Every journey always begins with one step, Semua perjalanan bermula dari satu langkah kaki ....
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Februari 2022

When the timing is only that matters

Pernah gak kepikiran kapan waktu terbaik untuk meeting?
Kapan waktu terbaik untuk memutuskan sesuatu?
Kapan waktu terbaik untuk mengerjakan thesis?
Kapan waktu terbaik kita untuk benar-benar bisa fokus dalam bekerja?

Ternyata waktu terbaik dan pola keseharian kita dapat dipahami melalui science dan buku yang menulis mengenai pola waktu manusia itu adalah "When The Scientific Secret of Perfect Timing", ditulis oleh Daniel H. Pink. 

Saya sudah tau buku ini sejak beberapa tahun lalu, saat saya membaca ulasan buku ini dari sebuah akun media sosial yang sering berbagi mengenai resensi buku self development dan management. Ingin rasanya saya punya buku ini sejak saya pertama membaca ulasannya, namun baru kesampaian di Januari 2022 ini. 

Saya baru selesai membaca chapter 1 dari buku ini dan langsung mendapatkan banyak pengetahuan praktikal baru yang bisa saya terapkan. 

Di chapter 1 buku ini, menjelaskan mengenai rahasia dibalik pola keseharian manusia. Pink menjelaskan bahwa dari banyak penelitian membuktikan bahwa mood, perasaan, mental, emosional bahkan kinerja seseorang sangat dipengaruhi oleh siklus waktu harian. Apakah Anda mood atau bahagia di hari itu tergantung jam berapa. Grafik perasaan manusia dipagi hari umumnya naik, kemudian di siang turun lalu di sore hingga malam hari naik lagi. Ini berlaku tidak hanya perasaan tapi saat seseorang mengerjakan suatu persoalan, hasilnya menunjukan hasil yang lebih baik di pagi hari dibandingkan siang hari. Siklus ini disebut circadian rhythm. Ternyata ritme ini tidak cuma berlaku pada manusia, namun berlaku pula pada tumbuhan. 

Selanjutnya, siklus ini menurut Pink gak berlaku untuk semua orang. Yes, menurut saya ini kembali ke hukum kurva normal, yakni akan ada sebagian kecil dari populasi yang ada di bagian bawah puncak gunung, baik itu esktrem disebelah kiri maupun kanan. Mayoritas manusia memiliki siklus seperti diatas tadi, yakni pagi naik, siang turun, sore-malam naik lagi. Pola ini disebut Pink sebagai third bird atau burung ketiga. Sedangkan populasi yang ada di ekstrim kiri, yakni mereka yang puncaknya dimulai sangat pagi, dan menanjak lagi saat awal malam, ia sebut sebagai lark (burung lark. PS : saya tidak tau nama burung ini kalau di Indonesia, atau apakah ada burung ini di Indonesia? saya tidak tau). Mereka yg ada di populasi ini berada pada puncak kesadaran dan kebahagiaannya saat pagi-pagi buta dan dapat dilihat dari pola hidupnya, seperti bangun selalu lebih pagi, dan tidur lebih cepat. 

Populasi yang ketiga disebut owl (burung hantu. PS: nah sampai sini, paham kan kenapa disebut owl?). Yes, owl karena mereka cenderung aktif dan berada pada puncak kinerjanya saat hari cenderung sore hingga malam hari. Pink menceritakan misalnya tokoh-tokoh tertentu yang bangun tidurnya tidak terlalu pagi, memulai hari dengan pekerjaan yang santai, lalu mengerjakan pekerjaan utamanya saat hari menjelang malam hingga larut malam. Contoh orang-orang dengan pola hidup seperti ini masuk dalam kategori owl. Dan kata si Pink, populasi ini jauh lebih banyak dari pada lark

Pink juga bilang bahwa manusia saat masih kecil, cenderung ada di populasi lark, lalu berangsur saat remaja dan dewasa akan berada pada siklus owl hingga ketika sudah lanjut akan kembali pada populasi lark. Saya jadi teringat kata-kata Bapak saya dulu entah kapan yang masih saya ingat, semakin tua seseorang jam tidurnya akan semakin berkurang dan cenderung untuk selalu bangun jauh lebih pagi dari kebanyakan orang. Itulah kenapa saya tidak heran saat pulang kampung sebulan lalu, Bapak dan Mamak saya selalu bangun jam 4 pagi. 

Di bagian akhir chapter 1 ini, kita diajak untuk mengetahui kita sendiri ada di populasi mana. Apakah lark, third bird, atau owl. Dengan megetahui kecenderungan kita sendiri, kita jadi bisa mengetahui kapan waktu terbaik kita untuk melakukan sesuatu. Misal, jika kita lark, maka waktu terbaik untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya analitis, adalah saat pagi-pagi sekali sampai sebelum siang. Dan jika kita tau bahwa mayoritas orang adalah third bird, maka kita bisa set meeting untuk diskusi atau brainstorming saat sehabis siang atau menjelang sore hari. 

