Every journey always begins with one step, Semua perjalanan bermula dari satu langkah kaki ....

Sabtu, 21 Juli 2012

Sambutan Wakil Wisudawan/Wisudawati Universitas Diponegoro pada Wisuda ke-127

Mimpi atau bolehlah disebut angan-angan jika selalu dibayangkan dan ditulis, insyaALLAH suatu saat terwujud. Begitu kata para trainer saat mengisi forum-forum motivasi. Dan Anda tahu?itu memang benar adanya, karena aku perlahan-lahan membuktikannya. Dulu aku sempat bermimpi saat wisuda, aku akan mewakili teman-teman memberi sambutan dan membuat orangtuaku bangga. Mimpi itu terwujud pada hari Selasa, 17 Juli 2012. Aku merasa sangat bahagia, bangga, sekaligus terhormat diberikan kepercayaan untuk mewakili teman-teman wisudawan/ti memberikan sambutan pada acara wisuda Universitas Diponegoro yang ke 127. Meskipun awalnya aku sempat menolak dengan halus, tapi bagaimanapun itu adalah kepercayaan dan kehormatan jadinya aku tidak akan mengecewakan siapapun. Karenanya pula, orangtuaku sesampainya dirumah tidak hentinya membicarakan tentang wisudaku. Kebahagiaan tiada tara dapat membuat orangtua menangis bangga melihat putranya bukan?. Wisuda sarjana Hari Selasa 17 Juli 2012 adalah salah satu momen hidup paling membahagiakan dan membanggakan yang pernah aku punya  sepanjang hidup. Hadirnya adek-adek kelas yang memberi ucapan selamat menjadi salah satu penyebab utama mengapa hari itu menjadi hari penuh canda tawa. 

Dulu aku selalu berpikir dan selalu aku tulis pula, bahwa suatu saat jika aku wisuda aku akan merasa sangat puas terhadap apapun yang telah aku lakukan dikampus. Dan Anda tahu?aku betul-betul merasa sangat puas pada hari dimana aku diwisuda. Subhanallah. Apa yang kita pikirkan suatu saat akan menjadi kenyataan. Semoga apa yang aku impikan selama ini akan terwujud nyata perlahan-lahan, karena aku semakin yakin bahwa mimpi yang benar-benar diinginkan dan diupayakan akan terwujud suatu saat, entah kapan. Karena Tuhan pasti mendengar dan mengabulkannya. 

Terimakasih untuk doa dan dukungannya dari teman-teman dan adek-adek kelas
Berikut aku posting naskah sambutan yang aku buat sebagai wakil wisudawan/ti Universitas Diponegoro pada wisuda ke-127. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

SAMBUTAN WAKIL WISUDAWAN
PADA WISUDA UNIVERSITAS DIPONEGORO KE-127
SELASA, 17 JULI 2012
GEDUNG PROF. SOEDARTO, SH

Saya sangat merasa terhormat dapat berdiri disini, mewakili rekan-rekan wisudawan-wisudawati Universitas Diponegoro untuk memberi sambutan pada kesempatan berbahagaia ini. Karenanya, ijinkanlah saya menyampaikan sepatah dua patah kata mewakili rekan-rekan sekalian.

Assalamualaikumwrwb.,
Yang terhormat:
Rektor/ketua senat Universitas Diponegoro
Yang kami hormati:
Anggota senat Universitas Diponegoro
Para pembantu rektor Universitas Diponegoro
Para dekan dan pembantu dekan di lingkungan Universitas Diponegoro
Para dosen dan pegawai administrasi dilingkungan Universitas Diponegoro
Hadirin tamu undangan, orang tua/wali/pendamping wisudawan/wisudawati
Serta rekan-rekan wisudawan/wisudawati yang berbahagia

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt., karena pada hari yang bersejarah ini kita masih diberi nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat menghadiri acara wisuda Universitas Diponegoro yang ke-127 tanpa halangan suatu apapun.

Hadirin yang kami hormati,
Diterima dan menjadi mahasiswa Universitas Diponegoro adalah sebuah prestasi dan kesuksesan. Rekan-rekan, begitu pula dengan berhasilnya kita menyelesaikan studi dan menjadi sarjana; ini juga adalah prestasi dan kesuksesan. Selamat kawan-kawan!. Mohon tepuk tangannya untuk pencapain ini!.

Rekan-rekan yang berbahagia,
Jika kita boleh berandai-andai Undip adalah manusia yang mampu merasa, mendengar dan berbicara seperti kita, kira-kira apa ya yang dirasakan Undip saat ini?. Saya yakin, hari ini, Undip akan sangat bangga, berterimakasih, dan bahkan menangis terharu meihat kita.

Keyakinan itu muncul karena selama masa kuliah kita telah berusaha maksimal memberikan kontribusi kepada almamater tercinta ini. Kontribusi itu diberikan dengan jalan dan cara yang kita bisa dan mampu, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kontribusi penuh semangat itu kita lakukan dengan setidaknya 3 landasan utama: yang pertama adalah rasa cinta dan bangga kepada almamater sehingga kita ingin membuatnya layak dicintai dan dibanggakan, yang kedua adalah keinginan kuat untuk membuat almamater kita lebih dan lebih baik, dan yang ketiga adalah kesadaran bahwa pengalaman, ilmu, dan skill yang didapat selama kuliah nantinya akan sangat berperan dalam pencapain mimpi dan asa masa depan kita.

