Cukup kaget aku karenanya.

Aku lirik argo-meter didepanku sesaat, lalu kukeluarkan dompet dari saku belakang celana jeansku dan aku serahkan uang 50 ribu, “Ambil saja kembaliannya pak”. Tangan sopir taksi yang akan mengambil uang kembalian disaku celananya sedikit tertahan, sambil tersenyum dia ucapkan terimakasih.

Aku buka pintu mobil dengan perlahan. Akhirnya, aku menginjakan kaki untuk kali pertama sejak 7 tahun lalu di kampusku ini. Kampus yang telah memberikan banyak arti dalam hidupku. Kampus penuh kenangan.

Aku keluarkan kamera SLR Canon 600D dari tas punggungku, dan mulai memandangi sekeliling. Keadannya sudah sangat jauh berbeda semenjak aku terakhir kali di kampus ini. Aku pandangi bangunan didepanku. Bangunan megah, tinggi, dan ramai dipadati mahasiswa itu masih sangat aku ingat. Masjid Kampus Universitas Diponegoro. Sekarang, ada kantin, pepohonan yang rindang, dan tenda-tenda kecil, serta sitting ground.

Sabtu, 17 Desember 2011

Kepemimpinan Efektif dalam Lembaga Mahasiswa


Oleh:
Panca Dias Purnomo*)
Leadership Training (LT) HMJ Teknik Lingkungan
Sabtu, 09 Juli 2011
-
*)Komisi Ahli BEM KM UNDIP 2011
Knowledge, is Power
–Francis Bacon (1561 – 1626)
The educated differ from the uneducated as much as the living from the dead
–Aristotle (384 SM – 322 SM)

Jumlah mahasiswa pada tahun 2004 tercatat sebanyak 2.444.528 orang atau hanya 1 persen dari total populasi masyarakat Indonesia waktu itu. Jumlah PTN adalah sebanyak 91 buah dan PTS sebanyak 1.293 buah[1]. Fakta ini memberikan penjelasan kepada kita bahwa: 1) tenaga kerja Indonesia didominasi oleh tenaga kerja tidak terdidik atau berpendidikan dan berketrampilan rendah. 2) Mahasiswa sebagai kaum penggerak dan tulang punggung perubahan bangsa ini ternyata jumlahnya masih sangat sedikit.  3)Jumlah PTS masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan PTN yang mengindikasikan bahwa biaya pendidikan di perguruan tinggi adalah mahal. Pendidikan adalah akses utama menuju bangsa yang berilmu pengetahuan, tercerahkan, dan terampil sehingga mampu membentuk kulitas sumber daya manusia yang handal. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menguasai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan hanya bisa diperoleh melalui pendidikan. Mahasiswa sebagai tulang punggung perubahan bangsa justru jumlahnya masih sangat sedikit. Kita adalah orang yang sangat beruntung hari ini karena status kita sebagai mahasiswa. Oleh karenanya, kita jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan dan anugerah ini hanya untuk kepentingan diri sendiri. Kita sekarang sedang menuntut ilmu, betapa tinggi derajat orang yang berilmu, namun ilmu yang kita peroleh harus berdaya guna bagi orang lain. Kita mempunyai tanggung jawab untuk menggunakan ilmu yang kita pelajari dan capai di perguruan tinggi untuk anak cucu kita, kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Seharusnyalah kita selalu belajar menjadi pribadi-pribadi yang unggul sehingga suatu saat nanti setelah kita selesai dari fase pendidikan ini, kita mampu menjadi escalator utama kemajua bangsa. Masa depan bangsa ada ditangan kita. Belajar menjadi pemimpin yang efektif dan baik dimulai dari saat kita menjadi mahasiswa karena kita lah yang nantinya yang akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa ini.

Kamis, 15 Desember 2011

Pergantian Pimpinan Lembaga Eksekutif: Fase Krusial


Pergantian kepengurusan dalam organisasi, apapun organisasinya, adalah fase kritis organisasi. Masa pergantian kepengurusan atau pergantian pimpinan lama kepada pimpinan baru adalah fase yang sangat krusial dalam siklus roda perputaran organisasi, karena fase tersebut adalah salah satu factor yang nantinya akan menentukan kesehatan jalannya organisasi pada periode selanjutnya.

Demikian pula dengan lembaga mahasiswa, seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang setiap tahunnya selalu mengalami masa pergantian kepengurusan. BEM adalah lembaga eksekutif yang mana presiden serta wakilnya dipilih melalui pemilihan umum. Presiden dan wakilnya ini dipilih oleh mahasiswa secara luas melalui mekanisme pemilihan raya. Presiden dan wakil presiden terpilih mengemban amanah yang diberikan oleh seluruh mahasiswa untuk mengelola pemerintahan mahasiswa khususnya lembaga eksekutif agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi mahasiswa secara luas dan almamater.

Jumat, 09 Desember 2011

Kekuatan Pers Mahasiswa dalam Mendukung Perbaikan Iklim Student Government



Panca Dias Purnomo[1]

Saya memang bukan penggiat pers mahasiswa, sekedar menjadi anggota pers mahasiswa pun tidak. Namun sebagai mahasiswa yang secara aktif dan terjun secara langsung dalam dunia pemerintahan mahasiswa, saya cukup memahami peran berbagai elemen organisasi mahasiswa dalam usaha untuk mendukung terwujudnya sebuah iklim pemerintahan mahasiswa yang ideal. Pers mahasiswa memainkan peran strategis dalam mendukung terciptanya iklim student government yang ideal.

Kegiatan kemahasiswa ibarat miniatur atau tiruan dari negara-bangsa, dimana ada pembagian pos-pos kekuasaan yang saling melengkapi dan bersingeri agar terjadi chek and balance. Check and balance akan mengkondisikan pemerintahan negara-bangsa yang stabil dan ideal. Demikian pula yang dicoba disemaikan oleh para penggagas ide pemerintahan mahasiswa dikampus dahulu kala, melalui pemerintahan mahasiswa (student government) dengan mengadopsi konsepsi tersebut. Ide dan implementasi konsep Student government bekembang luas di seluruh perguruan tinggi di Indonesia dengan berbagai warna modifikasinya, seperti Republik Mahasiswa (Rema), Keluarga Mahasiswa (KM), Ikatan Mahasiswa (IM), dll.

Jumat, 04 November 2011

Organisasi Mahasiswa Adalah Organisasi Kekeluargaan

Oleh:
Panca Dias Purnomo[1]

Organisasi mahasiswa adalah organisasi kekeluargaan yang didasarkan atas persaudaraan, kesamaan hak dan kewajiban, tanpa memandang jabatan dan posisi, karena onggota organisasi mahasiswa tidak mendapatkan imbalan atas kerja mereka dalam bentuk materi. Tanpa imbalan materi, anggota maupun organisasi mahasiswa itu sendiri bergerak berdasarkan atas kesadaran untuk belajar. Belajar pun terkadang salah. Belajar tidak selalu benar. Organisasi kekeluargaan yang didasarkan atas kesadaran untuk belajar, tanpa imbalan materi, bahkan tidak sedikitpun dari pemegang kebijakannya. Tidak ada hak dalam setiap anggota organisasi (apapun posisinya) untuk menyalahkan anggota lain yang sejatinya sedang belajar. Menyalahkan saja tidak dibenarkan, apalagi memarahi, menjatuhkan dan saling menyerang.

Read Also

  • Jangan Baper - Jangan baper kalau kerja. Hubungan antar manusia di tempat kerja, entah dengan rekan, bawahan atau atasan, gak selamanya baik-baik saja. Hubungan kerja, sa...
    6 tahun yang lalu