Pink membuat tabel seperti ini :

Analytical task :
- lark : early morning
- third bird: early to midmorning
- owl : late afternoon and evening

Insight task :
- lark : late afternoon / early evening
- third bird: late afternoon / early evening
- owl : morning

Making an impression :
- lark : morning 
- third bird: morning 
- owl : morning

Making a decision :
- lark : early morning 
- third bird: early to mid morning 
- owl : late afternoon and evening

Well, saya baru selesai di chapter 1 dan sudah dapat seabrek inspirasi dari buku ini. Dan tentu saja, saya bisa lebih tau kapan waktu terbaik saya saat ingin melakukan sesuatu. 

Kapan waktu terbaik kamu ngerjain thesis? kalau saya di pagi hari berarti :-)


 

-Catatan Perjalanan Hidup-

Selasa, 12 Januari 2016

2015

 Selamat pagi :-)

Ini adalah tulisan pertama saya, setelah 12 hari, di tahun 2016 di blog ini.

2015 telah berlalu, dan tidak terasa, satu tahun berjalan begitu cepat. Baiklah, saya ingin mengulas sedikit tahun 2015 yang lalu untuk sekedar menemukan arti rasa syukur dan ikhlas saya kepada Tuhan. 

Yahh, ada keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi. Saya yakin, bakal ada skenario lain. Meski bagian itu cukup mengecewakan, meski tidak sebegitunya juga, namun keterlaluan rasanya jika hanya karena itu saya mengutuki hidup. Belum ada banyak hal yang bisa dibanggakan di tahun 2015 memang, namun kesibukan saya di dalam pekerjaan terkadang membuat saya begitu bangga menjalani hidup. Hidup sebagai seorang lelaki. Hahaha. Mungkin terkesan sedikit sexies, tapi setidaknya begitulah kehidupan lelaki yang saya pahami dan lihat sendiri dari bagaimana tekunnya Bapak dan Kakak laki laki pertama saya dalam bekerja. Mereka bekerja tanpa lelah. Begitulah akhirnya saya mengilhami hidup sebagai seorang laki laki, dan tentunya suami untuk istri saya kelak. 

Kamis, 19 November 2015

Business Trip to Qingdao

Bekerja disebuah perusahaan asing, membawa berkah tersendiri bagiku. Selain mengasah komunikasi bahasa Inggris dan mengenal budaya kerja orang asing, aku dapat kesempatan juga terbang ke negara lain dengan gratis. Ini tidak sekedar cerita tentang perjalana ke luar negeri, melainkan juga hal-hal positif lain yang aku dapat capai di kesibukanku yang sekarang ini. 

Sudah hampir 1,5 tahun aku bekerja di perusahaan ini, Haier Indonesia, sebuah perusahaan asing yang baru saja mengakuisisi Sanyo Indonesia tahun 2012. Tidak banyak informasi yang aku dapat kumpulkan tentang Haier saat aku akan masuk ke perusahaan ini. Tidak heran jika masih sangat jarang orang di Indonesia yang mengenal nama Haier, karena memang penetrasi produk Haier di pasar Asia Tenggara tidak seagresif di kawasan lainnya. 


Aku cukup tercengang ketika perlahan-lahan aku mengetahui bahwa Haier ternyata adalah salah satu perusahaan TOP di China dan mendominasi pasar baik di negara asalnya, maupun di kawasan Amerika Utara, Eropa, Australia, Afrika, bahkan perlahan-lahan pasar Timur Tengah dan India. Aku dibuat cukup takjub saat menginjakan kaki di kantor Head Quarter-nya di Qingdao, China, dimana begitu besar dan luasnya kompleks Haier disana. Bahkan saking besarnya, aku tak punya cukup waktu untuk melihat keseluruhan kompleksnya. 

Rabu, 09 September 2015

Tak Butuh Penjelasan

Hanya perasaan yang tak butuh penjelasan apa-apa. Ia seperti lukisan yang hanya dengan melihat saja, kamu tau isi hati sang pelukisnya. Terkadang, kata-kata tak cukup bisa menggambarkan dalamnya rasa. 





-Catatan Perjalanan Hidup-

Rabu, 02 September 2015

Important Skill You Need to Have in Workplace

Well, tidak banyak yang akan saya tulis dari halaman ini. Saya akan membuatnya sesingkat mungkin. Kali ini saya akan coba menulis sesuatu yang ada kaitannya dengan dunia kerja. 

Saya bekerja di bidang Human Resources saat ini. Banyak cabang HR yang secara khusus saya kerjakan, namun ada juga cabang lain yang, karena kondisi, saya turut serta mengerjakannya. Terkadang di dunia kerja, Anda akan mengerjakan banyak hal yang tidak sejalan dengan pengalaman sebelumnya, namun justru akan menambah skill dan knowledge Anda. 

Bekerja di bidang ini, erat kaitannya dengan menemukan orang yang tepat untuk mengisi posisi tertentu di perusahaan serta menilai kinjera karyawan secara spesifik. Ketika perusahaan mencari orang dengan spesifikasi khusus dan berpengalaman sebagai middle - top level management, ada satu aspek penilaian yang sangat penting disana yakni: Initiative & Change (inisiatif dan perubahan). 