Kita juga sadar bahwa kita adalah pewaris nilai-nilai semangat perjuangan Pangeran Diponegoro. Sehingga, kita meresapi betul sebuah ungkapan “daripada menyalahkan kegelapan, lebih baik menyalakan lilin”. Apapun kondisinya, kerja konkret lebih baik daripada hanya mengeluh. Hal ini membawa sikap dan mental positif, progresif, serta kontributif dalam diri kita disegala kondisi yang kita hadapi. Kita selalu bersemangat dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik dan berperan maksimal demi mewujudkan satu jargon yang sering kita teriakan bersama: Undip Jaya!!!.

Dengan semangat perjuangan Diponegoro dan nilai-nilai positif, kita terus berjuang meskipun terkadang bertemankan keterbatasan dan sempitnya ruang apresiasi dan penghargaan kepada organisasi dan mereka yang telah mengerahkan seluruh sumberdayanya demi kejayaan almamater.

Kita telah banyak meraih berbagai penghargaan dan prestasi dalam berbagai kompetisi, seperti kompetisi tulis menulis, riset, debat, bisnis, olahraga, seni dan kewirausahaan. Mahasiswa Undip juga banyak yang terpilih menjadi duta atau delegasi dalam berbagai acara baik nasional maupun internasional. Gerakan aku cinta undip, semakin semaraknya kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, bertambahnya jumlah proposal PKM, PMW, dan meningkatnya apresiasi dan animo dalam kompetisi mahasiswa berpretasi adalah beberapa karya nyata kita untuk turut serta dalam usaha memajukan almamater. Iklim prestatif, riset, dan akademis pun semakin berkembang dikampus ini. Adalah suatu kebahagiaan tiada kira dapat melihat almamater berjaya dimana-mana. Itulah cinta, karena cinta akan memberi energi tanpa batas.

Rekan-rekan yang berhagia,
Rekan-rekan, Undip pasti bangga karena kita tidak cuma bisa menerima ilmu,skill, dan life experience darinya, tapi kita juga dapat memberi sesuatu kepada almamater yang telah mengajarkan kepada kita tentang jati diri, persahabatan, kedewasaan, mimpi, cita dan cinta. Perjuangan demi membangun almamater juga tidak berhenti sampai disini, karena kemajuan almamater tidak akan pernah lepas dari kontribusi para alumninya. Itulah cinta, karena cinta akan memberi energi tanpa batas.

Hadirin yang kami hormati,
Dengan penuh kesadaran, kita tidak akan pernah bisa meraih itu semua dan sampai pada titik sekarang ini tanpa bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan yang berbahagia ini kami segenap wisudawan/wisudawati mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada:
  1. Rektor, pembantu rektor, dekan, para anggota senat, dan pembantu dekan yang telah banyak membimbing kami,
  2. Para Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi atas kerja kerasnya membangun dan mengembangkan iklim pembelajaran yang baik bagi kami,
  3. Segenap bapak dan ibu dosen serta seluruh staf akademik atas bimbingan kesabaran dan dedikasinya dalam membimbing kami,
  4. Segenap civitas akademika di lingkungan Universitas Diponegoro atas kontribusinya dalam membantu kami meraih apa yang kami impikan,
  5. Para orang tua atas dukungan yang tidak pernah berhenti kepada kami.

Tanpa bantuan, dorongan, dan bimbingan bapak-ibu sekalian, kami tidak akan berarti apa-apa dan menjadi siapa-siapa.

Rekan-rekan yang berhagia,
Selain itu, semoga kita juga bisa mewarisi semangat perjuangan para pendiri bangsa kita. Soekarno, Hatta, dan pendiri bangsa kita lainnnya bisa saja memilih untuk menggunakan gelar akademiknya untuk mengejar kehidupan yang lebih sejahtera dan nyaman. Namun mereka menggunakan ilmu dan kecakapan yang mereka dapat di perguruan tinggi demi memperjuangakan kemerdekaan dan kehormatan bangsa. Semoga kita juga demikian, gelar sarjana ini semoga tidak membuat kita melenakan tugas kita sebagai pengisi kemerdekaan dan membantu negara mewujudkan janji kemerdekaan, yakni kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hadirin yang kami hormati,
Saya tutup sambutan saya dengan sebuah pantun: Bulu lentik diujung mata, wajah jelita banyak yang melirik. Bukan cantik yang membuat cinta, tapi cinta yang membuat cantik. Maknanya adalah jangan pernah tunggu Undip menjadi universitas terbaik atau tercantik lebih dulu, baru kita mencintainya, tapi cintailah Undip lebih dulu maka kita akan melihat Undip sebagai universitas tercantik dan terbaik di Indonesia bahkan dunia.

Bagaimanapun juga, jangan pernah lupakan almamater kita.

Saya mohon rekan-rekan berkenan mengepalkan tangan keatas dan berteriak jaya saat saya teriakan Undip.
Undip!Jaya!
Undip!Jaya!
Undip!Jaya!

Semangat Pangeran Diponegoro akan selalu bersemanyam dalam hati kita.

Terimakasih, dan sukses untuk kita semua!

Wassalamualaikumwrwb.



Perwakilan Wisudawan/wisudawati Universitas Diponegoro

Panca Dias Purnomo


-Catatan Perjalanan Hidup-

5 komentar:

  1. Subhanallah, Ca..
    kereen...
    full inspiratiif ^______^

    BalasHapus
  2. kerennnnn !!!
    kangen bgd wisuda (lagi) :)
    kerja dmna skg?

    BalasHapus
  3. Keren mas, bangga n senang rasanya diperkenalkan dgn mas panca... ^^ suksesss selalu mas pancaaaa

    BalasHapus

Read Also