Aspek ini, begitu penting sebagai tolak ukur seseorang dapat membawa dampak/impact maupun perubahan positif dalam sebuah organisasi. Seorang recruitment officer, maupun HR Manager ketika menggali pengalaman seorang kandidat, pasti akan mengarah pertanyaannya kedalam aspek tersebut. 

Sabtu, 21 Februari 2015

Bahasa Inggris itu (ternyata) PENTING!

Sudah lama saya tidak menulis cerita tentang kehidupan pekerjaan. Belakangan ini tulisan di blog ini cuma ke-galau-an semata sepertinya, hehe. Biarlah tidak apa, normal kiranya manusia pernah berada dalam fase seperti itu. Saat dibaca suatu ketika nanti, entah 5 atau 10 tahun lagi, saya pasti bisa tertawa dibuatnya. Blog ini kan bisa jadi semacam kumpulan cerita perjalanan kehidupan. 

Baiklah, kini saya akan sedikit menulis yang ada kaitannya dengan pekerjaan. Saat ini saya bekerja di perusahaan manufacture asing/PMA di sebuah kawasan industri. Saya bertanggung jawab tentang masalah training dan recruitment. Sebenarnya si gak cuma tentang itu ya, ada beberapa pekerjaan printilan lain yang tidak usah saya sebutkan. Karena kalau saya uraikan nantinya saya bisa disebut sebagai pembantu umum atau wira wiri section, hahaha.  

Recruitment menjadi salah satu tanggung jawab saya saat ini. Meskipun tidak punya latar belakang ilmu psikologi atau bahkan sarjana psikologi (S.Psi) *Gelar sarjana saya tidak ada 's' nya diantara 'P' dan 'i' alias cukup S.Pi (hahahaha), ya nyrempet-nyrempet dikitlah*. Aneh memang, saya punya kewenangan untuk menentukan siapa yang cocok dan tidak bekerja di perusahaan ini. Mungkin Anda berpikir perusahaan ini salah merekrut saya, dan kadang saya juga berpikir demikian (wkwkwkwkw). 


Tapi anw lah, in charge di recruitment ini membuat saya belajar banyak hal dan menyadari lebih banyak hal lagi. Pekerjaan mengenai recruitment ini meliputi beberapa proses, mulai dari pontang panting nyari kandidat, screening CV, interview, testing, negosiasi, hingga dokumentasi dokumen recruitment. Karena pada dasarnya saya orang yang enjoy bertemu dan berbicara dengan banyak orang, recruitment, terutama interview, menjadi satu hal yang saya sukai. Meskipun jujur saya belum pernah belajar tentang teknik meng-interview orang melalui training khusus, saya mempelajari pekerjaan ini secara otodidak alias belajar sendiri. *Sekali lagi Anda boleh setuju kalau perusahaan ini salah memilih orang. Hahaha. 

Selasa, 08 April 2014

Bahaya Wanita dan Dosa

Allah sudah mewanti-wanti manusia, begini bunyinya "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak laki-laki, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik" (Ali ‘Imran: 14). Semua manusia, tanpa terkecuali, mempunyai pandangan seperti ini dan ini adalah bagian nafsu atau syahwat manusia. Menurut sebuah artikel yang saya baca, nafsu atau syahwat diciptakan oleh Allah untuk dimiliki setiap manusia dengan tujuan agar ibadah mempunyai arti dan tujuan. Niscaya jika manusia tanpa punya nafsu maka ibadah tidak lagi mempunyai faedahnya karena manusia akan melaksanakan ibadah atau perintah Allah tanpa halangan dan rintangan apapun. Manusia yang berhasil mengendalikan nafsunya inilah yang akan diangkat derajatnya lebih tinggi dibandingkan manusia lain. Disinilah spesialnya manusia di mata Tuhan. 

Bagian terbesar dari nafsu manusia adalah wanita. Bagi para lelaki, wanita bisa menjadi sebuah alasan atau sumber dari segala tindakan. Baik tindakan buruk maupun baik. Terutama wanita cantik, karena siapa yang tidak ingin mempunyai wanita cantik?. Semua lelaki pasti ingin memiliki. Bagi kaum lelaki yang memang dari sononya punya nafsu pada wanita, apalagi yang cantik, perlu berhati-hati dalam mengelola nafsu dan keinginan ini. Memang sudah fitrah laki-laki, tapi fitrah ini tidak boleh dibiarkan tanpa kendali karena justru fitrah ini dapat membawa manusia pada mala petaka. 

Apalagi di jaman seperti sekarang, banyak wanita dengan penampilan menawan bertebaran dimana-mana. Mulai dari yang cantik dengan hijabnya, sampai yang cantik dengan kemolekan tubuhnya. Yang menawan dengan menunjukan wajah cantik dan tubuh moleknya ini yang sering membahayakan, apalagi bagi lelaki yang belum kuat mengendalikan nafsu nya sendiri. 

Selasa, 29 Oktober 2013

Selama Matahari Selalu Terbit dari Timur


Secara tidak sengaja, dulu saya pernah membaca sebuah komik yang bercerita tentang tokoh besar Indonesia. Kalau tidak salah judul komik tersebut adalah Putra Fajar dari Timur. Orang Indonesia pasti akan langsung tau komik itu bercerita tentang siapa. Yup, betul, itu bercerita tentang presiden pertama republik ini, Soekarno. Beliau adalah tokoh besar. Dan tokoh besar itu lahir di Jawa sebelah timur. Timur, selain berarti penunjuk arah, ia punya makna tersendiri. Tentu kita masih ingat, julukan pahwalan besar Sultan Hassanudin. Beliau dijuluki “Ayam Jantan dari Timur”. Lagi-lagi ada kata timur disana. Kita semua tahu timur adalah arah matahari terbit dan matahari, dalam rentang sejarah manusia, identik dengan kekuatan dan sumber kehidupan. Ya, karena itu, timur punya makna tersendiri tentang change dan greatness.

Dan sekarang saya berada di sebuah wilayah yang ditakdirkan berada di timur Indonesia; Maluku Utara.

Betapa kayanya Sumber Daya laut Indonesia bukanlah cerita bohong. 

Minggu, 14 Oktober 2012

Lagi-Lagi Tentang Guru


Jika berdiskusi tentang masalah pendidikan, rasa-rasanya tidak akan pernah ada habisnya. Terlalu banyak masalah pendidikan yang masih membelit negara ini. Salah satu masalah yang sering kali muncul dalam diskusi isu pendidikan biasanya adalah guru. Guru akan selalu jadi pusat perhatian. Tidak dapat dipungkiri memang, guru adalah ujung tombak sekaligus pelaku langsung dari sistem pendidikan di manapun negaranya.

Jepang dapat semaju seperti sekarang karena dulu ketika Jepang hancur di bom oleh sekutu, hal pertama yang diperhatikan adalah gurunya. Mereka sadar betul bahwa masa depan bangsanya terletak pada guru. Setelah itu, jepang rajin mengirimkan putra-putri terbaiknya keluar negeri untuk belajar tentang teknologi dan ilmu pengetahuan kemudian meminta mereka kembali ke negaranya. Agen-agen tersebut pun menyebarkan ilmu dan keahlian yang telah mereka peroleh di tanah kelahiran mereka. Terbukti setelahnya, teknologi dan industri jepang melaju pesat bersaing dengan bangsa Eropa dan Amerika. Lagi-lagi, disini ada peran guru yang sangat besar dalam transformasi kemajuan sebuah bangsa.

Pendiri negara ini juga sadar benar akan arti pentingnya pendidikan dan guru didalamnya. Saat awal masa kemerdekaan, program pembasmian buta huruf genjar dilakukan. Bahkan, sempat terekam presiden Soekarno waktu itu turun tangan menjadi seorang guru yang mengajarkan membaca rakyatnya. Lagi-lagi, dalam memajukan negara bangsa, sumbangsih guru sangat vital kontribusinya.


Jangan Khawatir, Manusia itu Saling Terhubung



Manusia tentu saja tidak akan pernah lepas dari kendala atau masalah. Kekhawatiran kita dalam menghadapi sesuatu sering muncul karena kita sudah memikirkan masalah atau kendala yang akan timbul karenanya. Tapi, bagaimanapun juga, begitulah hidup. Masalah yang tidak membuat kita mati, hanya akan membuat kita jauh lebih kuat. Hanya bagaimana saja kita memetakan, melihat, menganalisa, menghadapi, dan memanupulasi masalah itu untuk akhirnya sejalan dengan tujuan kita. Manusia akan lebih dewasa karena masalah-masalah itu.

Boleh dipetakan kendala atau permasalahan apakah yang sering kita hadapai selama hidup ini. Silakan. Kemudian klasifikasikan kendala tersebut dalam beberapa kategori. Misalnya, kendala yang berhubungan dengan alam dan kendala terkait manusia, kendala yang dapat dikelola atau kendala yang tidak dapat dikelola. Jika kita petakan, dan klasifikasikan, maka kita akan menemukan suatu pola yang unik. Kendala yang sering kita hadapi kebanyakan adalah yang berhubungan dengan manusia dan kendala yang dapat dikelola. Artinya, ketakukan kita terhadap kendala yang akan kita hadapi bersumber dari manusia. Pada dasarnya, kendala yang berhubungan dengan manusia dapat kita kelola atau dalam bahasa lain dapat kita cegah, manipulasi, dan kita selesaikan.

Sabtu, 09 Juni 2012

Buka Mata: Ini Realita di Negara Kita


Saya masih ingat betul kata-kata seseorang yang mengatakan "Jangan pernah mengaku orang Indonesia jika hanya pernah melihat isi Pulau Jawa saja". Saya sebelumnya tidak pernah membayangkan bakalan dikasih kesempatan untuk melihat daerah-daerah terdepan di gugusan kepulauan negara Indonesia. Saya dapat melihat realita kehidupan sosial masyarakatnya dan berinteraksi dengan mereka. Ternyata memang benar, ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa terjadi. Ketimpangan itu hampir terjadi disetiap sisi kehidupan: pendidikan, ekonomi, kesejahteraan, teknologi, dan lain sebagainya. Sangat miris. Ironis. Menyesakkan. Negara yang begitu luas dengan taburan pulau-pulau nan cantik didalamnya ini ternyata jika boleh diibaratkan seperti manusia yang (maaf) cacat fisiknya. Kepalanya besar seperti terkena tumor, sedangkan badan, kaki, dan tangannya kecil sehingga manusia ini kesulitan berjalan apalagi berlari. Terlalu berat beban kepalanya. Kepala itu ibarat Jawa, sedangkan bagian tubuh yang lain adalah luar Jawa. 

Bagi Anda yang sejak kecil dilahirkan dan dibesarkan di Pulau Jawa, pastinya Anda hidup dalam lingkungan yang mempunyai segalanya. Artinya akses menuju ke sumber-sumber kesejahteraan, teknologi, pendidikan, dan sisi kehidupan lain adalah mudah. Hidup di Pulau Jawa, pasti Anda sudah terbiasa dengan listrik dan teknologi. Saat gelap, nyalakan lampu listrik. Saat ingin mandi, nyalakan pompa air. Saat haus, tinggal ambil air dari kulkas. Saat ingin menelfon, Anda tinggal pencet nomor dan menelfon. Saat ingin belanja di pasar, Anda tinggal menaiki sepeda motor Anda atau naik angkot, 10 menit sampai. Warung juga sangat dekat, tinggal jalan kaki. Akses kesemua kebutuhan hidup sebagian besar daerah di Pulau Jawa sangatlah mudah. Semuanya serba mudah, serba ada, serba tersedia. Beruntung sekali Anda dan saya dilahirkan di Pulau Jawa. 

Tapi, apakah Anda atau kawan-kawan pernah membayangkan, bahwa ternyata masih ada di era modern seperti sekarang, masyarakat yang belum tersentuh atau sedikit tersentuh teknologi dan modernitas?.  Pernahkah Anda tahu?. Anda ingin menyalakan lampu, belum tentu ada listrik. Tidak ada listrik atau ketersediaan listrik sangat minim. Listrik saja susah, apalagi sinyal HP, televisi, dan internet?yaa jelas makin susah. Bayangkan jika Anda harus mencari sinyal profider keatas bukit hanya untuk menelfon. Hampir semuanya serba terbatas. Pendidikan, layanan masyarakat, perbankan, semuanya juga sangat minim. 

Rabu, 23 Mei 2012

Whats Make You Beautiful (Apa yang Membuatmu Cantik)

Cantik. Bagi kebanyakan laki-laki, jika ditanya tentang bagaimana kriteria seorang wanita bisa disebut cantik pasti akan beragam jawabannya. Aku pikir, akan banyak yang menjawab wanita cantik itu adalah mereka yang bertinggi sekian cm, berat sekian kilogram, berhidung mancung, berkulit putih, dan modis. Kriteria cantik seperti itu, aku rasa, adalah kriteria seorang wanita cantik menurut laki-laki jaman sekarang. Bener kan?. Yupz, sekarang ini, wanita disebut cantik atau kurang cantik, mayoritas berdasarkan fisiknya. Apa yang terlihat di luar itu yang sering jadi penilaian; cantik atau kurang cantik. Pemahaman atau persepsi ini semakin masuk kedalam alam pikiran manusia dan dianggap suatu kewajaran seiring dengan membudayanya program televisi yang membuat seolah-olah wanita cantik itu adalah mereka yang tinggi, proporsional, putih, hidung mancung, rambut panjang, dan berani menampilkan kemolekan tubuhnya atau kalau kata banyak orang: seksi. Lihat saja acara; Miss Indonesia. Acara ini memperdalam persepsi masyarakat pada umumnya bahwa fisik atau apa yang nampak diluar jadi patokan utama seorang wanita disebut cantik. Seorang wanita yang (maaf) pendek dan berkulit coklat serta berjilbab, pasti akan segera dieleminasi bahkan saat proses seleksi administrasi Miss Indonesia. Silakan dicoba sendiri, jika Anda ingin membuktikannya. Dunia infotainment yang jadi konsumsi publik setiap hari juga turut membantu memperdalam persepsi masyarakat tentang 'cantik'. Anda bisa lihat bagaimanakah sosok seorang wanita yang bisa masuk dalam dunia infotainment atau dunia hiburan layar kaca. Wanita-wanita ini kemudian disebut sebagai wanita cantik dengan 'kesempurnaan' bentuk tubuhnya (fisiknya). Lagi-lagi, dunia di luar sana mengajarkan kepada manusia bahwa cantik adalah apa yang Anda lihat. 

Apalagi sekarang ini fenomena artis idola semakin jadi budaya kaula muda. Mereka mengidolakan atau nge-fans dengan artis-artis yang menomorsatukan penampilan. Pada ujungnya, persepsi tentang kriteria wanita cantik disetandarkan atau didasarkan  pada bentuk fisik artis-artis idola mereka. Lihat saja penampilan wanita muda jaman sekarang. Meniru penampilan artis-artis pemuja penampilan, bukan?. Bahkan banyak anggapan jika Anda tidak berpenampilan seperti artis jaman sekarang atau trend jaman sekarang Anda layak disebut jelek, tidak cantik, dan ndeso. Anggapan yang sama sekali salah. Persepsi ini membuat banyak wanita terjebak dalam suatu pandangan hidup bahwa jika ingin cantik, maka penampilan luar adalah nomor satu. Betapa herannya aku melihat gadis atau wanita jaman sekarang yang justru rela berpakain terbuka atau seksi, demi mendapatkan label wanita cantik. Atau bahkan, rela melakukan operasi plastik agar mendapatkan label wanita cantik. Dunia sekarang ini memang lebih cenderung menjadikan materi atau apa yang bisa dilihat sebagai patokan utama kehidupan. 

Selasa, 10 April 2012

Yang Paling Esensi Untuk Memperbaiki Kemahasiswaan Kita

Hari Sabtu kemarin, 07 April 2012, saya diminta memberikan presentasi kepada pengurus BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di sebuah lembaga pelatihan dan pendidikan milik pemerintah, tidak jauh dari Tembalang. Panitia meminta saya memberikan presentasi tentang pembuatan program kerja dan peran kepemimpinan terhadap kinerja organisasi. Sebenarnya, 3 minggu sebelumnya, saat saya dihubungi panitia untuk memberikan presentasi mengenai topik itu, saya tidak langsung menyanggupi. Saya merasa, sebagai mahasiswa yang sudah memasuki masa pensiun, bahkan melebihi jatah waktu normalnya, saya tidak lagi pantas untuk memberikan presentasi tentang topik-topik seperti itu kepada pengelola organisasi mahasiswa. Ibarat produk, saya sudah expired, alias kadar luarsa. Namun, setelah saya pertimbangkan beberapa saat, saya mengiyakan permintaan panitia.

Saya rasa, masih banyak mahasiswa adik tingkat saya yang bisa dan mampu memberikan presentasi mengenai pengembangan organisasi mahasiswa dan kadernya di lingkup Universitas Diponegoro sekarang ini. Banyak adik tingkat saya, angkatan 2008 keatas yang juga kompeten mengisi acara organisasi mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang sudah expired, memberikan presentasi dalam acara seperti itu, menurut saya, sudah bukan lagi saatnya. Sekarang ini, saatnya penerus-penerus dan generasi muda mengembangkan kemampuannya. Saatnya yang lebih muda yang berkarya. Sampai kapan yang lebih muda berkembang jika yang lebih tua masih saja eksis?. Well, itulah pula menurut saya bagian dari sebuah roda kaderisasi, dimana ada yang pergi dan ada yang mengganti. Kaderisasi yang sehat akan menghasilkan seorang dan banyak kader yang hebat, yaitu tepat pada waktunya dan tepat pada orangnya. 

Minggu, 01 April 2012

Meritokrasi: Kesamaan Kesempatan dan Hak bagi Seluruh Manusia

Beberapa hari yang lalu, aku terlibat diskusi menarik dengan salah seorang temanku dengan topik awal "apakah Tuhan, Allah SWT. memberikan pilihan bentuk fisik tubuh kepada manusia saat IA akan menciptakannya". Diskusi ini sampai sekarang masih melekat di kepalaku karena sebelumnya aku membaca berita tentang perlakuan rasis yang dilakukan oleh sekelompok orang kepada orang lainnya. Atau misalnya keheran-heranan yang sering muncul dalam kepalaku saat mendengar gosip tentang perbedaan perlakuan kepada seseorang yang mempunyai latar belakang berbeda, contohnya latar belakang pendidikan, ekonomi, sosial, suku, dan fisik. 

Aku mempunyai jawaban yang berbeda dengan temanku tentang topik yang satu ini "Apakah Tuhan memberikan pilihan kepada manusia saat ia diciptakan". Aku mengajukan hipotesis; 'tidak'. Tuhan tidak memberikan pilihan dan karena itu, manusia tidak mempunyai pilihan saat ia akan diciptakan. Manusia tidak dapat memilih bentuk fisik yang diinginkan setelah lahir kedunia nantinya. Manusia tidak bisa memilih, misalnya, ingin berhidung mancung, berkulit coklat, rambut berwarna hitam, ataupun bermata biru. Manusia juga tidak mempunyai pilihan apakah ia akan menjadi manusia dengan ras Eropa, Afrika, atau Asia. Menurutku, yang pasti Tuhan telah mengetahui dan menentukan bentuk fisik terbaik untuk makhluk ciptaan-Nya. Bentuk yang sudah manusia dapatkan setelah lahir, itulah yang terbaik yang Tuhan kasih untuk manusia. Jika Tuhan memberikan pilihan bentuk seperti apakah yang diinginkan manusia saat ia akan dilahirkan ke bumi, mungkin semua manusia di dunia akan berwajah ganteng dan bertubuh proporsional seperti Tom Cruise atau berwajah cantik seperti Julie Estelle :-D. 

Sabtu, 10 Maret 2012

Masih (dan Selalu) Bangga Ber-Indonesia. Indonesia: The Ultimate in Diversity

Jika ada yang bertanya kepada saya, "apa yang membuatmu bangga menjadi putra bangsa Indonesia?", maka saya akan menjawab "karena Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia ini yang mempunyai keragaman (biodiversitas) paling besar sekaligus rumit, namun tetap bisa bersatu menjadi sebuah negara-bangsa". Sungguh menakjubkan, keanekaragaman yang luar biasa tinggi ini tetap mampu menopang Indonesia dalam sebuah tata kehidupan negara-bangsa yang harmonis dan damai. Indonesia lah satu-satunya negara di bumi ini yang bisa melakukan itu. 


Diambil dari [2]
Ya, Indonesia adalah negara dengan tingkat keragaman-dalam hal apapun-yang paling tinggi di dunia. Indonesia tersusun atas suku bangsa terbanyak di dunia, yakni lebih dari 740 suku bangsa/etnis. Indonesia mempunyai bahasa daerah/dialek (juga) paling banyak di dunia, yaitu lebih dari 583 bahasa daerah dari 67 bahasa induk yang digunakan oleh berbagai suku bangsa di negara Indonesia [1]. Suku-suku bangsa itu pun selain mempunyai bahasa yang berbeda, juga mempunyai ciri khas kebudayaan sendiri-sendiri. Setiap suku mempunyai tata cara dan adatnya sendiri, misalnya dalam tata cara pernikahan, kelahiran anak, kematian, hubungan sosial, kepercayaan, upacara adat, dan tata cara berpakaian. Ibarat seperti pelangi yang diakui keindahannya karena tersusun dari berbagai macam jenis warna.  Warna-warni pelangi membuat pelangi sedap dipandang mata. Saya katakan, begitu pula dengan Indonesia. Indonesia ibarat seperti pelangi. Indah karena keanekaragaman budaya yang menyusunnya. 

Sabtu, 03 Maret 2012

Optimalisasi Peran Komisi Ahli dalam Mendukung Improvitas BEM KM UNDIP



Oleh:
Panca Dias Purnomo[1]

Pendahuluan
Saya bertugas menjadi Komisi Ahli BEM KM UNDIP 2011, efektif kurang lebih antara 6-8 bulan saja. Karena ada beberapa hal yang membuat saya tidak bisa bekerja secara penuh seperti kawan-kawan yang lain, yakni normalnya 12 bulan. Bahkan, saat pelantikan dan LPJ akhir tahun saya juga tidak dapat ikut serta. Terhitung sejak Januari 2011 saya resmi menjabat menjadi KA bidang Internal BEM KM UNDIP 2011. Semenjak itu, saya berusaha untuk belajar, merenungi, dan menghayati peran baru saya. Saya harus menyesuaikan diri dengan cepat dengan posisi baru saya itu, mengingat posisi saya di lembaga mahasiswa sebelumnya sangat berbeda. Saya akui, meskipun sangat singkat, namun peran sebagai bagian dari Komisi Ahli sekaligus sebagai pengurus BEM KM UNDIP memberikan banyak pembelajaran dan pemaknaan hidup kepada saya. Sungguh, sangat membekas sampai sekarang. Karena itu, semoga tulisan berupa unek-unek saya ini dapat memberi sedikit pembelajaran kepada adek-adek tingkat penerus Komisi Ahli BEM KM UNDIP khususnya dan juga kepada seluruh pengurus BEM KM UNDIP umumnya. Sebenarnya  sketsa artikel ini sudah tergeletak di laptop saya dua bulan lamanya, namun baru dapat saya selesaikan baru-baru ini. Semoga pepatah “lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali” masih berguna untuk tulisan ini.

Jumat, 02 Maret 2012

Masihkah Mau Memilih di Tahun 2014?

Sembari istirahat siang kemarin, saya menyempatkan diri berkunjung ke perpustakaan instansi tempat saya sedang belajar. Alhamdulilah saya bisa menghela nafas sejenak didalam perpustakaan sembari membaca. Sejatinya, berkunjung ke perpustakaan menjadi agenda rutin saya setiap hari, setidaknya dulu saat pekerjaan analisa saya belum begitu padat. Perlahan-lahan, saya harus mengurangi kunjungan saya ke perpustakaan karena kesibukan saya di laboratorium dalam sebulan ini. Tujuan utama saya datang ke perpustakaan, tentu saja, untuk membaca; membaca surat kabar favorit saya. Kapan lagi saya dapat membaca surat kabar setiap hari jika bukan di tempat ini?

Selama kos di Semarang sebenarnya sudah beberapa kali saya berkeinginan untuk berlangganan koran, namun sepertinya uang jatah makan bulanan saya lebih berharga dibandingkan dengan memberikannya kepada tukang loper koran. Terkadang saya heran, saya merasa mudah saja menggadaikan uang bulanan saya demi sebuah buku. Tapi, kok masih sulit rasanya melakukan hal yang sama untuk sebuah koran harian. Padahal, saya tahu persis, jika rela melakukannya, bermilyar informasi berharga setiap hari dapat saya peroleh dari membaca koran. Suatu saat saya pasti akan menyisihkan uang untuk berlangganan koran. Pasti.

Minggu, 19 Februari 2012

Keep Swinging the Ball above the Fence, the People Will Notice You

Judul tulisan ini adalah pepatah atau proverb dari negara Amerika Serikat yang jika di-Indonesia-kan lebih kurangnya menjadi “Terus pukulah bola diatas pagar, maka orang-orang pun akan memperhatikanmu”. Pepatah ini di negara aslinya terilhami dari salah satu olahraga favorit di sana yakni base ball. Bagi saya, pepatah ini tidak hanya untuk orang Amerika saja, tapi bagi orang Indonesia-pun filosofinya sangat berguna. Pepatah ini memberikan nasehat kepada kita untuk selalu berusaha dan bekerja diatas rata-rata kebanyakan orang (above the fence), maka orang-orang disekeliling kita pun akan mengenali kita. Karenanya pula, kita dapat memperoleh apapun melebihi orang lain yang hanya berusaha pada batas kewajaran usaha manusia. 

Bagi saya, pepatah ini adalah nasehat penuh makna yang sangat pas dengan kehidupan setiap manusia. Saya sedang belajar berpikir dan memaknai kehidupan saya seperti nasehat yang terkandung dalam pepatah itu, namun belum bisa saya temukan ekspresi yang tepat untuk mengucapkannya sebelum saya membaca artikel didalam koran berbahasa Inggris terbitan Ibu kota yang memuat pepatah Amerika itu. Meskipun sederhana, namun kalimat itu, bagi saya, sarat akan makna hidup. 

Memang, siapapun kamu, jika kamu berusaha, bekerja, dan berkontribusi lebih banyak, lebih keras, dan lebih lama daripada rata-rata kebanyakan orang, maka InsyaALLAH kamu pasti akan mendapatkan lebih dari yang didapat kebanyakan orang.

Selasa, 07 Februari 2012

Ekspor Kaum Intelek Indonesia


Saya mendapatkan berita gembira hari ini. Setelah menghabiskan waktu seharian di laboratorium, saya berkirim sms dengan beberapa orang teman. Saya harus tetap menjaga komunikasi saya kepada teman-teman meskipun lembaga riset dimana saya belajar ini menuntut pekerjaan yang lumayan banyak. Salah satu orang yang berkirim sms dengan saya adalah kakak tingkat saya. Meskipun dia dan saya berbeda fakultas, tapi saya lumayan sering berkomunikasi dengannya. Saya menjadikannya salah satu sumber informasi saya mengenai berbagai hal.

Satu yang membuat saya senang hari ini adalah bahwa dia mengatakan akan berangkat ke Korea untuk melanjutkan study masternya. Subhanallah. Saya turu bersuka cita kepadanya. Akhirnya, dia mendapatkan kesempatan untuk kuliah di negara impiannya; Korea Selatan. Selain mungkin ingin bertemu dengan artis korea^^. 

Yang kedua yang membuat saya bahagia hari ini adalah setelah sampai di rumah, salah satu teman sekolah menengah dulu memberitahu bahwa salah satu teman kami sedang melanjutkan pendidikan di Swedia, Eropa. Subhanallah, saya turut senang mendengar informasi itu.

Minggu, 05 Februari 2012

Find Your Passion First, Job Second



Saya mendapatkan judul tulisan ini dari artikel didalam buku yang baru saja saya beli. Menurut penulis, kalimat itu dia baca dari tulisan seorang kolumnis koran terbitan kota New York, US. Setelah saya membaca artikel dalam buku itu yang berbicara tentang passion, saya kemudian teringat sebuah acara penuh inspirasi; Kick Andy Road Show to Campus yang pernah diadakan di kampus saya bulan November 2011 yang lalu. Acara itu mengupas tentang "lentera jiwa". Isi acara itu dan makna serta inspirasi yang saya dapatkan dari sana mempunyai kemiripan dengan isi artikel dari buku baru saya.

Menurut kamus, passion adalah gairah, semangat dan keinginan yang besar, namun saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh nara sumber dalam acara Kick Andy waktu itu, bahwa passion adalah lentera jiwa, bahwa lentera jiwa adalah passion.

Rene Suhardono, penulis buku "Your Job is Not Your Carrier"  dan juga salah satu nara sumber dalam acara Kick Andy waktu itu, mengatakan bahwa passion atau lentera jiwa adalah sesuatu hal yang saat kamu melakukannya kamu merasa happy, enjoy, senang, dan ringan. Passion adalah hal-hal yang memang kamu suka, kuasai, dan jika kamu melakukannya tidak hanya menimbulkan kesenangan dan kedamaian namun juga dapat meliopatgandakan produktivitas kerja kamu.

Read Also

  • Jangan Baper - Jangan baper kalau kerja. Hubungan antar manusia di tempat kerja, entah dengan rekan, bawahan atau atasan, gak selamanya baik-baik saja. Hubungan kerja, sa...
    6 tahun yang lalu